Tanken-ka no Monogatari
Penjelajah Dongeng

Part 1: Kaigi (Pertemuan)

'Argghh…, kepalaku sakit…., dan…., ini dimana?, disini begitu putih, apakah aku sudah mati?, apakah aku sudah di surga sekarang?'
Siiinnngg…
"Argghh…, ternyata hanya mimpi, tetapi sekarang aku dimana..?" Kata seorang gadis yang sedang bangun dari tidurnya dan segera langsung membetulkan posisi duduknya sekarang. "Sekarang kau sedang ada di tanah kekuasaan kami" 'eh…?!'

Flashback

"Kiri-san!" teriak seorang gadis berambut ala bob
"ada apa Miyu?, kau tampak pucat sekali, kau taka apa-apa?"
"aku tak apa-apa Kiri-san, tapi sekarang kau harus pulang sekarang,, kau tak usah ikut perlombaan basket"
"eh?" sebelum selesai berbicara Miyu langsung pergi meninggalakan Kiri yang sedang bingung.
"anak aneh"
Saat Kiri pergi ke lapangan basket, ia bertemu dengan guru sekolah lain.
"Hei kau , kau kapten putri sekolah Moriyama High School bukan?, kau bisa tidak ambil peralatan untuk pertandingan di ruang peralatan olah raga" Tanya guru itu, tetapi Kiri tidak merespon dan hanya tersenyum kecut, lalu meninggalkan guru itu.
"dasar anak angkuh, tetapi recana akan berjalan lancar khekhe …"
'rencana?, guru aneh!'
Saat berada di ambang pintu peralatan olahraga yang berda di sebelah lapangan basket, ia merasa ada yang aneh dengn ini, tetapi ia menghiraukan, dan membuka pintu itu. Saat membuka pintu, ia kaget karena didalam sana bukanlah sebuah ruangan tetapi jurang yang sangat dangkal.
"Ada apa ini, ini bukan ruangan?!" disaat Kiri bingung, dari belakang seseorang mendorong ia hingga jatuh.

Flashback end

Siiinnngg…
"Argghh…, ternyata hanya mimpi, tetapi sekarang aku dimana..?" Kata seorang gadis yang sedang bangun dari tidurnya dan segera langsung membetulkan posisi duduknya sekarang. "Sekarang kau sedang ada di tanah kekuasaan kami" 'eh…?!' "Hei kau!, jangan bengong aja!, kau pingin mati?!" kata lelaki brengosan yang sedang mengeluarkan pedangnya "Jadi, aku tidak mati?"
Siiinnngg…
Krriiikkk…

"hahahaha, nih cewek bisa ngelucon ternyata!"
"Hei KAMSEUPIL!, aku nanya aku ini masih hidup atau tidak?!"
Siiinnngg…
Krriiikkk…

"HUAHAHAHA!"
'dasar orang-orang aneh, aku pergi aja deh, dari pada ketularan mereka'
"eh?!, tunggu!, apakah kau Putri Emeralda?" Tanya lelaki brengosan itu
"Bodoh, jelas-jelas dia bukan Putri Emeralda, diakan aneh, masa Putri Emeralda aneh?" saut salah satu teman brengosan itu.
"maaf kau bilang apa?, 'aneh'?, bukanya situ yang aneh hah?!"
"Betulkan dia bukan Putri Emeralda, mana mungkin Putri Emeralda marah?!
mendengar itu, Kiri sudah kesal akan tingkah 3 orang yang sudah mengaku dirinya itu Putri Emeralda apa lagi membedakan akan mereka.
"PUTRI EMERALDA!~"
'siapa lagi nih?'
"Putri Emeralda!, aku kangen sama kamu!"teriak seorang anak perempuan yang sedang memeluk Kiri dengan kuat.
"maaf ya, gadis kecil, saya bukan Putri Emaralda"
"halah!, jangan bohong deh Putri, emang sih model rambut putrid berbeda, dan putri emang lebih tinggi, tapi aku tau kalau kamu itu Putri Emeralda!" kata Gadis itu sambil mempererat rangkulanya, tetapi Kiri melepaskan rangkulanya dan berkata "Maaf, aku bukan Putri Emeralda".
"Gak mungkin!," teriak anak itu sambil menangis dan pergi meninggalkan Kiri.
"Hei kau gadis muda, maaf, bisakah kau bercerita kepadaku kenapa kau bisa berada disini?, dari pakianmu, kamu pasti bukan penduduk dari mana pun" Tanya lelaki berjonggot putih dan disampingnya ada seorang pemuda yang usianya sekitar Kiri dan berambut coklat.
"oh, dengan senang hati" jawab Kiri tanpa ekspreksi.

"oh, begitu…, jadi kau berada di dunia lain?"
"mungkin…"
"ooo, gadis yang menarik…"
"apakah kamu punya hubungan darah dengan Emeralda" Tanya cowok itu yang dari tadi diam.
'Emeralda lagi…' "Tidak, apa lagi kenal"
"ck, dimana sih tuh anak?"
"pacarmu?"

Skak mat

"eh..,eh…, bukan hanya sahabat kecil" jawab cowok itu gugup dengan muka memerah.
"apakah kamu tau cirri-ciri orang yang menyuruhmu ke ruangan itu" Tanya cowok itu.
"Kalo tidak salah, orangnya masih muda, tidak keliatan seperti guru disana, masih muda banget sekitar 14 tahun, memakai kalung kristal bewarnah merah dan rambut berwarna merah"
"apakah kamu tau bentuk Kristal itu?"
"iya, berbentuk kunci"
"ck, Elizabeth" desis cowok itu.
"hah?, siapa tuh Elizabeth" Tanya Kiri penasaran, biasanya sih Kiri masa bodoh akan seseorang, tetapi berhubung dia di dunia aneh berantah ini, dia harus menemui petunjuk agar dia bisa balik, dan bertanding basket, kalo sempat… (dipukul Kiri)
"dia adalah adik kandung dari Emeralda dan juga merencanakan pembunuhan terhadapanya"
"kenapa?"
"hah?"
"kenapa dia membunuhnya TOLOL!"
"ooo, sorry, itu karena dia ingin merebut tahtahnya Emeralda"
"hah?"
"huf, begini ceritanya sejak kecil Elizabeth ingin menjadi ratu, makanya dia sering melakukan lebih baik dari Emeralda, tetapi Raja dan Ratu atau Ayah dan Ibunya Emeralda dan Elizabeth lebih memilih Emeralda dari pada Elizabeth, dan tentu saja Elizabeth iri dan membenci kakak kandungnya sendiri dan ingin membunuh kakaknya segera agar ia bisa mengambil tahtanya nanti, tetapi aku dan Ayahku tau rencana ini menyuruhnya Emeralda pergijauh, tetapi auranya dihapuskan oleh ayahku dengan sihir tetapi…"
"ada aura yang mirip dengan Emeralda yaitu aku begitu, maknya adiknya menyangka aku ini Emeralda dan melakukan rencananya terhadapku, begitukah?" saut Kiri memotong omongan cowok itu.
"Betul sekali nona, kau punya pemikiran yang sangat bagus. Kita akhiri penyelidikanya, ngomong-ngomong, nama saya Gerald, Gerald Ancarth ketua tanah disini dan kakek dari cucu yang disebelah saya, kalo nama anda siapa?"kata Gerarld sambil mejulurkan tanganya.
"Nama saya Kiri, Kiri Minamino" jawab Kiri tanpa membalas juluran tanganya.
"ternyata kau gadis angkuh juga ya, baiklah nama saya Christian, Christian Ancarth"
"gak Tanya!"

Skak mat

"baiklah, Kiri kau bisa pakai kamar sebelah kamar Christian, Christian tunjukan kamarnya dan berikan baju kepada dia" kara Gerarld sambil menenangkan suasana.

Saat menuju ke kamar Kiri yang diantar Christian, mereka saling memberikan aura benci kepada mereka, sampai-sampai pemilik rumah merinding merasakan aura mereka berdua.

"hei, gadis angkuh ini kamarmu, dan…" kata Christian sambil melemparkan sebuah baju kepada Kiri "dan itu bajumu, kamar mandinya ada didalam kamar, kalau mau nanya tinggal ketuk pintu kamarku doang" lanjut Christian dan menuju ke kamarnya. 'cih, dirinya sendiri juga angkuh', Kiri-pun langsung membuka pintu dan masuk kekamar.

"Kiri, apakah kau membawa tas?" Tanya Gerarld di ruang makan
"entalah, aku lupa" sambil melanjutkan makanya"
"kalo begitu apakah ini tasmu?" sambil menunjukan tas rangkul sekolah bewarna biru.
"ehmmm, ya, itu tasku, terimakasih" jawab Kiri dengan wajah tanpa ekspresi dan langsung mengambil tasnya dari tangan Gerarld. Saat ia melihat isi tasnya, dia hanya terdiam.
"ada apa?" Tanya gerarld yang dari tadi meliah Kiri terdiam.
"aku hanya memikirkan keluargaku, teman-teman sekolah, dan pertandingan basket, apakah mereka menang atau kalah, atau merka sedang mencariku sekarang, aku hanya memikirkan hal itu" jawab Kiri dengan muka tanpa ekspreksi.
mendengar itu Gerarld hanya diam dan melanjutkan makanya, sedangkan Christian yang dari tadi diam dan melihat Kiri dengan kebencian, tetapi setelah menedengar itu dia tidak berani menatapnya.

Pada saat Kiri menuju ke kamarnya, ia melihat Christian menunggu di depan pintu kamarnya.
"hei, cewek angkuh!"
"aku punya nama!"
"terserah, tapi besok kau harus ikut aku ke sekolahku", mendengar itu Kiri hanya berjalan masuk ke kamarnya dan meninggalakan Christian sendirian.
"ck, dasar cewek angkuh" kata Christian sambil menuju kekamarnya.

Tok…

Tok…

Tok…
"enggg,…, siapa sih yang ngetok pagi-pagi begini?" kata Christian sambil membuka pintun kamarnya, awalnya dia tidak melihat siapa-siapa tapi, ia melihat kertas di bawah kakinya.

"hah?, apaan nih?"

Heh! Bodoh!, cepat sarapan, sarapanya udah jadi, kali ini bukan kakekmu yang buat, karena ia sudah pergi pagi-pagi jadi kali ini aku yang bikin, pokonya suka gak suka harus dimakan itu suruhan kakek sendiri :P
Kiri

"hah anak itu?, tumben baik, sudahlah makan aja ah"

Saat makan, Christian bingung kenapa tuh anak kok gak keluar dari kamarnya, mau ke kamarnya tapi males buat ap acoba?, pada saat itu juga ada suatu benda melayang dan kena kepala Christian.

Nice Shoot!.

"hei bodoh!, gak usah nglempar-ngelempar segala kalau memberi salam" kata Christian sambil melanjutkan makanya tanpa melihat Kiri.
"ooo" kata Kiri sambil menuju tempat duduk
"oo, jadi itu baju seragam sekolahmu?" Tanya Christian tanpa melihat Kiri dan melanjutkan makanya.
"hm.."jawab Kiri sambil melihat baju Christian yang biasa-biasa saja.
"jadi kau mau ikut?"
"hm.."
'hem, ha-hem, aja, kalo batuk tuh minum OBH combi!' batin Christian kesal.

Saat di perjalanan ke sekolah, Kiri merasa ganjil akan kedatangan dia.
'sial!, ini pasti gara-gara aku mirip dengan Emeralda, jadi tontonan begini!'.
melihat Kiri gelisah, Christian hanya masa bodo akan dia.

"Christian!" Teriak seorang cowok berambut hitam .
"oh, hei Leon!"
"wah ternyata Emeralda kembali, jadi kangen kamu!"
"hmmm, Leon, sebenarnya dia bukan Emeralda tapi, dia sebenarnya…"
"orang dari dunia lain yang tidak mengerti akan sihir dan bernasib buruk karena mempunyai wajah yang mirip dengan dia!" kata Kiri dengan wajah dingin.
seketika mendengar perkataan Kiri, Leon mundur satu langkah.
"oh ok, kalo begitu dia siapa?, Christian"
"yang dikatakan oleh dia, dia tersesat dan dia dia menginap di rumahku"
Leon hanya mengangguk dan berjalan bersama mereka.

Saat mereka tiba di sekolah Christian dan Leon, Kiri merasa bersalah karena ia harus menerima ajakan Christian, karena ia dilihati oleh banyak siswa-siswi disana, bukan tatapan menegejek, tetapi tatapan kagum seperti sang putri telah kembali
'sial,sial!' batin Kiri.

"hei cewek angkuh!, kau bawa baju yang kemarin, kau bawa gak?"Tanya Christian yang membubarkan lamunan Kiri.
"bawa, kenapa?"
"cepat ganti sana, disana ada kamar mandi, kamu ganti sana" sambil menunjukan arah kamar mandi. Mau tak mau Kiri akhirnya berganti pakian.

"oke kamu sudah ganti baju, nanti aku akan masuk kelas, dan kamu akan bermain basket disana, dari pada kamu berdiam diri di rumah mending aku ajak main, terus walaupun disana ada anak-anak sedang pelajaran olahraga, tetapi aku sudah dapat izin"
'oh disini juga ad permainan basket rupanya'"jadi aku harus nungguin kamu sambil main basket tanpa henti gitu?, kamu mau buat aku mati apa?"
"ya enggak juga, kamu kan bisa istirahat, sambil lihat-lihat anak-anak olahraga, nanti kelasku juga akan olahraga"
"aku gak nanya kalo kamu hari ini olahraga" kata Kiri sambil berjalan menuju lapangan.
Christian hanya geleng-geleng kepala dan berjalan ke kelasnya bersama Leon yang hanya bengong melihat tingkah mereka berdua.

Saat Kiri di lapangan, Kiri memilih membantu guru olahraga dari pada main basket, saat ini moodnya lagi gak pingin main basket, dan kadang-kadang juga siswa-siswi sini mengira Kiri adalah Emeralda, tetapi guru Olahraga mereka memberitau kalo dia bukanlah Emeralda. Pada saat Kelas Christian untuk pelajaran olahraga, Kiri masih memilih membantu guru olahraga, tetapi akhirnya dia memilih bermain basket. Awalnya teman-teman Christian menyangka kalo Kiri itu Emeralda tetapi mereka baru nyadar kalo dia bukanlah Emeralda, saat Kiri bermain basket awalnya dia hanya memasukan bola di under ring tetapi kiri melakukan kebiasaanya saat di sekolahnya dulu yaitu berlari membawa bola dan melakukan…

"SLAM DUNK!" teriak anak-anak disana.
saat selesai melakukan Slam dunk, Kiri berlari membawa bola ke ring lain, dan menghindari anak laki-laki yang ingin merebut bola kepadanya termasuk Christian, tetapi sia-sia, karena Kiri terlalu lincah. (jelaslah Kapten Tim Basket Moriyama.) saat ia berhasil melewati mereka, Kiri pun medekati ring dan melakukan Light Up. Semua anak disana pada terpukau akan penampilan Kiri, dan mereka menyadari mana mungkin sang putrid bisa melakukan itu. Kali ini Kiri merasa puas, dan ingin berteriak keras pada langit.

"wah, wah, ternyata kau jago juga ya, sampai mandi keringatan, ternyata betul kata Christian, kau bukan Emeralda, mana mungkin Emeralda bisa main basket" kata Leon mendekati Kiri yang sedang ngosh-ngosh-an. Kiri yang mendengar omonganya hanya ber-oo ria sambil ngosh-ngosh-an.

"rasanya kau lelah, gara-gara membantu guru olahraga kami, dan melakukan atraksi tadi, mending kamu istirahat aja, sambil liat kelompok kami bermain basket" kata Christian datang tiba-tiba.
"aku gak nanya" jawab Kiri singkat, jelas, dan padat.
Christian hanya meninggalkan Kiri dan menarik Leon, seperti Christian akan tau sifatnya nanti kalo di ajak ngobrol.

Saat Kiri menuju tempat duduk yang ditempati para cewek-cewek, mereka langsung menggerubungi Kiri dan berkomentar

"eh kupikir kamu Emeralda, ternyata saat main basket ternyata bukan"
'iya, kamu keren banget loh!, dan aku baru pertama kali meliha cewek bisa slam dunk"
"betul apalagi saat kamu menghindari para cowok-cowok kelas kami, padahal belum ada yang bisa melewati mereka"
"eh light up-mu keren banget, jadi iri"
itulah 4 diantara komentar yang diberikan pada kiri, dan kiri hanya membalas teri makasih

"eh boleh enggak, kalo kami panggil…"
"apa?"
"KAKAK!"
saat menedengar teriakan itu cowok-cowok yang sedang bermain basket langsung berhenti.
"eh?"
"iya, kami panggil kakak tidak apa-apakan, soalnya kulitmu putih, matamu biru laut, terus rambutmu warna coklat kemasan, badanmu tinggi, apalagi sifat cool-mu itu, jadi boleh tidak kami panggil Kakak?"
"eh, iya"
"jadi nama kakak sapa?,"
"Kiri" kata Kiri sambil tersenyum tipis
"~kyaaa Kak Kiri!~"
'huft…, dimanapun aku selalu dipanggil kakak, emang udah nasibku" batin Kiri pasrah.

"hei Kiri!" teriak seorang cowok berambut coklat.
"ada apa chris?"
"bodoh !, jangan pergi duluan dong, kamu kan belum tau daerah sini!" teriak Christian lagi
"iya, iya Mr. Wonderfull "
"hah?"
"dasar julukanya sendiri tidak tau, julukanmukan Mr. Wonderfull , yang bisa semua mempelajari semua mata pelajaran, yang bisa olahraga, terus kamu itu orang terganteng di sekolah ini sampai mengalahkan kegantengan ketua kelasmu, terus…"
"stop,stop, kamu pasti diberi tau sama para cewek-cewek di kelasku"
"yup!, malahan aku diberitau kalau Esmeralda dulu pernah sekolah disni saat pelarianya, dan saat tak terduga sang Mr. Wonderful menyium meja sang putri, ouww sungguh romantis ya?, tetapi saying cintanya beretepuk sebelah tangan" kata Kiri sambil menegeluarkan smile devilnya

Skak mat.

Dan di saat tak terduga muka Christian langsung memerah seperti tomat 'mampus!, akhirnya aku bisa ngerjain tuh anak, sekarang mukanya jadi merah kayak tomat, wkwkwk'

Di sepanjang jalan menuju rumah Christian, mereka hanya berdiam, bukan seperti saat kemarin, tetapi yang satu menahan malu, yang satu menahan tawa, sungguh ironis.

Saat didepan rumah, Gerarld atau kakek Christian, Gerarld merasa curiga terhadap cucunya.
"Chris, mukamu memerah, kenpa kamu sakit?" Tanya Gerald sambil meletakan tangannya ke dahi Christian
"oh, aku tidak apa-apa"kata Christian sambil menyingkirkan tangan kakeknya.
"Kiri, ada apa dengan Christian?", saat bertanya Kiri hanya menutup mulutnya dan mengangkat bahu. Melihat ini Gerald hanya menggeleng-gelengkan kepala 'anak jaman sekarang, sudah pada aneh-aneh' batinya

Saat masuk kerumah, tak sengaja Christian melihat Kiri menertawainya langsung saja muknya tambah memerah.
"Christian, mukamu tambah memerah, ada apa?, kalo sakit bilang!" Tanya Gerald yang semakin cemas kepada cucunya.
"aku tidak apa-apa, sungguh, aku hanya…" belum selesai bicara , Kiri yang menahan ketawanya langsung ketawa terbahak-bahak tanpa emempedulikan sekitar
"HUAHAHAHA, MUKAMU LUCU BANGET KAYAK TOMAT EH SALAH TOMCAT!, HAHAHAHA!" teriak Kiri sambil memegang perutnya yang kesakitan gara-gara ketawa,
melihat itu, Christian langsung menuju kekamarnya dengan muka memerah. Gerarld yang bingung dan heran langsung bertanya kepada Kiri
"Kiri apa yang terjadi?"
"entalah, tapi baru kali ini aku bisa ketawa seperti ini, hahahaha"
Gerald hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

Saat makan malam, Christian tidak keluar, dan makan bersama. Gerarld yang sudah cemas, meminta Kiri mengantarkan makananya ke kamarnya. Saat tiba di ambang pintu kamar Christian, tersa sepi sekali, Kiri yang dari tadi saat selesai tertawa merasa bersalah akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar Christian. Ketukan pertama tidak ada yang merespon, dan kali ini Kiri memberanikan diri untuk berbicara.

"chris, maaf atas kesalahanku tadi, aku gak bermaksud sampai kau terkurung begini, dan tidak mau makan, aku sungguh menyesal, dan aku juga bertrima kasih, karena baru kali ini aku tertawa kayak begitu, bener, aku bisa tertawa lepas, dulu aku gak bisa tertawa lepas, tapi sekarang aku bisa, Arigatou!"kata Kiri
"nih makananya, aku taruh di depan kamar"lanjut Kiri sambil menaruh piring yang berisi makanan di depan pintu dan menuju ke kamarnya.

Esoknya, saat Kiri keluar dari kamarnya, piring yang kemarin dia taruh di depan kamar Christian sudah tidak ada, dan saat Kiri melihat ke kamarnya, dia sudah tidak ada. Akhirnya dia hanya keliling rumah sendirian, awalnya Kiri tidak membuka ruangan-ruangan yang ada disana, tetapi saat ia membuka pintu halaman belakang, Kiri melihat alat-alat pembuat pedang yang ada di sana.
'ternyata, dirumah ini ada alat pembuat pedang juga ?, hmmm…, asik juga nih!' batin Kiri sambil mengeluarkan Smile devilnya

Pada saat sore, Christian datang kembali kerumahnya yang sangat sepi, padahal biasanya ramai karena ada Kiri, tapi rumah sekarang sepi, kayak rumah hantu, jangan-jangan rumah ini ada hantunya deh, mendingan panggil mbah dukunn aja (dilempari kompor sama Gerarld dan Christian), pada saat itu juga dia lebih memilih masa bodo terhadap hilangnya Kiri.

Saat makan malam, Gerald yang dari tadi bingung kemana Kiri berada, akhirnya bertanya kepada Christian, tetapi Christian tidak merespon apa-apa, hanya melanjutkan makan malamnya.

Pukul 10.00 malam, Kiri akhirnya keluar dari tempatnya, awalnya dia mulus-mulus aja untuk tidak ketahuan sama pemilik rumah tapi, saat memegang ganggang pintu terdengar suara tidak asing bagi Kiri
"Kiri, kenapa kau tiba ke rumah pada malam hari?" Tanya Gerald yang berada di belakang Kiri berserta Christian
"aku tidak pergi kemana-mana"
"terus kemana?"
tapi Kiri tidak mengagapi pertanyaan dan langsung ke kamarnya, dan meninggalkan 1 makhluk yang masih bengong akan tingkah laku Kiri dan satu lagi yang masa bodo.

5 hari telah berlalu, sampai sekarang Kiri masih datang ke kamarnya jam 10.00, kadang-kadang jam 02.00 pagi, tapi kali ini diadatang saat makan malam, melihat itu Gerarld tambah curiga akan tingkah laku Kiri apalagi tanganya, yang terdapat luka dimana-mana.
"Kiri, ada apa dengan tanganmu, apa yang kau lakukan saja sampai tanganmu terdapat luka dimana-mana?" Tanya Gerald cemas kepada Kiri.
"aku tidak apa-apa kok"
"bohong,!, selama ini kau selalu bertampak aneh dan pergi entah kemana, pasti kau melakuakan sesuatu bukan?" Tanya Christian yang akhirnya buka mulut juga sekarang.
"hei, kau itu bego atau o'on, emangnya kau tau siifat asliku, aku baru disini 6 hari!, tapi kau bilang aku tampak aneh, bukanya kau sendiri yang aneh!, dan juga kau bilang pergi entah kemana, kau sendiri yang tak bisa menemukanku, padahal aku berada di dalam rumah ini selama 5 hari tanpa keluar!" jelas Kiri yang entah kenapa sudah ingin mengeluarkan unek-unek ini.
"sudah-sudah, ayo cepat makan nanti dingin" kata Gerarld menenangkan suasana.

Kreeekkk…

"maaf saya permisi dulu, saya tidak lapar" kata Kiri sedang berdiri dari kursi dan meninggalkan Gerarld dan Christian.

Esoknya, entah kenapa Kiri tidak menghilang lagi, malahan sedang memainkan gitar yang dipinjam oleh Gerarld. Kiri memainkan beberapa lagu sampai sore tanpa lelah.

Kreekkk…

Suara pintu utama rumah Gerald terbuka, dan membuka pintu itu adalah seorang kakek berumur sekitar 60 lebih yang badanya berlumuran darah sedang membawa pedang yang juga berlumuran darah.

"Kakek Gerarld" teriak Kiri sambil menghapiri Gerarld dan menyuruh Gerarld duduk untuk diobati, lalu Kiri mengambilkan obat-obatan yang diperintahkan oleh Gerarld yang berada di dapur.
"apa yang terjadi?" Tanya Kiri yang sedang mengobati Gerarld.
"Arghhh, pasukan Elizabeth datang"
"lalu, Christian mana?"
"dia sedang bertarung melawan mereka, padahal dia tidak membawa pedangnya"
"apakah pedangnya yang berada di halaman belakang?"
"eh iya, kenapa kau bisa tau?" Tanya Gerald, tetapi Kiri menghiraukan pertanyaanya lalu mengambil pedang milik Christian. Saat itu juga Gerarld yang hampir tidak bisa berdiri melihat Kiri membawa pedang milik Christian.
"tunggu, kau mau kemana kamu?"
"mau memberikan pedang milik Christian"
"eh tunggu!" teriak Gerald, tetapi Kiri sudah keluar dari rumah.
saat keluar dari pekarangan Rumah Gerald, Kiri dihentikan Oleh suara Gerald.
"tunggu Kiri, pedang buatanmu ketinggalan!" teriak Gerald sambil belari ke Kiri.
"kenapa Kakek tau ini buatanku?"
"karena, dari semua pedang saya buat, yang paling aneh dan paling bagus hanyalah 3 buah pedang ini dan saya akhirnya tau 5 hari kemarin kau menghilang bukan karena pergi, tetapi membuat pedang yang sungat unik, dan saya yakin kau pasti bisa bertarung, dan silakan pergi dan bertarung" jawab Gerald tajub akan pedang buatan Kiri. Kiri yang mendengar jawaban tersebut, Kiri hanya memberikan senyum yang sangat manis, bukan senyum yang bisa teman-teman Kiri lihat, tetapi senyum terima kasih yang sangat tulus yang biasanya dapat dilihat oleh keluarganya tapi sekarang Gerald juga dapat melihatnya. Saat memberikan senyuman Kiri-pun pamit lalu pergi.
"ternyata senyuman anak itu lebih indah dari pada Putri Emeralda, walaupun sifatnya lebih dingin"

Di tempat lain, Christian yang sedang melawan musuh yang paling besar sudah tidak kuat lagi, bajunya sudah robek-robek semua, tubuhnya berlumuran darah. Kali ini Christian lengah bahwa dari belakang sudah ada pasukan Elizabeth yang lebih tepatnya Monster Hijau Bermata Satu (?), dan saat ia menoleh, ternyata sang monster telah mengayunkan tanganya kepada Christian.
'mampus dah, akhir dari hidupku!'

Sraak…

'eh aku belum mati?'
"hei bodoh!, sampai kapan kau berdiam disana?!" teriak seorang gadis yang membawa dua pedang ditangan kirinya, yang duanya berada di tangan kananya.
"eh!?, Kiri apa yang kau lakukan disini?"
"memberikan pedangmu dan…" kata Kiri sambil menujukan kearah tangan monster yang terpotong gara-gara Kiri.
"kau yang memotong tanganya?" Tanya Christian yang tidak percaya hal ini.
"iya, tapi…, lihat tanganya kembali". Sekejap saja tangan yang dipotong Kiri langsung membentuk tangan monster tetapi ini lebih menjijikan dan mengerikan yaitu bertambah 2, disaat bersamaan sang monster menyerang kembali kepada Christian dan Kiri, tetapi tidak berhasil karena mereka menghindar kearah lain.

"woi, ambil pedangmu!" teriak Kiri sambil melemparkan pedangnya Christian, dan Christian langsung mengambil pedangnya dan melakukan serangan terhadap tangan monster yang lain, tetapi sama seperti tadi, bertambah dua, dan parahnya lagi Christian tertangkap oleh tangan besar sang monster yang sangat menjijikan.
"Hei Bodoh!, tolongin dong!" teriak Christian kepada Kiri.
"salah sendiri IDIOT, kan kamu sudah tau kalau dipotong akan bertambah!"
"iya, iya cepat tolongin!". Saat Kiri ingin menolong Christian, ada beberapah bola api yang meneganai monster itu, tetapi yang memberikan bola api itu ada 2 orang, yang 1 pernah kenal dengan Kiri yang satu kenal dengan Kiri.
"hei Kau!, yang satu rumah dengan Christian!, ternyata kau bisa perang ya!" teriak salah satu cowok berambut hitam yaitu Leon.
"Leon, kau kenal dia?, apakah dia Emeralda?" Tanya seorang gadis kecil yang di sebelah Leon.
"bukan Grace, dia itu bukan Emeralda, dia itu temannya Christian" jawab Leon yang masih asyik melihat Christian diangkat oleh monster, tetapi gadis kecil yang bernama Grace tidak bertanya lagi dan melihat Kiri lekat-lekat. Kiri yang menyadari kalo ia dilhati hanya menghiraukan dan melihat monster itu untuk melakukan serangan kepada tubuhnya, tetapi ia melihat sebuah kalung bewarna biru laut yang berada di leher sang monster hijau, dan tentu saja Kiri merasa ada yang ganjil dari salah satu monster yang ia lewati saat mencari Christian, dan akhirnya Kiri mengincar kalung yang ada di leher sang monster, dan menyuruh Leon untuk menghalu sang monster dengan dirinya, Leon pun setuju dan melakukan apa yang diperintahkan Kiri dan dibantu juga oleh Grace.

'dasar bodoh!, aku suruh tolongin malha nuyuruh Leon dan Grace pula untuk nyelamatin aku, sekarang dia malah menghilang, dimana sih tuh anak?' batin Christian yang sangking bosanya yang gak ditolong-tolong oleh Kiri. Saat Christian melihat punggung sang monster, ia dikejutkan oleh Kiri yang berada di punggung sang monster.
"hei bodoh!, kenapa kau bisa berada dipunggung monster?" bisik Christian kepada Kiri
"lompat dari tebing sebelah sana!"
"hah?!" Kiri pun akhirnya tidak mempedulikan teriakan kagaet dari Christian, tetapi memfokuskan kalung itu, dan akhirnya ia barada di bahu sang monster. Monster yang mengetahui adanya Kiri, iapun lansung meronta dan memutarkan badanya dengan cepat agar Kiri bisa jatuh, tetatpi Kiri masih tetap di bahu sang monster dan iapun memotong kalung yang berada di leher sang monster. Sang monsterpun meronta-ronta kesakitan dan menjatuhkan Christian dan Kiri, dan untungnya mereka tidak apa-apa, tetapi sang monster berupa menjadi cahaya yang menjadikan seorang peri yang cantik.

"jadi monster ini sebenarnya peri?" Tanya Leon tak percaya.
"betul, aku ini peri, aku ini adalah Peri Dongeng di dunia ini, alasanku kenapa aku bisa menjadi monster karena aku disihir oleh sang Putri Elizabeth, dan kalo aku bisa bebas dengan cara melepaskan kalung yang tadi berada di leherku, dan sekarang menjadi butiran debu"
"eh butiran debu?' itukan lagunya Rumor, kamu suka lagunya?, aku juga suka!"

Plaakkk…

"Bodoh!, maksudnya, kalungya itu jadi debu, tidak berbentuk lagi, bukanya lagu O'ON!" teriak Grace di telinga Leon.
"iya, iya, maaf" kata Leon sambil memegang pipinya yang habis ditampar oleh Grace
"apakah, ada peri lain yangdisihir oleh Elizabeth?" Tanya Kiri yang akhir ngomong juga.
"tidak, Cuma saya sendiri yang disihir oleh Putri Elizabeth, gara-gara melindungi Putri Emeralda?"
"sekarang Emeralda dimana?"
"entalah saya tidak tau, aku menyuruhnya ke dalam hutan pada saat itu"
"wah seperti cerita Putri Salju aja" desis Kiri
"apa kau bilang, Putri Salju, apakah kau tau dongeng itu?"
"jelas tau-lah, itu dongeng terkenal tau!"
"kalu kamu tau, saya akan memberi tau dimana Putri Emarlda"
"bukanya kamu tidak tau?" Tanya Grace heran.
"memang aku tidak tau sekarang dimana, tapi peta takdir dongeng tau!" jawab peri itu lalu memberikian peta tersebut kepada Kiri."di dalam peta tersebut akan ada 3 daerah. Daerah tersebut adalah 3 dongeng. Nah tugas kalian adalah memebernarkan cerita tersebut, karena dongeng tersebut berubah karena tindakan Putri Elizabeth" lanjut peri tersebut.
"bagaimana kita tau daerah tersebut kalau di peta ini tidak ada nama daerahya?" Tanya Leon bingung akan peta yang dilihatnya.
"oh, ya, setiap kalian berhasil, saya akan datang dan memberi petunjuknya, dan saat kalian menebak dengan benar maka, nama daerah tersebut akan keluar dan menujukan daerah tersebut. Nah sekarang petunjuknya adalah semua benda akan hilang pada waktu pukul 12 malam tetapi ada satu yang tidak akan hilang yaitu sepatu kaca, oh ya nona, jika 3 ini dapat kau selesaikan dan menemukan Putri Emeralda kau bisa kembali ke tempatmu. Nah selamat bekerja!" kata peri itu, lalu iapun menghilang. 3 orang tersebut masih bingung, tetapi 1 orang yang tidak bingung, karena ia pun mengetahui jawabanya.

"dari tangpangmu, kau pasti tau jawabanya kan, Kiri?" Tanya Christian yang dari tadi diam.
"of course, Cinderella" kata Kiri sambil mengeluarkan smile devilnya, dan ternyata benar peta tersebut menguluarkan nama daerah dan menenjukan tempat tersebut.
"ayo kita pulang!, besok kita akan menyelamatkan Emeralda!" kata Christian yang disertai oleh 3 anak tersebut.
"tunggu!, aku belum tau namamu!?" teriak Grace yang memberhentikanlangkah Kiri.
"oh, namaku Kiri, Kiri Minamino"
"namaku Grace, Grace Scarlet, oh y!, yang beberapa hari lalu saat aku kau mengira Putri Emeralda, ternya bukan. maaf!"
"engg, tidak apa-apa, oh ya umur kamu berapa?"
"umur 15 tahun, kenapa kau kira aku masih berumur 12 tahun begitu?" Tanya Grace tidak senag
"maaf, kalau begitu kita pulang, aku akan memberi tau saat kita akan melakukan penjelajahan"
"iya!" teriak Grace bersemangat.

Saat berada di rumah, Kiri menyuruh Christian duduk dikursi untuk di obati, lalu Kiri mengambil obat-obatan yang dipakai Gerald tadi untuk mengobati Christian. Butuh tiga puluh menit untuk membersihkan muka Christian, apalagi badanya butuh berapa menit untuk memebersihkanya. Awalnya Christian keberatan untuk dibersihkan, tapi akhirnya dia terpaksa oleh Kiri.

"nah sudah selesai!, aku mau tidur!" kata Kiri sambil membalik badan dan menuju ke kamarnya
"eh Tunggu!" teriak Christian yang memberhentikan langkah Kiri.
"apa?"
"maaf atas tingkahku kemarin, aku memang sok tau akan dirimu!" kata Christian sambil menunduk kepalanya karena bersalah.
"iya aku juga merasa bersalah atas tindakanku beberapa hari yang lalu".
saat Kiri hendak kekamarnya, suatu lembar foto yang aslanya dari Kiri jatuh ke kakinya Christian.
"kalau begitu aku nanya, apakah ini fotomu?" sambil menunjukan foto yang bergambar 2 gadis yang memakai seragam sama, Kiri yang melihat foto tersebut langsung mematung ditempat, dan tidak berbicara sekaligus.
"ada ap?"
"oh tidak apa-apa, simpan saja foto itu!, aku tak butuh!" kata Kiri dingin lalu meninggalkan Christian yang sedang bingung.
'tak butuh?, apakah ada sangkut pautnya dengan cewek pirang ini?, tunggu sebentar! bukanya ini Elizabeth atau orang yang mirip seperti Emeralda dengan Kiri!'

~oo000ooo~

Ini dia fict-ku di Fanfictionpress, di Fanfiction aku masih punya 2 Fict. Oke mengenai cerita ini aku terinsipirasi oleh novelnya adiku, terus komikku yang sangat geje, terus terinspirasi oleh Anime Thriller yang saya sendiri lupa judulnya, dan… terinspirasi oleh sahabat-sahabat gejuku. Walaupun cerita ini gak jelas, makmlum masih pemula, dan terima kasih telah membaca fict geje dan kamseupay ini, dan RnR kalian!, karena coment kalian sangat dibutuhkan untuk Fict chapter selanjutnya