cangkir kopi

© Alitheia

;

cangkir kopi—
bayanganku terefleksi di sana
begitu murung dan penuh duka
terpantul dalam gelap airnya
ingin aku menghilangkannya
dan guncangan di cangkir melenyapkan citranya

tetes-tetes bening mengetuk jendela
kelabu murung membungkus dunia
di dalam kedai musik lawas menggema
ketukan kaki pengunjung serentak dan seirama
namun kenapa aku begitu muram dan ternoda?
oh, tenggelamkanlah aku dalam nada
supaya aku bisa bahagia selamanya

ingin aku berhenti saja dari semuanya
lari dan lari dari segalanya
tapi aku tahu aku tak bisa
dan kau pun tahu aku takkan pernah bisa
karena telah dipahami oleh kita berdua
bahwa lari itu hanyalah hayalan semata

lewat gelapnya isi cangkir kopi itu, aku melihat dunia

malam tiba, tulisanku belum sampai di akhirannya
buku catatan dan pena tergeletak di atas meja
tesaurus serta kamus rima di saku terbiarkan tak terbaca
dan cangkirku tak tersentuh oleh suasana yang tertawa

begitu pekat kopi dalam cangkir itu—
seperti hatiku
dan mengapa kau tak pernah mengerti?
mengapa kau tak pernah berusaha mengerti?


a/n: satu lagi curhatan nggak jelas dari saya, dan kalau saya menulis dengan huruf kecil semua (seperti saat ini), itu artinya saya sedang galau tingkat dewa. /diakenapa silakan meninggalkan kesan dan pesan anda. C: