(A/N: Maaf kalo chapter pertama sama prolog langsung ditimbun kayak gini, biar gak repot, bukan karena itu juga, sih, tapi biar nyambung aja XD)

Prolog

Guys, Hai! Ih, gue SKSD, ya? Mangap!(Maaf, maksudnya) selama novel ini berjalan ceritanya, gue akan menjadi pemandu kalian! Nama gue, rahasia, deh! Dari dalam novel ini, kalian juga tahu gue siapa. Clue dari gue, gue tuh orangnya sopan banget!(Penulis: sopan darimana? Ngomongnya aja gue-elo!) Brisik, nih, penulisnya! Kan, ini yang liat bukan Ilios sama ayah! (siapa lagi, tuh?)

Pokoknya, cerita-cerita berikut, adalah cerita yang menunjukkan berbagai macam arti dari beberapa kalimat yang diberikan olehku. Cerita berikut adalah cerita yang fun, lumayan gokil, dan agak menegangkan, tapi jangan salahin Bu penulis, ya!(GUE MASIH MUDA!) kalau ada cerita sedih, itu karena cerita tersebut diharuskan ada yang sedih buat menjadi contoh kalau nggak semua kehidupan yang kita punya berakhir happy ending, mangkanya kita harus mensyukuri kehidupan yang udah kita miliki dengan hidup sebisa kita! OKEH!? LIFE STORY TOUR! BEGIN!

Bab 1

Red

Cahaya bulan purnama membuat langit terlihat lebih terang dari biasanya, tapi dibawah langit yang terang itu, sebuah sosok misterius menyusuri jalan kecil yang sempit.

"Jadi, begini? Seharusnya kita nggak usah kemari! Males, tau!" ucap sosok misterius tersebut kepada beberapa orang di belakangnya, anggota geng lainnya.

Dia sedang memperhatikan sebuah kelompok lain yang sedang duduk dan bersenang-senang, bermain kartu, berpesta, berdansa mengikuti musik, tidak seperti yang dia harapkan.

Hampir semua setuju dengan komentarnya yang ketus, tapi salah satu dari mereka, seseorang yang berada tepat di belakang sosok misterius tersebut menggeleng dan berkata, "Kita harus tahu rahasia mereka, rencana mereka, kalau nggak bahaya nanti. Kita bisa di-ambush!"

Sosok itu menatapnya kesal, "Hah? Becanda, kan? Kalo di-ambush, ya bales lah, bego!" sosok itu berbalik ke arah yang tadi dia lewati, "Dah, ah! Gue pulang! Males, cuy! Dah umur brapa lo masih maen jadi spy kid. . .?" ejeknya dengan kasar.

"Red! Jadi lo pengen pulang?! Gue ikut deh!" salah satu teman dari sosok misterius yang bernama Red tersebut berteriak.

Red membalikkan kepalanya dan menatap temannya itu dengan tatapan mematikkannya, "Identitas gue itu rahasia, makanya lu panggil gue dengan nama Red, tapi skarang lu malah pengen ikut gue pulang, bego apa idiot, sih?! Gue duluan. . .," ucap Red dengan kesal dan dengan kecepatan tinggi dia berlari dan menghilang dari pandangan.

Teman-temannya yang ditinggalkan melotot ke arah sosok yang diomeli oleh Red barusan, lalu seseorang yang berada di belakang Red tadi berkata, "Sukses lu bikin si ketua marah. . . bego sih! Otak udang. . ."

"Mangap. . . abis kita dah tiga taon barengan masa masih rahasia-rahasiaan. Kita dikit lagi bubar, cuy, inget kalimat gue, BUBAR! Dan kita masih belum tau siapa orang yang telah nyelametin hidup kita. . . yang paling bikin gue penasaran, dia itu cowokkan? Tapi kenapa suara sama mukanya itu kayak cewek, nyak?" ujar sosok tersebut sambil menggaruk-garuk kepala dan diikuti oleh kesunyian.

(A/N: Wow! Red judes banget, yah! tapi kesian banget diraguin dia itu cowok atau bukan. tapiii. . . emang dia cowok atau cewek, sih? Baca kebenarannya di chapter selanjutnya!)