[swallowed in the sea]


aku terjatuh dan air pun merangkulku. seluruh tubuhku basah, bajuku mulai terasa berat, dan perlahan-lahan air menarik kakiku ke tempat yang lebih dalam, di mana tekanan begitu berbahaya bagi paru-paru manusia, tapi begitu berguna untuk melupakan seluruh masalah mengingat aku harus memfokuskan pikiran untuk tetap bernapas. untuk tetap hidup.

lalu di ambang kematian ada peri yang datang dengan sayap basah dan tongkat sihir yang cahayanya redup di bawah ombak, bertanya kepadaku dengan wajah lesu, "mengapa kau memilih tempat yang buruk untuk bermimpi?"

aku merasa bingung. seluruh air ini nyata. menelanku perlahan. menenggelamkan seluruh tubuh yang harusnya lebih berguna jika mati di atas tanah. dan aku merasa jika aku memilih laut untuk bermimpi, itu hanya karena aku benar-benar suka laut. dingin dan asin dan luas. berbeda dengan diriku: berdarah panas dan berwajah datar dan begitu kecil. semut di hamparan laut.

dan aku menganggap laut adalah udara karena manusia tak dapat melayang di udara, sedangkan aku melayang di bawah laut, mati dengan perasaan yang bebas. mungkin dapat menerima neraka dengan lapang dada. tanpa harus mengeluh mengenai perbedaan dosa manusia.

lalu kematian membuatku bangun dari neraka, berjalan ke neraka lain bernama realitas.


completely absurd yep. i might delete this. tapi judul tetap dipakai ulang buat fic hetalia - kalau jadi.