Happy Reading and Just Enjoy!


Dengan langkah ragu.. ku telusuri lorong demi lorong sekolah.. sepi sekali.. pikirku... bahkan rambut oranye ku yang panjang sedada, sampai rontok... oh, ya namaku Minazawa Yukka.. kalian panggil saja aku Yuka chan, aku kelas 2 SMP Monoka..

Aku masuk ke sekolah malam malam begini... karena kejadian itu...

FlashBack...

"Mina..! Yuka chan!" kata temanku Ristuoka Aiko, spontan aku menoleh. "nani? Ai chan" tanya ku.. "hehe.. minggu depan akan diadakan jurit malam kan?!" tanya ya, aku mengangguk "naze?" dia tersenyum jahil...

"Kau harus ikut! pasti menyenangkan!" seketika aku membatu, terdiam, hancur berkeping keping... 'ikut jurit malam di sekolah? ogah!' pikirku, aku paling gak suka hantu... walau itu bohongan!

Greeek... kami menengok. itu sensei.. "kembali ke tempat duduk masing masing!" suruh ya... "jaa.. ne Yuka can!" Ai pergi sambil tersenyum jahil...

Flashbackend...

Baka Ai chan! tapi ya sudah lah... toh, sudah terjadi ini? Sriiing... Glek... sepertinya ada yang melihat ku... aku coba menoleh... tak ada siapa siapa? perasaan ku saja mungkin! aku kembali jalan DEG! mata hijau ku membelalak..

Seorang anak perempuan berambut hitam sepunggung, bermata coklat berpakaian drees putih menatap hampa diriku. "dare? " tanya ku lembut. dia menuju ke arah ku.. "Hisashiburi" kata ya pelan.. "Hisas.. shi?" kata ku aneh...

"Genki desu ka?" aku makin heran, siapa anak ini? dia kenal aku? "chotto mate... nani?!" dia mengeluarkan air mata, bukan bening seperti seharus ya. tapi, darah...

"Doushite? NAZE!" tiba tiba di sekeliling ku, terdapat tengkorak hidup... "KYAAAAA..." kata ku menjerit... "Yakusoku, Cuup... " dia mencium bibirku... aku memberontak..

Tapi.. lama kelamaan aku merasakan bahwa ciuman ini hangat... dan aku pun tenang dan membiarkan dia mencium ku.. lama kelamaan aku terlelap...

###

"Yu.. Yuka... Yuka chan" perlahan aku mencoba bangun, walau agak berat. "nani? Ai chan... " kata ku serak... " Ai terbangung, lalu memeluk ku... "Yokatta! Arigato Kami sama!" kata ya senang dan terus memeluk ku...

"Yamenasai!" kata ku sesak. 'yume? jadi itu yume?' pikirku "ano.. Ai chan.." Aiko berhenti memelukku.. "kau pingsan di koridor... " kata ya lesu... BRAK.. "Yuka chan!" seorang laki laki, berambut.. hitam menyelonong masuk UKS..

"Yak ampun.. Mamoru kun!" cowok itu Yoshida Mamoru, dia adalh pacar ku... "Gomen nasai! ah, Ai chan! Daijoubu?" aku mengangguk... tanda 'iya' "Shinpai" kata ku... Deg?! perasaan ini? sama seperti kemarin!

Sriiiiing.. mata ku terbelalak menatap jendela, aku melihat dia di belakang pohon besar, dia tersenyum mengerikan. dengan darah segar di sekitar tubuh. dia lalu merangkai tulisan di pohon itu.. 'KAU SELANJUT YA'

NANI?! "*Lieeee..." teriak ku.. "Yuka?!" Mamoru memeluk ku, walau aku sendang meringkup... "Hanashi Subette" aku mengangguk..

"Subete..." kata ku pelan.. "uhuk uhuk... Oboete?" Mamoru melepas ku, aku dan Mamoru langsung memerah... "hanashi..." kata Aiko...

###

Aku menceritakan kejadian waktu itu... Aiko terbelalak kaget... "na... nani?" tanya ku... "ingat Tsukoumi Mika?" aku mengangguk...

Yah.. Mika chan adalah sahabat pertamaku... dia selalu menjaga ku... mungkin, karna hanya aku teman ya... Aiko juga baru kenal saat ku kenal kan.. tapi, karna urusan Okaa san.. aku harus pergi ke Osaka.. lalu kembali ke sini...

"Mmm... apa mungkin itu arwah.. Mika chan?!" tebak Aiko... aku terbelalak, sepertinya, ya! dia mirip sekali! "a.. ano... Ai chan.. Naze Mika chan... ?" tanya ku... Aiko merunduk "begini..." Aiko mulai bercerita...

"Saat itu saat saat aku, Yuka, dan Mika menjadi anak kecil... saat itu aku berkunjung ke rumah Mika karena ia sakit... dan itu sejam kau belum berangkat pergi... saat itu, kau janji sebelum berangkat kau bertemu Mika... tapi.."

Ia lemas... "sejam kami menunggu... tapi, kau tak datang... dan saat belum menutup mata dia berkata... 'hosh aku ingin ketemu Yuka chan... ingin sekali... ini janji... hosh..' suara ya melemah dan.." dia makin menunduk..

" 'Yuka chan, aku akan membawa mu.. kau akan ikut dengan ku... dan kita hidup berdua bahagia selamaya, sesudah ya...' kata ya lalu menutup mata" aku terbelalak.. rasa sayang Mika teman masa kecil ku amat besar kepadaku..

"Demo... " aku... aku... sekarang seperti terjebak di sebuah permainan yang mana permainan itu adalah tarung nyawa... "watashi mamoru kimi wa.." aku terkikik mendengar Mamoru kun...

"ah, kanji aja payah!" bletak,,, Aiko dapat jitakan dari Mamoru... "lihat diri sendiri!" kami tertawa terbahak bahak...

###

"Sayonara... Mamoru kun... arigato..." kata ku pada Mamoru kun, lalu beranjak masuk.. Grab "aku kawatir... boleh aku menjaga mu?" tanya ya... "demo..." aku menatap ya... Cuup... aku terbelalak! Mamoru kun? mencium ku!

"Biarkan aku menjaga mu... Cuup" kami berciuman, hangat... seperti... waktu itu... "arigato... " kata ku... lalu membalas ciuman ya...

Sriiiiiiing... perasaan ini?! ah! aku melihat ya di pertigaan, menatap benci Mamoru kun... seolah memberi tahu.. 'aku akan membunuh mu... MAMORU!' aku terbelalak "YAMENASAI!" kata ku... lalu masuk rumah...

(Mamoru Pov)

"Na... naze?!" tap.. tap.. tap... aku berbalik... terlihat seorang anak kecil berambut hitam, bermata coklat, dan berpakaian dress putih... tunggu? apa?! bukankah itu.. Mika?!

"Sepertinya.. Yuka chan amat manyukai mu.." kata nya tersenyum mengerikan.. "mau.. mau apa kau?!" dia menepuk tangan ya... Zrrrrrrrrt... muncul cahaya, terang sekali...

.

.

.

"!" di.. dimana ini?! ke.. kenapa? "Ung.. Ukh..." aku menoleh.. itu... "Yuka chan!" dia melihat ku... "MAMORU KUN!" CRUUUUUUSSSH...

Pedang yang amat tajam, hampir aku tertusuk... "Mamoru kun! Yuka chan!" aku menoleh... "Aiko?!" kata ku.. dia berlari menuju Yuka... "lawan mu aku... Mamoru chan.." kata Mika... aku hanya mengeblok serangan ya...

"Hum... kau cowok yang amat kuat... tapi, baiklah..." dia menuju Aiko dan Yuka... Breb... tengkorak muncul tiba tiba sambil membawa sebilah pisau. mereka berdua, disandera?!

"Mana pilihan mu?" kata ya... dia mengacungkan pisaunya kearah Yuka... "Ma.. Mamo.. Mamoru.." kata Yuka sesak... "Mamo... ru... KUN!" kata Aiko sesak... pilih? salah satu? dari mereka berdua!

"CEPAT!" kata ya... uh, Aiko teman ku sejak kecil... sedangkan Yuka adalah pacarku... sahabat? pacar? "fufufu... kau memang orang sulit... " Mika mengayunkan pedang ke arah ku.. "cih.. kau harus berusaha bersabar" kata ku..

BREEEESH... "Ahk!" tangan ku tersobek.. "MAMORU!" kata Yuka dan Aiko.. wajah mereka hampir mengeluarkan air mata.. "segini masih belum cukup!" kataku, walau sudah lemah...

(Yuka Pov)

Mamoru.. hiks.. Mamoru kun... jangan mati.. "ssst.. Yuka!" aku menoleh ke Aiko.. dia memberi tanda.. "siap.." kata ku.. 1... 2... 3..

BRAK

Kami me-Smackdown tengkorak itu, hasil ya mereka hancur lebur.. "hehe... " kata ku ceria... "ayo bantu Mamoru kun!" aku menangguk, kami lalu mendorong Mika "Mamoru! kau tak apa?" tanya ku...

"Hosh.. hosh.. aku baik.." yak, ampun.. darah ya banyak sekali.. Mika mulai memainkan pedang dan mencoba menusuk Mamoru dari belakang.. "KYAAA" CRUSHHHH...

"AI CHAN!" kaget bukan main... buka kami yang tertusuk... tapi Aiko... "AI.. AI.. sadarlah! sadarlah!" dia sudah tak ada.. mata ya sudah terpejam.. "Yuka chan... " itu Mika..."Mika chan! kenapa?!" kata ku.. menangis deras...

"kau yang salah! kau yang berjanji! aku mencintai mu YUKA! SANGAT! karna kau satu satunya yang mengerti aku, selalu bersama ku! sekarang semua terlambat, ku bunuh kau!"

Tring.. "tidak... karna aku masih ada!" kata Mamoru... "cih" Mamoru kun menangkis pedang Mika dengan sekuat tenaga.. "lari.." kata Mamoru.. "demo.." dia berusaha menahan.. "CEPAT!" kata ya..

"Baii.. Baii.. Mamoru chan!" jawab Mika..

CRUUUUUUUUUUUUUUUUUSSSSSHHH...

(Mamoru Pov)

Aku memejamkan mata.. lalu terbuka.. aku? ma.. masih hidup?! tapi, tadi siapa? aku menoleh ke bawah.. orang yang kucintai, yang kujaga sampai mati, Yuka.. sekarang bersimbah darah..

"Yuka! Yuka!" dia membuka mata ya sedikit "Ma.. Mamoru.. kun.. terus.. teruslah.. hidup Uhuk.. untuk.. ku.. Cuuup" dia mencium ku. lalu, menutup mata ya... untuk selamanya.. "YUKA!" aku menangis.. pedih.. padhal aku cowok...

Tapi, melindungi orang yang kucinta saja tak becus.. "KAU!" aku melihat Mika.. dia tertatap, membantu, seperti orang yang ke habisan akal.. "Yu.. Yuk.. Yuka!" dia menuju Yuka.. tapi ku halau..

"GRRRR.. KAU!" aku kehabisan akal.. "JANGAN DEKATI DIA!" tapi dia hanya membatu.. "mengapa? padahal kau teman ya! HAH?!" serasa.. ingin amat ingin... ku bunuh! "Mamoru... Gomen.. GOMEN" kata ya..

"Ap.. apa?!" kenapa dia meminta maaf? "hei?! semenit yang lalu kau ingin membunuh ku... sekarang meminta maaf..." dia menangis.. "aku.. aku salah.. salah! kau orang yang dicintai Yuka! GOMEN!" dia mendekat..

"Maka.. maka..." Crush.. "ikutlah dengan ya... HAHAHAHAHA..." uh.. dia menusuk jantungku.. aku sudah tak kuat... Bruk...

(Mika Pov)

"Baka! Baka... HAHAHA... manusia BAKA! Akhir ya.. aku bisa membunuh mu..." aku mecingcang tubuh Mamoru.. "FUFUFU... membunuh itu enak ya! YUKA?!" aku melihat tubuh Yuka yang bersimbah darah..

"Kembalikan.. ciuman Yuka ku.. " Cuuuuuuuuuup... aku mencium ya... lama sekali.. walau begini sekarag... aku tetap mencintai ya...

"Yuka, kita hidup bahagia selama ya sesudah ya"

"HAPPY EVER AFTER"

Cuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuppppppppppppppp


Ri-chan: Aduh... baru baru udah bikin cerita Horror..-merinding kelas babat-

Yumi: -ngumpet di rumah tetangga-

Ri-chan: yak elah... tu anak takut Horror... minta ya Horror... udah deh... sampai jumpa... reader...

REVIEW