| Sexy, Naughty, Bitchy |

Pair: 0514 ( eveeeerr!)

Author: Ashura 'Cherry' DaiMaOu / Asmodeus Beleth

Rate: M

A/N: Uwooohhh….! Akhirnya tamat juga nih fanfic! Berkat obrolan mesum pagi-pagi buta bersama tenma hishimaru aka kevin masamune, akhirnya terlintas ide bejad nan ancur. Maaf ya kalo adegan lemonnya aneh binti ajaib. Okeh! Tanpa babibu lagi, langsung scroll ke bawah ya! XD

Disclaimer: This story belongs to this awesome pervy lil girl, Asmodeues Beleth! But Tenma and Saga belongs to each other. For real! Fiction only (though I hope it could turn into real)

Warning: boy x boy, Lemon, yes, this means sex.

Don't like, don't read! I'll kill you if you dare to bash this awesome pairing!

A/N: Uwooohhh….! Akhirnya tamat juga nih fanfic! Berkat obrolan mesum pagi-pagi buta bersama tenma hishimaru aka kevin masamune, akhirnya terlintas ide bejad nan ancur. Maaf ya kalo adegan lemonnya aneh binti ajaib. Okeh! Tanpa babibu lagi, langsung scroll ke bawah ya! XD

"Fuck! Apa-apaan ini?! Lepasin gua woy!" Teriak Kevin berusaha melepaskan ikatan yang melilit ditubuhnya.

"Why we must release you when you deserved that?" Desis Sasuke.

"Hah? Deserved? Gua gak ngerti maksud lo apaan sas! Sumpah candaan lo gak lucu! Lepasin gua woy!" Kevin menatap sasuke kesal.

"Who said we're joking? You do know exactly why we doing that." Shidou menatap Kevin tajam.

"Sumpah gua gak tau. Lepasin gua bang please…. Gua harus nyari saga." Kevin hanya bisa negucap lirih.

"Itu kesalahanmu. You make they got our prince and now we don't know where he is." Kyo menggeram marah.

Shock. Itu yang dirasakan Kevin mengetahui kabar bahwa kekasihnya 'masih' menghilang. Gerakan ditubuhnya terhenti. Ia hanya menatap kosong lantai putih tempat ia berpijak.

Kevin mengadah dan menatap garang tiga pria dewasa di depannya. "Lantas kenapa gua masih diiket disini?! Lebih baik kita mencari saga!" Kevin kembali meronta emosi.

"Lo pikir anak-anak lagi kongkang-kongkang kaki hah?" Suara shidou menjadi berat kesal.

"Lalu kenapa kita masih ada di..." , " Punishment." Potong sasuke.

"Wha...? Punishment? Hey! Apa-apaan ini! Sasuke lepasin!" Kevin menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha melepas penutup mata yang dipasang sasuke.

"Be patient and welcome to the hell." Kyo tersenyum iblis diikuti sasuke dan shidou dan menatap Kevin yang kesadarannya semakin menipis.

.

.

.

"Belle…."

-Satu jam sebelumnya-

"Kev, kita harus pergi sekarang ya?" Tanya Saga.

"Yah belle, kalo gak pergi sekarang nyampenya mau kapan? Udah susah-susah ijin pulang buat dateng ke ultah si cherry dan cha." Kevin melirik saga melalui kaca lemari mereka.

"Kan bisa berangkat ntar sore." Lirih saga.

"Kenapa yang? Lo lagi gak enak badan? Ya udah kalo lo lagi gak enak badan, ntar sore aja berangkatnya." Ucap kevin pelan seraya mengelus rambut saga.

Saga menggeleng pelan, "It's not that."

"Then?"

"I…. got a bad feeling." Saga mencengkram tangannya gelisah.

"What do you mean?" Tanya Kevin cemas.

Saga hanya diam seribu bahasa.

"Ok, kita berangkat ntar sore aja." Kevin berjalan ke arah meja dimana smartphonenya berada.

Namun sebelum kevin menelpon, saga memanggilnya. "Kev, kita berangkat sekarang aja." Seraya berdiri dan merapikan kemeja dan celananya.

"You sure?" Tanya Kevin sangsi.

"Yes and hurry up, idiot." Saga berjalan pergi keluar kamar.

"Buset, yang berhentiin gua siapa yang dikatain siapa." Kevin menggerutu seraya merapikan pakaiannya yang sempat tertunda. Tanpa disadarinya, saga melirik dan tersenyum misterius

-Di luar apartement-

"Lama banget sih lo ngambil mobilnya?" Saga menggerutu kesal saat mobil yang ditunggunya akhirnya datang.

"Yaelah yang, gua kan pake jalan dulu ke mobil trus tunggu panas dulu baru jalan." Kevin hanya bisa sweatdrop menatap kekasihnya yang masih menggerutu.

"Ngapain lo bengong? Cepetan jalan." Ucap Saga bossy.

"Iya yang muliaaaa...". Kevin tersenyum kecil dan segera menjalankan mobilnya.

Dentingan musik Adelle mengalun lembut menghiasi perjalanan mereka. sesekali Kevin ikut bernyanyi mengikuti irama. Sementara saga sibuk membalas yang diyakininya whatsapp seseorang.

"Siapa sih yang? kayaknya dari tadi bunyi mulu tuh hp." Lirik kevin.

"Dari midou."

"Ada apaan?"

"Nanya kita dimana." Jawab saga. Kevin hanya ber 'oh' ria.

"Eh iya yang. Kira-kira hadiah yang bakal lo kasih buat cherry sama cha apaan? Kok gua gak boleh liat isinya?" Tanya Kevin penasaran.

"Bukan apa-apa. Cuma video sex kita kemarin." Saga menjawab santai.

CKIIIITT..!

DUAAKK!

"FUCK! Ngapain lo rem mendadak njing?!" Saga menggeram kesal seraya mengelus bibirnya yang membengkak.

"Seriusan lo yang?! Video sex kita?! Belle, kepala lo gak abis kepentok kan?" Tanya Kevin tidak menggubris aura hitam dari kekasihnya.

BUAGH!

"Au! That's hurt belle! Why you punch me?" Tanya Kevin mengelus pipinya tidak terima.

"Bukan kepala gua tapi bibir gua yang kepentok gara-gara lo tai! Lo pikir enak cipokan sama dashboard hah!" Saga kembali menabok kekasihnya dengan penuh perasaan.

"Ehehehehe…. sorry yang gak sengaja. Gua terlalu kaget sama jawaban lo." Kevin hanya bisa nyengir idiot yang dibalas death glare oleh sang pacar.

"Udah buruan jalan lo! Pasti tuh cewe mesum bakal minta yang aneh-aneh kalo telat." Saga menabok 'pelan' lengan kevin.

"Au, iya belle buset dah jangan ditabok guanya.". Dan mobil kembali berjalan menuju tempat acara.

-In the middle of street-

"Kev kev, minggir dulu." Lirih saga.

"Hah? mau ngapain? tanggung belle bentar lagi nyampe." Jawab kevin santai.

"Kev minggir dulu. Gua eneg..." Saga segera menutup mulut berusaha menahan sesuatu yang akan keluar dari mulutnya.

"Hah! Belle lo kenapa?" Teriak Kevin panik.

Sesaat setelah kevin menepikan mobilnya, saga segera membuka pintu mobil dan memuntahkan isi perutnya sementar kevin memijit pelan tengkuknya.

"Belle, are you okay?" Tanya kevin memberikan botol aqua.

"Hn.". Saga membersihkan mulutnya yang terasa asam dan membuangnya.

"Yang, tadi lo makan sandwich di atas meja gak?"

"Iya gua makan. kenapa emang?"

"Ah gak. Gua pikir lo gak makan trus kena maag. jadi kalo bukan itu..." , " HAH! Apa jangan-jangan..." Kevin membelalakkan matanya.

"Jangan-jangan apa?" Tanya saga seraya meminum air yang berasal dari pegunungan itu.

"Jangan-jangan lo hamil ya?!" Pekiknya bahagia.

BRUUSSH!

Saga menyemburkan air dari mulutnya dengan Sangat tidak elitnya.

"Euuhh, jorok banget lo yang." Kevin menatap pacarnya geli dan dihadiahi 'tepukan manis' yang mendarat di pipinya.

"Mana mungkin gua hamil idiot! Yang ada gua yang hamilin lo!" Maki saga.

"Iyaaang... jangan dong yang. Status gua jadi uke dong? Ntar yang bisa puasin lo siapa?" Ucap Kevin mengedipkan matanya genit.

"Lagian dari kemaren lo kan ngidam mulu yang. Wajar dong kalo gua mikir lo hamil." Kevin memanyunkan bibirnya tidak mau mengalah.

"Hah? ngidam apaan coba gua?" Lirik saga kesal.

"Ngidam sex seharian." Jawab Kevin polos.

Hening

Hening

Hening

"Itu bukan ngidam tapi kebutuhan hidup." Jawab saga kalem.

"Kaya 4 sehat 5 sempurna ya yang?" Kevin cengar-cengir gaje. Saga tersenyum manis mendengar jawaban idiot tersayangnya.

Oh, sungguh kalau tidak ingat sedang berada di tengah jalan, Saat ini juga kevin akan melakukan –piiip- lalu –piiip- dan –piiiip- sampai kekasihnya –piiiip- nikmat.

'Shit! Gua tau pacar gua emang manis banget tapi sabar ya dedek jangan bangun dulu. Ntar papa gak kuat iman malah maen dimobil lagi.' Ucap kevin membatin.

Tanpa mereka sadari dua mobil range rover sport hitam menghadang mobil mereka dan orang-orang bertopeng ski keluar dan membius saga hingga pingsan. Kevin yang sibuk menghajar orang-orang 'mencurigakan' langsung berusaha menerobos dan menggapai kekasihnya yang dibawa ke mobil.

"SAGA!"

Kevin terus menghajar namun sia-sia karena mobil yang menculik saga telah menghilang begitu pula dengan mobil lainnya. Kevin terduduk lemah menatap nanar arah dimana kekasihnya dibawa pergi.

-Waktu sekarang-

"Ukh..."

Kevin mengerang pelan mengerjap matanya saat bias cahaya memasuki retina matanya. Setelah beradaptasi dengan penerang diruangan itu, kevin membuka matanya perlahan.

"Where am I?" Tanyanya lirih.

Terlintas di ingatannya dimana sasuke, leader dan shidou mengikat, menutup matanya, hingga membiusnya. Kevin menggerak-gerakkan badannya berusaha melepas tali yang mengekangnya. Berbagai macam umpatan keluar dari bibirnya. Dirasa tali yang mengekangnya tidak juga melepas, kevin menghela nafas pasrah lelah.

"Fuck!" Kevin menghentak kaki mengumpat kesal.

"Where the hell is this?!" Kevin menatap sekelilingnya. Ruangan yang tidak terlalu besar berwarna putih bersih, kursi single yang sedang ia tempati dan kaca seukuran badan yang lumayan besar dihadapannya. Ia merasa aneh kenapa di ruangan yang tidak ada apa-apanya ini terdapat kaca sebesar itu. Terlintas dipikirannya bahwa itu kaca 2 sisi. Dari dalam bisa melihat keluar namun dari luar tidak bisa melihat ke dalam.

Suara pintu menggelitik indera pendengaran kevin. Dengan segera ia menoleh dan menatap 3 sosok pria dewasa yang kini berjalan kehadapannya.

"Good you're awake. I don't have to hit you until you wake up." Ucap shidou datar.

Kevin bergidik ngeri mendengar penuturan shidou. Mendapat pukulan dari tukang jagal shinobi? Not good at all.

'Untung gua udah sadar. Kalo gak, bisa abis muka gua." Kevin membatin.

Ditatapnya 3 pria dewasa di depannya mencoba mencari jawaban dari pertanyaannya selama ini namun nihil.

"Haahh… Sebenernya kita ngapain disini? Dan kenapa gua diiket gini?" Kevin menghela nafas pasrah.

"the punishment for you because you can not protect our prince."Jawab sasuke berjalan mendekati kaca.

"SAGA! HOW IS HE?! ARE YOU FIND HIM?!" Kevin memberontak memajukan badannya.

Kyo mendorong badan Kevin pelan agar kembali duduk. "Easy, we already find him and yes he's okay.". Jawaban sang leader sungguh melegakan hati kevin dan terus mengucap syukur karena kekasihnya selamat.

"Then where is he? I want to see him." Kevin menatap kyo yang dibalas gelengan kepala.

"Why?"

Kyo, sasuke dan shidou saling berpandangan kemudian tersenyum iblis. Ruangan menjadi gelap sementara ruangan dibalik kaca mulai terlihat. Dapat dilihat bahwa di ruangan yang berwarna putih tersebut terdapat bed king size dengan seprai putih yang bersih serta beberapa barang-barang mencurigakan yang ditutupi kain hitam.

Namun bukan itu yang membuat kevin terkejut melainkan seseorang yang kini sedang terduduk manis di tengah ranjang tersebut.

"Belle!" Kevin segera berdiri dari kursinya namun segera ditahan oleh kyo dan shidou.

"Woy apa-apaan nih! Gua mau ketempat pacar gua! Saga! Saga!" Teriak kevin kalap.

Kevin terus berteriak memanggil nama kekasihnya bak orang kesetanan. Bagaimana tidak, keadaan saga saat ini jauh dari kata baik-baik saja. Saga naked! Naked saudara-saudara! Dan hanya ditutupi oleh seprai putih yang tidak mampu menutupi keindahan lekuk tubuhnya. Dadanya yang bidang, perut six packnya yang tercetak sempurna, kakinya yang jenjang mengintip nakal dari sela-sela seprai putih membuatnya semakin…. Sexy.

Glup….

….ok, mungkin bukan saga yang tidak baik-baik saja tapi kevin. Tanpa sadar kevin menegak ludah pelan. Terasa dahaga melanda kerongkongannya saat sang kekasih berjalan pelan mendekati kaca. Lambaian seprai putih memperindah gerak-geriknya.

"Be…belle…." Panggil kevin pelan. Saga hanya tersenyum kecil dan melayangkan ciuman singkat ke arah kevin.

Saga kembali mundur menuju tempat tidur dan duduk dengan posisi seductive. Terdengar lagu sexy, naughty, bitchy memenuhi ruangan.

I pick all my skirts to be a little too sexy

just like all of my thoughts they always get a bit naughty

when I'm out with my boys I always play a bit bitchy

can't change the way I am sexy naughty bitchy me

Saga meliuk-liuk badannya pelan mengikuti irama. Dengan hanya terbalut seprai putih tipis, gerakan saga yang mengundang serta beberapa kali menyingkap seprai naughty.

I'm the kind of boy that boys don't like I'm the kind that boys fantasize

I'm the kind that your momma and your daddy were afraid you'd turn out to be like

I may seem unapproachable but that's only to the boys who don't have the

right a approach or ride that makes a boys like me wanna hop in and roll

Gerakan saga semakin mengundang. Liukkan tubuhnya semakin eksotis. Tangan kirinya mulai turun perlahan kearah dada sementara tangan kanannya bermain-main dibibirnya yang merah basah. Lidahnya menjilat nakal bibirnya sementara jarinya mulai memasuki rongga mulutnya dan bermain-main didalamnya.

people think it's intimidating

when a boy is cool with his sexuality

i'm a 180 to the stereotype boys like staying home and being innocent

i pick all my skirts to be a little too sexy

just like all of my thoughts they always get a bit naughty

when I'm out with my boys I always play a bit bitchy

can't change the way I am sexy naughty bitchy me

my mouth never takes a holiday

i always shock with the things i say

i was always the kid in school who turned up to each class bout an hour late

and when it came to the guys i'd lay

i'd always pick the ones who wont figure out that i am clearly a rebel to the idea of monogamy

Dijilatnya sela-sela jari dan menghisap pelan setiap incinya. Tatapan mata saga tidak lepas dari kevin, sang kekasih tercinta. Tersenyum seductive, tangan yang membelai dadanya kini turun membelai perutnya yang sempurna.

"Fuck!" Kevin segera menutup matanya dan berusaha untuk tidak membuka matanya.

'Ya tuhan, mimpi apa gua semalem? Duh, dedek gua pake mulai bangun pula!'

Sexy sexy sexy...

"Aah… kevin…."

Naughty naught naughty...

'Shit!'

Bitchy bitchy bitchy...

me...

"Kev… look at me… nngh…."

Tiba-tiba shidou membuka mata kevin lebar dan membuat kevin menahan nafas sesak. Bagaimana tidak kalau saat ini saga sedang stroking his dick dan sesekali ibu jarinya bermain di pucuk kepala kejantanannya yang membuatnya semakin mengerang tertahan.

"Nngghh… Aah…"

Saga terus bermain-main di kejantanannya. Dengan gerakan yang terkadang pelan namun juga cepat membuat kejantannya semakin menegang. Desahan-desahan tertahan sungguh membuat kevin menggila. Dia hanya bisa menatap tajam kearah shidou, kyo dan sasuke yang terus menahannya untuk tidak segera berdiri.

"Kev…kev…. Aah… wantwant you…" Saga menatap kearah kekasihnya dengan wajah yang memerah dan bibir yang agak membengkak karena gigitannya menahan desahan.

Saga mulai mempercepat permainannya di kejantanannya. Erangannya semakin menggila saat jari-jarinya mulai memasuki lubang anus dan bermain-main di dalamnya.

"Aah! Ke-kevin…!". Saga menambah dua jarinya dan terus memaju-mundurkan ketiga jarinya menyentuh sweet spot miliknya secara kasar.

Sementara keadaan kevin jauh dari kata baik-baik saja. Dirasa celananya mulai menyempit karena kejantanannya mulai menegak dan berdenyut. Nafasnya memburu dan menjilat-jilat bibirnya yang kering. Tatapan kevin yang tidak lepas dari tubuh saga membuat saga semakin turn on dan bermain dengan tempo yang semakin cepat.

Tiba-tiba beberapa orang masuk ke ruangan saga dan mengikat kedua kaki saga hingga kejantanan dan lubang kenikmatan semakin terlihat jelas. Setelah selesai mengikat kaki saga, mereka pergi dan menaruh beberapa vibrator dengan beberapa ukuran. Saga mengambil ukuran terbesar dan menjilat vibrator seakan-akan itu adalah kevin's dick.

"Ung… Ngh…. Ngh…." Dikulumnya vibrator tersebut sementara jarinya tidak berhent bermain di lubangnya. Dirasa sudah cukup basah, saga mengarahkan vibrator tersebut kearah anus dan mulai memasukinya dengan perlahan.

"Aaahh…!" Lenguhan nikmat membius setiap indera pendengar siapapun yang mendengarnya. Di dorongnya vibrator hingga masuk sepenuhnya. Dinyalakan dan di dorong hingga menyentuh sweet spotnya dan menariknya perlahan hingga ujung kepalanya dan kemudian didorong lagi terus menerus.

"Aah… aah… kev…. More…" saga terus memaju-mundurkan vibratornya sementara tangannya yang lain bergerak naik turun di kejantanannya. Desahan nikmat namun juga tersiksa keluar dari bibir saga.

Kevin semakin berkeringat dan nafasnya semakin tidak teratur. Tanpa disadarinya bahwa ikatan yang melilit tubuhnya telah lepas dan kini ia hanya sendiri. Kejantanannya terus berdenyut setiap vibrator itu memasuki tubuh saga.

"Ngh… I want you… aah… kev… please…" tatapan saga semu menandakan ia tidak terpuaskan secara sempurna.

Kevin segera berdiri dan memasuki ruangan tempat saga berada. Dibuka baju dan celananya yang terus mengekangnya hingga terlepas sempurna. Kini tubuh mereka sudah tidak tertutup sehelai benangpun.

Kevin segera merangkak dan mencium bibir saga yang bagaikan narkotika. Begitu memabukkan.

"Nnggh-mmhh…" Lidah bermain di kedua rongga mulut mereka. Ciuman panas itu mulai turun ke leher saga yang putih mulus. Di jilat dan dihisap leher saga hingga meninggalkan bekas kemerahan yang menandakan saga adalah miliknya. Lidahnya terus menyusuri dada saga dan berhenti daerah nipple saga. Dengan nikmat kevin menjilat dan menggigit kecil nipple saga hingga kemerahan.

"Fuck, don't play with me kev… I want… ngh… you…"

Kevin tersenyum nakal dan segera turun kearah kejantanan saga yang sudah menegak dengan sempurna. Dikecup dan dijilat secara perlahan membuat saga menggerliang pelan. Gigitan dan jilatan di testis membuat saga mendesah kencang.

"Aah kevin..!" Saga mencengkram seprai dibawahnya dan badannya meliuk menikmati permainan dari sang kekasih. Tanpa aba-aba kevin langsung melahap kejantanan saga yang membuat saga mengerang nikmat.

"Aah..! aah… haah…ngghh!" Saga terus mengerang nikmat saat kevin terus melahap seraya menjilat kejantanannya. Didorongnya kepala kevin meminta lebih. Sementara kevin menarik vibrator dan segera mendorong hingga menyentuh sweet spot saga.

"Aahn… nngh… ngghh…"

"Like that?" Tanya kevin tersenyum nakal.

"Mo… more….ngh… I want more…." Ucap saga di sela-sela desahannya.

"Say it."

"I want you… kev…" saga menarik kepala kevin dan mencium bibirnya buas.

Saga melepas ciumannya dan menjilat bibir Kevin dan terus menjilat hingga ke kuping. saga menggigit kecil cupang kuping Kevin dan berbisik pelan, "I want you fuck me." Desah saga dan menggigit perpotongan leher kevin hingga kemerahan. Kevin mendesah tertahan saat lidah saga bermain dan memberikan tanda kepemilikannya.

Kevin semakin mempercepat pergerakan tangan di kejantanan saga dan semakin menekan-nekan vibrator ke dalam lubang saga. tangan saga bergerak nakal ke arah kejantanan kevin dan mengelusnya perlahan.

"Ukh...!" Kevin mendesah pelan saat saga mulai membelai kejantanannya yang semakin menegang itu.

"You naughty boy." Kevin menatap saga dan menyeringai. Kevin kembali menunduk dan menjilat testis saga dan desahan nikmat meluncur dari bibir saga. Tak lupa kedua tangannya yang turut bekerja menyentuh segala spot saga membuatnya mendesah gila.

Kevin menjilat testis saga dan melahap kejantanan saga. Kevin terus menghisap, menjilat dan menggigit kecil kenikmatan di depannya. Saga semakin mendorong kepala Kevin mengikuti irama permainan yang semakin memanas.

"Aah...aah... kev... i want…ngh… want come.". Kevin semakin mempercepat pergerakan tangan serta hisapannya.

"Ngh... ngh... aah...k-kev...co...haah!... aah... haah.. come...A-AAHH...!" Saga mendesah panjang mengeluarkan sarinya di dalam mulut kevin yang hangat. Badannya melengkung indah dan getaran-getaran kecil saat saga mengeluarkan sarinya membuat kevin semakin terangsang. Dengan senang hati kevin segera menelan seluruh sperma di mulutnya dan menjilat di sela-sela bibirnya. Saga menatap kevin dengan mata yang tertutup oleh nafsu itu. Saga duduk dan meraba badan kekasihnya yang terbilang sempurna. Dada yang bidang, perut six pack, bulir-bulir keringat yang mempertegas siluet kekasihnya, kejantanan yang berdiri sempurna membuat saga kembali menegang.

"I think i don't have to make you turn on again, belle." Kevin terkekeh pelan melihat kekasihnya yang mulai terangsang.

"come here." Kevin menuntun saga agar duduk dipangkuannya sementara ia tiduran menghadap saga. Saga segera memasukkan kejantanan kevin menuju lubang miliknya membuat dirinya dan kevin mendesah tertahan.

"Ngh..." Saga mencengkram erat seprai dibawahnya. Matanya terpejam sakit saat sesuatu menerobos masuk lubang anusnya. Kevin segera mencium dan tangannya bergerak naik turun di kejantanan saga untuk mengurangi rasa sakit.

Dirasa siap, saga mulai bergerak naik turun secara perlahan.

"Haah... hah... aah...mmh..." Saga mendesah nikmat saat gerakannya semakin cepat. Kevin pun turut ikut andil dalam permainan. Kevin mendorong pinggulnya sementara tangannya mulai stroking saga's dick. Saga menunduk mencium bibir kevin dengan ganas. Lidah mereka saling bertautan menikmati rasa dari pasangan.

"Aah... kev... fuck... mmh... fuck me m-more... aah… ah… haah…". Kevin segera berdiri menarik kejantanannya dan mendorong saga. Kini posisi saga berada di bawah sementara kevin berada di atas. Kevin kembali menciumi bibir saga liar. Namun saga segera membalik posisi dan kini saga kembali berada di atas. Mereka terus berciuman panas sampai saga menyentuh sesuatu dan mengambilnya. Blind eyes. Ia menyeringai dibalik ciumannya.

"Play with me kev..." Saga mendesah di kuping kevin sementara tangannya menuju tangan kevin yang segera ditarik ke atas dan mengikat kedua tangan kevin.

"Belle...?"

Saga hanya tersenyum nakal dan mencium bibir kekasihnya. dipakaikannya blind eyes ke kevin dan saga semakin menyeringai.

"Belle! take this off!" Kevin mendelik kesal.

"Sssttt… let me service you." Saga menciumi dagu Kevin dan terus turun ke dadanya. dijilat nipple Kevin lalu terus hingga ke perutnya dan berakhir di penisnya yang menegak sempurna. dikecup pucuk kepala kejantanan Kevin membuatnya meringis pelan. Saga menjilat dan menggigit kecil bagaikan menjilat es krim kesukannya. Dilahapnya kejantanan kevin hingga penuh. ia terus menghisap, serta menaik turunkan kepalanya menikmati penis kekasihnya.

"Ukh... nngh... haah... belle... fast... aah..." Kevin terus mendesah menikmati rongga mulut saga yang terus mengkulum juniornya. Cairan precum mulai menguar namun langsung dijilat oleh saga. Lidahnya bermain-main di lubang kejantanannya membuat sensasi tersendiri bagi kevin.

"Aah yes... suck me more belle..." Kevin mendesah menyeringai saat saga terus menaikkan tempo hisapan serta gerakannya.

"Aah... aah...ngh! c-co… i'm comi…" Tiba-tiba saga berhenti dan melepaskan hisapannya membuat Kevin menggeram pelan.

"For sake belle! are you kidding me?!" Teriak Kevin kesal.

"Sst, not yet my love." Ucap saga tersenyum iblis.

Saga menatap kejantanan Kevin yang memerah dan tetesan precum mengalir melumuri penis Kevin. tersenyum kecil, saga segera merangkak memposisikan kejantanan Kevin di anusnya. Dengan sekali hentakan, saga segera menurunkan pinggulnya dan memasukkan kevin's dick in his hole. Sensasi yang tiba-tiba membuat saga mengerang nikmat karena menyentuh sweet spotnya sementara Kevin mendesah panjang menandakan ia mencapai kenikmatan tertinggi.

"A-AAAHH!" Kevin menyemburkan seluruh cairannya ke dalam lubang saga yang terdalam dan membuat saga menggeliat kecil nikmat. Tanpa menunggu lama saga segera menggerakan pinggulnya naik turun dengan tempo yang sedang.

"ngh... aahh... aah... haah..." Saga menggigit bibirnya saat merasakan kevin yang kembali menegang. Saga menaikkan temponya terus bergerak naik turun hingga terdengar bunyi kecipak serta bunyi benturan antara daging yang lembut.

"aah...aaah...aahh...yes...yes...mmhh...aahh..." Saga semakin bergerak dengan liar saat kevin terus mendorong pinggulnya hingga menyentuh sweet spotnya berkali-kali. Kevin menggerakkan tangannya menuju penis saga dan mengelus serta menggerakan tangannya naik turun mengikuti irama.

Pelan-pelan saga mulai menghentikan gerakannya dan segera mengganti posisinya. Tanpa mencabut, saga bergerak menghadap samping sementara kaki kevin diangkat satu hingga menyentuh penisnya. Kini kaki kevin dijepit oleh kedua paha saga. Saga mulai bergerak dan terus menggerak-gerakkan pinggulnya sementara peanisnya terus bergesekkan dengan paha kevin yang terbilang kencang.

"mmh...aah...aah...wow...love...this position...aahh..." Kevin merasakan sensasi tersendiri saat penis saga terus bergesekkan dengan pahanya sementara kejantanannya diremas setiap dirinya memasuki tubuh saga.

"Aaah...come...i wanna...mmhh...aah...ah...come...haaah...aah..." Saga semakin mempercepat gerakannya dan beberapa tusukan di sweet spotnya membuat saga mendesah panjang hingga meliukkan tubuhnya kebelakang.

"aah...aah...haah! A-AAAHH...!" Saga kembali menyemburkan cairannya dan mengenai dada serta paha kevin. Kevin meringis saat kejantanannya dijepit-jepit oleh hole saga yang ejakulasi.

Setelah terdiam beberapa saat, kevin menggerakkan pinggulnya membuat saga meringis pelan. "Hey, release this fucking stuff." Suara kevin yang berat dan terselimut nafsu menggelitik indera pendengaran saga dan membuatnya mendesis kecil.

Dengan pelan saga melepas blind eyes dan ikatan tangan kevin. Setelah yakin terlepas, Kevin segera mendorong saga dan kembali memasukkan kejantanannya tanpa persiapan dan membuat saga mengerang kencang.

"Aaahh!"

Kevin mengeluarkan penisnya hingga kepala yang masih tertanam di anus saga dan mendorong kencang kemudian menarik lalu mendorong lagi. Diulangi gerakannya terus menerus hingga, "aah...aahh...AH! Yes! over there! touch there...haah...aah...aahh...haah...".

"i?" Kevin menyeringai dan kembali menusuk tempat dimana saga kembali mendesah hebat.

"Yes! aahh...god...faster....hah...haah...mmmhh...move faster kev...aahh...aah...haah...". Saga menyentuh kejantanannya dan mulai memainkannya. Kevin yang melihat hal itu ikut andil menyentuh dan memainkannya sementara bibirnya mulai mengulum bibir saga yang merah membengkak.

Kevin menaruh kedua kaki saga di pundaknya dan mempermudah gerakannya. Ia kembali menghujam anus saga dengan cepat. Maju mundur maju mundur hingga menyentuh lubang saga yang paling dalam. Desahan desahan saga membuatnya semakin menggila dan semakin mempercepat tempo gerakannya. Saga mengerang memanggil nama kekasihnya.

"k-kev...god in heaven...aahh...more... harder... aah... aahh...aaahhh...haaah...haaah..."

Kevin mendorong pinggulnya sedalam-dalamny, menarik dan mendorongnya lagi sementara tangannya tetap bergerilya di kejantanan saga.

"Kev...wanna... haah... haahh... i wanna... come... aaaahh... haaah... aah yes...mmhh...haaaaahh..."di sela-sela rintihan saga

"ngghh... wait...haahh... together belle... aah... aaahhh…. together….". Kevin menggerak-gerakan pinggulnya sementara tangannya semakin cepat stroking saga's dick.

"Nggh…. Be-belle…nngh!"

"A-AAHH…!Kev…!"

Kevin dan saga klimaks secara bersamaan menciptakan harmony suara sex yang begitu indah. Getaran saat dimana himpitan serta semburan klimaks selalu menjadi sensasi tersendiri yang menyenangkan bagi mereka.

Setelah beberapa saat, kevin memeluk saga dan mencium serta berbisik pelan.

"Love you belle." Kevin menciumi pundak saga pelan.

"I love you too if your penis move out from my hole." Desis saga.

Kevin menyeringai dan segera memposisikan dirinya di atas saga. Saga yang merasa bad feeling berusaha mendorong kevin menjauh darinya namun sia-sia. Tenaganya sudah terkuras habis saat melakukan sex.

"Not that fast my baby belle. Time to next round." Kevin hanya menyeringai dan menyerang bibir saga.

"Fuck no! I'm tired you pervert horny!" Saga terus mendorong kevin namun….

"Aaahh…"

Desahan kecil mulai meluncur dari bibir mungilnya. Ia lupa kalau kejantanan kevin masih tertanam di tubuhnya. Gerakan yang ia ciptakan hanya memberi kenikmatan tersendiri baginya.

Kevin tersenyum iblis dan kembali melancarkan serangannya diikuti desahan-desahan menggoda dari sang kekasih yang pasrah namun juga menikmati permainan kekasihnya.

-other room-

Sementara di ruangan lain terdapat beberapa manusia yang terdiri dari fujoshi, fudanshi dan beberapa manusia lainnya yang hanya bisa menahan nafas menonton dari LCD 40 inchi yang menampilkan adegan sex kevin dan saga dari awal sampai akhir.

"….fuck? mereka lanjut? Binatang emang kevin" Ucap midou pelan dengan mata melebar.

"kkkyyyaaa….! Rekam rekam!" Kiri segera menekan tombol rec. di remote yang ia pegang.

"I want do that too with prince." Gin menonton kesal. Manusia yang diruangan tersebut segera menoleh kearah shidou yang hanya bisa menatap mereka balik.

"what?" Tanya shidou sangar.

"Gak dikasih bang?" Tanya midou yang dihadiahi jitakan.

"gua normal nyet!" jawab shidou garang.

"Deniaaall….." Sanggah satu ruangan.

"minta aja sama bang shidou gin. Dia pasti mau ngasih." Kita yang mendengar ucapan midou hanya nyengir-nyengir gaje.

"no. he can't satisfy me just like prince." Jawab gin kalem.

"Ppfftt!". Kita hanya bisa menahan tawa mendengar jawaban polos yang oohh sungguh lancarnya menghujam hati.

midou menepuk bahu shidou yang dibalas tatapan garang.

"Cinta itu emang babi. Sabar ya bang." Dan midou tertawa lepas.

Mao hanya menggeleng-gelengkan kepala, sementara kyo hanya tersenyum kecil melihat shidou yang kesal diketawin midou. Sasuke hanya bisa diam menonton adegan yang semakin memanas dan berusaha menahan sesuatu yang membakar badannya, gin hanya bisa bersungut-sungut kesal namun tetap melanjutkan tontonannya. Sementara para fujoshi? Berteriak kegirangan karena menonton live pair favorit mereka.

"Oh god, This is the best gift I've ever received!" Teriak cherry senang dan dijawab anggukan kepala clau.

"and this will be the most precious treasure." Clau menyeringai senang.

OWARI