Donald Bebek Yang Terkutuk

"Hey, Hey… Mau main apa nih sekarang?", tanya Reisya pada teman-temannya. "Bagaimana kalau Donald Bebek? Kita juga kan sudah lama tak memainkan permainan tersebut", jawab Heru dengan semangat. "Yaelah Heru…Aku bosen main begituan. Kayak anak kecil aja. Kita kan sudah kelas 5.",cetus Ganesa. Mereka terdiam sebentar lalu berpikir. Kemudian Cahyadi mendapat ide yang bagus dan berkata,"Bagaimana kalau kita bermain Donald Bebek Terkutuk saja? Kita kan tidak pernah memainkannya.", jawab Cahyadi."Jangan, Jangan! Nanti kita dikutuk sama hantu loh…Mana kita mainnya deket kuburan lagi", jawab Ganesa dengan ketakutan. Reisya juga setuju dengan perkataan Ganesa. "Halah…Kalian berdua ini penakut banget sih. Itu kan Cuma mitos bohong.", kata Heru dengan yakin. Ganesa dan Reisya pun tetap tidak sudi dengan perkataan Heru sehingga mereka berdua pun pulang dan tidak ikut ketiga laki-laki tersebut. Mereka pun bermain Donald Bebek terkutuk. "Hantu, Hantu kutukanlah kita 1,2,3!", seru Cahyadi, Aji dan Heru. Keanehan pun terjadi. Tiba-tiba terjadi hujan. Padahal langit sangat cerah dan tidak ada awan hitam. Cahyadi, Aji dan Heru pun langsung memetik daun pisang untuk dijadikan payung lalu menelusuri jalan setapak di kuburan tersebut. Hujan pun tiba-tiba berhenti. Mereka pun terus berlanjut berjalandi jalan setapak tersebut. Anehnya, jalan yang mereka lalui tidak pernah berujung. Setiap mereka berjalan, jalannya semakin jauh dan jika mereka berlari, jalannya juga lebih jauh lagi dibandingkan sebelumnya. Mereka pun berhenti dan berjalan mundur lalu kembali berjalan lagi. Sekarang sudah kembali normal. "Rasanya kok aneh ya? Kayaknya kita beneran dikutuk deh…", kata Aji dengan ketakutan. "Ampun deh. Hujan yang kayak tadi itu udah pernah terjadi kok. Gak usah takut lah… Cuma mitos ini.", cetus Cahyadi. "Lalu bagaimana dengan jalan yang tak berujung? Apa itu termasuk mitos bohong? Kita semua kan merasakannya!", teriak Heru. Cahyadi tidak menjawabnya dan wajahnya menjadi pucat pasi. Saat Cahyadi berbalik kearah rumahnya, tiba-tiba muncul sosok seorang wanita dengan mata yang bolong dan berair mata darah didepan Cahyadi. Teman-temannya pun juga melihatnya sehingga mereka berteriak "AAAAAAAAAAAAAA!". Mereka bertiga pun lari ketakutan lalu pulang kerumah mereka masing-masing dan menceritakannya ke orangtua mereka. Mulai saat itu pula, Cahyadi, Aji dan Heru tidak akan pernah memainkan Donald Bebek terkutuk lagi untuk selama-lamanya.