Chalice : Chalice kembali lagi setelah bersemedi di gunung krakatau (?) datang dengan Fic lain XD.

Chaline : abaikan saja Chalice yang gila ini, kita mulai saja ceritanya.

~happy REading~

Prologue : Rika Hatsumi gadis yang manis dan energik, dia hidup dalam kemiskinan, ayahnya banyak hutang, ibunya meninggal saat dia masih kecil.

dia memiliki rambut hazel sepanjang punggung dan bermata berwarna amber.

dia bekerja sebagai kerja sambilan demi mencukupi kehidupan di karenakan ayahnya seorang pekerja serabutan.

dia ber sekolah Elit berkat kepintarannya sehingga dia mendapat beasiswa.

tiba-tiba suatu hari sebuah kejadian menimpanya.

-Rika POV-

"Kau mulai sekarang menjadi Maidku, Hatsumi-chan" ucap Pemuda berambut Biru langit dan bermata Shappire, atau di panggil Ryuki Katsuki

Ryuki katsuki adalah anak dari keluarga terpandang, dia juga keua Osis di sekolah ku

aku hanya frustasi mendengarnya.

oke, apakah para reader bingung kenapa bisa kejadian begini?

akan kuceritakan...

-Flash Back-

pada siang hari tepatnya saat ku sedang berkerja sambilan dan aku juga sedang menyapu di depan kafe, tiba-tiba muncul 3 pria datang ke arah ku.

"Apa kau yang bernama Rika Hatsumi?" tanya pria yang berbaju mewah.

"i,iya" ucapku takut.

"Ayahmu kabur dan dia masih meninggalkan hutang denganku sangat banyak" ucap Pria itu.

Kabur? apa?! Ayah kabur dan meninggalkan ku menanggung hutangnya?!

"ma,maaf... tapi aku belum punya uang..." ucapku takut.

"tidak ada penambahan waktu! ayahmu selama ini hutangnya tidak dibayar-bayar selama 5 tahun ini" ucap Pria itu lagi.

"ta,tapi aku beneran tidak punya uang..." ucapku ketakutan.

Pria itu menatapku dengan tatapan err...mesum...

aku mempunyai firasat buruk nih...

"hmm... kau kelihatan manis juga kalau dilihat-lihat" ucapnya.

uh-oh... beneran gawat...

"bagaimana kalau kau dijual di klub malam untuk membayar hutang ayahmu itu" ucapnya dan menjetikkan jarinya.

"Apa!" teriakku tidak percaya.

2 lelaki yang bersamanya menahan tanganku.

"bawa dia kedalam mobil" perintah pria iu.

APA?!

"LEPASKAN AKU!" teriakku sambil memberontak.

aku segera menendang kaki pria yang menahanku dan pria itu melepaskan ku.

GREP!

tapi sayangnya aku ketangkap lagi... bener-bener dalam posisi gawat..

"Lepaskan!" teriakku lagi.

dua pria ini tidak memperdulikanku dan berusaha membawaku ke mobil mewah itu.

"bisakah kau melepaskan gadis itu?" terdengar suara familiar di telingaku.

"siapa kau?" tanya Pria berbaju mewah itu.

"Ryuki Katsuki, dia teman sekelasku, bisakah kau melepaskan gadis itu?" tanya Ryuki, sang ketua osis.

"Katsuki? dari keluarga terpandang itu?" tanya Pria itu lagi.

"yap, bisakah kau melepaskan temanku itu?" tanya Katsuki-kun.

"maaf tidak bisa, dia memiliki hutang yang sangat banyak kepadaku jadi gadis ini tidak bisa di lepaskan" ucap Pria itu.

"kalau hutangnya lunas, apa dia di lepaskan?" tanya Katsuki-kun.

"iya"

"berapa?" tanya KAtsuki.

EKH?! yakin si Katsuki mau membayar hutang ayah ku?! aku yakiin dia kaga membayarnya karena hutang ayahku sangat banyak!

"150 juta yen" ucap Pria itu.

Tuh kan, sangat banyak.

Katsuki segera mengeluarkan sebuah kertas dan menulisnya dan mencapnya...

err... itu kertas apa ya?

"ini, sudah kubayar semua hutangnya" ucap Katsuki.

APA?! SERIUS TUH!?

Pria itu melihat kertas itu dan meperintahkan dua pria yang memegang ku melepaskan ku dan mereka segera pergi.

err... aku penasaran itu kertas apa ya?

"umm... terimakasih... Katsuki-kun.." ucapku.

Ryuki hanya tersenyum, tapi bagiku senyuman itu penuh maksud!

"Siapa bilang itu semua gratis, Hatsumi-chan" ucap Ryuki.

aku mempunyai firasat buruk...

"Jadilah maidku , Hatsumi-chan." ucapnya.

"Hell no!" teriakku kesal.

Apa-apaan itu?! kenapa dia memintaku menjadi maidnya? bukannya dia bisa mencari yang orang lain saja bukan aku

"hmm... ingat kau memang tidak ada hutang dengan pria tadi tapi kau ada hutang denganku" ucap Katsuki.

Er... benar sih...

aku hanya mengangguk-angguk bertanda benar.

"kau tidak mau kan ketahuan kau bekerja sambilan? kau tahukan akibatnya jika Wakil Ketua OSIS Bekerja sambilan?" tanyanya.

UKH! bener-bener dalam bahaya!

jika aku ketahuan kerja sambilan aku bisa dicabut posisi Wakil ketua osisku! dan aku bisa diskor 3 minggu DX!

"jadi?" tanyanya.

"ba,baiklah..." ucapku dengan ragu.

"baiklah, mulai sekarang kau maidku, Hatsumi-chan" ucapnya sambil menunjuk ke aku.

~Flashback end~

begitulah apa yang terjadi...

dan kami segera ke kediaman keluarga Katsuki.

.

"Selamat datang, Ryuki-sama" ucap 5 maid dan 3 butler menyambutnya.

"Natsuka" terdengar Ryuki memanggil seseorang.

"ada apa, Ryuki -sama?" tanya seorang perempuan berambut Merah keorenan datang ke Ryuki.

"dia akan menjadi maid disini, tolong bimbing dia" perintah Katsuki-kun.

"baik, Ryuki-sama..." ucap Gadis yang bernama NAtsuk sambil memberi hormat.

Kulihat Katsuki-kun ke lantai atas.

"Eh?! ada maid baru disini~~~?" terdengar suara bahagia.

ku menoleh ke arah suara itu dan melihat 2 maid yang kelihatan kembar sedang pegangan tangan dan loncat-loncat.

aku hanya sweadropped melihatnya.

"abaikan saja dua mahluk itu, ayo ikut saya" ucap Natsuka-chan.

aku hanya mengangguk dan mengikutinnya.

.

"Natsuka-chan" panggilku.

"ya?"

"kenapa maid dan butler disini sedikit sekali? kemana orang tuanya?" tanya ku.

"orang tua Ryuki-sama meninggal, makanya dia menjadi pewaris perusahaan, sebenarnya kakak kembarnya yang mewarisin cuman karena kakak kembarnya tidak mau makanya dialah yang mewarisin, soal Maid dan butler dia tidak suka banyak-banyak, katanya terlalu berisik" jawab Natsuka.

oh... orang tuanya sudah meninggal ya...

kakak kembar?

"EH?! Katsuki-kun mempunyai kakak kembar!?"teriakku tidak percaya.

tentu saja... aku walaupun sekelas, dan sesama osis, aku baru tahu dia punya kembaran.

"iya..., namanya Ryuzuki" ucap Natsuka sambil mencuci piring.

"oh ya, Hatsumi-chan belum tahu siapa-siapa yang disini ya?" ucap Natsuka baru sadar.

aku hanya mengagguk-angguk.

"tunggu sebentar, aku akan memanggil para maid dan butler" ucapnya dan pergi.

.

"Namaku Risa Nanatsu~" ucap gadis berambut berwarna kuning-lemon, rambutnya diikat kesamping arah kanan.

"Risee~" ucap gadis yang satunya lagi yang rambutnya sama dengan gadis yang di panggil Risa itu cuman bedanya rambutnya diikat kearah kiri.

"dan kami anak kembar~~~" ucap Risa dan Rise sambil berpelukan.

aku hanya sweadropped saja melihat aksi dua anak kembar ini.

"namaku Axel Rexile" ucap laki-laki yang kelihatannya dari luar negeri deh, dia berambut pirang dan bermata biru.

"Eri Regina" ucap gadis berambut merah-ruby, ukh... aku tidak suka dengan gayanya.

"Yumina Elena" ucap gadis berambut merah muda, aku juga tidak suka dengan gayanya.

"Sei Kinoshita" ucap laki-laki berambut hitam dan bermata berwarna emerlad

"Gileon" ucap lelaki berambut oren.

"Ryuga Hyugga" ucap lelaki berambut merah dan bermata merah ruby.

"kalau aku, Nanami Natsuka" ucap Natsuka-chan.

"salam kenal" ucap mereka semua.

uwaah... mereka ramah sekali...

TING! TONG!

"jangan-jangan tuan Ryuzuki datang! siap-siap!" teriak Natsuka komando.

"eh?" aku hanya kebingungan.

"Rika, tolong menyapu di ruang tamu!" perintah Natsuka.

"oke"

dan kami segera melakukan tugas.

aku penasaran... seperti apa Ryuzuki itu.

~TBC~

Chalice : *muka pucet* jadi cacad... *guling-guling lalu masuk ke jurang*

Chalcie : kok lebih GaJe? *ikutan guling-guling lalu masuk jurang juga*

Chalica : *nyiapin Hio dan batu makam*

Chaline : Review please...

Chalice dan Chalcie : *bangkit dari kubur* REVIEW~~~~~~~~~~~