Chalice : *guling-guling* i'm back dan mempersembahkan lagi fic gaje yang sudah menjadi sampah itu~

Chaline : abaikan author gila tersebut.

~HAPPY READING~

Prologue :

~10 years ago~

"Ryukito~" terdengar suara gadis.

anak lelaki yang dipanggil anak perempuan tersebut menoleh.

"Vanilla-chan" panggil anak laki-laki tersebut.

" sedang ngapain?" tanya anak perempuan itu.

anak lelaki itu hanya tersenyum dan menaruh sesuatu ke kepala anak perempuan itu.

"Taaraaa~ Mahkota bunga untuk vanilla sudah jadi~" ucap Ryukito.

"Uwaaah~~ hebat sekali~ gimana cara membuatnya, Ryukito~?" tanya anak perempuan itu.

"H~I~M~I~T~S~U~~" ucap anak lelaki itu sambil menjulurkan lidahnya.

"UUH! RYUKITO PELIT!" teriak anak perempuan tersebut dan memukul anak lelaki itu dengan pelan.

"iya,iya! bercandaaa!" ucap anak laki-laki itu.

.

dua anak kecil ini terlentang di lantai yang penuh rumput dan bunga-bunga kecil.

"Vanilla, jika sudah besar ingin jadi apa?" tanya Anak laki-laki itu.

"tentu saja menjadi pemimpin WhietKnight, kau tahukan takdir penyandang marga Shirokawa" ucap Vanilla "tapi, jika aku menjadi pemimpin WhietKnight aku pasti merasa senang banget, bisa menjaga kerajaan Xillia adalah keinginanku" lanjutnya.

"keren~! kalau aku mah maunya jadi..." ucapan Ryukito di potong Vanilla.

"jadi wanita!" ucap Vanilla.

"Apa?! enak saja! gini-gini aku masih mau jadi laki-laki, kok bisa-bisanya kau ngomong begitu!?" teriak Ryukito.

"apa boleh buat, kau terlalu feminim untuk laki-laki, Ryukito~" ucap Vanilla sambil tersenyum.

"huh! gini-gini aku mau menjadi BlackKnight!" ucap Ryukito kesal.

"heeeh? BlackKnight? apa bisa tuh? paling-paling saat jadi Blackknight kau bukannya nakutin monster malahan kaunya yang takut lagi" ejek Vanilla.

"enak saja!" ucap Ryukito kesal.

"hahahaha! bercandaaa! tapi aku tidak sabar melihat mu apakah bisa menjadi blackKnight?" tawa Vanilla.

"..." Ryukito hanya menampilkan wajah kesal tetapi lama-lama mereka tertawa.

~10 Year Later~

di lorong sekolah terlihat gadis kuncir dua kebawah, rambutnya berwarna krim, bermata berwarna mashmallow.

"VAnillaaa~" terdengar suara memanggil gadis itu.

gadis yang dipanggil itu menoleh ke arah suara yang memanggilnya.

"Ada apa, Yuna?" tanya Vanilla melihat gadis berambut Hitam pekat dan bermata hitam, rambutnya sepanjang punggung, bajunya full hitam (mulai dari Roknya, Bajunya) kecuali dasinya yang berwarna biru gelap.

"kau sudah mendengarnya?" tanya Yuna dengan mata bling-bling (?).

"dengar apa?" tanya Vanilla.

"Ryukito Katsumi si pemimpin BlackKnight yang ditakutkan itu... berhasil membunuh Gorgon!" ucap Yuna dengan mata bersinar-sinar.

DEG!

jantung Vanilla hampir berhenti berdetak.

"Keren banget kaaan~?" ucap Yuna dengan mata masih bersinar-sinar.

"i,iya..." ucap Vanilla.

"Aku akan menemui orang yang bernama Ryukito itu!" ucap Yuna dengan muka semangat.

"memang kenapa?" tanya Vanilla.

"aku akan menantangnya bertarung, mana yang menang, Yuna yang di julukin Death alias kematian atau Si Ryukito si pemimpin BlackKnight" ucap Yuna dengan tangan mengempal dan di belakangnya terdapat api semangat.

semua orang yang disana hanya cengo dan kaget.

"Lu Mau mati ya, Death-san?!" teriak orang-orang yang disana.

"tentu saja tidak, hanya mencoba kekuatannya saja" ucap Yuna.

"Kami tahu kau kuat, tetapi yakin melawan Pemimpin BlackKnight!" ucap orang-orang disana khawatir.

"Vanilla-saaan~? aku minta saran mu~?" ucap Yuna.

"eh, aku?" tanya Vanilla.

"tentu saja, kau tahukan aku tipe orang yang tidak percaya orang lain, makanya aku minta saranmu sebagai sahabat, boleh kaga aku melawan pemimpin BlackKnight" ucap Yuna dengan mata bling-bling.

"umm... kaga usah deh... aku takutnya kamu malah tewas" ucap Vanilla dengan tatapan aku-yakin-kau-bukannya-menang-tapi-kalah-dikarenakan-kebodohan-mu.

"Uwaaah! masa kaga boleeeh!" rengek Yuna.

"tentu saja, aku yakin kau kalah karena kebodohan mu sendiri seperti saat melawanku dulu" ucap Vanilla dengan tatapan mengejek.

"KEJAAAAM!" teriak Yuna.

GREP!

kerah baju Yuna ditarik gadis berambut pink dan bermata pink sakura.

"maafkan dia, Vanilla. maklum, obatnya habis" ucap gadis itu, Yui Hakame.

"YUIIIIIIIIIII~~~ kau baru pulang dari jalan-jalan~~? YUNA KANGEEEN!" teriak Yuna sambil meluk Yui.

PLETAK!

"jahaat... Yuna di ketok pakai Time Staff..., sakit..." ucap Yuna sambil nangis.

"tentu saja, ngapain pakai acara meluk-meluk, maaf-maaf saja aku masih normal" ucap Yui sambil memegang time staff nya.

"hallo, Yui~" ucap Vanilla "bagaimana acara liburan mu sampai-sampai bolos sekolah~" lanjutnya.

"ini bukan liburan, aku bener-bener cape dengan Robot buatan Yuna itu..." ucap Yui sambil memijit bahunya.

"memang kenapa dengan Robot buatan ku itu?" tanya Yuna sambil makan sarden bakar (?).

"mengamuk, dan nyaris ngehancurin desa di dekat aquamarine" ucap yui sambil memakan permen.

"oh iya! pantesan mengamuk, aku lupa mengatur sistemnya!" ucap Yuna sambil menepuk tangannya.

please wait a minute

.

.

.

PLETAK! BAG! BUG!

"baiklah, aku pergi dulu ya, Vanilla~~ aku masih ada urusan dengan gadis ini" ucap Yui sambil menyeret Yuna.

"WEKS?! Aku masih mau disiksa nih ceritanya!" teriak Yuna yang mukanya udah babak belur.

dua orang aneh itu pun pergi.

"dua sahabat yang aneh ya benar kan, Pemimpin?" terdengar suara.

Vanilla menengok arah suara itu.

"hai, Herina" ucap Vanilla melihat gadis berambut kuning lemon "ada apa?" tanyanya lagi.

"para pemimpin dipanggil ratu tuh" ucap Herina.

"eh? sekarang? aku kan masih sekolah" ucap Vanilla.

"tentu saja" ucap Herina dan dia pergi.

"*sigh* aku ke kerajaan deh... padahal aku masih ada pelajaran..." keluh Vanilla dan pergi ke kerajaan.

.

-Xillia Castle-

"ada apa, ratu?" terlihat para pemimpin penjaga Kerajaan berada disana.

baiklah saya si Author akan ngejelasin siapa-siapa yang disana.

-Lire Ellia (Red Knight), gadis berambut merah dan dikuncir kuda, matanya berwarna merah membara, memakai pedang, Race : Human

- Yuri kurogane (DarkKnight), laki-laki berambut hitam pekat dan bermata hitam (P.S : kakak Yuna), memakai pedang dan magic, Race : Demon (tetapi yang saya buat iblisnya warna kulitnya putih, kaga bertelinga iblis)

- Mira Mistrine (Violet Wijard), gadis berambut Violet dan bermata Amesthy (Amesthy permata berwarna ungu atau pink ya?), rambutnya ikal dan panjang rambutnya sebahu, memakai sihir tingkat tinggi, Race : Magecian

- Vanilla Shirokawa ( Whiet Knight ), memakai katana, Race : Human

- Ryukito Katsumi (BlackKnight), berambut biru langit dan bermata Azure, memakai pedang besar, Race : Human

- Anise Veina (Gold Knight), gadis berambut pirang bermata emerlad, memakai bando berwarna hijau, panjang rambutnya sepunggung, memakai dua pedang, Race : Human half Angel.

- Sheiji Katsuka (Chocolate Knight), lelaki berambut coklat-krim bermata oren, memakai kacamata di kepalanya (kaya di pantai gitu cara memakainya), memakai pedang berlambang naga, Race : Demon.

- Asura Aoikawa (Blue Guard), lelaki berambut biru laut dan bermata shappire, memakai pedang dan bola kecil yang memiliki magic, Race : Human half Demon

- Calestia Angeline (Light Healer), gadis berambut kuning keemasan dan bermata Biru langit, rambut di gerai dan memakai bando yang sisi kanan dan kirinya terdapat sayap kecil memakai tongkat sihir berlambang salib. Race : Angel.

- Rine Hanatsu (Pink Singer), gadis berambut pink dan bermata merah stroberry, rambut diikat twintail, memakai alat musik untuk menyerang, Race : Fallen Angel (Lucifer).

"Ada apa, ratu? kok manggil-manggil?" tanya Rine dengan tidak sopannya.

"Rine, tidak boleh bicara kaya begitu ke yang mulia!" protes Lire.

"tapi aku juga setuju dengan perkataan sang Lucifer, Gadis merah~" ucap Mira dengan tenang.

"diam kau, ungu!" ucap Lire kesal.

"aku tidak berwarna ungu, gadis merah~"

"aku juga kaga merah, PENDEK!"

"aku tidak pendek, tomboy!"

"apapun kau menyangkal, faktanya kau tetap KONTET!"

"aku tidak pendek atau kontet, gadis bersifat lelaki!"

"pendek!"

"tomboy!"

"pendek!"

"tomboy!"

semua yang disana hanya sweadropped melihat dua perempuan ini saling mengejek.

"seperti biasa, ketua Redknight dan ketua Violet Wijard selalu mengejek kalau setiap ketemu..." ucap Anise sambil sweadropped.

"benar! Rine setuju!" uca Rine setuju.

"ehem..." terdengar suara berdehem dari arah singasana.

semua yang disana segera diam dan menoleh kearah suara tersebut.

" apa sudah selesai pertengkaran kalian, Lire? Mira?" tanya sang Ratu.

"Hieee! maaf , yang mulia!" teriak lire dan mira sadar dan segera bersujud minta maaf.

'wow... Lire si RedKnight bersujud? dunia kiamat...' batin semuanya (min Lire)

"to the point, kenapa yang mulia memanggil kami?" tanya Ryukito.

sang Ratu hanya senyam-senyum sendiri yang membuat orang-orang disana bergindik ngeri.

"te-tet-teeereeeet~~~ lihat~~~ aku menemukan peta harta karun~~~ keren bukan~~" ucap sang ratu dengan sifat kekanakan mirip anak kecil nemu uang dijalan (?).

semua yang disana hanya sweadropped.

'kenapa aku mempunyai Ratu yang kaya begini...' batin Lire, Vanilla, Ryukito, Asura, Mira.

'Ratu... kenapa ratu kami bisa mempunyai sifat kekanakan begini' batin Sheiji, Celestia, Anise.

"Harta karun! berburu! berburu!" teriak Rine dan Yuri bersamaan sambil loncat-loncat girang.

"Ratu... kami bertanya kenapa kami dipanggil?" tanya Vanilla.

Ratu yang mendengarnya hanya tersenyum dan menyimpan peta yang ia buat sendiri (?).

"fufufufu..." sang ratu hanya ketawa dan tangannya memegang bibirnya (kaya di komik-komik itu lho)

"?"

"sebenarnya aku memanggil kalian karena..."

~TBC~

Chalice : bersambung dahulu dah... cape...

Vanilla : *sigh* cape... akting...

Chalice : aku mau bertanya, bagaimana aneh? GaJe? bagus? jelek? atau apa? JELASKAAAN~~~ *di tabok Reader karena brisik*

Vanilla : abaikan saja Chalice yang lagi gila.

Yuna : *melebarkan spanduk yang bertulis...*

R

E

V

I

E

W

P

L

E

A

S

E