Chalice : Black Mail 6:

Chaline : ?

Chalcie : ?

Chalica : ?

Chalice : kok Ocku pada kaga ngerti apa yang kumaksud! *kesal*

Chalcie, Chaline, Chalica : *geleng-geleng*

Chalice : maksudnya judul nya!

trio C (?) : *angguk-angguk* oh...

Chalice : baiklah, ini bisa dibilang cerita horror buatan saya, silakan menikmati *bow*

Note : ini tidak ada hubungannya dengan kejadian sebenarnya, cerita ini hanya karangan Chalice, tapi jika beneran ada berati kebetulan, karena Chalice kaga tahu apa-apa #gaploked.

sebelum membaca kusaranin baca note dulu deh...

~ happy Reading~


Pembukaan Chap :

di sebuah rumah yang terkesan mewah.

di sebuah ruangan

terlihat gadis berbaju serba gelap.

"selamat malam semuanya" ucap gadis itu.

gadis itu berambut hitam dan panjangnya sepunggung, matanya merah darah, memakai baju ala gothic.

dan di kepalanya terdapat bunga mawar berwarna merah darah.

"saya akan menceritakan tentang sebuah surat, apakah kalian sering mendapat surat?" tanya gadis itu dengan muka seringai.

"tapi berhati-hatilah jika kalian mendapatkan sebuah surat berwarna hitam" ucap gadis itu lagi dengan seringai.

"karena... itu dapat membuat kalian meninggal" lanjutnya lagi dengan senyuman iblis.

"selamat mendengarkan cerita ku" ucapnya dan menghilang.


Story 1 : Black Mail.


di tengah malam yang penuh salju.

Drap! drap! drap!

"tolong..." terdengar suara rintihan seseorang yang terus berlari.

orang itu masuk ke gang sepi untuk menghilangkan jejak.

"gawat... jalan buntu" ucapnya gemetar.

Tap...Tap...tap...

orang itu mendengar suara langkah kaki berjalan ke arahnya.

bayangan seorang anak kecil yang terus berjalan mendekatinya.

orang itu hanya gemetaran di tempat, sambil memegang sebuah amplop hitam.

"a...ku datang...sesuai...ya..ng dituliskan di surat itu" ucap mahluk yang mendekati orang itu.

"jangan mendekat..." ucap orang itu dengan gemetaran.

mahluk itu langsung mengandah tangannya yang memegang sebuah senjata.

CRAT!

orang itu atau bisa di lihat seorang gadis meninggal sambil memegang sebuah surat.

isi surat itu terbuka dan menampilkan kertas yang tertulis

"kikuno Hanano, pada tanggal 23, desember, tahun 1xxx, jam 12 : 00. saya akan datang ke kamu, untuk mengantarmu kesuatu tempat"


pagi hari di kediaman keluarga Mitsuka.

di sebuah kamar terlihat seorang gadis yang bangun sambil menguap.

"uwaaah, selamat pagi dunia~" ucap gadis itu atau di panggil dengan Miki Mitsuka.

Tuk...

terlihat sebuah surat berwarna hitam jatuh dari ranjangnya ketika dia bangun.

"hmm? surat apa ini?" ucap Miki sambil membuka isi amplop itu.

"Mitsuka Miki, pada tanggal 24 desember 1xxx , jam 12 : 00 , aku akan datang kekamu untuk mengantarkan mu kesuatu tempat"

"dari siapa ya?" ucap Miki lalu dia melihat jendela.

di depan jendela Miki terdapat sebuah rumah (maksudnya tetangga) dan tepat itu juga jendelanya dengan jendela rumah tetangganya dekat.

"jangan-jangan dari Ryu-kun~ soalnya jamnya pas banget dengan tanggal 25~~ jangan-jangan dia mau menembakku , kyaaa~~~ dan jangan-jangan dia mengantarkanku kesuatu tempat yang romantis~~" ucap miki sambil berkya-kya ria.

Miki seorang gadis yang naksir dengan seorang laki-laki yang merupakan tetangganya.

dia mendengar rumor kalau lelaki itu suka dengan sahabatnya, Myuko Kanama.

"aku sudah tahu, Ryuu itu suka denganku bukan Myuko si maniak Kucing itu!" ucap Miki dengan tangan menggempal dan terdapat api membara.

"MIKI~ apa kau sudah bangun? sarapan gih!" terdengar suara wanita memanggil Miki.

"oke, kaa-san~" ucap Miki dan menyimpan surat tersebut di kantungnya dan ia segera kekamar mandi.


saat dia makan, ayahnya menonton berita.

"di jalan xzx terdapat mayat seorang wanita yang berlumuran darah, dipekirakan wanita itu dibunuh saat dia mendapatkan sebuah surat, karena wanita itu memegang sebuah surat yang berwarna hitam, kasus ini sudah menimpa 10 korban, dan kasus ini masih diselidikin"

Miki yang mendengarnya hanya bergumam "wuah, menyeramkan dan wanita itu kasihan sekali"


"Aku berangkat dulu ya, Kaa-san~" salam Miki dan dia segera keluar rumah.

di depan rumahnya terdapat Myuko, sahabatnya. Retsuka, sahabatnya juga dan terakhir Felline.

'cih, si Myuko, aku sudah kaga mengaggapnya teman lagi karena gara-gara dia Ryuu suka dengannya dan membuatku bertepuk sebelah tangan!" batin Miki penuh benci ke sahabatnya.

"Ohayouuu~ , Miki-chan" ucap Felline,Retsuka dan Myuko.

"ohayou" ucap Miki dan melihat Myuko dengan kebencian

Myuko yang dilihat seperti itu hanya diam dengan muka sedih.

mereka berjalan ke arah sekolah.

"eh, tadi pagi kau lihat berita kaga?" ucap Felline.

"iya, soal kasus pembunuhan yang belum di selesaikan kan?" ucap Retsuka.

"kurasa penyebabnya adalah soal mitos Black Mail deh" ucap Felline dengan muka horror.

"B,Black mail?!" ucap Retsuka,Myuko dan Miki ketakutan.

"iya, konon orang yang menerima sebuah surat berwarna hitam, maka pada malam itu juga dia akan dibunuh" ucap Felline.

"ke,kenapa kau bisa berkata demikian, padahal belum tentu dikasus itu , bukan?" ucap Miki dengan gugup.

"lalu, kenapa di berita ada persoalan soal surat? aku yakin pasti ini berkaitan dengan Black Mail!" ucap Felline yakin.

"aku ti,tidak percaya" ucap Miki dengan takut.

Retsuka yang melihat tingkah Miki merasa keganjilan.

"Miki... apa kau mendapat surat itu?" ucap Retsuka

teman-teman dan termasuk Miki kaget dengan perkataan Retsuka.

"umm.. kaga tahu juga, soal tadi pagi aku mendapat sebuah surat berwarna hitam" ucap Miki.

"surat itu ada dimana?" tanya Retsuka.

"ada kok sama aku" ucap Miki dan mengeluarkan surat itu dan menunjukkannya ke teman-temannya.

Retsuka yang melihatnya kaget.

"ada apa , Retsuka. kau kelihatan kaget" ucap Myuko dan Felline

"Miki, bolehkah kupinjam ini? aku akan mensucikannya kalau tidak kau akan mati malam ini" ucap Retsuka sambil hendak mengambilnya.

"apaan sih! aku yakin ini tidak ada hubungannya dengan Mitos itu, aku yakin ini dari Ryuu-kun~" ucap Miki dan menyimpan Surat itu.

"ta,tapi , Miki! aku butuh untuk menghilangkan hawa iblis didalam surat itu, karena surat itu ada-" ucapan Retsuka di potong Miki.

"black mail bukan? alah! kita hidup dijaman apa, kok percaya mitos!" ucap Miki dan pergi meninggalkan mereka.

"aku serius Miki! ini demi kau! apa kau tidak percaya Retsuka si Miko ini!" teriak Retsuka.

"tidak~ aku lebih percaya kalau surat ini dari Ryuu Kanzaki" ucap Miki dan meninggalkan mereka.

"Kau terlalu keras kepala, aku tidak nanggung kalau kau malam ini ketakutan dan meninggal!" ucap Retsuka geram.

"kita buktikan saja" ucap Miki sombong.

"dan malam itu juga saat kau membuktikannya kau sudah mati duluan, miki"

"terserah" Miki meninggalkan mereka dan hilang.


-11 : 56-

"kita buktikan saja, Retsuka!" ucap Miki kesal.

miki hari ini sendirian dirumah karena mama dan papanya musti ke rumah neneknya karena neneknya lagi sakit.

-11 : 57-

"hmm... tinggal 3 menit lagi dan saat itu juga aku akan membuktikannya!"

-11 : 58-

"2 menit lagi"

-11 : 59"

"1 menit lagi... kok... aku ketakutan ya..." ucap Miki gemeteran.

-12 : 00-

SFX : teng! TENG! TENG (suara lonceng jam)

Miki sudah ketakutan

-12 : 01-

"hmm... tidak ada apa-apa, hah! aku yakin itu hanya mitos belaka!" ucap Miki dengan tingkah yang angkuh.

ting! tong!

seketika Miki kaget mendengar sebuah suara bell.

"kaget aku... siapa ya yang membunyikan bell" ucap Miki dan berjalan ke pintu masuk.

"aku yakin pasti si Retsuka, atau tidak Ryuu~" ucap Miki dan segera membukakan pintu.

BRAK!

"RETSUKA! KAU KA-" ucapan Miki terhenti karena...

di depannya terlihat seseorang berjubah.

rambut orang itu hitam dan terdapat merah-merah yang mirip darah, matanya berwarna merah darah dan jubahnya banyak bercak-bercak darah.

"umm... ka,kau siapa ya?" tanya Miki dengan takut.

"aku datang, sesuai dengan tulisan di surat itu"ucap mahluk itu.

Miki yang mendengarnya segera menutup pintu dan lari kekamarnya.

BRAK! CKLEK! CKLEK!

miki menutup pintu dan menguncinya.

"hah! hah! tidak mungkin... ada mahluk seperti itu" ucap Miki.

Tap...Tap...Tap...

terdengar suara langkah kaki yang membuat miki kaget.

"su,suara apa itu..."

Tap...Tap...Tap...

"seseorang tolong..." ucap Mikki ketakutan.

Tap...Tap..Tap...

"oh ya, telepon Retsuka, dia bisa membunuh hantu itu" ucap Miki dan mengeluarkan hapenya dan mencari kontak Retsuka.

Tap..Tap...Tap..

Tuuut...Tuuut...

"ayo angkat-angkat" ucap Miki risih dan takut.

Tap...Tap...Tap...

"argh! kaga ada jaringan! bagaimana ini!" rutuk Miki.

Tap... CKLEK! CKLEK!

terlihat gagang pintu tersebut goyang yang membuktikan mahluk itu mau masuk.

Miki yang berada disana hanya ketakutan dan mencari tempat bersembunyi.

CKLEK!CKLEK!...

Miki terus ketakutan.

setelah beberapa menit hening...

"apa hantu itu sudah pergi?" tanyanya.

PRANG!

terlihat kaca jendela pecah dan disana terdapat mahluk itu.

"KYAAA!" teriak Miki ketakutan.

"aku datang sesuai yang ditulis di surat... aku datang mengantarkan mu kesuatu tempat..." ucap Mahluk itu dan berjalan mendekat ke Miki sambil memegang sebuah pisau.

"ja,jangan mendekat!" teriak Miki dan melempar-lemparkan boneka yang ada didekatnya ke Mahluk itu.

bukannya berhenti mahluk itu berjalan terus sambil menyambet-nyambet boneka yang terlempar ke arahnya dengan pisau tersebut.

nasib boneka itu terkoyak-koyak dan ada yang hancur.

Tap...

mahluk itu tepat di depan Miki.

"to,tolong..." rintih Miki ketakutan.

mahluk itu mengandah tangannya dan...

"KYAAAAA!"

CRAT!

dikamar tersebut terdapat banyak darah...

terlihat Miki meninggal dengan banyak darah, surat yang di kantongnya keluar.


-Morning-

di sebuah rumah (lagi?)

"kasus ini terjadi, ini terjadi di keluarga Mitsuka, sepasang suami istri yang meninggalkan anak mereka sendirian di rumah, menemukan anaknya meninggal dikamarnya dengan keadaan mengenaskan, di dekat gadis itu terdapat surat berwarna hitam, kini sudah terdapat 11 korban, dan kasus ini masih di selidikin pihak polisi"

di meja makan terdapat wanita muda yang sedang makan.

"hah, kasus kaga jelas itu lagi, yang menjadi korbannya kasihan sekali" ucap wanita itu.

di meja wanita itu terdapat Sebuah surat berwarna hitam dan surat tersebut sudah dibuka yang kertasnya bertulis.

"Kanami Kurami, pada tanggal 25 desember 1xxx, 12 : 00. aku akan datang ke kamu untuk mengantarmu ke suatu tempat"


Story 1 : Black Mail -End-


"bagaimana dengan nasib gadis di cerita itu? menyedihkan bukan?" ucap gadis berambut hitam tersebut dengan senyuman iblis.

"aku penasaran siapa yang selanjutnya menjadi korban surat itu" ucap gadis itu sambil memegang sebuah surat hitam.

"fufufu... kelihatannya sudah sampai sini cerita ku, kuharap kalian mau mendengar cerita ku lagi," ucap gadis itu lagi dan menaruh surat itu di meja.

"kak Natsume, kakak belum mengenalkan diri" terlihat gadis kecil berambut hitam kebiruan, bermata berwarna perak, memakai pita di kepalanya yang berwarna hitam, bajunya mirip baju boneka.

"fufufu... aku lupa..." ucap gadis itu lagi.

"kakak..." anak perempuan itu hanya face palm.

"namaku Natsume KageYami, salam kenal" ucap gadis itu sambil memeluk anak kecil itu dengan seringai.

"dan jangan lupa Natsuki KageYami, sang adik." ucap sang anak kecil dengan seringai juga.

dan dua mahluk ini menghilang seketika.

dan ruangan tersebut menjadi banyak bercak-bercak darah.


Chalice : *cengo*

Natsume : *minum*

Chalice : astaga... sumpah saya ngebuat ini malah takut sendiri! *megang kepala dan frustasi*

Natsuki : apa kau baik-baik saja, Chalice-nee? *ngelus-ngelus kepala Chalice*

Chalice : tentu saja, Natsu- *menoleh kearah Natsuki*

Natsuki : ? *kepala berdarah, baju banyak bercak darah, tersenyum*

Chalice : *pingsan karena takut*

Natsuki : Author-san?

Natsume : Natsuki, lebih baik kau jangan menampilkan diri aslimu, itu malah membuat author takut.

Natsuki : oh, oke *wajah tidak berdarah lagi, baju sudah tidak ada darah alias bersih*

Natsume & Natsuki : *menuliskan sesuatu di cermin dengan darah mereka*

REVIEW PLEASE...