My Annoying Cousin

.

By : Gia-XY

.

Disclaimer :

Story, all character (c) Gia-XY

.

Warning :

Krisis kosakata, gaje, gak nyambung (mungkin?), typo, misstypo, DLDR

.

A/N :

Akhirnya setelah sekian lama saya update lagi! Mwahaha! Di chapter lalu memang ada banyak misstypo ata kelalaian saya ._. Saya tegaskan sekarang, nama cowoknya itu Haibara Kanata, bukan Kaitou. Kaitou itu cuma nama percobaan doang (hah?)! Oke deh, happy reading! :D

.

Problem 2

Hashimoto Yuuya

.

.

"...Runa... Haruna... Haruna... Bangun!" panggil sebuah suara.

Kucoba membuka mataku yang masih tertutup ini. Begitu mataku terbuka sepenuhnya yang terlihat adalah sesosok lelaki bermata merah ruby dan berambut coklat. Oh Tuhan, apa ini mimpi? Aku kan tinggal sendiri di kamar mansionku. Kenapa tiba-tiba aku malah melihat cowok di depanku. Mana dia mirip banget sama sepupuku yang nyebelin itu lagi. Eh tunggu... Sepupu?

Srak!

Langsung saja aku terbangun mengingat apa yang terjadi kemarin.

"He, akhirnya kau bangun juga. Ternyata sekarang kau lebih mudah dibangunkan daripada waktu kau kecil dulu," kata lelaki itu mengomentariku dan mungkin setengah (?) meledek.

AKH! Benar juga! Okaa-san kan menyuruh cowok ini, sepupuku, Haibara Kanata, untuk tinggal bersamaku! Sial-sial!

"Lebih baik kau cepat mandi dan sarapan daripada memandangiku begitu. Aku tau aku ganteng makanya kau betah melihatku terus," kata Kanata dengan gaya sok narsis.

Huh! Ganteng darimana!? Aku memang dari tadi menatapnya, tapi bukan karena dia ganteng! Tapi karena aku kesal padanya!

"Cepat mandi Haruna. Atau kau mau aku menyeretmu dulu baru kau mandi?" tanyanya dengan nada memerintah.

"Tanpa kau suruh aku juga tau aku harus mandi, baka!" sahutku sambil pergi mengambil baju seragamku dan pergi ke kamar mandi.

BRAK!

Kututup pintu kamar mandi dengan kencang saking kesalnya.

"Hei! Tutup pintu jangan kencang-kencang dong!" teriaknya dari luar kamar mandi.

"Cerewet! Aku tau! Kau ini berisik sekali!" seruku dengan nada kesal, sangat kesal.

Yah, memang dia belum melakukan kesalahan apapun padaku pagi ini, tapi asal kalian tau saja, aku sangat kesal setiap kali melihat wajahnya! Kenapa aku harus punya sepupu cerewet dan suka sok memerintah gitu sih!? Dari kecil dia selalu saja seperti itu dan mengurusi semua urusanku! Sebetulnya bukan karena itu saja aku kesal, tapi... Ada alasan lain...

~06.15 A.M.~

Aku baru saja selesai mandi. Begitu keluar dari kamar mandi, aku mencium sesuatu yang... Harum... Ini bau makanan. Tapi... Siapa yang masak? Masaka! Masa si Kanata!?

Langsung saja aku menuju ke meja makan. Benar saja, Di meja makan sudah ada 2 piring spaghetti dan terlihat Kanata sedang duduk di depan meja makan.

Aku mengernyitkan alisku.

"Kanata? Apa yang kau lakukan?" tanyaku bingung.

Kalau ada makanan di depannya, kenapa dia tidak makan?

"Menunggumu untuk sarapan," jawabnya.

"He? Kenapa tidak makan duluan?" tanyaku.

"Karena makan sendirian itu tidak enak. Duduklah, itu makananmu," katanya sambil menunjuk piring berisi spaghetti yang ada di seberang spaghetti miliknya.

"Kau tau, kau tidak perlu memasak untukku. Aku bisa masak. Dan ditambah lagi akulah yang cewek di sini," kataku sambil berjalan dan duduk di kursi di seberang Kanata.

"Tapi akulah yang lebih tua di sini, dan aku sama sekali tidak keberatan memasak untukmu. Lagipula aku meragukan rasa masakanmu," katanya dengan nada menyindir.

Cih! Sekali menyebalkan tetap menyebalkan! Kuakui kalau saat aku kecil dulu, masakan buatanku bisa saja membuat orang pingsan dan masuk rumah sakit selama seminggu lebih! Tapi heiii! Masakanku sekarang jauh berbeda dengan dulu! Dia saja yang belum pernah merasakan!

"He? Kau meragukan rasa masakanku? Asal kau tau saja, rasa masakanku sekarang bisa membuatmu ketagihan tau!" kataku kesal sambil duduk dan memakan spaghetti bagianku.

"Rasa masakan tidak menjamin keselamatanmu. Contohnya mi instan," katanya dengan nada mengejek.

"Tidak perlu khawatir, masakanku aman dan sudah banyak yang memakan masakanmu. Dan buktinya, mereka tidak mati kok," kataku.

"Tidak mati, hanya pingsan," katanya masih terus berusaha mengejekku.

Twitch!

Muncul sebuah kedutan di kepalaku.

Menyebalkan.

"Kau perlu bukti? Masakanku benar-benar aman tau!" kataku kesal sambil menggenggam sumpit yang sedang kugenggam saat ini dengan sangat kuat saking kesalnya.

"Iya-iya, aku percaya. Aku kan cuma bercanda, tidak usah sampai sekesal itu juga dong. Nanti kau cepat tua loh. Dan kalau kau bicara sambil makan begitu, kau bisa tersedak," katanya santai sambil terus menyantap makanan di depannya itu.

"Kau juga makan sambil bicara," kataku membela diri.

"Tapi setidaknya aku tidak bicara sambil mengunyah makananku," katanya.

"Ya-ya, terserah apa katamu," kataku sudah tidak peduli lagi.

Yang penting sekarang makanan ini cepat habis dan aku secepatnya berangkat sekolah, jadi aku tidak usah melihat wajahnya lagi.

"Aku selesai," kataku sambil meminum air mineral di sebelahku lalu meletakkan piring bekas makanku ke dapur dan mencucinya.

"Aku berangkat duluan. Nanti cuci piringmu sendiri, atau letakkan saja di dapur biar nanti siang aku yang cuci. Nah, kalau begitu, ja," kataku sambil beranjak keluar rumah.

"Ja, Haruna," balasnya pelan.

~Ikuhoshi Koukou~

~06.40 Α.M.~

Hari ini hari pertamaku masuk 2 SMA, jadi sekarang aku masih perlu melihat di mana ruang kelasku. Saat ini, aku berdesak-desakan dengan murid lain di depan papan pengumuman.

"Namaku, namaku, aha! Itu dia!" seruku saat melihat namaku di deretan kelas XI-B.

Sebelum pergi dari sana, aku mencari-cari sebuah nama di deretan kelasku. Semoga ada! Semoga ada! Oh yeah! Ada! Dia sekelas denganku tahun ini! Thanks God!

Aku langsung buru-buru berlari ke kelas baruku dengan wajah riang. This will be the best year ever!

~XI-B~

~06.45 A.M.~

Begitu masuk ke dalam kelas aku langsung mengedarkan pandanganku ke seluruh ruang kelas. Begitu menemukan sosok yang kucari, aku langsung melangkahkan kakiku kearah orang itu.

"Ohayou, Yuuya-kun!" sapaku kepada seorang lelaki berambut pirang bermata hitam onyx yang sedang duduk di mejanya, Hashimoto Yuuya, orang yang saat ini kutaksir.

"Ah, ohayou, Haruna-chan. Ternyata kita sekelas tahun ini," balasnya sambil tersenyum lembut kearahku.

Ya Tuhan! Tampan sekali!

"Iya, kau benar," kataku.

Lalu kulihat kearah tempat duduk di sebelah Yuuya-kun. Yes! Lucky! Belum ada orang yang duduk di sebelahnya! Langsung saja kuletakkan tasku diatas meja itu dan duduk di kursinya.

"Em, aku boleh kan duduk di sini?" tanyaku malu-malu.

"Tentu saja, itu kan hakmu. Belum ada orang kok di sana," kata Yuuya-kun.

"Ah, arigatou," kataku sambil tersenyum.

Oh yes! Yes! Aku dapat tempat duduk di sebelahnya! Yuhu!

Kalau kalian tanya kenapa aku sukanya padanya, akan kujawab. Sampai sejauh ini, dia tipeku banget! Cowok ganteng, baik, kalem, banyak teman, lumayan banyak yang suka lagi! Yah, aku tau dia tidak akan mungkin suka pada cewek tomboy sepertiku. Memang penampilanku tidak seperti cewek tomboy, tapi kalau kalian liat kelakuanku... Pasti kalian percaya kalau aku tomboy! Salah satu contohnya kamarku yang berantakan kemarin. Walau ada tamu yang berkunjung ke kamarku pun aku tetap tidak akan merapikan kamarku! Yah, pengecualian kalau misalnya Yuuya-kun yang datang ke rumahku suatu hari nanti. Lalu, kalau cewek-cewek seusiaku saat ini sukanya dandan dan membeli barang-barang lucu, yah pokoknya melakukan sesuatu yang benar-benar terlihat feminine deh, aku malah lebih memilih untuk berolahraga atau melakukan sesuatu yang memperlihatkan kalau aku ini adalah seorang cewek tomboy.

"Kinoshita!" panggil Koharu-sensei yang sedang mengajar di depan kelas.

Gawat! Daritadi aku bengong dan tidak memperhatikan pelajaran!

"Ah! Ya sensei!?" Sahutku agak kaget.

"Tolong jawab pertanyaan yang baru saja kita bahas!" Perintahnya.

Gawat! Dari tadi aku bengong! Duh! Pertanyaan apa!?

"Halaman 5 nomor 3," kata sebuah suara di sebelahku.

Yuuya-kun! Dia membantuku!

"Ah, er, komponen-komponen yang menyusun sel adalah air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat," jawabku sambil membaca nomor rangkuman yang diberitahukan Yuuya-kun.

"Bagus, kau benar. Aku akan memberikan tambahan poin untukmu di ulangan nanti," kata Koharu-sensei, lalu kembali melanjutkan pelajaran.

Fiuh! Yokatta!

"Arigatou Yuuya-kun!" Kataku pada Yuuya-kun yang duduk di sebelah mejaku.

"Ya, douita," katanya sambil menunjukkan senyuman khasnya.

Kali ini aku harus berterima kasih pada diriku sendiri dan Koharu-sensei. Untung tadi aku bengong dan dipanggil Koharu-sensei, jadinya Yuuya-kun membantuku deh!

~Shinku Mansion~

~Room 105~

~03.00 Ρ.M.~

Hah, sudah pulang sekolah...

Rasanya hari ini berlalu dengan cepat. Untung Kanata belum pulang kuliah!

Aku lalu melangkahkan kakiku menuju ke dapur. Niatku sih mencuci piring yang Kanata pakai tadi pagi, karena kupikir Kanata tidak mencuci piringnya. Ternyata aku salah, sama sekali tidak ada piring kotor di dapur, dia mencuci piring dan bahkan gelas-gelas yang belum sempat kucuci.

"Kenapa berdiri diam begitu Haruna?" tanya sebuah suara dari belakangku.

Sontak aku langsung menengok ke belakangangku. Kanata! Bukannya harusnya dia pulang jam 5 sore!?

"Ka-Ka-Kanata!? Ke-Kenapa kau di sini!? Bukannya harusnya kau baru pulang jam 5 sore!?" tanyaku masih agak kaget.

"Hari ini kan hari pertamaku kuliah, jadi kami hanya sekedar pengenalan lingkungan saja, yah, bahasa kerennya OSPEK. Ups, anak kecil sepertimu pasti tidak mengerti OSPEK," kata Kanata mengejekku.

"Uh, aku tau kok! Sama saja dengan MOS kan!?" kataku kesal.

Enak saja dia menganggapku gadis bodoh! Gini-gini, aku juga tau OSPEK itu apa!

"Ho, ternyata kau tau ya?" katanya dengan senyum seakan meremehkanku.

Sial! Sial! Sial!

Aku benci Kanata!

"Grhhh! Kau ini! Kuusir baru tau rasa!" kataku mengancamnya.

Huh! Apa dia lupa kalau dia cuma menumpang di sini? Aku sebagai pemilik kamar tentu saja bisa mengusirnya kapanpun!

"He? Jadi kau tidak keberatan kalau Hashimoto Yuuya mengetahui keadaan kamarmu yang kemarin itu?" tanyanya sambil tersenyum iseng.

Apa? Oh iya! Ya ampun! Kenapa aku bisa sampai lupa!? Foto itu!

"Di-Dia kan belum tentu percaya kalau itu kamarku!" seruku agak terbata-bata.

"He? Yakin? Coba kau lihat dulu," katanya sambil menunjukkan foto di handphonenya padaku.

Itu foto kamarku kemarin! Aku merebut handphone itu dari tangan Kanata. Terlihat sesosok gadis berambut pirang dengan rambut terikat satu kebelakang dan bermata hazel berdiri dengan raut wajah kesal di kamar dengan kesan sangat berantakan yang di dalam foto itu. Ya, itu aku dan kamarku. Sial! Ternyata dia ikut memotretku!

Aku buru-buru memencet sebuah tombol paling atas kiri di handphone itu. Baru saja aku mau mencari tulisan 'Delete', kanata sudah angkat bicara.

"Percuma kau menghapus fotonya, aku sudah mengopy foto itu ke laptopku, bahkan ke flashdiskku juga," kata Kanata dengan santainya.

Apa!? Sial! Orang ini memang menyebalkan!

Baiklah, kuralat semua kata-kataku tadi, yang benar adalah, dia sebagai seorang Haibara Kanata yang dapat melakukan apapun, bisa mengancamku setiap saat sebelum aku mengusirnya dari kamar mansionku.

Ya Tuhan, kenapa aku harus punya Roommate semenyebalkan ini!?

"Kau menyebalkan," kataku dengan nada kesal sambil meraih tangan Kanata dan mengembalikan handphone yang tadi kupegang kembali ke tangan pemiliknya.

"Sudah kubilang kan dari dulu? Aku akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang kuinginkan," katanya sambil tersenyum penuh kemenangan.

"Ya-ya, terserah kau saja. Sekarang kau sudah mendapat apa yang kau inginkan kan? Tetap tinggal di kamar mansion seorang Kinoshita Haruna dan dapat menyusahkannya setiap waktu," kataku dengan nada cuek lalu berjalan menuju ke kamarku.

"Aku tidak pernah bilang aku ingin menyusahkanmu. Kalau aku ingin menyusahkanmu, bisa saja kan sejak awal aku menyuruhmu yang macam-macam?" tanyanya dengan nada meyakinkanku.

"Lagi pula kalau memang iya aku ingin menyusahkanmu, untuk apa?" tanyanya lagi.

Aku menghentikan langkahku lalu menengok ke arahnya.

"Untuk apa? Kau tau sendiri kan? Mungkin untuk balas dendam atau mungkin iseng karena kurang kerjaan gitu," kataku dengan nada mengejek lalu kembali meneruskan langkahku menuju ke kamarku.

Brak!

Aku menutup pintu kamarku lalu merebahkan diriku ke atas kasur.

Melelahkan...

Aku harus bertengkar seperti ini dengannya setiap hari?

Haibara Kanata, dia memang orang yang sangat menyebalkan. Setidaknya itu pendapatku untuk saat ini...

.

.

Tsuzuku

.

A/N :

Sekian untuk chapter 2, nah, sekarang saya akan membalas review kalian :D

.

miss-mornigndew :

Ini update kilat bukan ches? ._. Gak sampe sebulan sih, mwahaha! Maaf atas misstypo chap lalu, lu tau kan nama yang benernya? Udah gue kasih tau di BBM dan di atas. Haibara Yuuya! Mwahaha! Thanks for review!

.

Litte Yagami Osanowa :

Tapi kan Litte-chan tetap bantu! Ahaha! Chapter awal kan cuma semcam prolognya doang Lit, makanya pendek. Chap ini udah panjang kan? Oh, Baka to Test! Ane tau tuh! Tapi ga pernah nonton ._. Ane juga suka lagu Magnet! Ahaha! Thanks for review Litte-chan!

.

Nina Tanalina :

Namanya Kanata. Maaf atas banyaknya misstypo di chap lalu karena kelalaian saya! (_) Soalnya nama awalnya Kaitou, samacam buat nama percobaan, asal ketik yang penting ada nama, soalnya kalau gak ada namnya saya gak bisa lanjut ngetik rasanya, ahaha! Thanks for Review! :D

.

fetwelve :

Sudah gue duga lu bakal berpikir pedofil! Mwahaha! Kalau soal romance, silahkan lihat sendiri, hehehe... *Senyum licik* Tenang saja, nih fic bakal gue lanjutin sampe slesai! Hwahahaha! Thanks for review Mi-chan~ :D

.

sandara park :

Eh? Novel? Ada apa dengan novel? Apa jangan-jangan cerita ini ada kesamaan dengan novel yang pernah anda baca? Tapi cerita ini murni pikiran saya kok! Tenang saja! Soalnya nih author juga kurang demen baca novel ._. Thanks for review! :D

.

A/N :

Arigatou buat yang udah baca chap 2 dan juga untuk yang sudah mereview! Kalau masih berkenan untuk membaca, silahkan tunggu chap 3! :D