Aku Menunggumu Pulang

© Alitheia

;

Aku menunggumu, aku menunggumu pulang
Saat kau telah selesai berjuang
dengan seragammu yang telah usang
dan kau tak lagi meradang

Aku tahu, Sayang, aku tahu
Saat kau menyongsong desingan peluru
dan udara yang dikotori bau mesiu
kau akan terlepas dari genggamanku

Citramu mengikuti mimpiku
dan anganku dipenuhi dirimu
Orang-orang itu, Sayangku
Jeritan mereka menghantuiku

Aku menunggumu, aku menunggumu pulang
Saat kau telah selesai berjuang
dengan tanganmu yang ternoda arang
dan amarahmu telah berkurang

Tubuh-tubuh terempas ke tanah
Lalu membeku dalam genangan merah
Luka dibasuh hujan basah
Dan ratapan mereka berbisik, apakah aku bersalah?

Abu membumbung ke angkasa
yang dipenuhi burung besi raksasa
Bahkan deruman mereka pun seakan bertanya,
apa inti dari semuanya?

Aku menunggumu, aku menunggumu pulang
Saat kau telah selesai berjuang
dengan darah dan tulang
dan akhirnya kita pun bisa tenang

Aku berlari ke pintu setiap kali bel berdentang
Berharap itu adalah kau yang datang
dengan senyum terkembang
dan tangan terentang

Tapi hanya ada orang lain di sana
yang berdiri dengan mata hampa
Kenapa surat-suratmu tak pernah kuterima?
Kenapa sedikit pun kabar tak pernah ada?

Aku menunggu, aku menunggumu, Sayang
Saat kau telah selesai berjuang
dalam bencana manusia bernama perang
Tapi kau tak pernah pulang


A/N: Ide awalnya ini dimaksudkan untuk seseorang yang susah banget disuruh pulang (lagian kelayapan mulu sih luuu :p), tapi entah kenapa malah melenceng jauh dan jadinya begini; mungkin otak sayanya aja yang pikirannya angst mulu. ._. #ngik (Dan masih sedikit banget yang nulis poetry buat war dalam Bahasa Indonesia. T_T)