One Little Problem

© Alitheia

;

Putih matanya menatapku kosong
Layaknya genangan mati di susu basi
Begitu dingin dan buta
Menembus masuk ke setiap jiwa

Kepalanya miring ke satu sisi
Titik merahnya mewarnai pipinya yang pucat pasi
Tangannya tergeletak di sisi badan
Seakan menengadah memohon pengampunan

(Dan ia memang sempat memohon pengampunan
yang seharusnya sudah sejak lama ia lakukan)

Aku duduk di pojok ruangan
Memeluk lutut dalam keheningan
Pisau berdarah tergenggam di tangan
Menatap ke depan dengan kepuasan

Kebencianku telah terhapus oleh darahnya
hilang, layakya nyawa ke angkasa
Namun kini, hanya satu masalah yang tersisa
Di mana aku akan menyembunyikan tubuhnya?


A/N: Oke, ini absurd, dan saya mulai gila.