Dengan senang hati, akan ku nyanyikan satu lagu untukmu,

Sahabatku yang terbaik, temanku yang setia

Petikan gitar mengalun lembut, mengiringiku

Ingin kalian dengar, berharap kalian suka

.

.

.

Tapi, aku tak mengerti,

Mengapa kalian pergi menjauh, meninggalkanku

Menenggelamkan rasa senangku, menarikku dalam kesedihan

Aku tahu, kawan,

Kalian tidak sadar atau mungkin aku yang terlalu berlebihan

.

.

.

Namun,

Rasanya terlalu menyakitkan, terlalu menyesakkan

Saat ku bicara, kalian mengabaikan,

Tak ada yang mendengarkan, tak ada yang menyahut

Saat ku datang, kalian pergi

Tak ada yang menyambut, tak ada yang menghampiri

.

.

.

Aku tak tahu apa salahku, apa yang kulakukan

Uluran akar itu terus menyeretku, rasa terabaikan itu

Kenapa? Kenapa?

Bersatu dalam debu, nyaris menghilang

Adakah yang sadar? Adakah yang akan mencari?

Aku ragu, aku terlalu tidak yakin

Adakah?

.

.

.

Tentu saja,

Impian itu masih ada, harapan untuk itu masih ada

Karena lebih dari setengah kebahagianku,

Hanya berada diantara kalian, bersama kalian

.

.

.

Kau tahu?

Aku menemukan berlian raksasa,

Yang terbesar dan paling bersinar di hidupku

Dan kini, sinar itu meredup

Ku harap sinar itu kembali seperti semula

.

.

.

Seperti kalian,

Kembali disisiku, bersamaku

Memenuhi jiwaku dengan senyum mu

.

.

.

.


(Curcol Author)

Waktu pertama kali nunjukin puisi ini ke temen yang lagi bermasalah sama sahabatnya, dia langsung nangis...

Saya jadi merasa bersalah... T^T