kau tak perlu membuka tirai lama itu.

harusnya kau tahu kalau aku mencintaimu.

kita sudah dewasa, aku bukan anak kecil lagi.

kau memang perlu tahu,

"aku mencintaimu."

Bukankah kau masih ingat ketika kita bermain, tidak, ketika kita berkelahi dibelakang rumah kakek? Ya, seharusnya kau masih mengingatnya. Tidak, walaupun sebenernya aku tidak mau kau mengingatnya. Aku minta maaf.


Kita memang saudara—tapi ini tak bisa membatasi rasa cintaku padaku, kau tahu? Bodoh. Haha, tentu saja aku hanya bercanda!

Bibirnya mengembangkan senyum ketika membaca surat dari adiknya. Mengepalkan tangannya sembari berkata pelan "padahal aku menyukaimu."


(Tangerang, 24012013)