.

Ibu, Dengarkan Aku

[Nina Tanalina]

.


.

Ibu,

Aku tidak ingin seperti ini

Aku tidak ingin terus diselimuti,

oleh perasaan dosa

Yang terus mewarnai hatiku

.

Aku bukan 'anak durhaka', Ibu,

bukan

.

Aku hanya ingin Ibu mendengarkan,

rintihanku,

rintihan 'anak tercinta' Ibu

.

Aku tidak suka dibeda-bedakan, Ibu

Apalagi dengan mereka,

mereka yang bukan tandinganku

.

Aku berbeda, Ibu,

aku berbeda

.

Aku hanyalah gadis biasa

Yang lemah, tidak bisa berbuat banyak

Aku hanya bisa merintih dalam hati, Ibu

Bersikap tegar, seolah-olah tak ada yang terjadi

.

Padahal hatiku hancur, Ibu

Selama ini aku menanggung semuanya,

sendiri, Ibu

Sendiri

.

Tahukah Ibu akan hal itu?

.

Aku merasa selalu sendirian, Ibu

Padahal wanita yang kusebut sebagai "Ibu",

Selalu 'tertangkap' oleh kedua bola mataku

.

Aku hanya ingin Ibu mendengarkan,

bahwa aku tidak bisa terus begini, Ibu

.

Aku lelah, Ibu

Aku sudah sangat muak

.

Pantaskah aku menganggapmu Ibu,

menyebut dirimu sendiri sebagai Ibu?

Pantaskah kau membeda-bedakan aku?

Pantaskah kau menentukan masa depanku?

Pantaskah kau mengekangku,

merebut kebebasanku?

Pantaskah kau,

menyebutku sebagai anakmu?

.

Ah, aku tahu, surga di telapak kaki Ibu, 'kan?

.

Aku tidak mau menjadi 'anak durhaka', Ibu

Jadi aku hanya bisa diam,

menyebunyikan realitas yang sebenarnya

Lagi-lagi aku menanggung semuanya, Ibu,

sendiri

Sendiri lagi

.

.

[195 words, 1261 characters with spaces, 1104 characters no spaces.]


A/N:

Yosh! Puisi! Udah lama ganulis puisi! Btw, ini kutulis waktu pelajaran Kimia di sekolah. Keren nggak, tuh? /slapped

Oya, btw, soal semua fict-ku, tenang aja semuanya pasti bakal di-update, tapi nggak sekarang, nggak bisa cepet. Taulah, anak sekolahan, apalagi SMA, udah seabreg tugasnya. Mana klub ekskulku mau lomba, lagi. *pundung di pojokan*

Yosh, saya usahakan bulan depan update semua! Plus ada satu fict baru yang bakal nongol di My Stories-ku! xD

Matta ashita, jaa nee~