Author:Halo Mina! Kembali bersama Kisasa dific Gaje ini. Fic ini berada di Jepang jadi ada jepang-jepangnya. Baiklah tanpa basa-basi lagi Lets reading!

WARNING:Banyak Typo,GaJE,Abal,Ancur,Alurnnya aneh
Rated:K+ Bisa berubah seiringnya waktu


HAPPY READING! ^^

Di malam yang uadaranya menusuk tubuh. Di tepi sungai yang bersih dan jernih,terlihat sesosok manusia menatap langit dengan pandangan yang menerawang jauh. Mengingat memori-memori indah yang ada di benaknya.

-FLASHBACK-

Pagi yang indah dan sang matahari baru menampilkan sedikit sinarnya. Di Kyoto yang berada di Japan. Lebih tepatnya di lorong lantai 2 Kyoto Junior High School. Terlihat pemuda berambut merah kecoklatan sedang berjalan menuju kelasnya dengan santai.

"Pagi mina!" Sapa Sesosok pemuda berambut merah kecoklatan dan memiliki warna mata kuning kepada orang-orang yang berada di kelasnya.

"Heh,pagi Ryu!" Sapa balik seorang pemuda berambut biru langit dan mempunyai warna mata aquamarine. Sambil tetap memandang luar jendela.

". . ." Sedangkan seseorang lainnya yang memiliki mata dan rambut berwarna hitam memandang pemuda berambut merah kecoklatan tersebut dengan takjub.

"Ck,bisakah kau tidak melihatku seperti itu Yuri?" Kata pemuda berambut merah kecoklatan yang merasa risih.

"Heh,tak biasanya kau berangkat sepagi ini."

"Seharusnya aku yang mengatakan itu karna kau itu kan pemalas." Kata (baca;Sindir) Pemuda berambut merah kecoklatan a.k.a Ryu Kagaya.

"Ck,kalau berlama-lama dirumah aku bisa mati. Bukankah kau juga biasanya telat." Kata (baca:sindir) pemuda berambut hitam a.k.a Yuri Kurogane.

"Huh. Hei Yu,kau melihat apa?"

". . . Tentu saja lihat keluar jendela, apa kau tidak lihat? Jangan-jangan matamu mulai rabun yah." Sindir Pemuda berambut biru langit a.k.a Kazusa Kazeki.

"Huh, tentu saja mataku masih normal." Kata Ryu kesal. "Hei Yur-"

"Grook..." Tiba-tiba terdengar suara yang menyela perkataan Ryu.

"Yah,nih anak malah tidur." Kata Ryu sambil mencoret-coret muka Yuri.

"Hehehe... Gini kan bagus." Katanya setelah melihat hasil karyanya. "Kazu,kita ke kantin aja yuk. Sebelum ada yang ngamuk."

"Malas." Kata Kazusa singkat-padat-jelas.

'Kenapa aku punya sahabat-sahabat kaya mereka sih?' Batin Ryu sambil pundung di pojokan dan menggaruki lantai kelas.*Author:Ck,ck,ck kasian tuh lantainya.*

"Pagi Mina! Hari yang cerah untuk beraktivitas!" Seru seseorang berambut merah kebiruan a.k.a Nei Kagaya dengan riang,sambil duduk di bangku depan. Diikuti oleh seorang berambut merah kekuningan a.k.a Mei Kagaya.

"Ng? Bukannya kalian kelas 1?" Tanya Kazusa heran. Sedangkan Yuri masih tertidur di belakang Kazusa. Ryu? Oh,jangan tanya begitu melihat mereka datang,Ryu langsung pergi ke kantin sendiri.*Author:sekedar info Ryu takut sama Mei.*

"Kita lompat kelas! Sama Yukari dan Rena juga loh..." Balas Nei riang gembira dan sekarang lagi asyik ngobrol sama Kazusa. Uhm-lebih tepatnya mengganggu Kazusa.

'Tau gini aku gak akan nanya deh' Batin Kazusa yang kewalahan menghadapi Nei *Author:selamat menikmati masa indah itu... /Kazusa:*siap-siap nebas author*/ Author:*kabur**

"Aku Menang!" Seru seseorang tiba-tiba. Yang dapat diketahui bernama Yoga Will.

"Curang!" Teriak seseorang (again) a.k.a Wen Megano kepada Yoga.

"Apanya yang curang. Kan tadi aku dah menang. Nanti jangan lupa traktir aku loh..." Wen hanya menghela nafas pasrah.

"Yuri-ni!" Teriak sesosok perempuan berambut hitam pekat a.k.a Yuna Kurogane,yang sontak membuat semua kaget. Sedangkan perempuan dibelakang Yuna a.k.a Kazuna Kazeki menutup telinganya.

"Hoahm... Ada apa sih?" Tanya Yuri yang setengah sadar.

"Ada aku." Balas Yuna cepat.

"Ng? Eh,Yuna? Kau sudah datang yah..." Kata Yuri gugup.

"Tentu saja. Dan kenapa tadi Yuri-nii langsung pergi ke sekolah pagi banget. Padahal aku mau mbedah Yuri-nii sebelum ke sekolah." Kata Yuna yang langsung bicara non stop. Yuri terlihat pasrah dengan nasibnya itu.

". . ." Yuna tiba-tiba menjadi diam.

"Ng? Ada apa Yuna? Kok diam?" Tanya Yuri yang bingung.

"Bwahahahahhahah... Kenapa tuh mukamu,Yuri-ni. Kau terlihat seperti badut! Ahahahaha..." Kata Yuna sambil menunjuk muka Yuri yang ganteng(?) *Author:Hoekz*muntah*/ Yuri:Siap nebas author**. Sontak semua murid yang mendengarnya melihat ke arah Yuri.

"Bwahahahahahaha... Ada Badut dadakan!"

"Ng?" Yuri terlihat bingung.

"Bwahahaha liat aja nih di kaca!" Kata Yukari sambil memberikan kaca kecilnya. Yuri mengambil kaca itu dan melihat pantulan wajahnya.

1 detik...

2 detik...

3 detik...

"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! Wajahkuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu!" Teriak histeris Yuri.

Setelah menghapus riasan(?) di wajahnya. Yuri berfikir siapa yang melakukan ini.

Teng! Teng! Teng!

Bunyi bel KJHS berkumandang(?) dan serentak semua murid segera memasuki kelasnya masing-masing.

"Ohayou mina!" Sapa Ryu kesekitar anak-anak cowok.

"Mmmm Ini hanya perasaanku atau memang ada sesuatu memiliki aura menyeramkan di belakangku yah..." Tanya Ryu ke all boys.

"RYU~"

'Deg! Gawat,jangan-jangan...' batin Ryu sambil menoleh ke belakang dengan gugup.

"Y-ya?"

BUAGH
DUAGH
BUGH
PLASH

Yang terakhir adalah suara Ryu yang hampir terkena tumpahan ranjau ember berisi air dari Mei.*Mei:Ck,sedikit lagi/Author:*sweatdrop liat kelakuan mei.**

"Ampun putri, saya khilaf!" Kata Ryu kehilangan akal sehatnya ke Yuri. *dihajar Ryu & Yuri*

"Tiada ampun bagimu lagi pangeran,kau sudah menyakiti hatiku." Kata Yuri sambil memegang dadanya(?).

"Hamba khilaf putri,maafkan hamba..." Mata Ryu mulai berkaca-kaca.

"Maaf pangeran,aku tidak bisa menerimamu lagi." Yuri membuang muka.*author:dibuang kemana tuh*

"Tunggu putri!"Ryu memegang tangan Yuri.

"Apa lagi pangeran? Aku sudah tak bisa menerimamu."

Semua murid langsung sweatdrop berjamaah. Kecuali Mei yang sudah muntah-muntah. Dan Rena yang asyik merekam adegan itu dengan hpnya.

"KYAAAAA Ryu dan Yuri ternyata pasangan YAYOI!" Jerit Rena senang sambil terus merekam.

"Hah?!" Gumam kedua pemuda itu tak mengerti.

Yuri melihat ke arah tangannya "GYAAAAAAA Apa yang kau lakukan Ryu!" Jerit Yuri sambil menarik kembali tangannya.

"Hah?" Rupanya Ryu masih belum connect.

"Lihat! Bagus kan?" Kata Rena sambil memberikan hasil rekamannya ke Ryu.

"Apa sih?"

1 detik...

2 detik...

3 detik...

"GYAAAAAAAAAA APA-APAAN INI! AKU BUKAN YAYOI! APA LAGI SAMA YURI!" *Author:capslocknya keblabasan*

"Apa anda memanggil saya Kagaya-san?" Tanya seseorang.

"Ti-tidak sensei." Jawab Ryu masih agak syok.

"Bukankah tadi anda memanggil saya dengan sangat keras? Tanya saja sama teman-teman anda!" Kata (baca:bentak) Sensei itu.

Ryu melirik ke semua teman-temannya dengan pandangan memelas.

Tuk... Tiba-tiba ada selembar kertas jatuh di atas kepala Ryu.

'Salahmu teriak keras banget, pake ngomong Yayoi juga. Yay'oi-sensei itu kan killer banget. -You sister-'

Hm,ternyata tanpa disengaja Ryu yang bicara membahas yayoi disalahdengarkan(?) menjadi Yay'oi oleh sensei ter-killler.

"I-itu sensei. Ah,siapa yang ada di belakang sensei?" Ryu mendapat ide saat melihat ada seseorang dibelakang Yay'oi-sensei.

"Ah,benar saya lupa. Ayo anak-anak duduk di tempat duduk masing-masing." Perintah Yay'oi-sensei.

"Perkenalkan dia teman baru kalian." Semua murid-murid berbisik-bisik,sedangkan murid cowok menatap kagum.

Terlihat seorang perempuan berambut panjang berwarna hitam. Juga memiliki mata semerah darah. Dan memakai bando dengan hiasan bunga mawar berwarna merah darah.

"Namaku Natsume KageYami. Aku pindahan dari Kyushu. Mohon bantuannya."

"Natsume kau duduk dengan,Heiy kau perempuan berambut pirang,siapa namamu?"

"Eh,Aku kan Yuka Dekken sensei. Murid tercantik di sekolah ini. Masa gak tau sih?" Jawabnya dengan kesal sekaligus narsis.

"Narsis!" Teriak all girl kecuali Mei yang biasa saja dan Nei yang gak tau lagi ngomongin apa.*author:Polos banget sih *sweatdrop**

"DIAM! Baiklah Kageyami-san silakan anda duduk dengan Dekken-san." Ucap Yay'oi sensei mempersilakan Natsume duduk.

"Baik-sensei."

"Kenalkan namaku Yukari Dekken perempuan tercantik di sekolah ini." Yukari berkata dengan cukup narsis.

"Natsume." Jawabnya dengan nada yang datar.

'Mirip sama Mei.'Batin Yukari sweatdrop

TBC


Author:YEY! Update!

Mei:Bukannya melanjutkan ficmu yang satu lagi

Ryu:*menatap horror ke author* Kenapa aku tetep dinistain? Kenapa aku gak jadi utama?

Yuri:*ikut natap horror sekaligus nyiapin senjata ke author* Kenapa aku dinistain juga?

Author:*ngeri ngliat Yuri & Ryu* ehm kata pembuat Yuri kau boleh kunistakan kok! *ngacir*

Yuri & Ryu:*ngejar author*

Nei:Lo? kok authornya kabur?

Mei:Ini ada pesan

Nei:"Maaf Kalau ada kemiripan,ceritanya GaJe,Abal,banyak Typo bertebaran,kurang jelas,GENREnya gak cocok,Humornya kurang kerasa karna itu adalah kebiasaan saya yang susah hilang T.T Mohon Reviewnya dan Arigato sudah membaca fic ini."

Nei:intinya REVIEW ya MINA!