Chalice : *besembunyi di balik pot bunga(?)*

Reika : *sweadropped*

All my OC : *sweadropped*

Ichii : ngapain sembunyi di sana , Chalice?

Kaede : *ngebawa selang air* misi, aku menyiram bunga, chalice...

Chalice : *diam saja*

All : ?

Chalice : *langsung down*

All : ?

Chalice : baiklah! Lewatkan masa-masa depressi ini! Luna notenya! dan warningnya!

Reika : ?

All : ?

Chalice : Reika!

Reika : oke... *ngambil sebuah kertas dan membacanya* cerita ini milik author makanya nih cerita super gaje, dan diharapkan jangan memplagiatkan.

Ruciel : mana ada orang mau memplagiatkan cerita mu yang gak jelas itu,chalice *makan permen*

Kai : seratus jempol untuk Ruciel~

Chalice : grr...

Warning : GaJe,hati-hati atas penularan penyakit sarap author, Sarap, Aneh, gak nyambung, alur kecepatan,Typo dan syarat EYD tidak di penuhi.

~Happy Reading~


Prologue : di benua Xillia terlihat sedang musim dingin,

BRUK!

Di sebuah mansion yang besar.

"mama/tante, Mama/tante..." terdengar 2 suara anak kecil memanggil seorang wanita.

"ada apa, Reika?Ruciel?" tanya seorang ibu kepada 2 anak kecil itu.

"ada anak kecil pingsan di halaman belakang" ucap gadis kecil berambut oren kekuningan dengan 2 pita berwarna kuning diikat di rambut kanan kirinya.

"benar, dan dia dalam keadaan parah, berdarah!" ucap gadis yang satunya lagi dengan rambut yang sama dengan saudaranya cuman rambutnya yang kedepanan (bukan poni cuman rambut yang di depan telinga itu kalau gak salah jambang ya?*author langsung di tebas* ) di iikat pita biru.

"oh ya? berati kita harus memberikan pertolongan pertama, dimana dia?" tanya sang ibu.

"ikut kami ,mama/tante" dan dua anak itu menarik ibunya

-Di Tempat yang dituju-

Terlihat seorang anak kecil berambut hitam kebiruan sedang pingsan diatas salju yang hampir berwarna merah karena darah anak itu.

"kenapa dia bisa ada disini ya? padahal mansion ini di gerbang dan dilarang orang luar masuk" tanya gadis ber pita biru itu.

"mungkin , di tempat nya terjadi sesuatu dan ada kemungkinan dia di teleport untuk menyelamatkannya" ucap sang ibunda sambil bergaya berpikir "ayo kita tolong dia" lanjut sang ibu lagi.


-Chapter 1 –


-7 tahun kemudian-

"hei, Ichiii! Bangun! Kau sampai kapan tidur di dalam kelas?!" terdengar suara perempuan membangunkan temannya yang tertidur di atas meja.

"huh? Aku ketiduran" ucap lelaki bernama ichi itu bangun dari mimpi indahnya.

"selamat pagi,Ichi~" sindir gadis itu.

"pelajaran kelima sudah selesai dan sekarang saatnya pulang" ucap gadis di sebelah gadis yang membentak lelaki berambut biru kehitaman itu, dia memakai bando yang kanan dan kirinya terdapat pita kuning

"tumben banget kau tidur di kelas , ichii" tiba-tiba muncu gadis berambut coklat bermata ungu.

"hei, pasti kau tidur kemalaman gara-gara hari ini ada ulangan bukan? Makanya kau ketiduran dikelas" tiba-tiba muncul lagi seorang lelaki berambut coklat bermata ungu.

"emang dia itu kau , Kai!" gadis berambut coklat itu langsung memberikan hadiah tamparan harisennya.

"dan lagi itu tidak logis banget dengan perkataan mu itu ,kai!, kalau dia tidur malam-malam mustinya dia tuh ketiduran di kelasnya pagi-pagi bukan siang bolong (emang siang bisa bolong ya? *author langsung di cekek mati* begini!, dasar BakaKai!" bentak gadis itu lagi.

"Gomenansaai,Kaede" ucap Kai sambil sujud-sujud.

"nah, gimana kita jadi ke rumah Mira?" tanya gadis berbando itu.

"ya iyalah! Tumben banget Mira tidak masuk,gimana jika dia terjadi sesuatu bukan,?!" ucap Kai antusias.

"nah, ichii. Kau bereskan barang-barangmu kami tunggu kau di depan gerbang sekolah" ucap gadis berpita itu.

"ya,Reika" ucap Ichii dan segera membereskan barang-barangnya " oh ya, Reici. Sekarang jam berapa?" tanya Ichi pada temannya yang sudah mau pergi dari ruangan.

"jam 5, kau tidur selama 2jam" ucap Ruciel dengan tenang dan pergi keluar menyusul teman-temannya.

"2 jam? Lama juga ya..." ucap ichii setelah dia diam sebentar dan dia segera membereskan barang-barangnya.


-di lorong kelas-

Terlihat ichii sedang berjalan di lorong sekolah dan melihat jendela terlihat Kai yang berada di depan gerbang melambai-lambaikan tangannya dan mengisyaratkan untuk cepat.

"...si Kai... jika soal Mira aja dia semangat.." ucap Ichii sambil sweadropped dan mempercepat larinya.

'perasaan awan nya ada yang aneh' pikir Ichii sambil melihat jendela untuk melihat langit yang berwarna hitam pekat.

'mau hujan kali ya...' pikirnya lagi dan mempercepat larinya.


-di depan gerbang-

"LAMA! Kau membereskan barang itu 1 abad ya? memang barang mu ada berapa ribuan sehingga lama?!" bentak Ruciel dan Kai bersamaan.

"sudah... ,Ruciel. Kasihan Ichii dibentakin mulu sama kamu..." ucap Reika menenangkan sepupunya yang sangat suka marah itu.

"baiklah! Ayo kita pulang!" ucap Ruciel membalik badannya dan berjalan meninggalkan mereka.

"bukannya kerumah Mira dulu?" tanya mereka bersamaan (min Ruciel)

"ya,... maksudku kerumah Mira" ucap Ruciel sambil gugup dari kejauhan "dan... cepatlah! Sebelum hujan , BAKA!" teriaknya.

"iya,ya... langit nya gelap seperti mau hujan" ucap Kaede melihat langit.

"kalau begitu cepat-cepat sebelum hujan , kan tidak mau donk kehujanan" ucap Kai dan lari menyusul Ruciel yang sudah jauh dimata (sejak kapan?)

Semuanya juga ikut menyusul Kai dan Ruciel.

Selama perjalanan mereka bersendau gurau tanpa tahu ada yang mengikuti mereka.


-di apertemen Mira-

"MIRA! KENAPA KAU TIDAK MASUK HARI INI?" tanya Ruciel sambil membuka (baca : mendobrak) pintu rumah Mira tanpa bilang permisi dulu.

"eh,... Ruciel? Ada apa ribut-ribut?" tanya seorang gadis berambut ikal pendek sekitar sampai leher dan berwarna ungu dan bermata violet sedang bermain kartu dengan gadis berambut merah dan kuning yang mirip elf.

"MIRA?! Apa kau lagi Sakit?! Atau kau kaga enak badan?!" tanya Kai (baca :teriak)

"oi,Mira. Siapa mereka?" tanya gadis berambut merah itu yang diikat kepang satu di belakang.

" sahabatku, ini namanya Ichi , Reika, Ruciel, Kai, Kaede." jawab Mira sambil memperkenalkan nama-nama sahabatnya..

"hoo... kau ternyata ada teman jenis Demon,Human,Angel half Human, dan..." ucapan Gadis elf itu berhenti saat melihat Ichii.

"..."

Suasana hening.

"dan Demonic. Kau hebat juga bisa punya teman bervariasi ,Mira" ucap gadis berambut kuning itu yang rambutnya tergerai dan terdapat bunga di kepalanya dengan dinginnya.

"biasa saja kali ,Ira" ucap Mira.

"KENAPA?! Kalian tahu race kami?!" teriak histeris Kai "apakah kalian stalker?" lanjut Kai dan mendapatkan sebuah panah yang melesat cepat dan ancungan pedang besar.

"siapa yang kau bilang stalker hah?!" ucap mereka sambil ber aura gelap.

"kami bisa tahu dengan sekali lihat bodoh!" ucap gadis berambut merah kesal.

"apaboleh buat, kan Demon hampir sama dengan manusia fisiknya cuman dan lagi sayapnya kan bisa di sembunyikan, kenapa kalian bisa mengetahuinya?" tanya Kaede.

"aura, asal kalian tahu saja, kami bisa melihat aura,BODOH!" bentak gadis berambut merah itu.

"siapa yang kau bilang 'bodoh', kepang merah!?" bentak Kaede.

"tentu saja kau , gadis aneh!"

"katakan sekali lagi dan kau akan mati!"

"coba saja!"

Semua yang disana hanya diam saja menonton mouth wars Kaede dengan gadis berambut merah tersebut.

"sudahlah... Lire... Kaede..." ucap mira menenangkan dua sahabatnya.

"diam! Jangan mengganggu, Mira!" bentak mereka bersamaan dan langsung adu jidat dan matanya terdapat sengatan listrik.

"..."

"..."

"..."

Semuanya hanya menonton mouth wars Lire dan Kaede.

Ruciel yang menonton sambil makan popcorn yang entah dia dapat dari mana.

Kai yang memberi semangat untuk saudara kembarnya.

Ichii hanya diam saja tanpa kata-kata.

Reika berusaha meleraikan mereka berdua.

Mira hanya diam saja menahan kesal (?).

"KALIAN BISA DIAM KAGAAAA!" teriak Mira kesal alhasil membuat semuanya cengo (?) termasuk dua orang yang sedang berantem itu.

"huf...huf...huf..." Mira menarik nafas akibat teriakannya tadi.

"nah... kalian mau ngapain disini?" tanya Mira.

"kami kesini karena khawatir kan kamu tidak pernah bolos dan hari ini tumben-tumbenan kamu tidak masuk" jelas Reika.

"hoo... oh ya, aku belum memperkenalkan dua orang ini" ucap Mira sadar.

Semuanya (min Mira,Lire,Ira) angguk-angguk.

"Lire,Ira" panggil Mira.

"oke..oke... namaku Lire RedSword, seorang pemimpin pasukan RedSword di benua xillia daerah Nemiah" ucap Lire memperkenalkan diri.

"APA?! PEMIMPIN terkuat RedSword?! Aku tidak menyangka semuda ini!" Teriak Kai histeris

"diam lah..." ucap Lire kesal.

"...namaku Ira Greenwood, seorang Elf di pulau Feline" ucap Ira memperkenalkan diri.

"waw,Elf? Tumben sekali ada Elf disini" ucap Kai dan Kaede terkagum-kagum.

"...aku juga sama , bertemu Demon disini, apalagi Demonic, dan paling kusenangin jika aku bertemu Dark Demon" ucapan Ira membuat semuanya bingung (min Lire dan Mira).

"hah?" mereka (min Lire dan Mira) kebingungan semua.

"baiklah lupakan dan kita harus pergi dari daerah Nemiah" ucapan Mira membuat mereka bingung.

"kenapa?" tanya Reika

"karena... ikut aku Reika" panggil Mira.

"?" Reika yang masih kebingungan tetap mengikutin Mira.

Semuanya hanya kebingungan (min Lire dan Ira).


-di seuatu ruangan-

Di sebuah ruangan yang penuh barang-barang magis, disana terdapat.

-sebuah bola krital di tengah-tengah meja bundar tersebut

-meja bundar

-2 bangku.

- tengkorak

-3 lemari yang berisi buku-buku

- 2 lemari berisi barang-barang aneh.

- lukisan yang seram.

- 3 meja.

- kartu tarot.

-barang-barang magis yang banyak di 3 meja tersebut.

-1 meja sedikit besar.

-map (?) dunia Reveria diatas meja yang sedikit besar itu.


"duduklah di bangku itu" perintah Mira.

"me,memangnya ,Mira. Mau ngapain menyuruhku kesini?"

"aku ingin berbicara sesuatu pada mu"

"apa itu?"

"makanya duduklah"

Reika menurut Dan langsung duduk begitu pula Mira dia ikutan duduk.

"lihat bola kristal ini" perintah Mira.

"?" Reika masih kebingungan dan menurut.

Terlihat di dalam kristal itu terdapat sebuah gambar sebuah kota hancur dan disana terlihat banyak elf berkulit abu-abu membunuh banyak orang.

"i,ini..." ucap Reika terbata-bata sambil menunjuk kristal itu.

"...Dark Elf..." ucap Mira singkat.

"bukannya benua Hades daerah Darkland sudah di segel dan bangsa-bangsa disana sudah disegel kan?" tanya reika tidak percaya.

"ya, sudah ratusan tahun daerah Darkland di segel..."

"lalu, kenapa mereka bisa keluar?"

"kemarin aku bermimpi 3 dewi penguasa waktu dan mereka berkata Segel DarkLand di lepaskan seseorang dan para Rune berpencar setelah Segel itu dilepaskan, selama 170 tahun ini mereka sudah lepas cuman tidak ada yang sadar bahwa mereka sudah lepas, entah kenapa semua orang tidak mengetahuinya..." ucap Mira sambil bingung.

"...lalu... kenapa kau memberi tahu ini kepada ku?" tanya Reika kebingungan.

"karena..."

"?"

"kau adalah... renkernasi orang yang menyegel mereka, jadi hanya kamu yang bisa menyegel DarkLand."

"!"

GRUDUK!GRUDUK! (suara mau gempa maksudnya suara gempa)

"!"

BRAK!

"Mira!Reika! di kota terdapat banyak Dark ELF!" teriak Lire.

"astaga , aku tidak tahu Dark Elf itu bisa sampai secepat ini!" ucap Mira kaget dan segera keluar ruangan.

"ayo,Reika, kau gak mau jadi bubur disini karena apertemen ini hampir hancur!" ajak Lire.

"han,hancur?" tanya Reika.

"sudah diam saja dan lari!" Lire langsung menarik Reika sampai keluar apertemen Mira.

Bruaaak (suara benda hancur)

Apertemen Mira hancur dan untungnya Lire dan Reika sudah diluar.

"hampir saja kita menjadi bubur disana" ucap Lire menghela nafas lega.

"Reika!" terdengar 4 suara memanggil Reika.

"kau baik-baik saja? Terluka?" tanya ichii khawatir.

"ya"

"Mira tadi bicara apa dengan mu?" tanya Kai.

JDUK!

Kai mendapatkan 2 pukulan menyakitkan dari Ruciel dan Kaede.

"aduh... cewe-cewe pukulannya garang banget sih" protes Kai.

BUAK!

Kai mendapatkan lagi tendangan indah dari Ruciel dan Kaede dan tiduran (Baca : Mati *author langsung di tebas Kai*) dijalan dengan tidak elitnya.

"Rest In Peace, Kai kaishiro" ucap Lire,Mira,Ira,Ruciel dan Kaede bersamaan.

"jahaaaat!semuanya berharap aku mati!" protes Kai.

"memang" jawab semuanya (min Ichii dan Reika) bersamaan dengan singkat.

Kai langsung pundung si pojokan jalan (?).

Semuanya hanya sweadropped melihat Kai ngambek.

"sudahlah ini bukannya waktunya ngambek ,Kai! Di dekat mu ada Dark Elf yang siap-siap mencast magic!" teriak Kaede.

"eh?"

"Frost Cannon"

Tiba-tiba muncul bola es mengarah dengan cepatnya kearah Kai.

"!"

"KAI!"

~TBC~


Chalice : nah, Reika tolong minta reviewnya!

Reika : o,oke, tolong reviewnya ya.

Ichii : jangan memakai Flame karena Author benci panas.

Mind To Review.