halice : sudah update XD.

Kai : *sigh* aku kaga mau dia datang walau dia pembuat kita.

Kaede : percuma saja kau update , author san. Kaga ada yang review ke cerita mu .

Chalice : URUSAI! Yang penting heppy~ (kaga nyambung)

All My OC : *sweadropped*

Ichii : umm… note dari Author adalah…

Mira : 'ini cerita 100% murni cerita Chalice, jangan ada yang memplagiatnya"

Lire : mana ada sih, orang memplagiat cerita Chalice yang super GaJE ini.

Chalice : menusuk sekali kata-kata mu lire…. *tangisan buaya*

All : *sweadropped*

Ira : Warning : GaJe, Kaga nyambung, Sarap, Bin ajaib Aneh, Typo, kata-kata tidak memenuhi syarat EYD, Lebay, Dll.

~Happy Reading~


"KAI!"

Kai hanya menatap bongkahan Es yang besar dan runcing mengarah ke arahnya.

"Barrier"

Di sekitar Kai terdapat pelindung, alhasil Es itu hancur karena menabrak pelindung yang cukup kuat.

"wah,wah… ternyata ada penyihir tingkat tinggi toh" ucap Dark Elf itu,

Dark Elf itu berkulit abu-abu, telinga mirip elf, rambutnya diikat twintail Panjang, warna rambutnya oren krim.

"salam kenal~ aku Erica , seorang Ketua kelompok magician di DarkLand, Oh ya~ aku seorang Dark Elf~" ucap dark elf itu atau dipanggil Erica memperkenalkan dirinya.

"salam kenal juga… Dark elf menyedihkan, Namaku Mira Violet" ucap Mira sambil tersenyum sinis

"hehehe…. Siapa yang kau bilang 'dark elf menyedihkan'!" ucap Erica kesal dan mencast fire bolt.

"Arrow Flash" Ira langsung melesatkan anak panahnya.

Anak panah yang melesat bercahaya.

Erica yang melihatnya segera menghindar tapi tanpa dia sadari dibelakangnya terdapat Lire yang sudah bersiap menyerang Erica.

"Uwaaah!" Erica kesakitan di serang Lire tepat di punggungnya "si,sial!" Erica segera loncat ke atas dahan.

"akan kubalas kalian nanti!" ancam Erica dan mengakat tangan Kanannya keatas "para Dark Elf, kembali ke DarkLand!" teriak Erica dan berteleport bersama pasukan Dark Elf yang lainnya.

Alhasil para Dark Elf menghilang dan kota itu jadi sepi kembali.

"Cih, dia kabur!" decih Lire kesal.

"tapi untungnya para dark elf pergi karena kita menyerang ketuanya" ucap Mira tenang.

"untung saja Si Kai di serang dia, ada gunanya si Kai ini sebagai umpan" ucap Kaede menyindir dan menatap Kai yang menatapnya dengan tatapan kesal.

"apa maksud mu kaede, dengan "umpan"?! jangan bilang kau akan mengumpanin aku ?!" teriak Kai.

"Benar juga! Kai cocok jadi umpan, mungkin aja dia bisa cocok untuk umpan agar Raja Darkland datang kesini! Dan kita langsung membunuhnya! Dengan begini dark Land tidak ada ketua lagi!" ucap Mira setuju dengan Kaede.

"Mira…. Kau sampai..." ucap Kai menatap Mira dengan tatapan tidak percaya.

"…" yang lainnya (min Ira, Mira, Kaede, Kai) hanya diam saja.

"kenapa kalian diam saja?" Tanya Kai,Kaede, Lire, Mira. Bersamaan.

"walau para dark elf sudah pergi… tempat ini sudah hancur dan banyak yang mati" ucap Reika tidak percaya apa yang ia lihat.

Chalice : boleh kah saya sedikit Bloodscene disini? Ya,ya? *puppy eyes* habis chapter ini tidak bloodscene lagi XD. *Chalice Di hajar Reader karena berisik*

Tempat itu hancur dan banyak mayat yang berdarah bergelimpangan di tanah dan darah dimana-mana.

"ke,kejam sekali…" ucap Reika tidak percaya.

"makanya itu, aku memberi tahu bahwa kamu adalah Renkernasi Seal Maiden… agar kau bisa menemukan 12 rune untuk menyegel DarkLand" ucap Mira.

"EKH?! Reika itu adalah Seal maiden?!" teriak Kaede,Kai tidak percaya.

Ichii hanya diam karena tidak mengerti.

Ruciel biasa-biasa saja.

"apa itu seal maiden?" Tanya Ichii.

Semuanya hanya kaget dan menatap Ichii dengan tatapan tidak percaya (Min Reika dan Ruciel).

"serius tuh kamu tidak tahu apa itu 'seal maiden'?!" teriak semuanya kaget (min Rena karena terlalu tenang, dan Reika plus Ruciel).

"uhmm… yah…. Begitulah… aku tidak tahu apa itu…" ucap Ichii sambil menggaruk kepalanya tidak gatal.

"hei! Apa kau itu benar-benar tidak tahu apa itu seal maiden? Semua orang didunia tahu seal maiden!" teriak Kai.

"apa boleh buat, saat 7tahun yang lalu dia mengalami amnesia dan ditemukan di halaman belakang rumah kami dengan badan penuh luka, makanya dia tidak tahu apa-apa, Kai. Dia cuman ingat namanya saja" bela Ruciel dan Reika.

"hoo… maaf jika aku teriak-teriak" ucap Kai.

"tidak apa" ucap Ichii.

Lire, Mira dan Ira hanya saling menatap.

"baiklah! Reika! Ayo kita cari 12 rune! Untuk menyegel Dark land!" ucap Mira antusias.

"eh?! Ta,tapi aku tidak tahu 12 rune itu" ucap Reika panik.

"kaga apa, aku sering membaca buku kuno jadi aku tahu seperti apa, 12 rune itu adalah… Rune of Fire, Rune of Wind, Rune of Darkness, Rune of Light, Rune of Water, Rune of Earth, Rune of Lightning, Rune of ice, Rune of Mana, Rune of Life,Rune of Death dan Rune of Wish" ucap Mira.

Reika hanya diam untuk berusaha mengingat 12 rune tersebut.

"tapi… apa aku mampu mengumpulkan semuanya?" Tanya Reika.

"tenang saja, aku akan membantu mu mencari 12 rune tersebut" ucap Mira.

"aku juga! Jika ada Mira maka aku juga!" teriak Kai antusias.

"kalau boleh aku akan membantu mu… untuk balas budi ku kepada kamu dan semuanya yang sudah menyelamatkan ku 7 tahun yang lalu" ucap Ichii.

"…sebagai sepupu, aku akan membantu mu " ucap Ruciel dingin.

"karena aku takut Kai berbuat aneh-aneh dan aku juga mengkhawatirkan kalian jadi aku ikut" ucap Kaede.

Semuanya saling menatap dan ketawa.

Lire dan Ira hanya diam dan tersenyum.

"baiklah, aku pergi dulu ke Nemiah untuk melindungin benua Xillia" ucap Lire dan pergi dari situ.

"…aku juga…. Aku musti melindungin pulau Feline…. Karena aku ketua para Elf" ucap Ira dan pergi dari situ dengan kecepatan inhuman (ya iyalah, dia Elf! *author di bacok Reader*)

Tinggal mereka ber 6.

"baiklah, saatnya kita mencari" ucap Mira dan mengeluarkan Peta.

"umm…. Mira apa kau tahu ada dimana 12 rune itu?" Tanya Kaede.

"tidak~" ucap Mira innocent.

Hening sejenak

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"APAAAA! TERUS KITA CARINYA GIMANA DONK?!" teriak mereka semua bersamaan (min Mira,Ruciel dan Reika)

"karena itu, kita musti mencari Lyna dan Lynn the fortune teller, mungkin aja mereka mengetahui letak-letak Rune itu" ucap Mira sambil menutup telinga.

"terus, fortune teller itu ada dimana?" Tanya Ruciel.

"Tidak tahu…" ucap Mira innocent lagi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"LALU?! Kita harus gimana jika kau tidak tahu letak 'rune' dan 2 fortune teller itu?!" teriak semuanya (min Mira dan Ruciel)

"masa kamu tidak tahu lokasinya mereka, Mira?" tanya Reika.

"apa boleh buat~ mereka berdua adalah peramal terhebat dan mereka adalah orang yang misterius, dan lagi mereka itu suka berpindah-pindah tempat ke tempat yang lain" ucap Mira sambil menggembungkan pipinya. "jadi jangan salahkan akuuuu~~!" lanjutnya dengan muka memelas dan mau kelihatan nangis.

Kai yang melihat nya jika di nih cerita dalam bentuk komik pasti gambarnya matanya ada lope-lope (?), dan jantungnya langsung keluar dan berbentuk hati (?).

"gak apa-apa jika Mira tidak tahu, saya tahu pasti susah melacak mereka bukan" ucap Kai sambil memegang tangan Mira.

'dasar...' pikir semuanya (min Mira dan Kai) sambil sweadropped.

"baiklah perjalanan dimulai!" ucap Mira semangat.

"umm... apakah kita harus, ya... sedikit modal untuk perjalanan... untuk mempermudah perjalanan kita" nasehat Reika.

Mira yang sudah hendak berjalan langsung diam, semuanya juga ikut diam.

Hening.

.

.

.

.

.

.

"BENAR juga ya! kalian semua! Siapkan barang-barang untuk perjalanan, nanti kita kumpul di gerbang Kota, ini. Understand?" terang Mira.

"ya" jawab mereka serempak dan mereka pergi untuk persiapan walau mereka kelihatan tenang tapi mereka juga resah karena tempat itu sudah hancur, dan banyak yang meninggal.

-Reika, Ruciel, Dan Ichii-

Reika , Ruciel dan Ichii sampai di Mansion keluarga Verillius.

"Mama, Kami pulang" ucap Reika.

Hening.

.

.

.

.

.

.

"mama?" Reika bingung, tumben para maid atau butler tidak muncul dan mamanya juga.

"tante?" ucap Ruciel dan Ichii bersamaan dengan bingung.

Dan mereka bertiga berjalan menuju dapur.

Mereka terkejut menemukan para maid mati disana dengan badan.. maaf saya tidak bisa menjelaskan karena ini berbau bloodscene.

Reika yang melihatnya hanya terjatuh lemas.

"Reika, apa kau baik-baik saja?" tanya Ichii khawatir.

"ya..."

Ruciel memeriksa salah satu maid.

'terdapat bekas ikatan di tangan mereka...' pikirnya 'jadi... mereka semua diikat disini terus mereka di beri gas racun.' Pikir Ruciel sambil melihat semua maid tersebut dan mencium bau gas beracun.

"ayo kita jelajahin dulu disini, ayo Reika,Ichii" perintah Ruciel.

"ta,tapi, Reika tidak bisa berdiri karena dia lemas" terang Ichii.

Reika hanya diam saja dengan muka sedih (?).

"susah amat, ya kau gendong aja dia, Ichii" ucap Ruciel datar.

.

.

.

.

.

.

"APA?!" teriak Ichii dan Reika bersamaan dengan muka memerah.

"ada masalah dengan itu? cuman gendong doank lah" ucap Ruciel datar.

"ta,tapi..." ucap Reika sambil bermuka memerah.

Ruciel berjalan kearah Reika dan membisikkan sesuatu di telinga Reika.

'ini kesempatanmu di gendong Ichii, bukannya kau suka ichii selama ini kan? Ini saatnya kesempatanmu ,Reika' bisik Ruciel di telinga Reika.

Spontan saja muka Reika semakin blushing, mungkin mukannya yang merah sudah mengalahkan Tomat berkualitas berkelas (?).

"hm? Reika, kau sakit ya? mukamu memerah?" tanya ichii sambil memegang dahi Reika.

BLUSH!

Reika semakin blushing.

Ruciel hanya geleng-geleng.

Ichii semakin panik karena Reika semakin memerah.

"a,akan kucarikan obat panas, mukamu sudah memerah banget" ucap Ichii dengan panik dan berlari keluar.

"tu,tunggu a,aku tidak sa,sakit..." teriak Reika.

"sudah pergi dia.." ucap Ruciel datar "apa kau sudah bisa berdiri ,Reika?" lanjutnya.

"i,iya" Reika segera bangun.

"ayo kita menyusul Ichii, karena mungkin saja Mansion ini belum aman total, jika dia melawan sendiri dark Elf mungkin dia akan kalah" ucap Ruciel.

Reika hanya mengangguk.

Dan mereka pergi dari ruangan menuju ruang tamu.


-Ruang tamu- -Ichii POV-

Aku menuju ruang tamu karena disana ada lemari yang berisi obat-obatan.

Saat hendak kubuka pintu ruang tamu

Aku melihat sesuatu yang menyeramkan...

Para butler mati dengan mengenaskan.

Dan parahnya.

Di sofa terlihat Tante Rerena (walau sebenarnya saya mau memanggilnya Ojou-sama cuman karena tante rerena yang mau dipanggil 'tante'), dia... mati ehem... maaf jika gaya berbahasaku tidak sopan, ... maksudku meninggal, dadanya di berdarah mirip ditusuk benda tajam.

"...Tante Rerena?" tanya ku dan menatap tante Rerena, ralat.. ojou-sama, yap... para reader kenapa aku memanggil ojousama tadi...

Karena...

Saat diriku dipungut keluarga verillius.

Aku lebih memilih menjadi butler dibanding jadi anak angkat.

Karena aku tidak mau merepotkan tante rerena dan paman verius .

"oh ada orang rupanya" terdengar suara lelaki yang cukup berat.

Aku langsung menoleh arah suara itu.

Dan menemukan dipojokkan paman Verius yang mati dan perutnya seperti ditusuk

Jika didengar dari suaranya dia sekitar berumur 17 tahun, pemuda itu memakai kerudung sehingga mukannya tidak diketahui, dia memegang sebuah pedang yang berhias sesuatu yang bagiku cukup menyeramkan.

Tengkorak kepala manusia.

"siapa kau! Apa kau yang membunuh ojou-sama dan waka-sama?!" ucapku dengan geram, aku memanggil tante Rerena dan paman Verius 'ojou-sama dan waka-sama' jika aku tidak bersama mereka karena jika aku memanggil mereka tante dan paman bagiku aneh karena aku cuman butler di keluarga ini.

"siapa aku? Kau tidak perlu tahu siapa aku." ucap lelaki itu.

" oh ya, apa kau tahu dimana 'seal maiden' bernama Reika Verillius? Aku datang untuk membunuhnya karena keberadaan dia mengancam bangsa kami" ucap lelaki itu santai.

Apa? Kenapa dia tahu Reika-sama itu seal maiden?! Apa katanya? Membunuhnya?

"...jangan harap aku memberitahunya , langkahin mayat ku jika kau mau membunuh Reika-sama!" ucap ku dengan geram dan mengeluarkan pedang ku dan menyerangnya.

Trang!

Lelaki itu menahan serangan ku

"ow-ow... serangan yang mendadak" ucap lelaki itu tidak kelihatan takut.

"tapi... serangan itu bagiku sia-sia" lanjutnya dan mengeluarkan 1 big sword yang dihiasi tengkorak kepala manusia yang sama dengan pedangnya yang beradu dengan pedangku.

Seketika aku merasa sesuatu menusuk perutku.

Aku memandangnya dengan pandangan memburam.

Sebelum pandanganku menghitam terdengar suara mendobrak dan teriakan.

"ICHIII!"

Seketika semuanya gelap.


-Reika POV-

Aku dan ruciel sampai di ruang tamu, kami mendengar suara pedang beradu.

TRANG!

"ow-ow... serangan mendadak..." terdengar suara lelaki di dalam.

Apakah Ichii dan suara lelaki itu sedang bertarung didalam?

"tapi...Serangan itu bagiku sia-sia..." lanjut suara lelaki itu.

Eh? Apa maksudnya?

CRAT!

Terdengar suara tusukan... siapa yang kena? Semoga saja ichii baik-baik saja.

BRUAAAK!

Ruciel tiba-tiba mendobrak pintu tersebut.

Sebuah pemandangan yang tidak dapat di percaya, Ruciel juga kelihatan tidak percaya apa yang ia lihat.

Para butler mati ehem... maksudnya meninggal dengan cara mengenaskan.

Mama meninggal di sofa dengan luka di dadanya yang terus mengeluarkan cairan merah tersebut.

Ayah... juga meninggal dengan luka di perutnya di pojokkan ruangan.

Dan parahnya...

Ichii juga terkena tusukan pedang yang berhias tengkorak kepala manusia tepat di perutnya dengan cairan merah yang menguncur deras.

Badannya lama-lama terjatuh, dan terjatuh di lantai didepan orang berjubah misterius itu

"ICHIIII!" spontan saja aku berteriak dan belari ke arah Ichii.

"siapa kau..." ucap Ruciel geram sambil menatap orang misterius itu dengan tatapan membunuh.

Aku tahu si Ruciel itu sangat suka marah dan suka mengeluarkan hawa membunuh yang tinggi walau dia manusia half angelic.

Tapi ini pertama kalinya aku merasakan hawa membunuh yang tinggi dari Ruciel.

"aku? Kau tidak perlu tahu aku~ yang pasti apa yang disana itu 'seal maiden'?" tanya orang misterius itu dan suaranya mirip laki-laki.

"aku tidak mau menjawab jika kau belum memberi tahu namamu!" ucap Ruciel dengan geram dan seketika dia mengeluarkan pedangnya atau di bilang rapiernya.

"hooo... ngajak ribut rupanya~ baiklah aku akan meladenin mu~" ucap lelaki itu santai

Lelaki itu melempar pedangnya yang ia ada di tangan kanannya dan tersisa pedang di tangan kirinya.

TRANG!

"hei, apa kau serius, pedang kecil seperti itu melawan pedang besar ku? Kau tahu rapiermu akan pecah jika beradu dengan pedangbesar ku." ucap Lelaki itu santai sambil menahan serangan Ruciel.

"URUSAAAAI! Mati saja kau!" teriak Ruciel dengan kesal dan mencast fire bolt

Oh ya... aku lupa bilang.

Angelic sejak lahir bisa menggunakan sihir makanya dia bisa menguasai sihir dan rapier.

Selain itu sihir penyembuh juga bisa dia pakai karena dia type Angelic.

"Reika!" panggil Ruciel.

"ya?"

"aku sudah memasang barrier di sekitar mu sehingga kamu bisa aman, jadi jangan keluar dari lingkaran pelindung itu!"

Eh? Sejak kapan dia mencast pelindung?

Dan kulihat pertarungan Ruciel dengan lelaki itu.

Lalu kutatap Ichii.

Mukanya pucat.

Andaikan saja aku punya kekuatan penyembuh seperti Ruciel.

Aku bukan race angel,angelic,'Mana', fairy, ataupun mermaid atau manusia tapi di mempunyai kekuatan priest.

"UAKH!" terdengar suara Ruciel terdengar kesakitan.

Segera aku menoleh kearah Ruciel yang terlempar dan menabrak dinding hingga dinding itu hancur.

"Ruciel!" teriak ku dan segera berlari ke arah Ruciel dan meninggalkan Ichii yang tergeletak.

"Ba,Baka! Sudah kubilang jangan keluar dari lingkaran pelindung itu!" terdengar suara Ruciel kelihatan panik.

Ku akui ini baru pertama kalinya melihat Ruciel sepanik itu walau dia itu dingin dan pemarah.

Tiba-tiba muncul lelaki itu di depan ku dan bersiap membunuhku.

Well... sejak kapan dia disana?

Itu pertanyaan di kepalaku.

Aku hanya memejamkan kepalaku.

Karena takut...

Sekilas terlihat cahaya putih menyilaukan di sekitar ruangan ini.


-Ruciel POV-

Dasar baka! Reika benar-benar Baka! Sejak kapan keluarga verillius keturunannya ada yang Baka?!

Bukannya aku sombong ya...

Aku Ruciel Verillius, aku dan Reika generasi ke 6 Verillius.

Kenapa sama marga kami?

Karena ayahku dan ayah Reika adalah saudara.

Semua generasi dari Verillius itu jenius semua, dan masalahnya kenapa Reika bisa se BAKA itu?

Baiklah back to story.

Ku lihat lelaki itu muncul di hadapan Reika.

Tentu saja dia terbelalak kaget, aku juga sama kagetnya.

Aku ingin menolongnya cuman...

Luka di kakiku (habis di tusuk lelaki itu) membuat ku tidak bisa bergerak.

Sigh... aku musti menggunakan whiet magicku, Cuma waktunya itu tidak akan sempat untuk menolong Reika.

Tiba-tiba kulihat cahaya putih menyilaukan mata.

.

.

.

.

Saat hendak kubukan mataku.

Muncul 2 anak kembar bermata biru aquamarine, berambut biru shapire, baju seperti anak sekolah.


-NORMAL POV-

Muncul 2 anak kembar bermata biru aquamarine, berambut biru shappire, baju seperti anak sekolah (yang dijepang itu lho) dan dilihat dari wajahnya mereka masih sekitar berumur 14 tahun

Anak perempuan itu memakai headset di telinganya, memegang shotgun, rambut depannya (kalau gak salah namanya jambang ya?) panjang dan belakangnya pendek.

Dan kembaran gadis itu seorang pemuda dan memakai headset mirip saudaranya.

Rambut depannya (bukan jambangnya saja tapi sebagian rambutnya juga) di potong pendek kaya laki-laki gitu, dan sisa rambut belakangnya panjang, lelaki itu memakai pedang besar yang ditengah-tengahnya kaya mata iblis yang besar.

"hihihi... ternyata ada disini toh, orang yang terkuat di darkland" ucap yang gadis itu.

"saatnya pemburuan..." ucap pemuda itu to-the-point.

"oke~~~~" gadis itu langsung mereload shotgunnya.

"cih! Tidak kusangka ada Haruna bersaudara!" ucap lelaki itu geram.

"aku malas menguras tenaga melawan kalian!" dan lelaki itu langsung menghilang.

"aaaah! Dia kabur!" ucap gadis itu kecewa.

"..." pemuda itu hanya diam saja dan menoleh kearah Reika yang masih bengong bingung, dan Ruciel yang sedang menyembuhkan dirinya.

"oh iya! Kalian baik-baik saja?! Terluka!?" tanya gadis itu panik dan berlari kearah Reika.

"...dia seal maiden ya?" ucap pemuda itu to-the-point saat melihat Reika.

Ruciel , Reika dan gadis itu kaget.

"kenapa kau tahu itu?" tanya Reika.

"apa kau akan membunuhnya?" tanya Ruciel geram.

"Weeeks?! Dia seal maiden?! Maiden yang muncul 20 tahun sekali!?" teriak gadis itu tidak percaya dan menatap Reika dengan tidak percaya.

"...dilihat dari auranya sudah ketahuan ,Aoi. Kau tidak terlalu peka ya..." ucap pemuda itu sambil sweadropped.

"muuuuh! Aoikan tidak bisa melihat aura, Aoki!" ucap gadis itu atau disebut Aoi sambil menggebungkan pipinya.

"...ya,ya... ayo kita balik ke mansion!" ucap pemuda itu atau dipanggil aoki sambil meninggalkan Aoi.

"hey?! Ada orang terluka bukannya di tolong! Aoki!" teriak Aoi.

"umm..." Reika kelihatan kebingungan dengan nama gadis itu.

"Aoi Haruna , dan pemuda itu Aoki Haruna, salam kenal." Ucap gadis itu sambil tersenyum.

"R,Reika Verillius dan gadis disana Ruciel Verillius... oh ya! Ichiii!"Reika baru ingat kondisi Ichii.

Reika segera berlari kearah ichii yang tergeletak dilantai.

"Ruciel, bisakah kau menyembuhkan ichii!?" teriak Reika panik.

"ok..." Ruciel segera kesana dan mencast sihir penyembuhnya.

Aoi hanya menatap ichii...

"boleh kubantu, Ruciel-san?" tanya Aoi.

"emang kau bisa whiet magic , Aoi-chan?" tanya Ruciel sinis.

"tidak, tapi aku bisa menyalurkan energi ku, karena menyembuhkan orang yang cukup terluka butuh energi yang banyak" ucap Aoi dan memegang punggung Ruciel.

"Oi! Aoi! Kau tahukan energi kita ini terbatas! Dan kau tahukan jika energimu habis bisa berakibat apa?!" teriak Aoki panik.

"aku cuman menyalurkan setengah kok, jika sekarat kita tinggal memakan jiwa mahluk hidup di tempat habis perang atau apa, bukannya kita sudah memakan jiwa-jiwa orang-orang dikota ini sebagai energi kita yang terkuras melawan DarkLand" ucap Aoi sambil tetap menyalurkan energinya.

"eh? Kau memakan jiwa?" tanya Reika tidak percaya.

"kenapa? Bukan kah itu hasrat asli Demonic? Walau tetap ditahan tidak memakan jiwa tetap saja kita butuh untuk mengganti energi yang terkuras selama 170 tahun ini" ucap Aoi.

"170 tahun?! Kau kelihatan masih muda!" teriak Reika tidak percaya.

"kenapa? Bukannya bangsa demon dan demonic hidup selama 2000 tahun? Kenapa heran?"

"umm... aku hanya tidak biasa..."

"..."

"sudah selesai" ucap Ruciel selesai menyembuhkan.

Ichii kelihatan sudah sembuh walau dia masih belum bangun.

"huf...huf... energi yang hampir habis itu tidak enak ya..." ucap Aoi sambil jatuh ditanah.

"Aoi?!"

"Aoi-nee!" Aoki segera menahan Aoi agar tidak jatuh.

"geez... aku musti mencari jiwa yang banyak ini untuk Aoi yang energinya sekarat" ucap Aoki dan pergi dari sana sambil menggendong Aoi ala bridal style.

"..."

"..."

"..."

"kelihatannya kita musti menelepon kai,kaede, dan Mira bahwa di tunda besok saja perginya..." ucap Reika sambil memegang kening Ichii.

'...dingin...' pikirnya.

"aku akan membereskan barang-barang kalian bertiga" ucap Ruciel.

"ah... aku saja" ucap Reika dan ngacir ke kamarnya pertama,kedua ruciel dan ichii (urutannya)

"...jadi aku yang nelpon nih?" gumam Ruciel dan mengelurkan handphonennya.


-Ichii POV- -Dream world-

Dimana aku?

Tempat ini gelap sekali.

Aku terus berjalan di kegelapan ini untuk mencari cahaya.

Tiba-tiba muncul tante Rerena.

"ojou-sama!" teriakku senang.

"sudah kubilang panggil aku 'tante Rerena'! bukan ojou-sama!" ucap tante Rerena sambil memegang pinggangnya alias berkacak pinggang.

"err... maksudku ,Tante Rerena"

"pintar" ucap tante Rerena sambil tersenyum.

"umm... tante..."

"aku sebenarnya sudah meninggal, aku datang ke alam mimpi mu untuk mengatakan, tolong Lindungin Reika..." ucapnya sambil menangis.

"tentu saja! Aku akan melindunginnya walau nyawaku taruhannya karena kalian semua sudah menyelamatkan nyawaku!" ucapku

"baguslah... aku cuman berharap agar kamu terus mensupport Reika apapun terjadi dan jangan menusuknya dari belakang... ini juga bukan untuk kami saja tapi teman-teman Reika, karena aku takut... Reika di hianatin" ucap Tante Rerena sambil menangis.

"tidak akan, aku selalu setia!" ucapku

"...terimakasih..." ucap Tante rerena sambil tersenyum, badannya lama-lama menghilang.

"dengan begini aku bisa tidur dengan tenang..."

Dan badannya menghilang.

'menusuk dari belakang'?

Tentu saja aku tidak akan menghianatin Reika apapun yang terjadi! Itu tekadku dari kecil untuk menlindunginnya.


-end Dream World-

Kubuka kelopak mataku dan silau... sekali..

Aku tidur di ranjangku...

Badanku tidak bisa bergerak... padahal tidak ada luka.

Saat ku menoleh kepala ku ke kanan, aku menemukan Reika sedang tertidur.

Cklek!

"ICHIIII! Kau baik-baik saja?!" tiba-tiba Kai memelukku dengan erat.

Hei? Apa Si Kai sudah tidak suka Mira sehingga dia jadi punya pikiran YAOI?! Maaf-maaf saja, aku masih normal.

"umm... Kai, aku masih normal" ucap ku setengah serius dan menyindir setengah bercanda (?).

"hei! Aku juga masih normal! Tadi cuman pelukan khawatir! K-H-A-W-A-T-I-R! Sebagai sahabat memang tidak boleh khawatir?!" ucap Kai kesal.

"hei-hei, Kai kau jangan memeluk Ichii erat-erat! Dia baru saja i sembuhkan Ruciel, kau tahukan luka sedalam apapun walau di heal tetap butuh proses agar sembuh total! Minta maaf sana!" nasehat Mira.

"umm.. gomen.." ucap Kai dan melepaskan pelukannya.

Apa aku salah dengar? Kai kaishiro mengatakan maaf? Hmm... memang tidak aneh sih jika Mira yang menyuruhnya.

"ummh? Oh! Ichii kau sudah siuman?!" teriak Reika setelah dia bangun dari alam mimpinya.

"baguslah! Ayo kita berangkat! Ini sudah membuang waktu tau tidak!" ucap Ruciel kesal.

"hei! Ichii baru sadar,langsung di suruh berjalan?! Kau sudah gila!? Besok saja! Diakan belum sembuh total!" ucap Kaede kesal.

"benar, kasihan Ichii" ucap mira.

"geez...ok ok!" Ruciel langsung pergi, mungkin kekamarnya.

Tumben Ruciel mengalah...

"kok kalian bisa ada disini?" tanya ku?

"umm... begini ceritanya" ucap Kai.


-Flash back for Kaede and Kai.-

"oi, Kai. Kau lihat senterku tidak?" tanya kaede.

"mana kutahu, kau ngapain nyari senter?"

"umm... untuk jaga-jaga"

"aha! Aku tahu! Pasti karena takut masuk tempat yang gelap bukan! Kaede memang penaut sih!"

BLETAK!

Kai mendapatkan hadiah timpukan sepatu dari Kaede.

"jaga omonganmu kepada perempuan, KAI!" ucap Kaede sambil tetap melemparin Kai serangan Sepatu beruntun.

"ow-ow! Maaf!"

"tidak ada kata maaaf!"

Kring!kring!

"bunyi hapeku? Ada panggilan dari Ruciel, ada apa ini ya?" Kaede segera mengakat panggilan dari Ruciel.

"ooh! Dewi Abyss terimakasih sudah menyelamatkan hamba!" ucap Kai bahagia.

PRAK!

Guci yang dipegang Kaede untuk menimpuk Kai jatuh.

"Apa?! Ichii di serang?! Terluka?! Aku dan Kai akan kesana!" Kaede langsung menutup panggilan dan mengambil Tasnya yang sudah lengkap kecuali senter.

"oi, ada apa?"

"Iichii tadi diserang darkland, dan terluka, walau sudah di sembuhkan Ruciel dia masih belum siuman"

"WHAAAAT!"

"biasa aja kali... ,Kai..." ucap Kaede sambil sweadropped

"ayo kita kesana!" teriak Kai dan menarik tangan Kaede dan tidak lupa membawa tasnya.

-end Flash back from Kai and Kaede.


"kalau aku..." ucap Mira.


-Flash back from Mira and mira POV-

Uh... dimana sih mereka? Sudah kutunggu belum datang-datang.

Apa ada masalah lagi?

Semoga saja mereka tidak ada apa-apa.

Soalnya sempat aku merasakan aura darkland yang kuat, walau aura itu sudah hilang sekarang.

KRING!KRING!

Hmm? SMS dari Ruciel?

Aku merasakan firasat buruk.

Segera kubaca SMS itu.

OMG?! Ichii terluka! Jadi Ichii diserang pemilik Aura kuat itu pasti.

Dan segera aku berlari ke mansion verillius.


-end POV and flash back-

"jadi... kau sudah menunggu ya..." ucap Reika.

"iya, tapi kaga apa kok"

"sudah lah, kami kekamar para tamu dulu, semoga besok sehat ya, Ichii" ucap Kai pergi keluar kamarku begitu pula Reika, Kaede dan ,Mira.

Sepi...

Memang tidak aneh sih karena tempat ini sudah tidak ada siapa-siapa lagi kecuali kita berenam.

Semoga saja perjalanan kami mencari 12 Rune itu dapat ditemukan, dan menyegel DarkLand.

Segera aku tidur lagi.

Dan aku merasakan...

Disana ada yang menatapku...

Dengan tatapan dingin.

Mungkin perasaanku saja...

-ICHII POV END-

~TBC~


Chalice : pegelnya XD, ini Word terpajang diantara FIC-FIC yang kubuat selama ini XD.

Ichii : umm.. entah kenapa di akhir bersambungnya kok kaya cerita horror dan misteri?

Chalice : kaga apa, biar misterius siapa sosok tersebut.

Ichii : ... 'entah kenapa firasatku memburuk'

Chalice : kaga usah sepucat itu mukamu , Ichii~

Ichii : o,oke...

Chalice : baiklah...

Kai : baiklah XD, akhir kata...

Mira : REVIEW YAAAA!

Chalice : itu kata-kataku! Kalian berdua jahat!

Mira & Kai : biarin :p

Ruciel : mereka kelihatan cocok... (?) *datar*

Reika : benar XD.

Ichii : tolong review lewat kotak dibawah ini...

Mind To Review?