Welcome to My World

Carl A. R / N. 潘 (Phan)

Carl Trilogy AU series

Character: Lars van Dirk, a Dutchman


Chapter 2-Bitch Please


Kungsholmen saat itu sedang ramai-ramainya dengan turis mengingat saat itu adalah musim panas. Tidak mengherankan karena Kungsholmen merupakan pusat orang-orang berkumpul. Restoran dimana-mana penuh dan sesak, baik itu restoran Asia maupun Eropa.

Salah satunya adalah restoran Belanda yang ada di sudut kota tetapi tidak pernah sepi pengunjung yaitu Hollander. Restoran itu selalu ramai karena masakan Belanda yang enak dan juga karena bos restoran Belanda tersebut sangat tampan sehingga pengunjungnya kebanyakan adalah wanita yaitu Lars van Dirk, pria Belanda berusia dua puluh sembilan tahun dengan tinggi sekitar 197 cm.

"Hei, Lars! Niklas si cantik kesayanganmu sudah pulang dari New York," sikut salah satu pekerjanya, Fredrik Rasmussen. "Dia tambah tinggi saja."

Lars tidak mendengarkan dan sibuk menghitung pembukuan. Niklas memang sudah kembali ke Swedia beberapa hari lalu dan ia sama sekali tidak mengunjunginya. Dari selentingan kabar yang didengar dari Antonina—kakak Niklas—Niklas sangat murung padahal nilainya sangat bagus.

Ah, paling-paling ayahnya yang selalu mengekang dia untuk tidak berdekatan dengan pria manapun. Bitch please, Carl Sørensen is a forever alone man without love. Iya, tahu kalau Carl Sørensen itu cinta mati sama Adrianne, istrinya yang (kabarnya) dulu adalah model lingerie kenamaan tetapi tingkah overprotective sang ayah membuatnya gerah. Belum lagi, baru-baru ini Carl menuduhnya menganggu kegiatan bercinta mereka di malam hari sembilan belas tahun lalu.

Oh please, mana Lars ingat kalau dulu ia pernah menganggu dengan tidak sengaja. Keisengan yang pernah ia lakukan adalah melempar kaleng bekas ke rumah sebelah di siang hari dan tidak ada yang terganggu dengan ulahnya.

Alasan yang sama sekali tidak mutu. Mana ada orang bercinta di siang bolong, biasanya di malam hari dengan alasan supaya tidak diganggu oleh anak-anak. Ia pernah melakukannya dengan Niklas sebulan yang lalu di rumahnya secara diam-diam.

Lars, tenanglah. Ia adalah calon mertuamu dan kau harus bersikap baik terhadapnya karena kalau hubunganmu buruk, Niklas tidak akan menjadi milikmu.

Shit! Orang paling menyebalkan sedunia hanya Carl seorang. The trolling dad in the town. Yeah! Adrianne masih lebih baik dari suaminya, setidaknya masih lebih ramah terhadap Lars. Padahal ketika Adrianne masih muda, ia sangat galak bahkan Carl saja bisa lari terkencing-kencing, istilahnya adalah ISTI—Ikatan Suami Takut Istri.

Belum selesai ia mengumpat dalam hati, tiba-tiba Niklas mendatangi dirinya dengan tampang yang bisa dibilang SANGAT ceria dan tidak semurung dengan apa yang dikatakan oleh Antonina.

Hah? Katanya Niklas sedang murung? Kok wajahnya sudah ceria seperti ini? Malah tiba-tiba merangkul lenganku. Pertanda apa ini? Jangan-jangan aku dibohongi lagi oleh om tua itu. Tapi, Niklas tambah cantik dan tinggi. Tahun lalu, Niklas seperti anak kecil.

"Lars! Kamu harus lihat ini!" seru Niklas bersemangat dan menarik lengan Lars pelan. Wajahnya tampak lebih cerah dari sebelumnya. Gadis itu baru saja pulang dari New York ke Stockholm untuk liburan musim panas dan membawa beberapa majalah fashion yang mendunia dengan wajah dirinya.

Niklas Sørensen—Model of The Year

"I'm not little girl anymore."

Pose Niklas di majalah tersebut cukup menggoda dengan balutan beludru merah serta lipstik merah menyala. Jantung Lars berdetak kencang melihat gambar tersebut. Memang itu adalah Niklas tetapi Niklas sangat berbeda dengan yang di depannya sekarang—hanya memakai kaus bertuliskan I Love Copenhagen dan celana panjang pensil.

"Coba baca artikel tentangku," Niklas berkata dengan wajah riang.

Lars tersenyum kecil pada Niklas tanpa bicara sedikitpun dan mengambil majalah tersebut. Membacanya perlahan dan pelan, Niklas sudah lebih dewasa dari sebelumnya dan tidak dihantui rendah diri seperti beberapa tahun sebelumnya.

Mengingat Niklas cukup bermasalah dengan kemampuan sosialnya karena pernah ditindas oleh teman kelompoknya, satu minat pula. Siapa yang tidak akan trauma?

"Kerja yang bagus, Niklas. Sangat bagus!" Lars memuji dan mengelus kepala Niklas. "Sudah kubilang dari dulu kalau kamu itu sebenarnya berbakat, hanya orang bodoh yang tidak mengerti. Aku saja yang bodoh saja mengerti."

Niklas mengangguk dan menyandarkan kepalanya di dada Lars. "Aku ditawari menjadi ilustrator di majalah animasi terkemuka yang berlokasi di Los Angeles dan Tokyo. Tidak hanya itu saja, aku juga ditawari untuk banyak iklan sehingga aku bingung mau memilih yang mana."

Lars tertawa dan memeluknya. Niklas memang tidak terlalu tinggi, tapi Niklas memiliki jiwa seorang model dan terus berkembang kemampuannya dari waktu ke waktu. Ia tidak akan mengatakan pada Niklas kalau sebenarnya ia sendiri yang mengirim foto-foto Niklas ke beberapa agensi model kenamaan di New York.

Mungkin ia akan sedikit sedih dan cemburu karena Niklas pasti akan banyak dikejar-kejar oleh pria tampan yang jauh lebih baik darinya. Tapi dengan kemampuan Niklas yang luar biasa, amat saying jika Niklas harus menghabiskan hidupnya sendiri hanya untuk bersamanya.

"Niklas."

"Ya?"

"Aku mau bilang sesua—OUCH!" ucapan Lars terhenti beberapa saat karena seseorang menimpuk wajahnya. Ia menengok ke belakang dan benar saja dugaan Lars, ayah dari Niklas—Carl Fredrik Sørensen yang terkenal galak dan kuno tetapi diam-diam penggemar Sup** Ju***r , sedang menatap Lars tajam sambil membawa dua makanan kalengan yang sudah dibuka. Seolah-olah Lars membawa kabur anak kesayangannya.

Baru beberapa saat sebelumnya ia mengumpat mengenai ayah Niklas, orangnya sudah datang dan menimpuk wajahnya.

Lars buru-buru kabur sebelum Carl melempar mukanya dengan sustromming yang merupakan ikan herring fermentasi dan baunya terkenal menyengat. Sebagai orang Belanda yang bukan tinggal di Volendam yang merupakan desa nelayan, Lars tidak menyukai ikan dan lebih suka dengan makanan yang berbahan dasar keju, ayam dan sebagainya.

Oke, permasalahannya adalah Carl pernah menimpuk Lars dengan kaleng terkutuk itu dan membuat Lars pingsan selama beberapa jam lamanya.

"Jangan diapa-apakan!" Niklas berseru pada Carl yang siap mengejar Lars yang lari terbirit-birit, ia sudah terbiasa menghadapi sang ayah yang bisa dibilang 'rese' dan 'over'. Lars sempat memandang Niklas sebentar dan mengerlingkan matanya dengan genit ke arah Niklas lalu kembali lari lagi karena Carl masih mengejarnya—tanpa peduli semua orang di Kungsholmen memandangi mereka berdua dengan tatapan aneh.

Beberapa lama, keduanya sudah tidak terlihat lagi. Wajah Niklas bersemu merah, suatu saat ia akan tumbuh dewasa dan menjadi pendamping pria Belanda itu di masa depan nanti. Ia masih harus banyak belajar dan mengembangkan kemampuannya dengan lebih baik lagi. Walau ia sudah terkenal di New York dan belum terkenal di Eropa, ia akan tetap memilih Lars van Dirk yang sudah sepuluh tahun lebih bersamanya.

Tapi ini adalah rahasianya sendiri dan tidak akan bilang pada Lars.

TBC


Author notes: Draft lama yang menumpuk di komputer jauh sebelum Carl Trilogy dibuat :D Maaf kalau ceritanya agak gaje XD *draft tidak selesai ceritanya*

Review please, no flame~