Kapan Ayah Akan Pulang?

Musim semi tiba dengan cepat

Menghembuskan kelopak bunga merah yang diterbangkan oleh angin

Mereka bersedih hati

Saat menggiring kepergianmu

Senyumanmu yang bisu

Adalah hal terakhir yang kulihat

Aku tahu engkau ingin menangis

Walau tanpa air mata yang jatuh menetes

Selamat tinggal... tak pernah kau ucapkan

Serangga musim panas bernyanyi sendu

Namun suaranya kandas di tengah langit

Oh.. Ayah... Kapankah engkau akan pulang?

Napas ini sesak, hati mendera

Daun musim gugur jatuh ke atas tanah

Membawa pesan duka yang tak tersampaikan

Aku menangis dalam keheningan yang hampa

Oh Ayah... Kapankah engkau akan pulang?

Rindu ini telah mencabik-cabik jiwaku

Salju Turun di tengah malam'

Hawanya dingin menusuk tulang

Membekukan aliran darah, waktu, dan air mata

Mengaburkan setiap bayangan akan dirimu

Ayah!

Kapankah engkau akan pulang?

Teriakanku tidak sampai padamu

Tangisanku tidak terdengar olehmu

Cepatlah pulang! Cepatlah pulang!

Aku lelah menunggumu

Aku putus asa menunggumu

Tapi kau tak pernah kembali

Sampai pada saatnya

Bunga merah menjadi putih

Aku akan terus menunggumu

Sampai kita akan berjumpa lagi