PROLOG: "How I Know You?"

DOR….DOR…DOR!

Terdengar suara sebuah pistol ditembakkan dari kejauhan. Sebuah peluru melesat dengan cepat menghancurkan bangunan tua yang terletak di sisi Jalan Alphen. Salah satu sisi dari bangunan tersebut runtuh dan jatuh ke tanah, menyisakan sebuah kepingan reruntuhan dan debu pasir yang beterbangan. 'Orang itu' berlari menjauh dari bangunan yang hancur, menyadari seseorang berada tidak jauh darinya.

Hah….hah…. apa-apaan ini?! Dia benar-benar serius melakukan ini?!

'Orang itu' berhenti di tengah jalan kematiannya ketika ia merasakan ada seseorang di belakangnya. Ia berbalik ke belakang dengan waspada. Jantungnya berdegup dengan kencang. Nafasnya seakan terhenti ketika ia melihat bayangan tersebut berada tepat di belakangnya.

"Akhir kematian untukmu"

"!"

Codename : I.O

Seorang penembak kelas amatir yang mendapati dirinya dalam situasi yang sangat berbahaya. Ia memegang sniper rifle nya erat-erat lalu berusaha mencari jalan keluar.

I.O berlari ke sebuah gang kecil sambil sesekali melirik ke belakang untuk mencari musuh yang sedang mengejarnya. Huh tak ada apa-apa? Bagaimana Mungkin? Dia jelas ada di belakangku. I.O dengan kesal menatap langit senja yang hilang ditelan bangunan-bangunan. Ia berpikir, tidak mungkin bocah sialan itu terbang ke langit. Lagipula tidak ada fitur seperti itu disini. I.O berbalik memandang bangunan-bangunan tua yang ada di dekatnya, berharap musuh yang sedang mengejarnya ada disana. Tiga hingga lima bangunan sudah hancur. Terdapat bekas peluru di tiap sisi bangunan tersebut, sedangkan sisa bangunan yang masih utuh, berdiri kokoh mencakar langit senja yang kian waktu memudar. I.O menghela nafasnya lalu menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal.

"Sialan kau Seitachiro! Keluarlah atau aku yang akan membunuhmu!"

Selama beberapa menit itu tidak terdengar jawaban atau suara apapun yang mencurigakan. I.O berdiri menyenderkan badannya di salah satu bangunan tua yang sudah tak terpakai. Ia menyapu tanah dengan kakinya karena bosan. Ohh berapa lama lagi aku harus menunggu disini?

Saat kesadarannya nyaris lenyap, tiba-tiba angin berhembus dengan kencang menerbangkan dedaunan yang berserakan di jalan. I.O mundur beberapa langkah lalu mengernyitkan dahinya, menatap tiap sudut jalan, bangunan, bahkan langit dengan waspada. Firasatku semakin buruk sekarang...

"Target Locked!"

Trak! Terdengar suara pelatuk dilepaskan dari kejauhan. Sebuah peluru melaju kencang menembus udara dingin di senja yang mematikan. I.O refleks menembak ke arah suara tersebut dengan asal-asalan hingga ia menyadari ada sebuah peluru yang melesat ke arahnya. SIAL!

DUARRR! Bunyi ledakan mengakhiri permainan bersembunyi yang telah berlangsung selama 40 menit itu. Sesosok bayangan muncul di balik ledakan tersebut. Bayangan tersebut tidak tinggi tapi tidak pendek juga. Ia membawa sebuah sniper rifle di tangan kanannya dan ia menggunakan senjata berjarak jauh tersebut sebagai tongkat untuk berjalan, membuat penampilannya terkesan seperti orang yang lumpuh.

"Oh maaf I.O-Kun, apa tembakanku tadi terlalu menyakitkan?" Tanya sosok bayangan tersebut sembari berjalan kearah I.O.

Codename, Seitachiro. Ia adalah penembak unggul yang terkenal dengan keahliannya dalam menembak target dari jarak jauh. Sniper rifle itu adalah hadiah untuknya karena memenangkan beberapa event yang diadakan. Sudah jelas aku akan kalah. Senjata itu berbeda dengan senjata sniper rifle lainnya, dan bisa dikatakan senjata itu merupakan salah satu dari benda langka dan hanya bisa didapatkan dengan memenangkan event tertentu. Tapi lebih parahnya... aku kenal dekat dengan orang ini. Gara-gara kejadian konyol 50 menit yang lalu, aku terpaksa berduel dengannya.

50 menit yang lalu...

"Ayyy I.O-Kun! Apa hari ini kau ada waktu?"

"Hah untuk apa? Jangan katakan kau ingin aku berduel lagi denganmu. Berapa kalipun kau mengatakannya aku tidak akan..."

Tiba-tiba muncul sebuah Invitation Screen di depan I.O.

-Player Seitachiro mengajak Anda untuk berduel.-

Terima?

{Ya} {Tidak}

"Hei! Aku sudah bilang kan? Aku tidak akan pernah berduel denganmu"

"Haaah... Kenapa?"

"Itu karena..."

DUKK!

"Awww!"

"Aaah maafkan aku, aku sedang terburu-buru. A..aku permisi!"

Dan saat aku terjatuh karena tersenggol oleh orang tadi, aku tidak sengaja menekan tombol "ya" yang tertera pada Invitation Screen tersebut.

-Permintaan duel diterima-

"Waaaaa siaaaaal!"

"Arara... Ternyata kau menerimanya juga I.O-Kun! Ah baiklah langsung kita mulai saja ya!"

"Hei..hei bukan begitu maksudku!"

-Duel akan dimulai dalam waktu 3 detik-

3...

2...

1...

"UWAAAAAA!"

Salah satu peraturan di dunia ini adalah "Kau tidak boleh keluar dari permainan atau duel sebelum duel tersebut selesai atau salah satu dari pemain menang.

Hio merasa benar-benar sial hari itu. Namun ia merasa lega ketika pertarungan akan segera selesai.

Seitachiro memandang I.O yang terkapar di tanah dengan pandangan merasa bersalah, lalu sekali lagi ia meminta maaf.

"I.O-Kun, aku benar-benar minta maaf! Aku tidak berniat untuk melukaimu sampai sejauh itu, lho! Uhh... maaf ya, nanti akan kucarikan obat yang manjur untuk mengobati lukamu itu."

Luka? ...

Oh aku tidak menyadari mendapatkan lu...ka

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

"I.O-Kun ada apa?"

I.O menatap ke belakang melihat lengan kanannya sudah hampir putus dan dipenuhi banyak darah yang terus mengalir. Ia dapat melihat dengan jelas daging dan otot lengannya. Sedangkan telapak tangannya masih memegang senapan yang sudah dilumuri banyak darah.

Walau dunia itu bukan dunia sebenarnya, hanya dunia yang dibuat oleh kehebatan teknologi, namun I.O bisa merasakan dengan jelas bagaimana rasanya mendapat luka, luka tembak yang menyebabkan lengannya hampir putus. Ia berpikir SENAPAN MACAM APA yang dipakai oleh Seitachiro. Lebih pentingnya lagi ia dalam kondisi darurat sekarang. Ia bisa merasakan sakitnya seperti dibakar oleh api yang sangat panas, membuatnya ingin menjerit sekali lagi. Tapi itu bukan pertama kalinya ia melihat darah. Setidaknya ia pernah melihat sekali.

Sementara itu Seitachiro merasa panik sendiri. Ia berkali-kali berputar-putar di jalan, tampak mencari sesuatu. Ia bahkan mengabaikan pengumuman pemenang duel dan hadiah yang didapat. Beberapa menit kemudian hadiah tersebut menghilang. Memang itulah yang akan terjadi jika pemain tidak segera mengambil hadiahnya.

Seitachiro sialan, inilah kenapa aku tidak ingin berduel denganmu. Yasudahlah, di situasi seperti ini aku hanya bisa...

"Oiii I.O-Kun aku mendapatkan obat nih! Obat ini bisa menambah beberapa Health Point mu. Ara? I.O-Kun? Kau dimana?"

Player I.O telah keluar dari game

APARTEMEN 202

- 25 Agustus -

"Eeek! Game ini benar-benar menakutkan." Sergah Hio sembari membaringkan badannya di sandaran kursi.

"Sehebat inikah teknologi hingga mereka membuat kita dapat memasuki sebuah game dan membuatnya terasa seperti dunia nyata."

Hio teringat kembali kejadian tadi dimana Seitachiro menembak lengannya dengan senapan hingga lengannya nyaris putus. Ia nyaris gila ketika melihat darah bercururan dimana-mana, dan jika saja itu bukan dunia game, mungkin ia telah mati karena anemia.

"Tapi... aku belum puas. Sebelum aku mengalahkan si sialan Seitachiro, aku tidak akan berhenti memainkan game ini. Sebelum itu... lebih baik aku istirahat dulu. Kejadian tadi benar-benar membuatku shock setengah mati."

Hio mengambil headphone nya lalu mendengarkan lagu-lagu kesukaannya sembari bersandar di atas sofa nya. Hari itu cuaca sangat panas dan Sakagi Hio, seorang siswa SMA Akademi Seika, tidak merencakan apapun untuk liburan musim panasnya. Ia lebih menikmati tidur di atas sofa nya, bermain game, dan menghabiskan waktu di rumah daripada berpanas-panasan di luar. Sekarang... apa yang harus kulakukan?

Hio menatap lembaran koran yang terbuka di atas meja kayunya. Di koran tersebut di beritakan tentang kematian misterius seorang siswa SMA berusia 16 tahun yang berasal dari Akademi Seika. Seika? Itu adalah sekolahku, tapi aku baru mendengar berita ini sekarang. Hio sama sekali tidak pernah mendengar berita itu. Beberapa minggu ini ia selalu bolos sekolah dan menghabiskan kegiatannya di rumah. Di Akademi Seika, murid-murid diperbolehkan untuk tidak mengikuti sekolah namun dengan satu syarat : Pekerjaan rumah, ulangan, bahkan nilai ujian mereka minimal harus 90 atau 90 ke atas. Jika salah satu dari nilai tidak ada yang bernilai 90, maka mereka tidak akan diluluskan dari sekolah. Itu sebabnya hanya sebagian dari mereka yang memilih untuk tidak mengikuti sekolah termasuk Hio.

Hio mematikan lagu yang ia dengar ketika ia merasakan ada suara teriakan seorang gadis dari luar apartemen.

?

"Siapa yang berteriak di depan apartemen ini?"

"I.O-Kun!"

Hahh!? Siapa? Mengapa ia mengetahui ID ku di game itu? Tidak...aku pasti cuma salah dengar.

Hio berlari ke arah jendela ketika ia melihat sebuah buku dilempar ke arahnya. Hio dengan cepat menghindar. Hanya beberapa cm lagi ia akan kena buku melayang itu.

"Hei! Apa-apaan kau!"

"Oiii I.O sekarang aku ingin bertanya, kenapa kau pergi dari game tadi?!"

"Ha!? Apa maksudmu, kenapa kau...!"

"Aku Seitachiro!"

"Apa? Oy jangan bercanda!"

Hio keluar dari apartemennya lalu bertemu dengan seorang gadis seusianya yang mengaku sebagai Seitachiro. Tubuhnya kurus dan ia lebih pendek dari Hio. Rambutnya berwarna kecoklatan dan dibentuk model gaya rambut bob, seakan ia tahu bahwa hari akan lebih panas dari biasanya. Ia menggunakan kaus putih musim panas yang dilapis dengan rompi berwarna pink muda dan celana tipis sepanjang lututnya. Penampilannya terkesan tomboy tapi lebih pentingnya lagi dia adalah...

"Namaku Fuukiba Muko dan aku adalah Seitachiro yang sering kau temui di game itu. Oh maaf soal lenganmu yang patah tadi. Aku memang terkadang selalu lepas kendali ketika bermain game, karena itu aku kaget ketika melihat kau tiba-tiba pergi dari arena game. Hehehe... jadi bagaimana kabarmu sekarang I.O-Kun?"

Fuukiba menjelaskan identitas sebenarnya kepada Hio, membuat ia sangat terkejut dan terdiam beberapa saat.

Orang ini... Tidak, gadis ini... dia adalah SEITACHIRO?!

...

"Oii bagaimana mungkin kau adalah Seitachiro! Seitachiro yang kukenal adalah seorang laki-laki bukan seorang gadis sepertimu!"

"Araaa... kalau tentang Seitachiro sih... Bukankah semua pemain bebas memilih gender apapun? Itu berarti aku pun bebas menggunakan avatar cowok, benar kan?"

Hio baru ingat bahwa pemain bebas menentukan gendernya. Dengan kata lain pemain bisa menyamar sebagai cowok di game tersebut dan sebaliknya. Ia nyaris terperanga karena terkejut. Jika gadis ini benar-benar Seitachiro berarti ia telah dikalahkan oleh seorang gadis. Seorang laki-laki dikalahkan oleh seorang gadis adalah hal yang sangat memalukan. Hari itu, Sakagi Hio, siswa SMA di Akademi Seika telah mengalami hari paling buruk dan aneh dari semua hari paling buruknya. Dan hari itu, ia merasa reputasinya sebagai gamers sejati telah dihancurkan. Seitachiro, temannya selama ini di game ternyata adalah seorang gadis.

"Fuhh oke-oke... Kau kini membuatku semakin gila. Tapi aku akan lebih gila lagi jika mendengar jawabanmu untuk pertanyaanku ini. Bagaimana caranya kau mengetahui identitas "I.O" yang sebenarnya?"

"Haa... kalau itu sih... aku tidak tahu."

"Apa?! Bagaimana mungkin kau tidak tahu? Kau pasti pernah membuntutiku kan?"

"Tidak... sekalipun aku tidak pernah membuntutimu. Aku juga tidak tahu. Kenapa aku mengatahuimu? Kau bukan keluarga atau temanku tapi kenapa aku...

Kenapa aku mengetahui segala sesuatu tentangmu?"

...

Fuukiba terdiam beberapa saat. Ia terlihat sangat kebingungan dan tidak mengerti dengan apa yang ada di pikirannya. Hal itu mengingatkan Hio ketika Seitachiro kebingungan dan panik sendiri saat melihat dirinya terluka. Walaupun penampilan mereka berbeda, tapi sifat mereka sama. Jadi Fuukiba, gadis yang ada di hadapannya tidak berbohong mengenai dirinya sebagai Seitachiro. Tapi mengapa ia sendiri tidak mengetahui "caranya" dalam mencari identitas asli I.O? Itu sangat aneh. Kalaupun ia memang membuntutinya sepanjang hari, bukankah dibutuhkan identitas atau informasi dasar terlebih dahulu untuk membuntutinya? Seperti... kau harus mengetahui alamat orang yang ingin kau buntuti. Atau mungkin... ia menggunakan suatu alat canggih untuk menemukan informasi seseorang? Dan ia tidak ingin mengakuinya. Tapi Hio tidak pernah mendengar benda semacam itu. Dan lagi Fuukiba sendiri merasa jelas kebingungan yang menandakan ia tidak berbohong mengenai apapun.

ARGHHH! Sudahlah aku tidak mengerti!

Fuukiba yang sedari tadi berdiri di hadapan Hio menunduk lalu tertawa. Apa yang dia tertawakan? Apa dia menganggap semua ini hanya lelucon konyol.

"Ahahah... Kau tidak perlu memikirkannya kok, karena aku sendiri tidak mengerti."

"Kau aneh. Kau ini alien atau apa? Bisa-bisanya mengetahui identitas orang yang tidak kau kenal."

"Tapi aku sangat mengenalmu lho, maksudku mengenalmu sebagai I.O yang selalu ketakutan ketika menghadapi Seitachiro."

"Kau mengejekku ha, SEITACHIRO? Aku akan memastikan untuk mengalahkanmu di game itu lagi…. ketika aku kembali bertemu denganmu."

"Ara…ara… aku sangat menyukai semangatmu, I.O-Kun. Aku juga berharap akan bertemu denganmu lagi di dunia game. Seitachiro tidak akan pernah kalah lho. Daaah…. Sampai berjumpa lagi, I.O-Kun…"

Fuukiba berbalik sembari melambaikan tangannya. Ia pergi meninggalkan Hio tanpa memberitahu alasan yang jelas. Membuat Hio semakin tidak tenang.

ARGHHH! Apa-apaan sih?! Aku tidak mengerti sama sekali. Hari ini benar-benar aneh. Ahhhh kuharap hari yang aneh ini tidak berlanjut seterusnya. Sebaiknya aku kembali ke apartemen dan mengerjakan PR musim panasku.