Warning : GAJE, Abal, Lebay, aneh, TYPO, dll.

Disclaimer : Cerita gaje ini milik saya =w=

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-

CKLEK!

Semua murid menoleh ke arah gerbang sekolah, disana terdapat mobil mewah, keluarlah lelaki berambut biru laut keluar dan berjalan ke arah pintu lainnya dan membukanya.

Saat pintu itu terbuka, munculah seorang gadis manis berambut senada dengan pemuda tersebut.

"Apakah ini sekolah baru ku, Leon?" Tanya gadis itu.

"Ya, Ojou-sama," jawab Pemuda itu.

"Hem! Tidak jelek juga, yah, setara lah dengan sekolahku dulu," ucap gadis itu sombong dan keluar mobil sambil menerima uluran tangan pemuda tersebut.

Semua gadis dan pemuda di sana jatuh cinta kepada 2 manusia berparas cakep dan manis tersebut.

"Kyaaaaa! Lelaki itu tampan sekaliiii!"

"Gadis itu manis! Apakah dia mau jadi pacar ku tidak ya?"

"UUKH! Kenapa gadis itu sangat manis ya?!"

"Cowo itu kenapa bisa ganteng ya?!"

Itulah komen-komen orang disana.

"Leon, apakah kau tahu jalan ke kelas?" Tanya Gadis itu.

"Umm… Ojou-sama… bukannya kita musti melihat papan pengumuman agar bias lihat kita berada di kelas mana?" Tanya Pemuda itu.

"Argh! Jangan membantah! Ayo kita ke papan pengumuman!" bentak gadis itu dan berjalan meninggalkan pemuda itu "Leon, bawakan tasku ya!" perintah gadis itu lalu dia melanjutkan perjalannya.

"..Hai, hai… Ojou-sama," jawab Pemuda itu sambil menghela nafas, pemuda itu segera mengakat dua tas, satu punya dia dan satunya lagi punya tuannya.

Dari kejauhan terlihat gadis berambut kuning lemon menatap mereka dengan seringai.

"…2 Demon ada disini…," ucap gadis itu.


XI-II

Lionel V'Luciferia

Leon Veilore

Rosetta Avelian

"Kelas berapa, Leon?" Tanya Gadis itu, Lionel V'Luciferia.

"Kelas XI-II, Lionel-sama," jawab Servant tersebut, Leon Veilore.

"Baiklah, ayo kita kesana,"perintah Lionel.

"Ya, Ojou-sama," jawab Leon sambil membungkuk.

Mereka berjalan menuju kelas mereka.

"Hei! Kalian tunggu sebentar!" terdengar suara seorang gadis memanggil mereka.

Mereka berdua membalikkan badan mereka kebelakang dan menemukan seorang berambut kuning lemon berlari ke arah mereka.

"Umm… bolehkah aku berbicara dengan kalian sebentar?" Tanya gadis itu sambil tersenyum manis.

"Apa itu? Aku kaga ada waktu banyak jadi cepetlah!" ucap Lionel dingin.

"O, Oke… Ikut aku!" pekik gadis itu dan menarik Lionel ke suatu tempat.

"Whaaa-!" pekik Lionel kaget karena langsung di tarik.

"Ojou-sama!" pekik Leon melihat 'master'nya di bawa gadis aneh.


Mereka sampai di depan sebuah pintu yang bertulis "Ruang OSIS"

Gadis berambut Lemon itu membuka pintunya.

BUAK!

"Ohayou, Minna!" pekik gadis itu senang sambil mendobrak pintu tersebut.

Di dalam terlihat beberapa orang,

Seorang gadis berambut brunette sedang mengerjakan sesuatu alias sedang menulis.

Seorang gadis berambut merah yang sedang makan tulang dan daging

Seorang gadis berambut pirang sedang tidur

Seorang pria berambut hitam sedang menghitung sesuatu, dan seorang pria berambut ungu sedang memainkan bunga dengan tingkah narsis.

"Umm… Minna…" panggil gadis lemon itu sambil sweatdropped.

"Ukh… banyak sekali tugas yang belum selesai! Tugas Osis memang melelahkan!" umpat gadis brunette tersebut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

"Nyam! Nyam! Daging ayam memang enak!" gumam gadis merah itu sambil mengigit daging ayam dengan beringsas yang membuat 3 mahluk di depan pintu hanya bisa sweatdropped.

"150.000, 170.000, 190.000, 230.000…." ucap Lelaki berambut hitam tersebut sambil menghitung uang.

"Z….z….Z…Nyem…nyem… waaah…. Kebun….tumbuhan herbal…bagus untuk…bahan…ramuan…nyem…nyem…" igau gadis pirang itu,

"Oh… cermin…oh cermin~ siapakah yang paling tertampan didunia ini?" Tanya lelaki ungu itu sambil mengigit bunga mawar dan bergaya narsis di depan cermin.

KRAK!

Cermin itu retak setelah lelaki ungu itu selesai bicara.

PICK! PICK! PICK!

Di kepala gadis lemon itu muncul 9 perempatan.

"SEMUANYAAAAAA! APAKAH KALIAN MENDENGARKAN KUUUUUUUUUUUUUU!" Teriak gadis lemon itu kesal.

Semua yang ada disana menutup telinga mereka karena suara gadis lemon itu sangat kencang.

"Ada apa, Rosetta?" Tanya gadis brunette tersebut.

"Huaaam! Nyem-nyem… ada apa? Ribut-ribut?" Tanya gadis pirang tersebut sambil mengucek-ngucek matanya.

"Sudah, kaga ada apa apa kok, kalau masih ngantuk tidur aja, Carlo," ucap lelaki berambut gelap itu ke gadis pirang itu.

"Ya sudah, Oyasumi~ Nyem…nyem…" gadis pirang tersebut melanjutkan tidurnya dan kini posisinya bukan kepalanya diatas meja tapi sekarang di pundak lelaki berambut gelap tersebut.

"HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEIIIII! DENGARKAN AKUUU!" pekik gadis lemon itu, kini di kepalanya numbuh 2 tanduk.

Lionel hanya bengong ngelihat kepala gadis itu ada tanduk.

"Ya, ya… ada apa, Rose?" Tanya lelaki berambut gelap itu.

Semua yang disana kecuali Lionel, Rosetta, Leon, lelaki gelap itu dan gadis pirang itu hanya mengangguk berate setuju.

Rosetta hanya tersenyum lalu dia menarik tangan Lionel.

"Semuanyaaaa! Aku membawa anggota baru yang kubilang tadi itu lhooo~!" pekik Rosetta senang.

"Eh? Anggota baru? Oh, yang bakalan menjadi bendahara kedua kan?" Tanya lelaki gelap itu.

Rosetta hanya mengangguk berati iya.

"Hei! Tunggu sebentar aku kaga tau aku akan di jadikan anggota! Kalau tahu begini aku ti—" belum selesai bicara tangan Lionel di remas dengan kuat sama Rosetta "AUCH!" Pekik Lionel dan segera menarik tangannya walau begitu tangannya gagal lepas dari tangan Rosetta,

"Hei~ Kami kekurangan anggota dan kalian kelihatan cocok untuk menjadi bagian osis! Jadi aku mohon jadilah anggota kami!," ucap Rosetta dengan mata bling-bling.

"HMP! Maaf tapi aku menolak!" tolak Lionel dengan nada angkuh "Ayo, Leon. Kita pergi" perintah Lionel meninggalkan mereka.

"Ba, Baik, Ojou-sama!" jawab Leon dan segera berjalan mengejar Lionel yang sudah jauh di depan mata.

"Hei, namamu Leon kan? Leon Veilore?" Tanya Rosetta.

TAP!

Leon berhenti melangkah dan dia segera membalikkan badannya dan menatap Rosetta.

"Ya, namaku Leon Veilore, ada apa?" Tanya Leon ketus.

"…Abbadon…" ucapan Rosetta membuat Leon kaget.

"Ba, Bagaimana kau—" Leon matanya terbelalak kaget

"Abbadon… iblis dalam bayangan, iya kan? Bayangan yang besar yang berpura-pura menjadi bayanganmu itu Abbadon kan?" Tanya Rosetta sambil menunjuk bayangan Leon.

Leon hanya berkeringat dingin.

"Dan kembaranmu yang menjadi tuanmu itu… Lucif—" Belum Rosetta selesai bicara dia langsung di potong Leon.

"DIAM! Jangan beritahu itu kepada Nona! Aku tidak mau dia… Tch!" Leon membuang mukanya dengan kesal.

"Kalau tidak mau di kasih tahu, kau dan nonamu musti masuk kedalam osis," ucap Rosetta dengan seringai licik, "Bagaimana? Leon?" Tanya Rosetta.

Leon hanya menggertak giginya, dia membalikkan badannya ke arah Rosetta.

"FINE! Aku akan meminta Lionel-sama masuk kedalam Osis! Asalkan kalian tidak memberi tahu bahwa dia punya kekuatan Lucifer! Dan—TCH!" bentak Leon dan dia pergi secepatnya.

Rosetta menyilangkan tangannya dan tersenyum kecil, disampingnya terdapat gadis brunette sedang menyender di dinding.

"Jadi… kita sudah menemukan 2 demon, ya kan?" Tanya gadis brunette tersebut dengan senyuman.

"Ya, mereka berdua, Lucifer dan Abbadon" ucap Rosetta dengan senyuman.

"Dengan begini, bukan kita saja yang demon, kalau ada mereka, kita bisa bertambah seru~ bermain bersama~ dari 6 jadi 8asyiik! Nambah teman!1" ucap gadis merah senang sambil berputar-putar.

Orang-orang disana hanya sweatdropped melihat tingkah temannya


"Leon! Kau kemana saja?!" pekik Lionel kesal.

"Ma, Maafkan aku, Ojou-sama" ucap Leon sambil membungkuk minta maaf.

"Hmp!" Lionel hanya membuang mukanya dengan kesal.

"..Um… Ojou-sama…" panggil Leon.

"Ada apa, Leon?" Tanya Lionel dingin sambil bertopang dagu.

"Umm… Ojou-sama… apakah kita masuk ke Osis saja? Kelihatannya seru…" bujuk Leon sambil memainkan jarinya yang berati dia khawatir.

"Hah?! Aku tidak mau!"

"Ta, Tapi O, Ojou-sama—"

"Diam! Kau itu cumin servant! Jangan memaksa kehendak kepada tuanmu! Derajatmu di bawahku! Ingat itu!"

"…Baik, Ojou-sama…" ucap Leon sambil memberi hormat

Lionel hanya membuang mukanya dan segera pergi dari lokasi meninggalkan Leon sendirian.

"Li, Lionel-sama! Tu, Tunggu!" pekik Leon mengejar Lionel.

"Leon! Jangan ikutin aku!" ucap Lionel dingin sambil menatap Leon.

"Ta, Tapi… Ojou-sama…" ucap Leon protes.

"Ini hukuman dari mu karena berani memaksa kehendak pada tuanmu! Kau sementara waktu jangan mengikutiku!" perintah Lionel kesal.

"De, Demo…Ojou-sama… Ji, Jika kau ada apa-apa gimana?" Tanya Leon.

"URUSAI! LEON!" Seketika muncul angin kencang dari arah Lionel ke Leon.

Leon menghalangin mukanya dengan tangannya agar mukanya tidak terkena angin kencang itu dan berusaha tidak terdorong angin itu.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!/ GYAAAAAAAAAA!" Pekik murid-murid di lorong itu terdorong atau diterbangkan angin itu.

Setelah angin itu mereda Leon memberanikan diri melihat depan.

"Tch! Ojou-sama kaga ada! Bagaimana ini…. Padahal dia diincar banyak orang karena dia adalah Ratu," ucap Leon kesal.


Lionel berjalan di luar gerbang sekolah dengan kesal,

"Huh! Leon no baka! Dia itu mustinya tahu diri bahwa aku tuannya! Dia tidak boleh seenaknya memaksa kehendak kepada tuannya!" Omel Lionel kesal.

"Huuuh! Menyebalkan! Aku marah tanpa ingat bawa mobilku.." umpat Lionel penuh kekesalan.

Lionel berjalan tanpa menyadari ada seseorang di belakangnya, Lionel segera menoleh kebelangkang dan—

WHACK!

-0-0-0-0-To Be Continued -0-0-0-0-