Anggota keluarga Alvarez sedang menikmati makan malam mereka. Suasana makan malam tampak sangat sunyi sekali. Chuck masih memikirkan bagaimana dia memberitahu papanya mengenai kuliah dia yang berantakan. Kimi juga memikirkan bagaimana reaksi papanya saat mengetahui putri satu-satunya ingin melanjutkan kuliah di Amerika.

"bagaimana dengan sekolah kalian hari ini?" tanya Orlando yang membuka pembicaraan

"matematika ku dapat 80 hari ini!" jawab Milo semangat

"owwh jagoan papa memang hebat" kata Orlando tersenyum sambil mengelus rambut

"guru ku bilang kita harus menolong orang tua saat menyebrang jalan, lalu aku dan Enzo membantu Pepe menyebrang jalan" kata Milo yang semakin bersemangat menceritakan harinya kepada papanya.

"dia terus melakukan itu selama 15 menit tuan" kata Pepe sambil menuangkan air putih ke gelas Orlando dan membuat Orlando tertawa. Pepe adalah kepala Pelayan dirumah keluarga Alvarez. Dia telah mengabdikan hidupnya kepada keluarga Alvarez selama 23 tahun lebih. Pepe sudah dianggap seperti keluarga oleh mereka.

"bagaimana dengan kalian?" tanya Orlando kepada kedua anaknya

"oh.. umm…" jawab mereka gugup

"ada sesuatu yang terjadi?" tanya Orlando "Kimi bagaimana berita kuliah mu?"

"oh itu… umm… se,sebenarnya Mrs. Wilson tidak masuk hari ini. a,aku akan bicara dengannya nanti pa" jawab Kimi yang mencoba menutupi kegugupannya

"bagaimana denganmu Chuck?" tanya Orlando

"aku tidak ada kelas" jawab Chuck singkat

(Chuck POV)

Selesai makan malam aku langsung menuju kamar ku. Aku tidak bisa membayangkan pasti papa kecewa denganku! Tapi mau gimana lagi, aku bukan anak pintar seperti Kimi. Oh iya Kimi! Aku akan menggunakan Kimi sebagai pengganti ku. Maksudku, bagaimana jika aku bilang pada papa kalau sebaiknya Kimi yang mengambil jurusan ekonomi? Dia bisa ambil jurusan Public Management sepertiku, dengan begitu pasti papa tidak akan begitu marah jika aku ingin sekolah acting. Hmmm… aku memang pria cerdas!

(Orlando POV)

"jangan khawatir dokumen kontrak sedang aku persiapkan"

Aku melihat Chuck masuk ke ruang kerja ku. Saat ini aku sedang berbicara dengan salah satu klien penting dari perusahaan besar di Itali yang ingin menggunakan jasa Alvarez Export. Chuck berjalan dan duduk di kursi yang ada di hadapanku.

"baiklah… kita akan bicarakan saat meeting besok pagi. Selamat malam Mr. Costa" kata ku sambil menutup telepon.

"apakah papa sibuk?" tanya Chuck

"tidak… ada apa nak?"

"begini… Papa tau kan Kimi anak yang pintar? Baru setahun dia sekolah disini tapi dia sudah menerima penghargaan murid teladan" Aku mengangguk setuju dengan perkataan Chuck. Anak ku Kimi memang seorang gadis yang pintar.

"bagaimana jika Kimi masuk fakultas ekonomi? Dia bisa ambil jurusan Public Management seperti ku. Dia juga pewaris Alvarez Export kan?" kata Chuck. "apa maksud pembicaraanmu nak?"

"Maksudku jika suatu hari aku diculik alien atau tiba-tiba zombie memakan otak ku atau tiba-tiba aku terkena cairan kimia beracun yang menyebabkan aku mempunyai kekuatan super lalu hidup ku berubah seperti Clark Kent yang harus menyelamatkan dunia, menjaga manusia agar aman dari segala kejahatan di dunia ini papa! Aku bisa saja seperti Britt Reid tapi sebenarnya dia tidak bisa apa-apa tanpa Kato. Iron Man juga keren tapi memakai baju besi sepertinya sangat panas. Lagipula aku juga tidak ingin kulit lembut ku ini lecet"

Tiba-tiba Chuck berhenti berbicara. Ekspresi wajahnya berubah menjadi kebingungan "tadi kita sedang membicarakan apa yah pa?" tanya Chuck yang terlihat bingung

Aku hanya bisa terdiam mendengar ocehan Chuck. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang anak ini bicarakan. Aku tidak tahu siapa orang-orang itu. Aku pikir mereka adalah teman-temannya Chuck.

"I have no idea… terakhir kamu sedang membicarakan Kimi" aku menjawab keheranan

"oh iya Kimi! Aku hanya ingin bilang tidak ada salahnya kan jika papa menyuruh Kimi untuk study ekonomi. Aku yakin Alvarez Export aman ditangannya"

Aku memikirkan perkataan Chuck. Apa yang dikatakannya benar sekali. Kimi adalah anak yang luar biasa pintar. Selama dia sekolah di Jepang, anak perempuan ku selalu mendapatkan beasiswa. Kimi belum memberitahu ku mengenai kuliahnya dan aku juga tidak pernah membahas apa yang aku inginkan untuk masa depan putri ku. Sepertinya dia belum memutuskan jurusan yang akan dia ambil.

"baiklah besok papa akan bicara dengan Kimi"

"YESSSSSS!" teriak Chuck kegirangan. Chuck terlihat senang sekali dengan hal ini. Aku tidak tahu dia sangat peduli dengan masa depan adiknya. Aku sangat bangga dengan anak-anak ku.

[keesokan harinya]

Pulang sekolah Kimi langsung menuju ke Alvarez Export. Dia berencana untuk memberitahu Orlando mengenai kuliahnya siang ini. Kimi tidak bisa menunggu lagi untuk memberitahukan kabar ini sampai nanti malam. Kimi mengira jika dia memberitahukan papanya dikantor yang penuh dengan banyak orang pasti dia tidak akan marah. Kimi pergi diantar oleh Javier, supir pribadi yang bekerja untuk keluarga Alvarez.

(Kimi POV)

Sesampainya aku di kantor Alvarez Export, aku langsung menuju lift. Aku menekan tombol lantai 10 tempat ruangan papa. Setelah aku keluar lift, aku disambut oleh Debora, sekretaris papa ku.

"selamat siang nona Kimi" sapa Debora

"siang Debora. Apakah papa ku ada?" tanya ku

"iya dia ada di dalam baru saja selesai meeting. Tumben sekali nona Kimi datang ke kantor?"

"hmmm... Tidak ada apa-apa. Aku masuk kedalam dulu yah" Aku membuka pintu ruangan papa. Papa ku yang saat itu sedang bekerja langsung menghentikan kegiatannya melihat kedatangan ku.

"ada apa nak kamu kesini?" tanya papa

"a,ada yang ingin aku bicarakan pa" jawab ku sambil duduk dikursi yang ada dihadapan papa.

"kebetulan ada yang ingin papa bicarakan juga"

"oke papa duluan" kata ku

"Kimi kamu adalah pewaris Alvarez Export, suatu saat nanti kamu akan memimpin perusahaan ini. Jadi papa ingin kamu ambil jurusan Public Management sama seperti Chuck untuk kuliahmu nanti sebelum perusahaan ini dipegang oleh mu"

Aku terdiam mendengarkan papa. Kenapa papa tiba-tiba menyuruhku untuk kuliah management? Bukankah sudah cukup Chuck saja yang ambil jurusan itu?

"kenapa aku harus kuliah ekonomi pa?" tanya ku heran

"ini semua berkat idenya Chuck"

"Chuck?"

"semalam dia memberitahu papa mengenai kuliahmu. Menurut papa itu ide yang sangat bagus! Kamu harus baik-baik dengan kakakmu. Dia sangat peduli dengan masa depan kamu" kata papa tersenyum.

Aku tahu Chuck! Dia tidak peduli dengan masa depan aku atau apa yang ingin aku lakukan. Ada sesuatu yang aneh. Aku rasa Chuck menyembunyikan sesuatu.

"kimi tadi ada yang ingin kamu bicarakan, apa itu?" tanya papa

"oh..uh.. Aku ingin minta uang untuk beli dress prom" kata ku yang terpaksa berbohong pada papa

"gunakan kartu kredit papa tapi kamu jangan beli yang lainnya yah" kata papa sambil mengeluarkan kartu kredit dari dalam dompetnya.

Aku berjalan keluar ruangan papa menuju tempat parkir yang berada di basement. Aku masuk kedalam mobil sambil mengeluarkan hp ku dari dalam tas.

"pepe tolong bantu aku untuk mencari tahu keberadaan Chuck. Hubungi aku jika kamu sudah menemukan dia. Oh iya… jangan sampai dia tahu aku mencarinya" kata ku sambil menutup telepon.

(Chuck POV)

"apakah kamu sudah memberitahu papa mu?" tanya Mario yang berdiri disampingku. Saat ini aku sedang berada di Gym dekat dengan kampusku, University of Milan dengan Gino dan Mario. Mario adalah salah satu teman dekatku. Dia dan aku sama-sama mengambil jurusan Public Management dan dia juga teman sekelasku.

"aku bilang pada papa ku kalau sebaiknya adik tiri ku yang sekolah ekonomi, jadi saat aku bilang ingin pindah jurusan dia tidak akan terlalu marah pada ku" kata ku sambil menggunakan alat Pek Deck.

"apa menurutmu Kimi akan setuju?" tanya Gino

"tentu saja dia akan setuju dengan ide ku ini! Dia anak pintar… Kimi tidak akan menemukan masalah jika ambil jurusan ekonomi"

"DUDE WHAT THE HECK DID YOU SAID TO DAD?!" Tiba-tiba Kimi datang ke Gym sambil berteriak. Orang-orang yang berada diruangan ini melihat kearahku. Aku langsung berdiri di hadapan Kimi. Dia terlihat sangat kesal sekali seperti ingin mencabik-cabik ku.

"dude I think she's not ok with your idea" bisik Gino ke telinga ku

"apa yang kamu lakukan disini?" kata ku

"apa yang kamu katakan pada papa?! Ada apa dengan mu tiba-tiba menyuruh papa memaksa ku kuliah ekonomi?!" bentak Kimi

"karena kamu adalah pewaris Alvarez Export dan masa depan mu sangat penting sekali Kimiko"

"oh please chuck! Last week you don't even care to pick me up at 3 in the morning. Now you are talking about my future? What the….!?" Sindir Kimi

"ok fine! Jika kamu bisa kuliah ekonomi, maka aku bisa pindah jurusan"

"kamu ingin pindah jurusan? Ada apa?"

"aku mendapatkan surat peringatan. Jika kamu menggantikkan jejakku, pasti papa akan mengizinkanku pindah jurusan" akhirnya aku menjelaskan pada Kimi tentang niat terselubung ku.

"that's your problem! Kamu harus bilang pada papa yang sebenarnya! Aku tidak ingin jurusan ekonomi Chuck dan aku sudah menetapkan pilihan ku. Kenapa bukan kamu saja yang bertahan?" kata Kimi

"kamu tahu kan aku bukan anak yang pintar?!"

"oh my GOD! I really don't know bout that! SO?" sindir Kimi

"aku benar-benar kesulitan meskipun aku telah berusaha semampuku! Kamu kan pintar pasti kamu tidak akan menemukan masalah dalam hal pelajaran"

"tolong berhenti lah menggunakan ku sebagai tumbal mu" bentak Kimi

"are u telling me of what to do now?!" bentak ku

"ugh I'm not telling you of what to do, I'm telling you of what NOT to do!" kata Kimi sambil mengepalkan tangannya.

"tapi jika tidak ada yang kuliah ekonomi pasti itu akan membunuh papa!" kata ku

"geez Chuck, we still has Milo!" kata Kimi. "malam ini kita akan jujur pada papa. Kita harus lakukan apa yang kita suka Chuck!"

aku hanya bisa mengangguk setuju. Kali ini aku setuju dengan adik tiri ku. Aku harus bilang pada papa yang sebenarnya. Papa mungkin akan kecewa denganku tapi aku tidak ingin terus menjalani penderitaan ku dan terus berbohong.

"okey gotta go now" kata Kimi "you're cute! Nice to meet you" kata Kimi berbicara pada Mario sebelum dia berjalan keluar Gym. Aku akui temanku Mario Moretti memang tampan tapi tetap aku lebih tampan darinya. Mario berdarah German-Itali tapi aku curiga kalau sepertinya dia juga mempunyai darah Asia seperti Kimi.

(Kimi POV)

Selesai makan malam aku langsung menuju kamar Chuck. Malam ini juga kita berdua sepakat untuk memberitahu papa. Aku membuka pintu kamar Chuck. Dia sedang berdiri dikamarnya dan terlihat sangat khawatir.

"Chuck ayo kita bicara pada papa" kata ku menghampiri Chuck

"aku takut papa akan marah pada kita"

"yaa… itu resiko kita. Mau bagaimana lagi?!" kata ku ketus

"DO YOU KNOW ABOUT "PLAYBOY MAGAZINE" INCIDENT?!" kata Chuck yang tiba-tiba menjadi panik.

"of course I knew! I was there!" kata ku. "Chuck relax… its going to be fine!" kata ku berusaha menenangkan Chuck

"relax?! do you see dad's veins?! Don't you scared?"

"I saw that! It's like thunder and it's freaks me out!" kata ku

Aku dan Chuck berjalan menuruni tangga menuju ruang keluarga. Aku dan Chuck terus berusaha untuk menenangkan diri. Aku melihat papa sedang menonton TV. Aku dan Chuck duduk di sofa yang terletak dihadapan papa.

"pa… ada yang ingin kita bicarakan" kata ku

"ada apa ini kalian tampak khawatir sekali?" tanya papa yang juga mengeluarkan raut wajah khawatir

"aku mendapat surat penerimaan dari University of Milan, Harvard, Sapienza University, Columbia, dan Oxford sudah seminggu yang lalu pa" kata ku

"WOW! Papa sangat bangga pada mu nak!" Papa yang terlihat senang sekali. "are you bragging now?" bisik Chuck

"aku akan ambil jurusan hukum… maaf aku tidak bisa kuliah ekonomi. aku sangat ingin belajar tentang hukum criminal" kata ku.

"aneh… dia cucu dari bos Yakuza dan sekarang dia ingin sekolah hukum?" sindir Chuck. "Shut up!" bentak ku

"papa tidak peduli kamu mau ambil jurusan apa. Kamu bisa diterima Universitas paling bergengsi di dunia sudah membuat papa bangga" kata papa sambil tersenyum

Melihat papa setuju dengan keputusan ku sangat membuat ku lega apalagi papa bilang bangga kepada ku. "tadinya aku memutuskan untuk kuliah di Harvard tapi aku berubah pikiran. Aku tidak bisa jauh lagi dari papa"

"papa sangat senang sekali mendengarnya nak. jujur saja papa akan keberatan jika kamu kuliah jauh dari papa meskipun itu di Harvard" kata papa tersenyum pada ku. "apa yang ingin kamu sampaikan Chuck?" tanya papa pada Chuck

"a,aku mendapatkan surat peringatan DO dari kampus. maafkan aku pa... aku sudah berusaha semampu ku tapi nilai-nilai ku tetap jelek. Aku tidak kuat lagi jika aku harus memaksakan diri untuk bertahan di jurusan ku sekarang" kata Chuck menjelaskan kepada papa.

Ekspresi papa berubah 180 derajat yang tadinya senang menjadi kesal. "APA?! KAMU HAMPIR DI DO?!" bentak papa. "Chuck kenapa kamu tidak bilang dari awal pada papa kalau kamu kesulitan?!"

"ma,maafkan aku pa… aku benar-benar menyesal. aku tidak ingin papa kecewa padaku" kata Chuck dengan raut wajah sedih.

"papa tidak ingin menjadi orang tua yang mengekang keinginan anaknya. Jadi apa yang kamu inginkan sekarang Chuck?" tanya Papa sambil memijat kepalanya

"aku ingin fokus pada seni theater dan pastinya aku akan pindah universitas ke IULM" kata Chuck gugup

"apakah itu keinginan mu? kamu yakin?" tanya papa

"iya, aku sangat yakin dengan hal ini pa… tolong izinkan aku" kata Chuck memohon pada papa

"baiklah kalau ini mau mu. Papa bisa apa daripada kamu harus menjalani sesuatu yang tidak kamu bisa" kata papa dengan pasrah

"thanks daddy! Papa keren.. aku sayang papa" Chuck langsung berdiri dan memeluk papa. Papa terlihat senang sekaligus pasrah. Papa ku memang orang tua yang paling pengertian di dunia. Meskipun aku dan kakak tiri ku sering bertengkar, tetapi aku lega papa tidak marah-marah pada Chuk. Chuck sangat senang sekali papa merestui keinginannya, begitu juga dengan aku. Meskipun aku sedikit sedih tidak bisa kuliah di Harvard karena aku tidak ingin jauh dari ayah seperti dulu.