Senyum, ya hanya tersenyum

Cukup kau lukiskan lengkungan itu di wajahmu, aku senang

Tawa, ya hanya tertawa

Cukup kau hentikan segala tangis dan amarah, aku bahagia

Hanya menikmati senyum dan tawamu,

Aku tak keberatan, aku tidak apa-apa

Asalkan memang aku yang membuatmu mengeluarkan semua itu

Asalkan memang aku yang menikmati semua itu

.

.

.

Tapi, kini aku ingin lebih

Aku ingin berada di sisimu selalu,

Aku ingin kau hanya ada untukku

.

.

Mustahil memang, aku tahu

Kau selalu melarangku,

menyentuh garis kehidupanmu,

menyelami dirimu

.

kau selalu tak mau,

membiarkanku menjadi cahaya di dalam gelapmu,

menjadi lantunan lagu dalam tidurmu

Tak apa, aku tahu

.

.

.

Namun, sejalannya waktu, kau mulai membuka dirimu,

Membiarkan sang kupu-kupu singgah di hatimu,

Membiarkan bunga-bunga mengelilingi hari-harimu

.

Ha-ha… tapi itu semua bukan untuk aku

Bukan untuk kumbang kecil seperti aku

Bukan, sama sekali bukan

.

.

.

Bukan aku lagi yang membuatmu tersenyum

Bukan aku lagi yang membuatmu tertawa

Bagimu, aku hanyalah ngengat buruk rupa

Yang mencemari keindahan tamanmu

.

.

Ya, ya,

Usir saja aku, abaikan saja aku

Kepedulianmu sudah tak jatuh lagi padaku,

Aku hanya rakyat jelata dan kaulah rajanya

Aku bukan apa-apa, bukan intan permata

.

Ya, ya,

Terus saja

Mempercepat langkahmu untuk menjauh dariku,

Dan biarkan aku merasakan kesesakan ini lalu mati perlahan

.

.

Itu 'kan maumu?

.

.

.

.


#Curcol Author#

Hiks… kenapa kau lebih memilih Maru-hime, Kieru-kun...?

Sedih aku ngeliat kau melototin Maru-hime mulu kalau ngumpul… o(T^T)o *abaikan*