Diriku Kini

.

.

.

Aku merasa diriku semakin jauh, semakin rapuh dan sendirian. Mereka membentuk kebahagian sendiri tanpaku—tanpa mengundangku. Aku merasa terlupakan di pojokan dunia, aku tenggelam oleh kebahagiaan mereka. Aku mencoba untuk kembali kepermukaan—kembali meraih mereka. Tapi sekali lagi mereka mengacuhkanku dan kembaliku terhanyut kepedihan.

Aku menatap masa lalu yang memperlihatkan kebahagiaan—diriku dan mereka, hingga sang waktu membawaku, membawa diriku dulu. Sang waktu menguburnya. Kini dia telah pergi—jiwaku tergantikan kegelapan, hingga ragaku tak ada yang ingin menyentuh dan merengkuh. Semakin aku jatuh kedunia kegelapan tanpa satupun ingin mengeluarkan. Tanpa satupun orang di dunia ini mengulurkan tangannya untuk meraihku kembali. Mereka masih mengacuhkanku.

Aku menatap sanda tawa mereka dibalik tirai penglihatanku, hatiku membatu mungkin terlalu lama memendam perih dan luka. Aku tak dapat merasakan apa pun, jantungku tak berdenyut perih, aku tak merasa ada irisan di lerung hati terdalamku. Yang ada hanya setetes air mata yang entah mengapa mengalir menyentuh bumi. Aku tak membutuhkan belas kasihan. Tenang saja. Kembali kukuatkan diriku dan berbalik menjauhi dunia fana.

Aku hanya butuh hidup di duniaku, mungkin memang terasa sepi dan kelam hanya saja aku tidak akan merasakan keperihan teracuhkan atau sayatan sindiran manusia palsu yang menjilati hatiku lalu menanamkan bekas sayatan.

Dunia terlalu mudah mematikan perasaanku tapi tidak imajinasiku. Aku masih bisa hidup dalam delusi. Tidak sepalsu dunia yang penuh fatamorgana. Harus kubutakan mataku agar mampu hatiku berbicara ilusi yang dirancang manusia-manusia palsu.

Bahkan mereka juga menyisihkan luka, sedikit tapi membekas luka terdalam. Aku tersenyum manis untuk terakhir kalinya pada masa lalu yang sempurna. Diriku kini bukanlah gadis itu lagi—yang ingin selalu bersama mereka, diriku kini lebih dewasa untuk memilah dunia dan menggapai bintangnya seorang diri.

.

.

.

Note : inilah karya absurd ketika bosan melanda saya hehehehe :3

Terima kasih sudah menyempatkan diri membaca, saya menghargai waktu anda :)

And please respect me with your review or concrit, don't just silent :)