Under Your Warmth, Darling

.

Jason Scott Heredich © Litte Yagami Osanowa

Daniel Damniel © Litte Yagami Osanowa

.

Inspirasi berasal dari Master Shungiku yang sudah mengarang Junjou Romantika dan Sekaiichi—dan kebetulan juga objek dalam Fic ini melibatkan –ehem— Orang nyata yang tentunya Identitas disamarkan, so Here we go again! Untuk pertama kalinya Litte menyatakan bahwa LITTE pemilik semua karangan ini!

.


Hedwich High School, 06.00 A.M School Soccer Field—Someone P.O.V


Aku selalu melihatnya di tempat yang sama setiap harinya—entah kenapa aku melakukannya tapi aku selalu menikmati setiap waktu ataupun waktu luang yang kumiliki hanya untuk melihat dirinya di seberang sana meskipun aku berada jauh disini. Melihatnya dengan jelas saja sudah membuat hatiku senang.

Aku selalu mengaguminya, bagaimana lincahnya ia berlarian di lapangan rumput yang hijau itu—bagaimana semangatnya yang selalu berkobar saat melakukan setiap aksinya diatas lapangan menggiring bola di kakinya. Gerakannya begitu lincah dan bebas, terkadang aku sempat berpikir aku melihat sepasang sayap yang ada tepat dibelakang punggunya ketika ia berlari. Ah… semuanya begitu mengagumi dirinya, tapi aku… jauh lebih mengagumi dirinya dibandingkan dengan mereka semua… meskipun tidak ada yang sama sekali memperhatikanku di tempat aku berada saat ini, tak jadi masalah buatku.

Aku melihatnya kembali sebelum kemudian menyadari betapa waktu sudah lama terlewat—Aku menghela napasku dan beranjak berdiri. Kini aku bisa melihat ia sedang mengobrol dengan beberapa rekan teamnya disana, entah apa yang sedang mereka bicarakan aku tidak mengerti—tapi aku selalu bisa melihat senyuman lebar selalu menghiasi wajahnya ketika ia bersama dengan teamnya itu.

Ah—Ya, aku harus segera kembali ke tempatku sekarang.

Kalau tidak Guru Pengawas akan memarahiku karena dikira membolos pelajaran.


Hedwich School, 08.45 Field—Jason's P.O.V


Seperti biasa setiap pagi aku selalu latihan dengan para Tim-ku, Kami harus mempersiapkan segalanya dengan matang karena Kejuaraan Antar SMA yang akan semakin mendekat. Kami harus berlatih dengan giat demi mencapai Goal kami—tapi seperti biasa mereka terlalu tenang dan sama sekali tidak merasa khawatir tentang apapun, well tentu wajar karena kami merupakan Juara bertahan selama 5 dekade berturut-turut. Tapi aku sama sekali tidak mau bersantai, sebagai Kapten Tim aku harus menggembleng kemalasan mereka itu agar mereka mau berusaha keras dan tidak menyepelekan apapun.

"Kapten—Bagaimana kalau pulang sekolah nanti kita main Game?" ajak Jeff dengan semangat

Aku meneguk minumanku sebelum menggeleng "Tidak bisa, Selain berlatih aku juga masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan—lagipula sebentar lagi Ujian sudah di depan mata kan?" ucapku santai

"Ugh—Kapten kenapa kau harus membawa kata-kata ujian disaat seperti ini…" ucap Herry tiba-tiba down di tempat

"Hah! Mengaku saja Herr—kau tidak bisa mengerjakan Tugas yang diberikan Mr. Gilliam si Freak Kimia itu…" cerocos Dolley mengejek temannya itu sambil tercengir lebar

Dan semuanya tertawa mendengar beberapa candaan yang keluar dari mulut Dolley dan yang lainnya, aku hanya menghela napas sambil memandangi jam ditanganku yang kini sudah hampir menunjukan akan dimulainya jam pelajaran pertama. –sigh— aku harus cepat-cepat berkemas dan pergi ke kelas kalau tidak mau berurusan lagi dengan si Guru Pengawas. Aku segera mengambil tas-ku dan menuju ruangan ganti meninggalkan yang lainnya masih terlalu sibuk untuk bercanda ria sampai pada akhirnya aku menghentikan langkahku hanya untuk menoleh ke belakang. Sosok pemuda mungil dengan rambut pirangnya itu berjalan menuju gedung sekolah, aku hanya tersenyum kecil melihat sosok itu—heh, meskipun aku tidak mengenal siapa dirinya aku bisa menghapal siapa dirinya itu karena aku selalu melihatnya berdiri di tempat yang sama setiap harinya saat aku bermain di lapangan. Hemm—terkadang aku melihatnya duduk sambil membaca buku… selain itu, mungkin juga karena aku sering melihatnya aku mulai terbiasa dengan jadwal pemuda itu akan berada kembali di tempat yang sama di bawah pohon tua itu dan melihat permainanku dari jauh. Hanya satu yang masih menyangga di pikiranku,

Siapa pemuda itu?


Hedwich High, Main Building 09.00 A.M—Normal P.O.V


Ting! Tong! Ting! Tong!

Bel tanda dimulainya pelajaran sudah nyaring berbunyi dan saat ini tampak seorang pemuda berambut pirang dengan mata birunya sedang berlari menyusuri koridor sekolah dengan napas yang memburu mengejar waktu—sepertinya ia sudah telat dan itu pasti akan berakibat buruk baginya. Tangannya memeluk erat buku yang ia bawa, mata birunya berusaha mencari jalan tercepat untuk menuju kelasnya.

Tiba-Tiba saja di pertikungan koridor—pemuda berambut pirang yang sudah tidak bisa mengerem kecepatannya itu tiba-tiba saja bertemu dengan pemuda berambut hitam dengan mata Platina yang mempesona, keduanya berjalan kearah yang berbeda…

BRUKH!

"A—Adu-duh!" rintih pemuda berambut pirang itu yang kini sudah terduduk diatas dinginnya lantai setelah keduanya bertabrakan, buku yang dipegangnya juga sudah terjatuh entah kemana

"…Kau tidak apa-apa?" tanya pemuda berambut hitam yang masih tampak berdiri sepertinya tubuhnya sama sekali tidak terpengaruh dengan benturan barusan, ia mengadahkan tangannya untuk membantu pemuda pirang itu berdiri "…Maaf aku sedang buru-buru jadi aku tidak memperhatikan sekeliling…" sahutnya

Pemuda berambut pirang itu mengangguk pelan sebelum pandangannya melihat sekeliling mencari sesuatu yang terlupakan, "…Ini bukumu…" ucap pemuda berambut hitam itu mengembalikan buku tersebut.

"T—Terima…" ucap Pemuda berambut pirang itu mengadahkan wajahnya hanya itu membulatkan mata birunya kaget melihat siapa yang ada di hadapannya saat ini sedangkan sosok Pemuda di hadapannya hanya menyunggingkan senyuman hangat "…K—Kasih…" tambahnya dengan pelan menundukan kepalanya kembali ke bawah, ia bisa merasakan wajahnya memanas melihat senyuman barusan

Pemuda berambut hitam itu memandanginya dengan menaikan sebelah alis, "Heh—Sama-sama, lagipula ini juga kesalahanku…" ucapnya "Ngomong-ngomong kau juga sedang menyusul kelasmu kan?" tanyanya

"A—Ah! I—Iya, aku… lupa…" jawab pemuda pirang itu gugup menggenggam erat buku yang ia bawa

Pemuda berambut hitam itu tertawa pelan merasa reaksi pemuda di hadapannya itu begitu lucu ditambah dengan mukanya yang dipenuhi dengan rona, "…Aku juga sama, Bisa gawat kalau Guru Pengawas itu mendapatkanku…" ucapnya kemudian menambahkan "Namaku Jason Scott Heredich—kau sendiri?"

"D—Daniel Damniel…" jawab Pirang itu

"Kalau begitu salam kenal Daniel—Aku harus menyusul kelasku jadi… Sampai jumpa…" ucapnya kemudian meninggalkan Pemuda pirang itu dan lanjut berlari menelusuri koridor meninggalkannya dibelakang masih menatap kepergian Jason.

Dan itulah pertemuan mereka yang pertama—entah hanya kebetulan saja atau karena takdir yang akan segera menyusun beberapa kisah diantara mereka…