Sepatah kata itu senantiasa terngiang dalam benakmu.

Mengapa.

Ia kini telah lepas darimu.

Karena lelah akan pelu yang kau lontarkan.

Selalu kau amati Ia berdiri pada titik nun jauh di sana.

Tiada yang bisa disalahkan olehmu.

Hanya situasi yang tidak tepat.

Pengaduannya kepada sang ibu yang notabene telah melewati masanya menjadi seorang remaja.

Dan di sini kau berdiri.

Memohon ampun akan kurangnya imanmu pada-Nya,

ditakuti oleh bayang-bayang pandangan mereka jika mereka mengetahui,

kau mempertanyakan kegadisanmu.

Saat kau hanya mengharapkan cinta, dan pengertian,

kau diberi tuba sebagai penggantinya.

Ia tak sanggup durhaka pada orang tua.

Ia lebih tak sanggup bertanggung jawab terhadapmu.

Hilang sudah tempatmu berkeluh kesah tentang masalah itu.

Hilang sudah angan-anganmu.

Hilang sudah tujuanmu.

Hilang sudah harapanmu.

Hanya tuhan, Ia dan kau yang tahu.