Ohayou! Konichiwa! Konbawa!

.

Puisi ini saya ciptakan selama dua jam untuk lomba cipta puisi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara. Temanya: Karakter Bangsa.

.

#~**~#

LEITSTAR

(Bintang-bintang penuntun dari tenun mozaik konstitusi bangsa terbaik)

.

Secercah sinar menimpa

Persona di balik empat penyangga

Seberkas bayang-bayang

Menghela, debu tak terbang

Nyata hampa di mata, menerawang

Pada dokumen-dokumen lusuh

Hitam di atas putih menguning rapuh

Dilapuk usia terseduh

.

Sosok baya itu bersimpuh

Kemuning bintang-bintang penuntun menguning rapuh

Bernostalgia menapak lalu jauh-jauh

Pada sebuah bangsa kesatuan ragam berlabuh

.

Tentang rantai alkisah

Merangkai liquid merah

Pejuang-pejuang berpeluh basah

Kucur berani menggemericik darah

.

Dahulu benderang bintang-bintang

Dirumus fundamental nan cemerlang

Sinar yang menjalar

Menjadi pondasi yang mengakar

Dasar-dasar yang selalu terjabar

.

Pancasila bukan bintang jatuh

Dari bumbung konstelasi angan-angan

Bhineka tunggal ika tiada melambai terror

Pada dunia yang berpretensi tak bertremor

Undang-undang dasar bukan arah mata angin

Dari sepoi mimpi-mimpi konstitusi mewangi

Kesatuan Negara takkan berbuih perih

Dari deru ombak semangat kendati merintih tertatih

.

Prihatin menodai roman wajah pria berpeci hitam itu

Paruh hukum Garuda galak mematuk

Tak duga si pria malah suntuk

Menyimak hikayat pengapit bhineka tunggal ika memburuk

"Hei, dengarkan aku! Sejak reformasi Indus-Nesos kian terpuruk!"

.

Tergestur mendengarkan penuh selidik

Bising-bising pesimis meriuh kakofoni

Sarat atensi menilik

Menelisik gersang Ibu Pertiwi

Pada khatulistiwa di era globalisasi

.

Fraksi-fraksi perkara berserak

Menelusupkan friksi-friksi peretak

Gerigi pemerintahan yang berderak

Koar sorak perjuangan yang perlahan serak

.

Delusi udara terhirup

Bibirnya tak lagi mengatup

Debu di piagam Jakarta ia tiup

"Indonesia, holopis kuntul baris, Garudaku."

Suara jernih bergaung sendu

Di ruang syahdu

Bahkan Garuda ganti terpaku

Tatkala bapak bangsa itu

Tersenyum mahfum mengulas rindu

Menginjeksi lagi determinasi bisu

Yang sempat dipupus ragu

.

Gema langkah-langkah

Pintu di museum itu dibuka

Disenyapi hening

Generasi penerus Indonesia

Meraih hamburan penanda memorial

Siap merealisasi pendar leitstar

Manifestasi empat pilar

Untuk sangga gagah Indonesia jaya

.

.

#~**~#

.

Teringat waktu lomba betapa saya gugup saat itu. Tapi, pengalaman yang saya dapatkan sungguh memorial tak terlupakan. X")

.

Terimakasih sudah menyempatkan membaca. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan kehadirannya! ^_^

.

Sweet smile,

Light of Leviathan (LoL)