Ohayou! Konichiwa! Konbawa!

.

Puisi ini saya ciptakan selama dua jam untuk lomba FLS2N. Temanya: Karakter Bangsa.

.

#~**~#

Gerimis Desis Pesimis

(Senyum manis didendangi isak tangis tanpa realisasi aksi dari simpati yang miris)

.

.

Dua wartawan mengepul asap keraguan

Pada kamar mandi teraman

Tentang dua burung perwujudan angan

Maestro penenun beda tangan

Cipta karsa bangsa terpadu padan

.

Paman Sam melepas Elang

Terbang si burung karnivora melayang

"Serang!"

… sekutu bilang

.

Bising bara timah menghantam

Sepikat karsa tak lagi teranyam

Tak terelak

Logam pekak koyak

Jatuh bebas

Terkejap, bumi mengibas

Kelabu abu panas

Kondang pongah tergelak

Sekutu puas bergejolak

.

Kini lepas landas Cendrawasih

Sekutu bersemut risih

Kerling sadis menepis welas asih

Membidik si elok khatulistiwa

Lalu reras kilat menukik

Mencumbu bumi, nyaring berderik

Sebelum sempat sekutu terpekik

Bahkan langit pun enggan menampik

.

"Begitu," resah air bergemericik.

Pada desah pekat nikotin

Tawa mengejek

Berdendang jelek

Di dua bilik

Menghendaki imaji panik

Kendati realisasi terbalik.

.

Kini rumput berkisah

Pemuda-pemuda gagah

Menapaknya yang basah

Berderap mantap melangkah

Beratap halo mentari

Djamrud dunia diwakili

Muda-muda buncah determinasi

Lantang-lantang beruah disoraki

.

"Namun tribun …

… justru mengembun."

Ungkap deret sepatu

Pada sampah buruk

Teronggok di dekat bangku

Mulut berkasak-kusuk

Meski mata lekat menitip atensi

Pada kibar

Gelegak liquid merah

Putih suci tulang

Dengung lagu lalu

Mengulang bait sendu

… bahkan beton tahu

Walau konstan kaku

.

Lazuardi menyambil lalu

Membusung bersaksi gagu

Mengangkasa ragu

"Oh, dengarkan aku!"

Mereka hanya termangu

.

Mengeluh mengekspos peluh

Berpendar asa, tumpah empati luluh

Padahal tak secercah usaha terseduh

Kerap mengaduh

Meski performa melepuh

.

"Begini gerimis pesimis …

…dinamis berdesis skeptis…

…dan kemajuan statis."

Cerita gelisah riak air

.

Berkisah rumput basah

Pengaduan udara

Dengus sungut klise langit

Purnama gundah gulana

Semua keluh ruah sempurna

Pada Ibunda Pertiwi

.

Beliau tersenyum bijak

Memangku bumi

Membelai air

Dihirupnya segar udara

Menatap hangat langit

Melirih sedemikian lembut …

"Hei, percaya padaku!

…mutiara ini terbenam lumpur ragu…

…Indonesia akan menyeruak maju…

…menggapai gemilang jati diri hakiki."

Kerling Ibu Pertiwi noktah laksana cemerlang gemintang

"Jadi, mari kita terus damping Indonesia, hingga suatu ketika …"

.

(…masa Indonesia emas merengkuh prestasi dalam semua aspek menyeluruh.)

.

#~**~#

.

Ternyata panjang juga, ya? 2 lembar polio bergaris bolak-balik. XD

Semoga pesannya tersampaikan! Jaya selalu, Indonesiaku! ^_^

.

Terima kasih sudah menyempatkan membaca. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan kehadirannya! ^_^

.

Sweet smile,

Light of Leviathan (LoL)