Pelajaran Bahasa Indonesia

Bangku cokelat tua yang dulu melirikku

Kini mencibir padaku,geleng kepala

Apa salah, pikirku

Jika aku ingin belajar bahasa Indonesia

Meringkuk aku,di balik gerbang

Dari selasar,tuan ilmu datang

Menarik tangan dari balik gerbang

Menuntun ke arah perkampungan

Ilmu menuntun ke arah perkampungan

Menunjuk-nunjuk deretan koran

Matanya nyalang!

"Lihat,itulah eksposisi,yang berisi handai taulan!"

"Handai taulan siapa,Tuan?"

Handai taulan pejabat tentunya!

Sejawat artis,idola rumpawan

Tak berbeda dengan kabar rekaan!

Ilmu setengah berlari ke kota

Berdiri ia di depan gedung wakil rakyat

Berekerumun dengan pengikutnya

"Inilah persuasi,teriakan yang tak pernah wafat!"

Ilmu menggandeng ke ruang sidang

Hujan interupsi!

"Ah,ini sulit,sayang

Argumentasi ataukah narasi?"

Kali ini,aku bersajak:

"Melihat apa yang terjadi

Argumentasi atau narasi

Hamba tak tahu pasti

Bukankah tuan lebih mengetahui?"

Ilmu pengetahuan tersenyum

Senyum ramah yang teriris

"Sesungguhnya,permainan kalam

Di atas parlemen dan sidang

Hanyalah lelucon semata!"

Tuan Ilmu menggebrak meja

"Begitulah bangsa kita

Silat lidah,olimpiade utama!

Rencana tak pernah laksana

Dongeng semata!"

Ilmu pengetahuan sudah tersengal

Tetapi,masih lanjut berkata

"Dan…yang lebih dari itu…"

Ia menunjuk deretan rakyat

"Mereka yang tertipu olehnya,oleh sabda uangnya!"

"Sabda uang memang pegang kuasa

Ia menghilangkan keyakinan pengikutnya

Pada janji semesta

Dan kekebalan akhirat sana"

Aku membungkuk,menaruh hormat

"Mungkin,mereka tak pernah bertemu tuan Ilmu

Sehingga,mereka tak tahu

Apa yang terjadi

Di ruang sidang ini"

Tuan ilmu muak dan kesal

Kami bertolak keluar

Tuan ilmu sudah tersengal

Sebentar lagi ia akan pudar

"Detak waktu terus berjalan,anakku

Tapi,masih ada 1 pelajaran lagi

Gambarkanlah negara kebanggaanmu

Dari satu pojok, ke satu pojok lagi!"

Serta merta,aku menjawab:

"Lautan permata hijau yang tercerabuti

Dibingkai lapisan biru yang ternodai

Pending khatulistiwa yang kehilangan kilaunya

Sisa-sisa permata yang tak lagi bercahaya!"

Aku melanjutkan,tersulut api:

"Kapal besar ini dipermainkan angin

Angin barat yang ganas!

Tak mampu dibendung oleh asas!

Asas dasar yang bahkan tak pernah terlintas!"

Ilmu pengetahuan menguji:

Asas apa kiranya anakku?

Lima,yang menjadi dasar negeri ini

Lima,yang menjadi dasar agama ini

Dan,enam,yang tertanam dalam hati

Ia mengangguk,mengerti

"Kiranya,kau sudah mengerti

Apa yang kau sebutkan tadi

Itulah deskripsi!"

Bersamanya,ilmu pengetahuan hilang ditelan bumi

Nyanyian lonceng sekolah

Melenceng dari arah

Menyentak jiwa muda bergairah

Bangun dan menentukan arah

Hari ini,pelajaran ia dapat

Tidak di depan papan tulis kapur

Tidak di kursi cokelat tua taat

Pelajarannya justru tergelar

Di jalan panjang terbentang

Ilmu utama yang tak pernah lekang

Pelajaran bahasa Indonesia

Dari kehidupan bangsa Indonesia

Ia takkan lupa

Hari di mana tuan ilmu menyapanya

Membuka mata dan hatinya

Pada kehidupan bangsanya

Ia takkan pernah lupa

Hingga,mampu dicengkramnya Nusantara

Satu kembali di bawah pohon palapa

Seperti dahulu kala

Saat jamrud khatulistiwa

Tak hanya julukan belaka