Warning: Shounen-ai, EYD kacau, TYPO

Rated: T

TRIPLE DATES & OC © Yuki Marui

Kaoru Kuma © Kyuon

Arikawa Usagi © Pyon

Summary: Kencan sendiri? Biasa. Kalau kencan beramai-ramai?

.

.

.

.

"Ini—" Inoue menatap pada Neko yang tiba-tiba berwajah pucat. "Hm?" tanyanya.

"Nada dering milik Kaoru-kun." Gumam Neko.

Hana menatap Neko dengan bingung.

"Kuma…" pandangan Hana lalu jatuh pada sosok yang berada tak jauh di seberang mereka. "—kun?"

"Hana-chan?"

.

.

.

.

TRIPLE DATES

Chapter 4

.

.

.

.

'Doushite—'

Inoue dan Neko speechless berat.

"Ah, YUU-NIISAN!" Nagi berseru dengan suara cemprengnya. Tangannya melambai heboh di udara.

Kurusu mengalihkan perhatiannya pada sang adik. "Nagi?" gumamnya.

"Y-Yuuta-kun…k-kau…t-ter-nyata…" Miya terbata –jari telunjuknya mengarah pada Kurusu yang langsung memasang wajah terkejut.

Kurusu mengerejap. "M-Micchi?" katanya dengan wajah horror.

"Hhh~, mulai lagi." Gumam Inoue dengan berat hati. Neko menatapnya dengan pandangan berarti. "Biarkan saja." Gumam Neko cuek.

Hana menelengkan kepalanya ke samping mendapati pose pacarnya yang cukup fail.

Bagaimana tidak?

Jika kau menemukan pacarmu –yang laki-laki tapi absolutely UKE- tengah duduk di sebuah bangku taman bunga dengan seorang pemuda actor berwajah 'Tachi'

-apalagi terlihat indikasi jika mereka akan melakukan yang 'iya-iya'?

Amazing, ne?

"Kuma…-kun?" kata Hana dengan suara kecil.

"H-Ha-Hana…-chan…"

Kuma mengalihkan pandangan matanya dari Hana –menghindari tatapan tajam dari pearlescent milik Hana.

"Ara~, kau pasti Tsukushi Hana-chan, ne?" tanya Kurusu –yang tiba-tiba sudah berada di depan Hana- dengan senyum sejuta dollar.

ARGHHH?!

SEJAK KAPAN DIA DI SANA?!

Kuma hanya bisa menjerit pilu dalam hati.

"Hai', kau Kurusu Yuuta-kun?" tanya Hana dengan senyum manis. Kurusu mengangguk. "Lama tak jumpa ne, Hana-chan."

Inoue dan Neko serempak menoleh ke arah Kurusu dan Hana. 'Sejak kapan mereka kenal?' tanya mereka kompak dalam hati.

Sedangkan Kuma speechless di tempat sebelumnya dia duduk. "H-Hana-chan?" panggilnya dengan suara parau.

Namun sayangnya diabaikan oleh Hana.

"Yuu-niisan, dia siapa?" tanya Nagi sambil menarik-narik lengan jaket kakaknya. Kurusu berjongkok di depan Nagi untuk mensejajarkan tinggi mereka. "Coba tebak." Katanya dengan kerlipan jahil.

"Pacarmu?" tanya Miya dengan innocent. "Kenapa jadi kau yang menjawab, Amami?" tanya Neko dengan sangsi. "Tidak boleh, ya?" tanya Miya –double innocent.

Kurusu mengabaikan percakapan 'bodoh' di belakangnya. Dia masih memfokuskan perhatiannya pada Nagi. "Tidak tahu." Nagi menggeleng dengan –SOK- polos.

"Dia itu calon-umpph!" perkataan Kurusu terpotong karena Neko sudah lebih dulu membekap mulut si aktor tampan.

"Kalau kau berani MENODAI adikku-yang-suci, akan kupastikan seluruh Kurusu dan keturunannya MUSNAH dalam semalam." Ancam Neko dengan nada killer di depan telinga Kurusu.

Kurusu mengangguk dengan wajah pucat pasi.

Iya, sih.

Soalnya Neko mewanti-wanti diri karena adiknya yang masih innocent sangat, sedang ada di tempat nista ini. Dia tak mau adiknya ternoda oleh kata-kata vulgar yang mungkin saja nyelip di pembicaraan ini.

.

.

.

.

Kuma masih berdiam diri di rerumputan yang dikelilingi oleh bunga hydrangea. Sedangkan Hana berada di samping kanannya dan Kurusu berada di samping kirinya.

Sedangkan Neko, Inoue dan Miya tengah berdebat mengenai hal yang amat sangat tak penting –tentang jenis-jenis doujinshi YA-yah, kalian tahu.(=_=")

Lalu, ada Nagi dan Chiko yang tengah berduaan –nggak ding!- mereka hanya duduk bersebelahan dan membicarakan soal hobby, sekolah, dll.

Pokoknya yang wajar dibicarakan oleh anak kecil.

Hana tiba-tiba tertawa kecil –membuat Kuma menoleh padanya dengan wajah bingung. "H-hana-chan?" tanya Kuma dengan khawatir.

"Ne, Kuma-kun." Panggil Hana sambil melihat ke arah Kuma. "Mau menemaniku membeli makanan?" tanyanya dengan senyum manis.

Kuma hanya mengangguk dengan kikuk –sebelum beranjak dari duduknya untuk mengikuti kemana Hana pergi.

Inoue menggulirkan matanya pada sosok Kurusu yang kini diam saja –sambil memandang ke arah lain, menjauhi arah dimana Kuma dan Hana pergi.

'Lebih baik aku diam saja.' batin Inoue.

.

.

.

.

Kuma sesekali melirik ke arah Hana dengan takut-takut. Gadis manis bersurai hitam sepunggung itu masih saja diam dalam langkah mereka yang tak tentu mau kemana.

"H-Hana-chan?" panggil Kuma khawatir.

Bagaimanapun juga dia tahu bahwa Hana sekarang sedang menghindari topik sensitif di antara mereka. Dia juga tahu bahwa Hana mungkin saja sedang 'sakit hati'—

-dalam konotasi yang berbeda.

"M-ma-af. A-aku—" perkataan Kuma dipotong. "Daijobu da yo, Kuma-kun. Aku tak marah, kok—karena kau hanya berteman dengan Kurusu-kun." Kata Hana dengan nada suara yang terkesan biasa.

Kuma merasakan rasa bersalah menggerogoti hatinya. "Aku benar-benar tak punya hubungan apapun dengan Kurusu." Papar Kuma jujur.

Memang, sih.

Untuk saat ini hubungan mereka memang masih SANGAT menggantung –karena tak satupun kata 'SUKA' keluar dari mulut Kuma.

"Sudah kubilang tak apa, Kuma-kun." Hana melempar senyum manis pada Kuma. "B-baiklah." Jawab Kuma menurut. "T-tapi, bagaimana kau bisa mengenal Kurusu?" tanya Kuma.

Tatapan Hana menerawang jauh –seakan mencoba mengingat sesuatu. "Aku datang ke jumpa fansnya Kurusu-kun, menemani temanku." Kata Hana.

Kuma mengerejap mendengarnya. "K-kapan?" tanya Kuma dengan setitik sweatdrop. Dia tak menyangka jika Hana akan datang di acara yang begituan.

"Awal musim panas tahun ini." Jawab Hana pendek. "O-oh begitu." Respon Kuma dengan kikuk.

Mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka dalam diam –yang tak disadari oleh Kuma bahwa acara 'mencari makanan' mereka merupakan alibi Hana untuk bisa berbicara empat mata dengan Kuma.

Hana tiba-tiba berhenti di tempatnya –membuat Kuma mau tak mau juga menghentikan langkahnya. "Hana-chan?" tanyanya.

Hana melempar senyum tipis pada Kuma.

"Ne, Kuma-kun—"

"—apakah kau masih menyukaiku?"

.

.

.

.

Neko mengalihkan pandangannya pada Kuma yang tiba-tiba berubah menjadi batu berjalan? seusai si Kaoru kembali dari acara 'mencari makanan'nya dengan Hana.

Sekarang ini mereka berpisah di tengah jalan.

Miya, Chiko, Nagi dan Hana berjalan bersama –alasannya karena mereka ingin mampir di photo box yang ada di sudut taman. ( -yang Neko bingungkan adalah "Sejak kapan di taman ada photo box?")

Sedangkan Neko, Inoue, Kurusu dan Kuma masih belum menentukan apa yang akan mereka lakukan setelah ini.

"Ayo, Neko." Inoue mencolek pipi Neko, membuat si Yukari sadar. "Matte, Ryuu." Kata Neko sambil menarik jari kelingking milik Inoue.

Sentuhan kecil yang sangat -W-A-W. (^0^)

Inoue menatap penuh pada Neko. "Hm?"

"Bisakah kita pergi dengan Kaoru-kun dan Kurusu?" tanya Neko pelan. "A-aku merasa kalau—" perkataan Neko dipotong oleh Inoue. "Berikanlah mereka waktu , Neko."kata Inoue –tak kalah pelan.

"Ta-tapi Kaoru-kun—" Inoue menghela nafas akan kekeras kepalaan Neko. "Neko, mereka akan baik-baik saja."kata Inoue sambil mengusap puncak kepala Neko.

"Bisakah kalian berhenti bermesraan di depan umum?"

Sebuah sindiran telak itu membuat Neko segera mengambil jarak aman di antara dirinya dan Inoue.

Inoue lalu mendeathglare Kurusu. "Kau—"

"Etoo, bagaimana kalau kita sekarang pergi bersama-sama, Yukari?" tanya Kurusu meminta persetujuan pada Neko –tak menggubris Inoue.

"Kurusu!" protes Inoue diabaikan.

Neko mengerejap sebentar sebelum mengalihkan pandangannya pada Kuma –yang sejak tadi masih diam. "Baiklah." Kata Neko.

'Kuharap tak terjadi sesuatu yang buruk…'

.

.

.

.

Neko dan Kuma berjalan bersebelahan dalam diam. Sedangkan Inoue dan Kurusu berjalan di depan mereka –tengah membicarakan tentang 'sesuatu-yang-hanya-mereka-saja-yang-tahu'.

"Kaoru-kun, kau baik-baik saja?" bisik Neko dengan raut wajah yang masih datar. Kuma menoleh sesaat sebelum mengangguk dengan senyum yang dipaksakan.

"Soal Tsukushi-san—?" Neko tak berani melanjutkan kata-katanya.

Kuma terdiam –sebelum kembali mengangguk dengan terpaksa.

"Oh, baiklah." Kata Neko dengan nada menyerah. 'Sepertinya dia belum siap menghadapinya…'batin Neko dalam hati.

Inoue lalu melirik ke arah belakang melewati sudut matanya. 'Kenapa malah jadinya aku 'kencan' dengan Kurusu?' batin Inoue sambil menatap tajam Kurusu.

Seharusnya kan dia datang ke sini untuk berkencan dengan Neko –bukan malah mereka berjalan secara terpisah begini.

Kuso!

-pada kerespectan Neko terhadap-'teman'nya.

"Ah, itu—" Kurusu menarik-narik lengan Inoue sambil menunjuk ke suatu arah. "Apa, sih?" tanya Inoue dengan risih.

Inoue lalu mengarahkan pandangannya pada arah yang ditunjuk oleh Kurusu. Namun sedetik ia melihat sosok yang ditunjuk-tunjuk oleh Kurusu-

-dia facepalm.

"Pengganti Amami Miya telah datang."ucap Inoue dengan sarkatis.

Sedangkan Kurusu sudah ingin mewek ? di tempat –mengingat betapa kelam masa lalu yang dilewatinya dengan sosok gadis-berambut-pirang-ponytail di seberang sana.

'—tapi kenapa dia bersama si Photo-Freak itu?' batin Inoue tak kalah merinding.

.

.

.

.

Seorang gadis bersurai hitam sebahu dan memakai kacamata frameless itu secara tiba-tiba mengarahkan pandangannya ke arah dimana Inoue dan Kurusu berada.

"Rynnyan— dan Kararin?"

Sedangkan gadis bersurai pirang ponytail yang mendengar nama 'Kararin' itu langsung bersemangat.

"Dimana Yuu-tan?"

Sang gadis bersurai hitam mengarahkan jari telunjuknya.

"Di sana—"

Arwah Inoue dan Kurusu serasa melayang ke langit –dan tersangkut dahan pohon sehingga mereka kembali ke tubuh masing-masing.(XDD)

Neko yang melihatnya terkejut. "Ryuu!" serunya sambil menahan berat tubuh Inoue –dengan susah payah.

Sedangkan Kurusu dibiarkannya jatuh.

'Siapa yang peduli dengan 'someone' orang lain.' Batin Neko sambil menatap Kuma penuh arti.

Mata Neko lalu jatuh pada dua sosok gadis yang ada di seberang sana-

-yang tengah melambai ke arah mereka.

"Yuu-tan….,Ryuu-sama!"

'Ryuu-sama?'

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Oya, siapa lagi nih?

Bentar lagi ada karakter baru, semoga gak tambah bingung eaaaaa XDD

Keep review –karena review adalah bagian dari hidup author ^^

Yuki_Marui