Heilagur Velos Evanova Rooshiyskaya dan Holy Xifos Evanova Rooshiyskaya. Sepasang anak kembar yang berbeda.

"Kami terbuat dari dua sel telur dan dua sel sperma yang berbeda." Itulah yang diucapkan Holy jika ada pertanyaan mengapa mereka berbeda.

Heila, ia lahir pertama pada tanggal 29 Desember pukul 11:40 malam waktu setempat. Rambut pirang pucatnya jatuh di bahu yang sering di ikat satu di belakang. Mata hijau emeraldnya memancarkan aura ramah tak terhinga, juga bibir ranum tipis yang menghias wajahnya senantiasa menyunggingkan senyum.

Sedangkan Holy, ia lahir setelah Heila tanggal 30 Desember pukul 00:07 dini hari waktu setempat. Rambutnya Hitam kebiruan sebahu, mata ungu tuanya menyimpan ribuan rahasia yang misterius, bibir pucatnya jarang menyunggingkan senyum yang pas sekali dengan wajah tanpa ekspresinya.

Dari deskripsi diatas mereka sangatlah berbeda. Namun tak dapat di pungkiri mereka tetap memiliki kesamaan.

Sama-sama jenius, sikut menyikut dalam prestasi akademik maupun non akademik, sma-sama menyukai sejarah dan mengoleksi barang-barang antic, juga sangat disayangkan bahwa mereka berdua sama-sama tak mempercayai apa yang disebut orang-orang dengan cinta.

Airlangga terkikik geli ketika Holy mengatakan bahwa ia di cap tidak normal oleh Brenda karena menganggap bahwa cinta itu hanya kata-kata tak berarti yang sering diucapkan oleh para remaja labil.

"Kau juga remaja labil Lisha." Kata Airlangga dengan menyelipkan nama kecil Holy.

"Aku bukan remaja labil, emosiku stabil dan pendirianku tetap." Timpal Holy tak mau kalah. Airlangga Putra Yudha yang memiliki nama resmi Airla Van Der Decken sang lawan bicara hanya bisa terkekeh geli.

"Aku tegaskan sekali lagi bahwa apa yang mereka sebut cinta itu hanyalah omong kosong belaka." Lanjutnya.

"Ok, terserah apa katamu nona muda, yang jelas aku tak tanggung jawab jika kau merasakan apa yang disebut dengan cinta." Jawab Airlangga sambil menyesap the early grey dicangkirnya sambil tersenyum sabar.


Gary menatap Heila dengan tatapan kaget sekaligus bingung. Pasalnya, ini adalah yang pertama kalinya dalam seumur hidup mendengar seorang gadis berumur belum genap 16 tahun menyatakan bahwa ia tak percaya dengan apa yang di sebut cinta, dan menganggap cinta adalah racauan para remaja melankolis yang terlalu banyak menonton thelenovela.

"Kau gila Velos." Kata Gary singkat.

"Semua orang tahu aku gila." Jawab Heila nyeleneh sambil menyunggingkan senyum sinisnya.

"Kau tidak normal Velos. Ketika hampir semua gadis mempercayai bahkan merasakan cinta, kau tak percaya pada cinta." Kata Gary lagi.

"Semua orang tahu kalau aku tidak normal Gary, dan ku tegaskan sekali lagi cinta itu hanyalah racauan para remaja yang terlalu banyak menonton thelenovela." Balas Heila sambil memposisikan anak panahnya ke sasaran.

"Kau yakin?" Gary memastikan perkataan Heila.

"Aku yakin, seyakin-yakinnya." Jawab Heila bersamaan dengan anak panah yang melesat dari busurnya.

"Aku akan mentertawakanmu ketika kau mersasakannya, Velos." Kata Gary.

"Terserah." Timpal Heila.


Walau begitu takdir memang mengharuskan mereka merasakan apa yang disebut dengan cinta. Ketika mereka merasakannya, mereka awalnya tak menyadarinya. Namun lama-kelamaan mereka merasa terganggu dengan keterbatasan pengetahuan mereka tentang cinta dan mengharuskan mereka memasang status emergency ddan berlari ke orang terdekat yang dapat membantu mereka.

AIrlangga tak kuasa menahan tawanya ketika Holy bercerita tentang ketertarikannya kepada seorang yang membuat detak jantungnya lebih cepat dari biasanya.

"Itulah yang namanya cinta. Jika seseorang jatuh cinta, saraf simpatik di otaknya akan bereaksi dengan, tingginya tekanan darah, melebarnya pembuluh darah, bertambah cepatnya denyut jantung, mengerutnya limfa, dan menghambat sistem ekskresi dalam tubuh, dank au merasakan itu semu Lisha, berarti kau jatuh cinta." Kata Airlangga.

Holy terdiam, wajahnya terlihat sedang berfikir, mencerna kata-kata yang di ucapkan Airlangga, sambil menopang dagu di meja.

"Aku tak mengerti apa sebenarnya cinta itu." Sahut Holy.

"Kata Joan cinta itu manis, berbunga-bunga, dan penuh dengan aura merah muda. Tapi terkadang cinta itu menyakitkan, membuat kecewa, dan lain sebagainya, aku bingung." Lanjutnya.

Airlangga tersenyum lembut mendengar apa yang dikatakan sang gadis yang minim ekspresi itu. Ya benar Holy, cinta itu manis namun menyakitkan, seperti apa yang di rasakan Airlangga padamu.

"Ya memang seperti itu aturannya, Lisha." Balas Airlangga. Air muka Holy memancarkan rasa ingin tahu yang sangat besar ketika Airlangga mengatakan itu.

"Kata, Felizya cinta itu timbul dari hati. Apa coba yang di buat hati, apakah yang mereka sebut cinta itu cairan empedu? Bahasa mereka terlalu melankolis aku tak mengerti." Kata Holy lagi.

"Sebenarnya bukan dari hati, hati hanyalah kiasan, Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Mau bagaimanapun perasaan itu muncul dari otak 'kan." Jelas Airlangga.

"Memangnya siapa orang beruntung yang membuatmu jathu cinta, Lisha?" Tanya Airlangga.

"Gabrielle, Gabrielle Trakbreger." Jawab Holy, yang membuat Airlangga terdiam beberapa saat.


Gary tak henti-hentinya tertawa ketika mendengar cerita Heila tentang betapa menariknya seorang laki-laki yang ia temui di perpustakaan. Mulai dari, matanya yang sewarna dengan karamel kesukaannya, rambut coklat muda yang sedikit acak-acakan, sampai ekspresi seriusnya ketika membaca sebuah buku geografi.

"Itu yang namanya cinta bodoh! Masa kau tidak tahu sih, payah! Hahahahaha akhirnya kau merasakannya Heilagur Velos Evanova Rooshiyskaya." Tawa Gary menggelegar di sekitar tempat latihan memanah.

"Puas sekali kau tertawa! Dasar!" Kata Heila kesal. Pipinya memerah kaarena malu. Ingin sekali ia memenggal kepala sahabat berisiknya ini dengan pedang kesayangannya.

"Memang siapa orang yang membuatmu seperti itu Velos?" Tanya Gary di sela tawanya.

"Gabrielle, Gabrielle Trakbreger." Kata Heila sambil menundukan kepalanya. Gary menghentikan tawanya.

"Kenapa?!" Tanya Heila kepada si bocah Magyar berambut karamel itu.

"Tidak, tidak apa-apa, itu hal yang bagus, yeah bagus." Jawab Gary sambil tertawa canggung, yang membuat Heila bingung dengan tingkah laku teman bertarungnya ini.

TBC

To Be Continued

Review please