Mamoritai Hito

By: Aqua Freeze


Luria, seorang putri bangsawan. Baik hati tapi sedikit manja. Erick, bisa dibilang dia pengawal pribadi Putri Luria. Kesetiaannya pada almarhum ayah Luria yang dulu pernah menolongnya membuatnya mengabdi pada keluarga Luria. Sebelum ayah Luria meninggal, beliau meminta Erick untuk menjaga Luria dan mematuhi semua perintah Luria. Apapun yang diperintahkan Luria kepadanya pasti ia kerjakan. Untung saja Luria adalah gadis yang baik hati dan penyayang. Ia tidak pernah meminta Erick melakukan hal-hal berbahaya dan hal-hal aneh (meskipun kadang ia harus membahayakan dirinya sendiri demi menolong Luria). Pemuda yang usianya tujuh tahun lebih tua dari Luria ini selalu ada di dekat Luria. Menemani Luria saat tertawa dan menghibur Luria saat sedih.

Suatu ketika, Erick bertemu kembali dengan teman masa kecilnya, Rena. Semua kenangan tentang Rena pun kembali muncul di pikiran Erick. Saat mereka bertengkar, tertawa dan menangis. Dan yang paling penting cinta. Keduanya sama-sama keras kepala sehingga mereka tidak mau mengakuinya sampai sekarang. Sikap Rena yang tomboi membuatnya paling bisa bersikap biasa ketika bertemu dengan Erick. Rena tidak menyangka kalau Erick yang dulu sangat lemah bisa menjadi seorang bodyguard.

Melihat kedekatan Rena dan Erick, Luria merasa cemburu. Entah kenapa, sepertinya dia menyukai Erick yang yang selalu bersamanya. Karena itu, ia pernah memerintahkan Erick untuk tidak menemui Rena lagi. Seperti biasa, Erick menuruti perintah Luria walau kali ini ia tampak sedih. Luria merasa tidak tega melihat wajah Erick yang dulunya selalu ceria kini menjadi murung.

Ketika mereka sedang jalan-jalan berdua, tiba-tiba Erick melihat Rena yang hampir tertabrak mobil. Erick melepaskan tangannya dari Luria untuk menyelamatkan Rena. Luria berlari mengikuti Erick. Rena berhasil diselamatkan oleh Erick, namun Luria yang berusaha mengejar Erick jatuh terserempet mobil. Melihat itu, Erick merasa sangat bersalah karena tidak bisa menepati janjinya untuk menjaga Luria. Rena hanya bisa melihat Erick dengan tatapan sedih.

Semalaman Erick menjag a Luria di rumah sakit. Ketika sadar Luria melihat Erick tertidur sambil menggenggam tangan kecilnya. Erick pun terbangun. Berbagai kata maaf dan penyesalan ia ucapkan. Ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa melindungi Luria. Saat itu Luria berpikir, jika Erick sampai berani melawan perintahnya untuk tidak menemui Rena lagi dan meninggalkannya demi menyelamatkan Rena, itu berarti Rena adalah orang yang sangat penting bagi Erick. Ia merasa sangat bersalah kalau terus mengekang Erick seperti ini.

Suatu malam, Luria mengajak Erick pergi jalan-jalan. Di sebuah taman Luria berhenti dan menatap mata Erick.

Ia berkata, "Mulai sekarang kau tidak perlu lagi menjagaku, aku sudah bisa menjaga diriku sendiri. Terimakasih untuk semuanya, Erick..."

Erick kebingungan, "Apa maksudmu?"

"Aku mau kau melindungi Rena, dia adalah orang yang berati buatmu kan? Kalau kau terus bersamaku kau tidak akan bisa melindunginya."

"Tapi..."

"Ini perintah!" Luria mulai menangis.

"Maaf, kali ini aku tidak bisa menuruti perintah Tuan Putri..."

"Jangan panggil aku Tuan Putri lagi, kau sudah bukan bodyguardku lagi! Kau harus hidup sesuai keinginanmu, kau hidup bukan untuk diperintah... Maafkan aku... Sampai jumpa, Erick." Luria berlari meninggalkan Erick sambil menangis.

Berat sekali rasanya harus mengatakan hal itu. Tapi itu lebih baik daripada melihat Erick beredih saat bersamanya. Hari-hari pun berlalu tanpa Erick.

Di sisi lain Erick kini mulai sering bertemu dengan Rena. Tapi entah kenapa Erick selalu memikirkan Luria sampai-sampai ia menolak pernyataan cinta dari Rena, orang yang selama ini ia sukai. Tampaknya ia mulai menyadari perasaannya terhadap Luria.

"Aku tidak menyangka aku akan kalah dari anak kecil itu. Yah, apa boleh buat, aku akan merelakanmu. Temui dia dan jelaskan semuanya."

"Terimakasih Rena."

Keesokan harinya.

"Selamat pagi Luria!"

"Haaa...! Mau apa kau di – "

"Ssstt... (Erick menutup mulut Luria dengan tangannya) Jangan keras-keras! Aku sudah susah-susah datang kesini untuk menemuimu."

"Kau mau apa?"

"Emm..."

"Biar kutebak, kau mau bekerja di sini lagi karena sekarang kau menganggur kan?"

"Enak saja! Aku sudah dapat pekerjaan tahu! Aah, tapi bukan itu yang mau kubicarakan. Kau pernah bilan kan kalau aku harus hidup sesuai keinginanku sendiri. Setelah kupikirkan, yang kuinginkan... Aku ingin terus menjagamu..."

"Apa maksudmu?"

"Masih belum mengerti juga!? Dasar anak kecil!"

"Kau ini keterlaluan sekali... begitu kupecat kau langsung tidak menghormatiku sama sekali... T_T Sebenarnya apa maksudmu berkata begitu?"

"Nanti saja, akan kujelaskan kalau kau sudah dewasa. Yang jelas aku akan terus menjagamu meski aku sudah tidak jadi bodyguardmu lagi."

"Terimakasih Erick," kata Luria pelan sambil bersandar di bahu Erick.

_END_


Ini adala cerita yang kutulis ketika aku masih pure, belum tercemar dengan yang namanya BL. Mungkin ini kutulis waktu aku masih SMP ketika shojo manga sangat berpengaruh bagiku. Cerita ini aku ketik apa adanya sesuai dengan draft tulisan tangan di kertas binder yang aku temukan di antara tumpukan kertas berisi draft cerita buatanku di masa itu.