Senja yang Kelam di Taman Idealis

Senja yang kulihat dari balik jendela ini begitu gelap

Tidak ada lagi langit yang berwarna jingga

Hanya abu-abu kelam yang menutupinya

Bukan…

Bukan karena ada sekumpulan awan yang menutupi mega

Atau gerhana yang menghalangi cahaya senja

Melainkan karena tempat ini

sekarang sudah berubah menjadi hitam

Tercemar oleh nepotisme-nepotisme kelam

Mulai dari lantai paling atas gedung pusat

Hingga badan eksekutif agen perubahan yang ada di bawah

Di sini

Di tempat yang katanya netral dan bersih dari apapun

Di tempat yang konon menjadi sarang para idealis muda

Di tempat yang merupakan cerminan dari kehidupan bernegara yang sesungguhnya

Ya, tempat ini memang sebuah cerminan yang bagus

Mulai dari pesta demokrasi, lembaga negara,

sampai bedebah berkelas yang terorganisir pun ada disini

Mereka bilang aku apatis

Mereka bilang aku tak peduli

Sebaliknya…

Karena sudah kuketahui semuanya itulah, aku menjadi tidak peduli

Karena aku, sudah pernah mengintip ke dalam lubang kecil di pintu mereka

Meskipun samar, sebenarnya sangat jelas lah apa yang aku lihat

Bahwa di tempat ini, bukan idealisme pemuda yang murni yang menjadi penggerak

Bukan orang yang berkompeten dan layak yang menjadi roda

Tetapi oleh golongan yang ingin memajukan golongan mereka

Oleh golongan, yang memakai baju kesucian langit

Terkadang, sempat pula aku berpikir soal hal itu

Jangan-jangan, justru langit bahkan ikut geram melihat mereka

Karena tidak sepenuhnya, neraka paling bawah hanya untuk orang-orang yang diam

Padahal, sebenarnya…

Sebagai watchdog, ingin aku menuliskan hal-hal yang membanggakan

Dari keadaan dan pemerintahan di tempat ini

Tetapi kenyataan, justru berkata sebaliknya

Dan disinilah aku

Lagi-lagi menulis rapor merah mereka

Di bawah cahaya senja yang kelam