Story by: Psycho Childish

Fiction.

Rate: K

Genre: General, Family.

Warning: Typo, some mistakes EYD.

xXx

Draw

xXx

.


Senyuman riang nan cerah tersungging pada wajah seorang remaja, senyuman itu semakin lama semakin berubah menjadi cengiran riang setiap kali kedua permata Onyx-nya memandang hasil karyanya. Tangan kanannya masih terasa penat akibat terlalu lama memegang pensil dan menggoreskan pensilnya pada beberapa lembar kertas. Namun, dia tak peduli akan hal itu dan terus menerus memandangi hasil karyanya. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, dia merasa begitu bangga dengan karya terbarunya ini.

Setelah puas memandangi karyanya, dia segera membereskan peralatan yang berhamburan. Begitu banyak serpihan bekas rautan pensil bertebaran di lantai keramik, bahkan mengotori kertas kosong yang belum terdapat garis. Untung saja tak terlalu kotor hingga dia masih bisa menggunakan kertas itu.

Tak lama kemudian, dia sudah selesai membereskan semua kekacauan. Pensil warna, penghapus, pensil dan lainnya sudah ditaruh kembali di tempat asal, serpihan bekas rautan pensil juga sudah dibuang. Tak lupa menyapu sisa serpihan pensil dan penghapus.

Sekarang, dia terbaring lelah di lantai. Namun, cengirannya tetap tak menghilang dari wajahnya. Bahkan kali ini dia tertawa geli setiap kali melihat hasil karyanya yang sudah terpasang rapi di dinding.

Jika kau mau tahu, itu adalah gambar yang bertingkat. Terdapat 6 baris, di setiap baris terdapat dua lembar kertas dengan gambar yang hampir sama. Namun anehnya, hanya baris ketiga dan keempat yang berbeda.

Gambar di barisan pertama adalah gambar keluarga bahagia, berupa sepasang suami istri dengan tiga orang anak. Dan di kertas kedua, terdapat gambar yang sama, namun dengan tambahan seorang pria dan balita laki-laki.

Gambar di barisan kedua, gambar seorang ibu dengan tiga orang anak. Pada kertas yang kedua, juga terdapat gambar yang sama, dengan tambahan seorang pria dan anak perempuan manis.

Pada gambar barisan ketiga, juga terlukis sepasang suami istri dengan dua orang anak. Namun, di sampingnya tak ada gambar lain. Seolah-olah sejak awal memang tak ada yang berubah dari gambar itu.

Di barisan kelima, terdapat gambar sepasang suami istri dengan seorang anak gendut, pada gambar kedua juga terdapat gambar yang sama dengan tambahan seorang anak laki-laki yang terlihat ceria.

Barisan terakhir, berupa gambar sepasang suami istri dengan seorang anak. Pada gambar kedua, yang berubah hanya perut sang istri yang terlihat lebih besar.

Mendadak, cengirannya menghilang. Tergantikan dengan pandangan sinis, kedua permata Onyx-nya juga tampak berkilat tajam. Semua itu terjadi saat kedua permatanya beralih pada barisan gambar keempat, barisan yang terdapat lima lembar kertas. Dan selalu terdapat perbedaan pada setiap gambar.

Dia memutar tubuhnya, lalu bangun dengan menggunakan tangan kiri untuk menyangga tubuhnya. Kali ini, raut wajahnya menjadi agak teduh. Dengan begitu perlahan, dia ke tempat tidurnya dan langsung merebahkan diri. Berhubung hari sudah malam, sudah saatnya untuk mengistirahatkan diri dengan memasuki alam mimpi.

Benar saja, dia segera berangkat ke alam mimpi setelah memejamkan matanya beberapa saat.

Ngomong-ngomong ... Tahukah kau? Gambar pertama pada barisan keempat adalah gambar sepasang suami istri, seorang remaja laki-laki dan seorang bocah kecil yang memeluk boneka.

Gambar kedua, gambar sang remaja yang dengan sengaja diberi jarak agak jauh dengan suami istri itu dan bocah kecil itu.

Gambar ketiga, gambar sang remaja dan bocah kecil itu yang dengan sengaja diberi jarak dengan suami istri tersebut.

Gambar keempat, gambar sang istri, remaja dan bocah itu beserta kuburan.

Gambar kelima, gambar sang istri, remaja dan bocah kecil itu yang ketiganya diberi jarak yang saling berjauhan.

The End