Hanya Sebuah Kisah...

Ini dibuat untuk sekedar mengenang masa kecil author pas SD dengan sedikit sentuhan fiksi dan humor berlebih. Nama-nama disini murni imajinasi author.

~~oo00oo~~

Siang ini panas sekali…

Gue sambil kipas-kipas, hanya pakai kaos dalem, celana boxer, dan jalan ongkang-ongkang kaki melihat kearah alat pengukur suhu ruangan di ruang keluarga. Rupanya suhunya 41 DERAJAT CELCIUS! Gilak. Bisa mati kepanasan nih gue…

Gue langsung keluar dan naro kipas gue di bangku. Gue berjalan kedepan pagar dan ambil kuda-kuda. Berasa keren kayak actor silat naga di salah satu stasiun televisi tertentu.

"TURUNKAN HUJAN! TURUNKAN HUJAN! TURUNKAN HUJAAAANN!" jerit gue sambil melakukan tarian hujan yang berasal dari suku pedalaman di Afrika. Beberapa tetangga ngeliatin gue dengan tatapan 'Idih-najis-loe' Tapi gue yakin nanti mereka akan bersujud berterimakasih dibawah kaki gue karena sudah menurunkan hujan.

"Hujan gak bakal turun dengan cara itu, sumprit."

Gue menengok kebelakang. Terdapat bocah gemblung dengan tampang datar sedater aspal lapangan bawa-bawa bola basket. Rupanya adek sepupu gue yang super nyebelin ini—Firda mau pergi latihan basket sama temennya. Yes! Gue bisa ngerampok es krim vanilla-nya! Yess!

"Yeee…apaan sih loe?! Pergi sana jauh-jauh! Empet gue liat muka lu!" usir gue.

"Dih. Gue juga ogah kali ketemu sama lo!" sungut Firda lalu menyeret bola basketnya pergi.

"Oh iya. Dan gue gak akan bikinin lo aer panas buat mandi lagi!" ancamnya sambil kabur.

"SIALAN LO! BISANYA NGANCEM! GUE BILANGIN TANTE SINTA NYAHO LU!" ancam gue balik.

"OKE! BILANG AJA! PALING JUGA X-BOX LU GUE BUANG KE LAUT JAWA!" ancam Firda balik dari kejauhan. Ukh. Dia emang tau kelemahan gue. X-box hadiah pacar gue. Sialan…

Tapi setelah dia pergi menjauh, gue langsung masuk kedapur dan cengar-cengir. Gue berjalan perlahan mendekati kulkas.

"Ohohoho. Tidak ada penjagaan disekitar kulkas, komandan! Mari kita serbu es krimnya! Hahahahaha!" gue langsung melesat menuju kulkas dan siap membuka kulkas.

"Lah. Kamu ngapain Dli?"

Gue nengok. Ah, kakak sepupu gue tercinta, kak Andrian sekaligus kakak dari makhluk paling ngeselin, Nyonya Firda itu.

"Mau makan es kak." Kata gue polos.

"Lah. Sekarang kan puasa, Dli?"

Gue baru inget. Seharusnya gue mikir kenapa Firda latihan basket sore-sore. Biasanya jam 12 dia kesekolahnya buat latihan. Ternyata ini alasannya: Biar sekalian ngabuburit. Mampus. Gue kicep.

"Oh iya, Firda mana?"

"Udah pergi tadi."

"Aah… gua suruh nungguin… yaudah, jaga rumah ya Dli! Gak ada kuliah kan lo?"

"Iya. Gak ada kok."

"Yaudah. Bye!"

Dengan menjauhnya kak Andrian, gue menangisi nasib gue. Ditambah dengan udara yang makin sore bukannya makin sejuk malah makin panas. Kurang aseeemm…

Buruan magrib ngapaa!

~~TBC~~

Next chapter~!

BukBer?

Yomand!

MASAK SONO, BOCAH!

Gak usah sok dewasa deh, anak muda. Kalau belum ngerokok lu belom dewasa men! Belom jantan!

Kalo ngerokok bisa bikin impotent, peak! Belajar IPA makanya sono!

Diam kau bocah sok tau!

TAHU PEDAS LUMPIA UDAAAANG~~

POP EEESS!

CAPPUCINNO CINCAU!

NADIN, CAPPUCINNO BUATANMU NUMERO UNO!

KULIT MANGGIS KINI ADA EKSTRAKNYA!

KAMU SIAPA? KAMU SEPERTI JELI!

Ini milaka, kacang kedelai yang kubesarkan seperti anak sendiri.

NEXT CHAP: KORBAN IKLAN SEMUA!

RnR~~