Funsai-ki

By: LePion

Chapter II
The Beggining

Tap… Tap… Tap…

Suara langkah kaki seseorang terdengar di salah satu koridor sel penjara yang saat ini dalam keadaan sepi. Hingga pada akhirnya ia berhenti di depan salah satu pintu sel yang dilengkapi dengan berbagai pengaman yang hanya bisa dibuka oleh kartu id yang berasal dari DNA dan sidik jari yang telah terdaftar secara sah dan valid. SVIY, sebuah kode yang tertulis pada bagian atas pintu sel tersebut, yang berarti "MURDER".

Ting! Kriet…

Pintu sel itu terbuka, orang itu kembali melangkahkan kaki memasuki sel tersebut. Di dalam sel tersebut lagi-lagi terdapat sebuah koridor dan beberapa sel yang di dalamnya dipenuhi berbagai roh yang saat ini diikat dengan alat khusus, sehingga mereka tidak bisa bergerak. Orang itu berhenti pada sebuah sel yang berada di ujung koridor tersebut, dan membuka pintu sel itu dengan Eye Scanning. Setelah beberapa saat, pintu sel itu terbuka dan orang itu memasuki sel tersebut.

Di sel tersebut, terlihat seorang pria dengan rambut jabrik biru tua, yang saat ini digantung dan diikat dengan menggunakan rantai khusus sehingga membuatnya tidak bisa bergerak. Disamping itu sebuah karet elastic berwarna hitam juga berfungsi sebagai blindfold dan mencegahnya untuk melihat apapun. Pria itu merupakan tahanan khusus, meski umurnya menurut data sekitar 27. 000 tahun atau dalam umur manusia 21 tahun, ia telah mampu membunuh tiga roh dengan cara yang cukup brutal. Karena itulah ia berada disini.

"Kaitou Shun, ku dengar kau telah membunuh tiga Innocent soul. Apa itu benar?" tanya orang tersebut.
Pria itu hanya mengangguk sambil berkata "Bisa dibilang begitu. Memangnya kenapa? Ingin menanyakan lagi, apa alasanku membunuh mereka? Bukankah sudah ku katakana kalau aku hanya dendam pada mereka. "
"Dendam?"
"Ya, dendam. Kau sendiri pasti akan melakukan hal yang sama bukan? Jika seseorang menindasmu?" komentar pria itu.
"Baiklah, jadi kedatanganku ke sini adalah ingin menawarkanmu untuk menjadi bagian dari Funsai-ki. " ujar orang tersebut.
"Oh, ya, ya. Organisasi yang mengumumkan mencapai keadilan dan keamanan itu ya? Pathetic. Apa kalian tidak pernah berfikir? Keadilan dan keamanan itu hanyalah sebuah ilusi fana?" ujar pria itu dengan nada sedikit mengejek.
"Ilusi ya? Mungkin kau ada benarnya juga. Tapi, bukankah ada baiknya jika kita bisa saling membantu?"
"Membantu? Jangan mengatakan hal itu. Aku tidak butuh belas kasihan siapapun. Meski aku harus mati pun, aku tidak peduli. " ucap pria itu.
"Haah~ Kau keras kepala seperti biasanya ya, Kaitou?"
"Maksudmu apa? Jangan bersikap sok kenal padaku!"
"Ah, iya maaf. Aku lupa saat ini kau masih 'dibutakan' sementara. Sebentar," komentar orang itu lalu membuka blindfold tersebut.

Kaitou Pov`s
Namaku Kaitou, Kaitou Shun. Aku adalah tahanan di tempat ini, aku ditahan karena membunuh tiga orang roh dan sedikitpun aku tidak merasa bersalah karena mereka pantas mendapatkan hal itu. Saat ini aku sedang diinterogasi oleh seseorang yang tidak ku kenal, hingga penutup mataku akhirnya di buka. Perlahan semua masih terasa cukup gelap, namun lama kelamaan iris violetku mampu menyesuaikan diri dengan pemandangan yang minim tersebut. Dan aku cukup kaget melihat sosok orang yang ada di depanku. Seorang pria dengan tubuh cukup tinggi, dan mempunyai rambut berwarna ungu jabrik yang cukup panjang, dan rambut belakangnya diikat Ponytail, serta mempunyai mata beriris ungu tua.
"K-kau… "
Ah, ada apa? Apa kau mengenalku?" tanya pria berambut ungu tersebut.
"R-Ryu?" tanyaku.
"Sayang sekali, kau salah orang. Namaku Mamoru, Kouki Mamoru. " ucap pria itu.
"Begitu… "
"Ada apa? Kenapa kau terlihat agak kecewa? Apa aku mirip dengan seseor-"
"Bukan urusanmu. " potongku.

Hah, untuk apa aku berfikir kalau dia ini Ryu? Ck! Mereka hanya mirip saja, meskipun sikap mereka jauh bertolak belakang. Tapi, aku memang cukup khawatir dengan sahabatku yang menghilang begitu saja. Apa dia masih hidup? Ataukah dia sudah meninggal?

"Kaitou-san?"
"Apa lagi?" tanyaku.
"Bagaimana kalau kau bekerja dengan kami?" tawar Mamoru.
"Hah? Kau jangan bercanda. Aku ini tahanan. Aku bisa saja membunuh kalian kapanpun," komentarku.
"Aku tau, tapi kau punya bakat. Dan mungkin kau bisa menjadi seorang executioner yang hebat. "ucap Mamoru.
"Executioner? Maksudmu apa?" tanyaku.
"Ah iya, Executioner itu adalah sebuah grup dimana mereka menghukum mati tahanan yang berbuat salah tanpa ada rasa takut. Dan sepertinya kau berbakat untuk hal itu,"jelas Mamoru.
"Hah? Kau jangan bercanda. Lagipula apa untungnya aku bekerja denganmu?"ucapku seraya menatapnya tajam.
"Mungkin saja, kau bisa menemukan sesuatu yang tidak pernah kau temukan. "jelas nya lagi.
"Sesuatu yang tidak pernah ku temukan?"
"Benar, jadi bagaimana?"
"Baiklah kalau begitu, akan ku coba. "
"Karena kau sudah setuju, maka aku akan melepaskanmu. "komentar Mamoru lalu menekan sebuah tombol berwarna merah dan dalam sekejap seluruh ikatan itu hilang.
"Nah, baiklah ayo ikut aku. " ucap Mamoru. Aku pun mengikuti pria itu. 'Apa yang bisa ku temukan disini? Dan kenapa rasanya semuanya ini terasa tidak asing? Termasuk pria yang membebaskanku ini. Sepertinya aku merasa tidak asing lagi dengannya. Meskipun, aku tidak ingat. Apa ini déjà vu?' gumamku dalam hati seraya memperhatikan sekitarku.

Setelah keluar dari sel tahanan dan melewati koridor yang cukup panjang, akhirnya kami keluar dari bangunan penjara dan eksekusi tersebut, yang disebut Seigi no Kimusho. Aku juga tidak tau pria ini akan membawaku kemana.
"Nah baiklah. Ini adalah pusat dari Funsai-ki, bisa dibilang Headquarternya. "jelas Mamoru.
"Headquarter?"
"Membebaskan tahanan lagi, Kouki?" tanya seorang pria bertubuh tinggi dan mempunyai kulit berwarna putih pucat dan rambut berwarna hitam jabrik serta mata beriris hijau.
"Ah, Vladislaus-daidancho. Hari yang cerah ya?" ujar Mamori.
"Hn. " jawab pria itu singkat, lalu pergi entah kemana.
'Vladislaus? Kenapa kesannya seperti keluarga vampire kuno?' gumamku bingung.
"Ah iya, yang tadi itu, Vladislaus Petra, dia adalah komandan utama dari golongan Archer. " jelas Mamoru.
"Archer? Maksudmu pemanah?" tanyaku.
"Yap, bisa dibilang begitu. "jelas Mamoru.
Lalu kami kembali memasuki bangunan tersebut, dan disana di penuhi cukup banyak orang dengan berbagai kostum yang cukup aneh tapi familiar.
"Nah, kita telah sampai di pusat headquarter ini, disini kau bisa bertemu dengan berbagai anggota Funsai-ki dari berbagai golongan. " jelas Mamoru.
"Berbagai golongan? Maksudmu apa?" tanyaku bingung.
"Ah iya maaf. Aku lupa menjelaskan. Disini terdapat 9 golongan utama yaitu Summoner, Healer atau priest, Assassins, Executor atau Killer, Scientist atau Alchemy, Blacksmith, Engineering, Archer, Hacker & rumononger dan Wizard. Disamping itu juga ada golongan lain seperti Mercenary atau salesman, Ranger, Sniper serta stalker. "jelas Mamoru.
"Lalu golongan-golongan tersebut untuk apa?" tanyaku.
"Yah, mereka mewujudkan tujuan organisasi dengan cara masing-masing. Summoner sebuah golongan yang bertarung dengan menggunakan monster yang diciptakan dari DNA mereka masing-masing. Dan kau bisa lihat kebanyakan dari mereka adalah Dragon summoner," jelas Mamoru.
"Begitu. Jadi seperti Monster tamer ya?"
"Benar. Lalu Healer atau Priest adalah kelompok penyembuh yang bertugas menyembuhkan angota yang terluka. Selanjutnya Assasin, adalah sebuah golongan yang bertugas sebagai mata-mata ataupun pembunuh bayaran. Namun Assasin tetaplah di dominasi oleh pembunuh bayaran, meski ada sebagian dari mereka yang merupakan seorang stalker dan bekerja sama dengan golongan rumononger dan hacker yang bertugas mengumpulkan informasi. Lalu Executor atau killer adalah golongan yang menangkap para criminal dan menghukumnya, dalam golongan ini juga terdapat ranger yang bertugas memutuskan apakah seseorang itu bersalah sepenuhnya atau tidak dan para ranger ini lebih mengutamakan menyelamatkan orang-orang di sekitarnya. " jelas Mamoru.
"Hm begitu. "
"Nah lalu Scientist atau alchemy ini adalah kelompok para ilmuan yang berurusan dengan berbagai bahan-bahan kimia ataupun penciptaan berbagai hal, mereka akan bekerja sama dengan para engineering dalam menciptakan suatu mesin yang berguna sesuai keadaan. Lalu blacksmith, adalah golongan pembuat senjata atau bisa dikatakan mereka mampu memperbaiki senjatamu yang telah rusak. Lalu Archer, pada grup ini ada dua kelompok yaitu Archery dan sniper. Archery pada umumnya menggunakan panah, sedangkan Sniper menggunakan pistol. Lalu yang terakhir Mercenary, ini adalah golongan kelompok pedagang, dan kau bisa membeli berbagai item, baik yang biasa hingga yang langka, dan terkadang mereka akan memberikanmu key item yang berguna dalam misimu. Mungkin sekian penjelasanku. " ucap Mamoru.
"Baiklah terimakasih penjelasannya. "
"Nah, kau akan bertemu dengan salah satu pimpinanmu di executor. Ayo. " ajak Mamori.
"Ah iya, oh ya, tadi kau bilang salah satu. Jadi ada berapa banyak pimpinan dalam sebuah golongan?" tanyaku.
"Baiklah dalam sebuah golongan akan ada pemimpin tertinggi (Daidanchou) dan komandan regu (Chudancho). Dan dalam golongan tersebut, terdapat 1 Daidanchou dan 3 hingga 5 Chudanchou. Tergantung dari berapa banyak anggota. "jelas Mamoru.
"Hm… Baiklah kalau begitu. "ujarku.
"Ah, Kouki-san," panggil seorang pria dengan telinga kucing dan ekor berwarna hitam.
"Ah, Shiruetto-san. Ada apa?" tanya Mamoru.
"Hanya kebetulan saja menghampirimu, he dia anak baru ya?" ujar pria itu.
"Ah iya, dia ini Kaitou Shun, nah Kaitou, dia ini Kuroneko Shiruetto, salah satu komandan regu divisi Assasin. "jelas Mamoru.
"Kuroneko?"
"Bukan Kuroneko, tapi Kuronee. " protes pria itu.
"Sudahlah, sama saja kan? Lagipula kau kan masih spesies neko-neko apalah gitu. " ujar Mamoru.
"Beda tau. Aku ini langka. "protes Kuronee
"Hey Kuroha! Ayo nanti telat!" panggil seorang pria dengan rambut biru dan mata berwarna hijau.
"Eh, Hitaro? Tunggu! Baiklah aku duluan, sampai jumpa lagi Tou-chan," ujar Kuronee lalu pergi entah kemana.
"Jadi dia itu komandan regu?" tanyaku.
"Yep, setiap orang tetap mempunyai berbagai sikap masing-masing. Nah, ayo kita hampiri komandan regumu," ajak Mamoru.
Kami pun berjalan dan berhenti di dekat sebuah taman, disana terdapat 2 orang pria dan 2 orang wanita yang tengah duduk bersantai di kursi taman tersebut. Pria pertama bertubuh tinggi dengan rambut berwarna keperakan dan berkulit putih pucat, lalu disampingnya seorang pria dengan rambut berwarna coklat madu jabrik sebahu dan menggunakan eye patch di mata kirinya. Lalu wanita pertama, seorang wanita dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi mempunyai rambut coklat yang dikucir kebelakang, dan disampingnya seorang wanita dengan rambut berwarna biru tua sepunggung.

"Oi! Maga," ujar Mamoru lalu menghampiri keempat orang tersebut. Aku pun mengikuti nya.
"Kouki? Ada apa?" tanya pria albino dengan rambut putih tersebut.
"Nah, Kaitou, dia ini komandan regumu. " ujar Kouki.
"Oi Kouki, ada apa?" tanya pria itu yang terlihat kesal karena diabaikan.
"Ah iya, 2 hari yang lalu aku telah cerita kan? Nah ini dia orangnya, dia adalah Kaitou Shun," jelas Mamoru.
"He? Jadi kau yang membunuh Iwatori-san?" tanya pria berambut coklat madu itu.
"Iwatori?"
"Ah, itu pria yang kau bunuh dengan 2 anak buahnya. Dia itu anggota dari tempat ini. " jelas Mamoru.
"He… ?!"
'Gawat! Jangan-jangan mereka rekannya! Kalau iya gawat juga nih,' gumamku dalam hati.
"He? Beneran? Arigatou ne, Shun-chan," ujar gadis dengan rambut coklat yang dikucir kebelakang seraya tersenyum.
"Eh?"
'Aneh? Ada apa ini sebenarnya?' gumamku makin bingung.
"Ada apa? Apa ada yang salah?" tanya gadis dengan rambut dikucir tersebut.
"Tidak, hanya saja… bukan kah dia maksudku mereka rekan kalian… ?"tanyaku ragu-ragu.
"Rekan?"ujar pria berambut perak itu terlihat bingung.
"Kata siapa?" bantah pria berambut coklat madu itu
"He?" aku kembali bingung.
"Mungkin dijelaskan dahulu deh. " komentar gadis berambut biru tua itu.
"Ah baiklah-baiklah, mungkin perkenalan dulu deh. Namaku Kabuto, Magatte Kabuto, salah satu komandan regu dari Executor dan saat ini menjadi penanggung jawab utama karena komandan utama kami sedang ada misi. "ucap pria berambut perak tersebut.
"Aku Suzushii, Fuyuki Suzushii, komandan regu dari Sniper. "ujar pria berambut coklat madu itu.
"Salam kenal, aku dion, Harumiki Dion, komandan regu Assasination dan Punisment. " ucap gadis dengan rambut coklat dikucir tersebut.
"Aku Ravenia, Cresenti Ravenia. Ketua regu dari Priest. " ucap gadis dengan rambut biru tua tersebut.
"Um… ano, Harumiki-chudanchou boleh aku bertanya sesuatu?" ucapku.
"Tentu, dan ah iya. Kalau diluar misi cukup panggil Dion saja," komentar gadis itu.
"Baiklah, jadi anda ini berada di golongan Assassin dan Executor?" tanyaku.
"Tidak kok, aku di regu Assassin. Namun disana juga terdapat regu yang merangkap sebagai Executor. Namun tetap saja, kami tidak boleh membunuh sembarangan, terkecuali jika situasi darurat. " jelas Dion.
"Oh begitu, terimakasih penjelasannya. " ucapku.
"Ah sama-sama, Shun-chan. "
"Baiklah, mungkin ku jelaskan dahulu. Iwatori-san itu memang anggotaku, namun sikapnya suka semena-mena dank au tau kenapa kau dilepaskan?" tanya Kabuto.
"Ya?"
"Karena kau tidak membunuhnya, melainkan dia meninggal akibat pengaruh dari segel yang diberikan padanya. " jelas Kabuto.
"Segel? Maksud anda?"
"Jadi begini. Kau pastimenyadari sebuah segel berbentuk tattoo sepasang pedang di pergelangan tangan kirimu itu kan? Nah itu dinamakan kishi. "
"Kishi?"
"Benar. Jadi siapapun yang mempunyai segel itu, akan mati, ketika ia melanggar janji, sumpah ataupun berbuat onar. Dan mungkin sebuah kebetulan dia mati di tanganmu. " sambung Kabuto.
"Begitu… "

"Groar!"
"Gya!" aku reflex melangkah mundur ketika melihat seekor nagadengan sisik dan mata berwarna biru safir yang tiba-tiba muncul.
"Eh, Sylvanas-chan. " ujar Dion.
"Sylvanas?"
"Benar, dia ini seekor naga milik komandan regu Dragon tamer, Miruki Hiyoshi. " jelas Mamoru.
"He? Sugoi… "gumamku.
"Hah dasar bocah kuning satu itu, membiarkan naganya berkeliaran sembarangan. " komentar Kabuto.
"Hei, Sylvanas bukanlah anak anjing," protes seorang wanita dengan rambut pirang jabrik sepundak dan mempunyai mata berwarna aquamarine seraya berdecak kesal.
"Sama saja kan? Kan sama-sama peliharaan. " komentar Kabuto.

Banyak hal baru yang ku ketahui, seperti perkataan Mamoru-san. Namun aku masih penasaran tentang organisasi ini. Terutama siapa pemimpin tertinggi dari Executor ini. Dan juga sosok wanita di depanku ini, apa dia Hiyoshi Miruki? Dan sepertinya aku pernah melihatnya entah dimana. Tapi lagi-lagi aku tidak ingat secara pasti.

TBC

Sagi-chi: Akhirnya! Chapter dua!
Kaitou: Oi! Kok gue tahanan hah!#protes dan juga kenapa pendeskripsian gue kayak orang paranoid, pikun atau terkena Amnesia hah!
Shunryu: Tampang elo cucok banget.
Jun: Ye! Gue selamat!
Shunryu: Hah? Kata siapa? Pokoknya Ocnya Sagi-chi maupun Ocnya gue pasti kena. Tinggal tunggu aja tanggal mainnya
Jun#pundung
Sagi-chi: ya sudah. Ayo balas review! Yang pertama dari… Author yang suka bertani #plak. Aiko shikatani, oke nih baru update hehe. Arigatou.
Shunryu: lalu dari Kiziro Kurokage, hehe sabar mas. Nih baru update XD. Sankyuu
Kaitou: Lalu dari Tsuwabuki Luna, hehe arigatou reviewnya. Nih duo author sih, bikin prologue pakai acara greget. Sekalian aja ntar 1 huruf thor. Thanks
Jun: Oke lalu dari Shoma Nagisawa… Gya! Adeknya si baka wani!
Kaitou: Bukan oi!#getok Jun pakai palu.
Jun: eh Hara-hara! Rashi-rashi! Sabar ya.
Shunryu: Kalau mau masuk boleh kok, masih banyak lowongan #plak. Tinggal PE-EM aja#plakked
Sagi-chi: lalu dari Dreymaddin. Hm pengennya sih dua-duanya (_) V:.
shunryu: Kan kami para duo author maniak Game yang ngabisin liburan dengan dunia game yang indah tanpa memperdulikan apapun #plak. Dan juga kami penggemar game RPG #promosi
Sagi-chi: Kalau musuh belum ditentukan #Duagh. Oke terimakasih udah review ^_^
Shunryu: Mungkin ada readers yang mau nyumbangin OCnya, bisa lewat Pm ataupun Review. Tapi dijealskan ya ciri-ciri dan penampilannya, dan senjatanya.
Sagi-chi: Bari para author yang OC belum muncul harap sabar ya XD. Chapter depan bakal dimunculin satu persatu karena jika muncul semua bakal jadi mainsetrum. Mind to leave a review?