"Nyanyian Sunyi Sang Pejuang"


Dua puluh lima musim dingin telah berlalu

Sepuluh malam setelah Imbolc

Sejak raga ini tiba diatas Albion pagi itu

Kini jiwaku telah merindu kedamaian Tir na nOg

Sumpah setia ksatria itu telah absah

Bahkan sebelum mengenal arti keraguan

Saat pengabdian adalah segalanya

Tak perlu lagi mengenal kemerdekaan

Puluhan pertempuran telah kulalui

Pedangku tak pernah bertanya

Kemana perginya hati yang kumiliki

Saat berada dalam pelukan Agrona

Aku telah jengah pada Bumi Tengah

Sukma kelam ini telah mengecap anggur keputusasaan

Getir memabukkan yang melenakan resah

Menghayati setiap jengkal rajah perih penderitaan

Pedang patah itu tiada lagi punya kekuatan

Maka datanglah wahai Morrigan

Ulurkanlah pucat tanganmu

Kepada jiwa yang mendamba tenang dalam rengkuhmu

Tiada bahasa manusia yang menyuarakan

Alunan sendu yang digemakan dingin bebatuan

Jeritan itu akan selalu terabaikan

Gugur, tenggelam, dan terlupakan