Ganteng Ganteng Koplak

by:Lepion

Oc belong to their author

(Mistypos,Out of Character)

A/N: Nggak ada hubungan dengan GGS. JFF (Just For Fun Only)

.

.

.

Part I: Insiden Kamar mandi dan delapan liter susu(?)

Cowok ganteng? Sudah biasa. Namun bagaimana jika Cowok ganteng tapi koplak? Itu lain lagi ceritanya. Dan jangan tanyakan pada saya kenapa itu bisa terjadi. Jika boleh jujur, dari hati yang paling dalam, sebenarnya mereka nggak idiot kok, Suer deh demi adeknya Uki yang nggak tau kapan lahirnya. Bahkan, mereka bisa dikatakan jenius di bidangnya, ada yang pinter matematika sampai-sampai ngitungin jarak dari rumah ke sekolah, ada yang jago biologi sampai-sampai pernah ngusulin 'Mari ibuk saya bedah', belum lagi yang jago ekonomi, ia menyatakan bahwa 'Tidak ada uang, tidak ada tumpangan untuk ibu'. Belum lagi yang jago sosiologi, sejarah dan Antropologi, ia menyatakan 'Bahwa memang benar manusia itu berasal dari monyet karena itulah ibuk cucok jadi topeng monyet' . Dan sebagainya.

Jadi, untuk mempersingkat pembukaan kita mulai saja intip kelakuan bocah-bocah SMA yang super jenius dan bikin greget dunia akhirat ini(?).

Pagi hari, pukul 07:29

"Mbang! Mbaaang!"

Kicauan cempreng terdengar di depan pintu sebuah kamar mandi bercat putih, yang saat ini tengah tertutup rapat, dari tigapuluh menit yang lalu. Dan tak jauh dari pintu tersebut, terlihatlah sang bawang merah, yang saat ini tengah menggedor-gedor pintu dari versi lemah lembut hingga ke versi ekstrim dan sempat ingin meruntuhkan pintu tersebut jika tidak ditahan oleh para penghuni rumah lainnya. Ia bukanlah bawang merah seperti difilem-filem yang ingin menyiksa si bawang putih untuk nyuci baju, dan sebagainya. Yang saat ini dia inginkan hanya satu.

"Mbang!"

Hanya berharap agar pintu itu terbuka, dan yang bersangkutan keluar. Udah itu aja, nggak lebih nggak kurang.

Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya tatkala melirik jam yang ada di dapur itu, pukul setengah delapan kurang satu menit, dan sialnya lagi, hari itu ia ada pelajaran matematika yang gurunya sedikitpun tak bisa diajak kompromi atau disogok dengan es walls, karena sang guru lebih memilih magnum gold(?).

"Mbang! Buka pintunya! Mbang!" kesal pemuda dengan rambut jabrik merah yang saat itu mulai naik tangga ralat naik darah, karena sudah hampir tiga puluh menit, yang bersangkutan masih belum keluar dari ruangan pertapaannya.

"Woi! Kumbang sialan! Keluar lo!" maki yang bersangkutan seraya menggedor-gedor pintu kamar mandi yang kokoh dan terpecaya dan anti bocor berkat dilapisi dengan Aquaproof tersebut.

"Huaah kalian ini pagi-pagi udah berisik aja," protes seorang pria dengan rambut abu-abu, yang sejujurnya ingin ke kamar mandi juga namun melihat antrian yang sepertinya nggak tau kapan akan berakhir, ia memilih untuk mengalah(?)

"Diam lo! Ini gara-gara si kumbang albino bego idiot ingusan yang dari tadi entah ngapain di dalam kamar mandi!" kesal yang bersangkutan seraya mengacak rambut merahnya dan tak lupa menendang pintu kamar mandi tersebut.

"Tuh kan, gue bilang juga apa? Aquaproof itu bagus. Tuh buktinya anti bocor!" timpal srorang pemuda dengan rambut biru tua yang saat ini malah bangga(?).

"Bodo amat! Mau anti bocor, anti bolong! Siapa aja keluarin nih kumbang bego sialan dari kamar mandi! Dia bikin macet tau!" semprot pemuda berambut merah itu tanpa perlu muncrat-muncrat kemana-mana.

"Udahlah, Rou. Gitu aja elo bawa repot. " ucap pemuda dengan rambut abu-abu tersebut.

"Ini masalahnya satu Kir. Satu! Dia udah setengah jam di dalam dan nggak keluar-keluar! Dan nggak mungkin kalau gue numpang lagi ke tetangga atau mandi di sekolah!" protes yang bersangkutan.

"Udah kan beberapa hari yang lalu juga, ituloh pas Handphonenya Sushi kesangkut di pipa pembuangan. "jelas pemuda berambut abu-abu itu.

"Maka dari itu! Nggak mungkin gue yang ganteng, keren dan tampan ini mandi harus nebeng-nebeng mulu!" ujar pemuda berambut merah itu seraya melayangkan jitakan sayangnya ke jidat pemuda berambut abu-abu itu.

"Ganteng dari comberan. Elo jangan kepedean Guk!"

Saat ini dalam slow motion, bisa kita lihat pintu kamar mandi itu terbuka, dan seorang miss universe baru saja keluar dari singasananya. Ketiga pemuda itu langsung terpanah dan jatuh hati.

Ralat...

Saat ini bisa kita lihat sosok seorang pemuda dengan rambut jabrik putih dan mempunyai kulit putih bersinar bagaikan porselen dengan sepasang mata berwarna keperakan, keluar dari singasana (baca: kamar mandi). Tanpa sedikitpun merasa peduli, sadar ataupun acuh dengan tatapan maha tajam dan aura kehitaman pekat bagaikan masakan gosong yang menyelimuti, ralat, terarah pada sosoknya yang menimbulkan kesan glow in the dark(?).

"Mbang... "

"Apaan Guk?"

"Gue mau nanya,"

"Nanya apaan?"

Pemuda berambut biru tua dan abu-abu itu yang sudah hafal dengan rutinitas dan ritual kedua housemate nya itu, segera memilih untuk mengibarkan bendera putih dan meninggalkan tempat tersebut dengan kecepatan cahaya.

Sementara itu suasana hening, masih menyelimuti kedua pemuda yang bagaikan pepatah 'Putih kulitku, Merah rambutku" ralat "Putih tulangku dan Merah darahku".

"Mbang, elo tau nggak sekarang jam berapa?" tanya pemuda berambut jabrik merah itu dengan senyum menawan ralat senyum penuh ke sakarstikannya.

"Tau guk. Jam Setengah delapan kurang lima menit. Emang kenapa? " jawab pemuda albino berambut putih itu, tanpa peduli akan ledakan yang jauh lebih mengerikan dari meledaknya tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram tersebut.

"Bagus. Terus... Elo ngapain aja dari tadi, hah?! Temeyarou!" bentak pemuda berambut merah itu yang emosinya kembali naik drastis.

"Diam lo! Bakayarou! Elo nggak liat?!"

"Gimana gue mau liat kumbang sialan! Dan juga gue nggak sudi ngintipin elo luluran kayak bences itu!" semprot pemuda berambut jabrik merah itu, yang saat ini meteran emosinya terus naik secara drastis.

"Coba aja lo ngintip! Mata elo gue colokin pakai sikat gigi!" balas pemuda berambut perak itu yang tak terima disalahkan. Sangat tidak terima. Karena ini demi sang 'Harga Diri' yang ada pada dirinya, sebagai anak dari keturunan Jerman dan demi nama sang Mutter yang dipuja-puja seluruh bangsa(?)

"Kan udah gue bilang! Amit-amit bego! Dan juga elo ngapain aja di kamar mandi sampai setengah jam begitu?! Mandiin bangsa elo (baca:kecoak) yang ada di kamar mandi itu biar kinclong, Hah?!" semprot pemuda berambut merah itu masih dengan kekesalan tingkat tinggi melebihi orang yang lagi sedang PMS.

"Enak aja! Gue masih waras Guguk ingusan! Gue nggak kayak elo tau! Yang hobinya mandiin guguk tetangga! Dasar Guguk cabe-cabean!" sindir pemuda berambut perak itu seraya membela dirinya yang menurutnya innocent.

"Gue nggak cabe-cabean! Kumbang albino ingusan!"

"Gue nggak ingusan, cebol!"

"Gu nggak cebol! Elo aja yang ketinggian bego! Gue ini normal! Yang cebol masih banyak dari gue!"

Lagi... dan lagi pertengkaran dua pemuda indonesia raya tercinta ini telah menyungging perasaan dua ekor mahluk lainnya yang merasa pendek(?).

"Tapi tetap aja gue lebih tinggi dari elo!"

"Bodo amat!"

"Iri kan? Elo pasti Envy sama tinggi gue yang menawan (?) ini. " bangga pemuda albino itu.

"Amit-amit gue Envy sama tiang listrik kayak elo itu! Gue udah ngerasa bangga dengan keadaan gue sekarang!"

"Udahlah. Makanya Guk, minum susu segar 8 liter sehari(?),"

"Kenapa nggak telen sama-sama pengasil susunya sekalian!"

"Pe-penghasil susu... huwa!" kaget seorang pemuda dengan rambut hijau pucat yang langsung pingsan dan mimisan akut.

"Elo jangan mikir yang aneh-aneh bocah idiot!" Maki keduanya serentak senada, dan sama-sama cempreng(?) alias Falles(?)

Setelah itu pertengkaran merah putih bersatu teguh indonesia kembali dimulai.

"Elo emang minum susu apaan sih? Susu kuda liar? Makanya liar gitu kayak kuda!"

"Enak aja! Gue nggak suka susu! Puas lo? Puas?!" maki yang bersangkutan.

"Makanya elo cebol begini! Kan udah gue bilang untuk banyak-banyak minum susu. "

"Udah! Bodo amat deh! Minggir Lo!"

"Hak elo apaan nyuruh-nyuruh gue minggir," sewot pwmuda albino itu yang sepertinya masih belum sadar kalau ia berdiri di depan pintu kamar mandi bagaikan menara pisa yang tertukar(?)

"Gue mau masak idiot!" umpat yang bersangkutan dengan nada kesal.

"Ngapain elo masak disini. Elo udah pikun guk? Makanya perbanyak minum su-Gya!" jerit yang bersangkutan tatkala tubuhnya kini melayang dan wajah tampannya mencium dinding dapur dengan elitnya, seiring dengan pintu kamar mandi yang terkunci.

TBC

Sekali lagi, bagi yang merasa kehilangan OCnya, berarti saya yang culik#plak
Inilah ide yang tiba-tiba muncul ketika ngebaca salah satu Fic yang padahal ratenya M
,

Serta obrolan tentang cowok ganteng tapi koplak#ngawur
Dan mulai mikir, gimana kalau mereka disatukan. Dan inilah hasilnya.

Maaf kalau humornya garing.

Mind to Leave a review?