hay..! perkenalkan yuki author baru disini. ini adalah cerita pertama yang yuki publis. yuki di suruh ibu guru buat buat fabel, jadinya cerita pertama yuki ya... fabel ini ^.^v

RABIT SI KELINCI

Di sebuah kota hiduplah seekor kelinci bernama Rabit. Rabit orang yang pemalas, jika malam ia selalu menonton tv dan tidak belajar, ia akan belajar jika ujian sekolah tiba, dan itu artinya hanya 4 kali setahun. Malam ini juga sama, ia tidak belajar dan malah menonton tv. Ibunya pun khawatir akan nilai Rabit.

"Kenapa kau tidak belajar lagi nak? Besok ulangan kan?" tanya ibu Rabit.
"Tidak bu, besok hanya ulangan bahasa daerah kok!" jawab Rabit santai.
"Kau ini! Bahasa daerah kan juga penting", Rabit hanya menjawab dengan mengangkat bahunya tidak perduli, ibu Rabit pun hanya bisa menghela nafas pasrah.

Keesokan harinya Rabit pulang sekolah dengan tampang lesu karena mendapat nilai jelek. Ibunya pun bertanya apa yang membuat Rabit selesu itu, padahal biasanya Rabit akan tampak ceria. Rabit menceritakan tentang nilainya secara rinci. Ibu Rabit tampak kesal karena lagi-lagi rabit mendapat nilai jelek dan tidak berusaha untuk belajar.

"Rabit! Dengarkan ibu. Mulai sekarang kau tidak boleh menonton tv jika malam hari! Gunakan waktumu untuk belajar, mengerti?" kata ibu Rabit tegas. Rabit hanya menurut perkataan ibunya dan segera masuk ke kamar.

Di kamar Rabit mengingat pesan Lala, seekor kucing berbulu pirang dan selalu mendapatkan peringkat 1 di sekolahnya. Lala mengatakan bahwa semua yang kita inginkan akan terwujud jika kita berusaha dan tidak pantang menyerah. Berusaha salah satunya dengan cara giat belajar dan menyingkirkan sifat malas. Rabit menyadari kesalahannya dan hendak memperbaikinya. Ia mengambil bukunya dan mulai membaca, ia membaca dengan serius hingga tidak menyadari ibunya kini sedang tersenyum di depan pintu kamarnya.

Pagi pun tiba, Rabit berangkat sekolah dengan senyum yang bertengger manis dibibirnya. Ia merasa lega karena dia sudah belajar. Seperti yang ia duga, hari ini diadakan ulangan mendadak. Rabit mengerjakannya dengan tenang membuat yang lain kebingungan dengan sikap Rabit yang biasanya selalu meminta contekan sana-sini. Saat pengumuman nilai teman sekelas rabit kembali dibuat kaget karena rabit mendapatkan nilai yang hampir sempurna padahal biasanya dia selalu mendapat angka bebek.

"Selamat ya bit, tidak ku sangka kau sepintar ini, meouu", ucap Lala tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
"Terima kasih Lala, ini semua karena saranmu", jawab Rabit sambil menerima uluran tangan Lala. Lala dan Rabit kemudian tertawa bersama.

Setelah sampai di rumah Rabit menceritakan semuanya kepada ibunya dengan riang gembira. Ibu Rabit sangat senang dan memeluk Rabit dengan penuh kasih sayang. Rabit berjanji bahwa ia akan menuruti perkataan ibunya dan belajar lebih giat.

ya itulah cerita pertama yuki, pendek emang, ancur emang, & gajelas emang(kaya muka yuki). terimakasih buat yang mau baca ya (_ _)