Colorful World : The Series

Rating: K+

Genre: Friendship, Fantasy, Humor, Family

Cast: Mizu Aisu, Kasai Barezu, Mirai Kaan, etc.

Warning: Typo, kesalahan kalimat, tanda baca salah, nggak jelas, dan lain-lain.

Note: Don't like, Don't read.


.

.

.

.

.

.

Chapter 1 : Rebutan Buku

Kini, sebuah rumah yang berukuran besar (You don't say... Kalau kecil mana bisa masuk?) sedang dilanda keributan. Semua tetangganya pada marah-marah besar sambil membawa sapu terbang (?) dan ada pula yang membawa jam kekuatan segala diambil dari website khusus buat penggemar sebelah.

Hari ini Mirai bangun dengan shock karena ada suara tetangga yang sedang marah-marah dan suara ribut dari bawah. Entah darimana narasumber suaranya, Mirai pun mengangkat bahunya dan kembali tidur.

Suara ribut itu pun semakin keras. Yang membuat Mirai terjatuh dari tempat tidurnya. Mirai masih tetap ingin tidur, karena ia bermimpi ditembak oleh seorang lelaki menggunakan pistol, ralat, maksudnya memakai bunga mawar. Itu hanya mimpi aneh Mirei, maklum, dia Jones.

Mirai meracau dalam tidurnya karena suara ribut tadi membuat satu benua langsung tutup telinga menggunakan tissue setengah kering setengah basah (?)

"Aku duluan yang ngambil!"

"Tidak, kau terakhir!"

Mirai pun terbangun sambil melempari jam wekernya yang anti-banting dan mengembalikan ketempat asalnya, bukan karena anti-banting, tetapi dikarenakan agar terhindar dari amukan kakaknya pertama yang ngamuknya seperti T-Rex kelaperan karena sedang puasa di Bulan Ramadhan.

Mirai pun memaksa dirinya untuk bangun dan memperjelas penglihatannya agar bisa melihat dunianya yang sangat luas. Ia mencari asal suara ribut itu, ternyata berasal dari lantai dua yang dijadikan perpustakaan kecil.

Kamarnya Mirai 'kan berada di lantai tiga, jadi ia bisa mendengar keributan yang membuat orang ingin terjun dari menara tertinggi di Galaksi.

"Hoam... Pagi-pagi begini kok udah pada ribut ya? Ngapain sih...?" Tanya Mirai kepada pelaku keributan dengan nada serak karena habis bangun tidur.

Sang pelaku keributan pun memutar kepalanya.

"D-Dia yang merebut buku cerita yang aku ambil!" Seru Kasai sambil menunjuk Mizu yang membawa buku cerita.

"Bukan! Aku yang duluan!" Seru Mizu sambil memeluk bukunya ibarat seperti Mizu memeluk bonekanya.

Perang dunia keempat pun terjadi.

Mirai hanya sweatdrop ditempat. Ia pun menghirup napas dalam-dalam dan... Penulis harap, para pembaca menyumpal telinga agar tidak terjadi pendarahan.

1...2...3...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"KAKAK! KALIAN UMURNYA SUDAH 1 ABAD PENUH, KENAPA KELAKUANNYA SAMA KAYAK UMUR 5 TAHUNAN?! CUMAN BUKU CERITA GITU DOANG REBUTAN. POKOKNYA, YANG LEBIH TUA HARUS NGALAAAAAAAAAH!" Dan akhirnya, burung-burung yang ada disekitarnya pergi dan kakak-kakaknya yang sedang kayak Tom and Jerry pun diam.

Dan akhirnya, Kasai memberikan buku tersebut kepada Mizu.

Mirai pun kembali melanjutkan perjalanannya ke mimpi. Ia menarik selimut dan kembali mendengur.

Suara ribut pun terjadi lagi.

Mirai hanya membeuka dan memutar bola matanya dan kembali tidur dengan bantal menutupi wajahnya.

Ia bersumpah, akan mengutuki kakak-kakaknya yang telah membangunkannya hari ini.

Mirai melihat ke jam weker. Ternyata...

"APA?! PUKUL 9? HARUS CEPAT-CEPAT NIH!" Mirai melesat ke kamar mandi dengan kecepatan 144 km/jam.

"Bukannya libur yak hari ini?"

.

.

.

.

.

.

~To Be Continue~


Cepat-cepat update, karena ide lagi mengalir nih.

Eh, kok nggak ada sama sekali review? Yah... Jadi sedih dong, penulisnya. Tapi, nggak apa-apa deh.

Ceritnya terinspirasi dari teman saya yang ku pinjamkan buku terus direbut sama yang lain. Akhirnya ada ide deh!

Review please? Jangan jadi pembaca gelap dan jangan me-review dengan kata-kata kasar.

Sampai jumpa di Chapter selanjutnya~