Live In World of Human

by:Phantom Devil


Prologue


Destroyer, Noon Time,

"Jadi ini begini lalu... "

Pemuda dengan surai blonde perak itu, Tsuki Reiga, hanya menguap bosan. Sesekali iris merah mudanya terpejam. Jika boleh jujur, ia paling malas mendengar penjelasan seperti ini tapi...

"Kau harus berhati-hati dengan monster yang kabur itu tipe slime dan memakan aura kehidupan roh disekitarnya. Dan jika kau ingin mundur, kau bisa menggunakan alat ini," jelas pemuda bersurai blonde pirang itu, seraya memasangkan sebuah jam tangan di pergelangan tangan pemuda bersurai perak itu.

"Eh?"

"Jadi dengan menggunakan alat ini, kau bisa menjadi manusia, sementara keadaan auramu menurun. " jelas pemuda dengan surai blonde pirang itu masih antusias.

Terkadang, ia bingung. Dari sebanyak itu anggota Destroyer, kenapa harus ia yang jadi ular percobaan seperti ini? Ini sangat tidak adil. Ia adalah seorang hunter, bukan tester obat! Tapi, bagaimanapun ia mengeluh pada atasannya, sang atasan tidak memperdulikan protesannya itu. Merasa semakin bosan akhirnya, ia segera meninggalkan tempat tersebut, dan memilih untuk berjalan-jalan meninggalkan ruangan yang cukup membosankan itu.


Izanami, sebuah kota yang berada di timur Alexandrovic. Sebuah kota dengan suasana tenang dan damai. Dan sebagai seorang roh, tidak ada siapapun yang bisa melihatnya saat ini, meskipun dia bukanlah seorang dewa kematian, tapi bisa dikatakan ia ini spesial. Apakah ini bisa dikatakan sebuah keberuntungan?

Saat ia tengah bersantai di atas sebuah pohon sakura, secara tiba-tiba muncullah seekor monster yang segera melesat dengan kecepatan tinggi, dan sukses membuat keseimbangannya goyah, dan langsung membuatnya jatuh tersungkur.

"Cih! Monster sialan, jangan harap kau bisa lepas, Tatamikomi! Hebidoku!"

Sebuah cambuk segera muncul di pengangannya dan ia segera mengayunkan cambuknya yang memiliki racun mematikan itu kearah monster itu, yang membuatnya meraung cukup keras.

"Baiklah, Musnahlah Ka-"

Hap!

Dalam sekejap bisa kita lihat monster berbentuk slime berukuran besar itu segera menelan pemuda itu.

"Cih! Sialan!"

Rutuk pemuda itu yang merasa kalau saat ini reiatsunya terus terkuras, seiring dengan kesadarannya yang semakin menipis.

'Sial... apa aku akan mati disini? Ini gara-gara tuh gagak sialan!'


Sementara itu, di salah satu SMA Izanami,

"Jadi, penyelesaiannya seperti ini... " ucap seorang pria dengan rambut hitam, yang saat ini berdiri di depan kelas, menjelaskan materi yang berada di papan tulis itu.

*Teng-Teng-Teng-Teng*

Suara bell yang berdentang menghiasi sekolah itu, membuat pria itu, melirik jam yang ada di kelas itu, dan berkata,"Baiklah. Kelas selesai hari ini. Semuanya boleh pulang, jangan lupa mengerjakan tugas. ", seraya membubarkan kelasnya itu, dan merapikan buku-bukunya dan segera menuju ke ruangan guru.

Setelah merapikan meja kerjanya, iapun segera menuju ke mobil yang terparkir di dekat gerbang sekolah itu. Menghidupkan mesin mobilnya dan segera menjalankannya meninggalkan pekarangan sekolah itu.

Hingga di sebuah persimpangan jalan, terlihat sosok seorang pemuda dengan surai biru kehitaman itu yang tengah berjalan, memperlambat laju mobilnya sambil membuka kaca mobilnya, pria itupun menyapa pemuda itu.

"Kazuhiko? Mau pulang? Ayo naik. " ajak pria itu, membuat pemuda yang dipanggil Kazuhiko itu segera menaiki mobil tersebut.

"Maaf merepotkan, sensei. " ucap pemuda itu, yang membuat pria itu, Takahashii Haruta, hanya bisa tertawa kecil, seraya menyetir mobil tersebut.

"Kau bicara apa Kazuhiko? Ayahmu itu adalah temanku, kau tidak perlu sungkan berlebihan. " ucap Haruta.

"Aku tau. "

Suasana hening menghiasi perjalanan mereka menuju kediaman Kazuhiko itu, dan mobil Haruta berhenti tepat di depan rumah tersebut.

"Terima kasih banyak, sensei. " ucap Haruta seraya membuka pintu mobil itu dan segera turun, dan ia kembali kaget tatkala iris biru langitnya menangkap sosok seorang pemuda tak dikenalnya itu berada disana. Seorang pemuda dengan surai putih.

'Dia ini siapa? Dan juga kenapa ia bisa disini?' bingung pemuda itu, Izuki Kazuhiko.

Setelah berfikir sejenak, Izuki segera memapah pemuda itu memasuki rumahnya, yang saat ini dalam keadaan kosong.


TBC

Terinspirasi dari RP, btw Moonan jaat make nulis Diend duluan. Just wait I will sikusa yur chara#KetawaJahat.

Oke See Yuuh