Live In World of Human

by:Phantom Devil


End Prologue

1-6


'Berarti saat ini aku tidak bisa kembali ke dunia roh. Tapi, mana mungkin juga aku membiarkan Izuki tewas gitu aja. Sekarang bagaimana ya?' batin Reiga seraya berfikir sejenak. Ia harus mecari tujuan sementara selama reiatsunya pulih. Tidak mungkin ia hanya bersantai-santai, itu akan sangat membosankan. Saat ini Reiga tengah berdiri menatap keluar melalui jendela ruangan tersebut.

"Ga? Elo kenapa?" tanya Izuki yang sejujurnya bingung melihat pemuda itu yang dari tadi terlihat berdikir keras itu. Ia memang tidak mengerti dengan kehidupan pemuda itu. Apa pemuda itu akan segera kembali ke dunianya? Sepertinya begitu. Lagipula, tidak mungkin pemuda itu menetap di dunia manusia seperti ini. Ia pasti memiliki kesibukan lain.

"Nggak ada apa-apa, kok. "

Ditengah suasana hening tersebut, tiba-tiba pintu ruangan perawatan itu terbuka, dengan sosok seorang pria dengan surai hitam memasuki tempat tersebut, ia memiliki sepasang mata beriris keabu-abuan.

"Eh, sensei?"

"Bagaimana keadaanmu, Kazuhiko?"

"Aku baik-baik saja kok sensei. Tumben sensei ke sini pagi-pagi," tanya Izuki yang membuat pria itu, Haruta hanya tertawa kecil seraya berkata,"Kebetulan pagi ini kelas kosong. Jadi kau sendiri kapan keluar?"

"Besok sensei. Terima kasih sudah menjenguk. "

"Tak masalah. Eh, dia siapa Kazuhiko?" tanya Haruta seraya melirik Reiga yang masih belum mengalihkan pandangannya dari jendela tersebut.

"Ah dia itu, temanku. Dia diminta tolong oleh orang tuaku karena mereka tidak bisa datang. " bohong Izuki yang untungnya membuat Haruta percaya.

"Dia tidak sekolah?" tanya Haruta yang memang instingnya sebagai guru itu cukup tajam.

"Eh, itu,"

Dan kini giliran Izuki yang kehabisan kata-kata, bagaimanapun ia memikirkannya, tetap saja ia mengalami jalan buntu. Apa sebaiknya ia cerita? Tapi apa senseinya ini akan percaya?

Setelah berfikir sejenak, Izuki akhirnya memutuskan untuk menceritakan tentang Reiga yang ia ketahui.

"Jadi nih bocah setan?" tanya Haruta dengan polosnya, seraya menepuk-nepuk kepala Reiga dengan nada sangat tidak percaya. Lagipula, siapa yang akan percaya kalau ada roh yang balik turun dari langit tanpa ost dragonball- ralat, datang dari langit untuk ngelawan monster? Yang benar saja. Ini bukan novel Fantasi Action, apalagi komik.

"Tapi kok setan ini bisa di pegang? Kami ini anaknya kuntilanak, yang kawin lari sama Vampire?"

Dan Izuki sukses sweatdrop dengan pernyataan nyeleneh gurunya itu.

"Om siapa?" tanya Reiga yang sepertinya tadi sempat ketiduran itu, dan kini giliran Haruta yang ngerasa Right in Kokoro karena dipanggil Om, padahal usianya masih kepala dua.

"Jangan panggil Om-"

"Lalu? Paman? Nggak cocok, udah ah, mau jalan-jalan dulu. "

Dan Reiga pergi begitu saja tanpa peduli dengan Haruta yang saat ini pengen pundungan di pojok ruangan itu.


Saat ini ia tengah asik berjalan-jalan hingga, secara tak sengaja ia mendengar percakapan sekelompok siswa.

"Kudengar Taiga dihantui oleh arwah penasaran. "ucap salah satu siswa.

"Eh masa? Kalau begini, aku ingin keluar saja dari klub pramuka. "

"He jangan dong. Klub kita sudah makin sepi tau. "

"Tapi, aku takut dihantuin. "

'Dasar manusia, kalian terlalu banyak berkhayal. ' batinnya, dan memilih untuk kembali berjalan-jalan sejenak. Saat ini, ia tidak begitu memiliki tujuan apapun.


Sementara itu di rumah sakit,

"Sensei, bagaimana jika Reiga kuajak ke sekolah kita?"

"Eh? Maksudmu?"

"Tidak ada apa-apa sih. Hanya saja, mungkin dia bisa membantu Taiga. Aku khawatir padanya, sudah empat hari dia tidak masuk. "

"Dia sakit apa?"

"Aku tidak tau, tapi kata dokter penyakitnya tidak diketahui. "

"Ah begitu... "

"Rencananya, nanti sore, aku akan mengajak Reiga menemuinya," ucap Izuki lagi.

"Eh, dia bisa? Apa dia itu cenayang?"

"Aku tidak tau pasti. Mungkin, dia bisa berkomunikasi dengan roh. " ucap Izuki.

"Haah, baiklah, kalau begitu sensei juga ikut nanti. "

"Baiklah, sensei. "


Sedangkan Reiga saat ini iseng-iseng mampir ke sebuah kuil kuno yang ada di kota tersebut. Kuil kuno, yang menurut sejarah memuja seorang dewi ular putih yang rela mati untuk melindungi manusia. Setidaknya, kata sejarahnya sih begitu. Dan tentu saja Reiga tidak bisa memvalidasi hal ini

"Hei! Kembali kalian anak-anak nakal!" teriak seorang pria botak seraya mengejar sekumpulan anak laki-laki yang segera meninggalkan area kuil tersebut.

"Dasar anak-anak kurang ajar! Jangan kembali lagi!"

"Ada apa paman?" tanya Reiga pada pria itu.

"Ah ada tamu ternyata. Selamat datang di kuil Dewi Ular Putih. "

"Terima kasih paman. Anak-anak tadi itu, apa yang mereka lakukan?" tanya Reiga.

"Akhir-akhir ini, muncul rumor kalau ada yang melihat Dewi Ular Putih ketika ia tidak sengaja menumpahkan air suci pemujaan dewi ini. Dan katanya orang itu langsung terkena kutukan. Dan sejak saat itu, banyak orang yang datang dan ingin membuktikan kebenaran itu. Makanya, aku harus menjaga tempat ini. Haah~"

"Begitu... aku ikut prihatin paman. Padahal, mereka seharusnya tidak mengganggu ataupun merusak tempat yang indah ini. "

"Kau benar, tapi jujur aku kagum padamu. Tak biasanya ada anak muda yang menghargai bangunan bersejarah seperti ini. Seandainya saja, banyak orang sepertimu, pasti dunia ini akan lebih baik ya?" ucap pria itu seraya tersenyum.

"Paman berlebihan. Ah iya, aku harus kembali dulu, sampai jumpa lagi, paman. Kapan-kapan aku akan berkunjung lagi," ucap Reiga seraya meninggalkan tempat tersebut, lalu kembali ke Rumah Sakit.

"Elo balik juga Ga, ayo berangkat. "

"Eh kemana?"

"Ke rumah temen gue yang sakit. Udah ayo," ucap Izuki seraya menyeret Reiga yang saat ini masih bingung dan mereka segera menaiki mobil Haruta.


TBC


Omake:

"Jadi temen elo itu sakit apaan?" tanya Reiga.

"Gue nggak tau, makanya gue bawa elo. " enteng Izuki.

"Lah, gue bukan dokter, Zuk. Elo mabok mastin atau Baygon rasa blubery?" tanya sekaligus heran Reiga.

"Bukan begitu, kan elo bisa ngomong sama roh. "

"Gue bukan cenayang, oi!" protes Reiga.

"Sudah-sudah kalian ini, jangan bikin sensei perih-perih gimana gitu," ucap Haruta.

"Eh si Om? Dia supir elo, Zuk?" tanya Reiga yang membuat Haruta hanya bisa mengelus dada, berusaha untuk sabar dan tabah.

"Bukan dia guru dan wali kelas gue. Nah, jadi yang sakit ini temen seekskul basket gue, namanya Taiga-"

"Ka-Kagami Taiga?! Anjir... jangan bilang ntar ada yanf namanya Kuroko Tetsuya, Shintarou Midorima, Seijurou Akashii, dan yang lain-lainnya," shock Reiga yang saat ini merasa dirinya nyasar ke dalam dunia Kuroko no Basuke tersebut.

End Of Omake


Oke Prologue End Finnaly :v

Betewe Yang punya Oceh Taiga yang temennya si Zuki, ane minta bionya kayak nama lengkap sama penampilan. See You Agaain :v

Balas Review:

Mantan Ketiga:

Njirr, lolol Eaa, ntaran deh kalau mereka merried #Oi

Thxs For Review

Momomomon

Lolol Kan Izuki itu... Yu Know What Ai Mean #nhak.

Wkwk kan Izuko itu bukanlah cowok yang oper peka#nhak

Thxs for Review

Tierra De Sainte:

Wkwkwk Eaa yang cemburuu #nhak

Oke makasih reviewnya