| Ten years of story |

Prologue

Pair: TYL0514

Rate: T

Category: Angst

Disclaimer: This is a work of fiction. Names, characters, places, events and incidents are either the products of the author's imagination or used in a fictitious manner. Any resemblance to actual persons, living or dead, or actual events is purely coincidental.

Time setting: 10 years after Saga broke up with Kevin and has completed his education. Both Saga and Kevin are now 31 years old.

Mood: Nostalgic

Music: Ed Sheeran – Photograph


Prologue


Katanya, ingatan merupakan anugerah pemberian Tuhan yang paling menyakitkan. Dalam hal ini, Saga sepenuhnya setuju.

Selalu ada kehangatan tersendiri yang bisa ia temukan setiap kali memori membawanya kembali ke dalam rangkaian peristiwa yang sudah ia lalui hingga saat ini. Kehangatan yang membuatnya terlalu nyaman sehingga ia enggan pergi lagi, meskipun ia tahu kehangatan yang ia rasakan ini hanyalah semu, dan ia tidak punya tempat untuk kembali lagi.

Dan karena itulah Saga mengutuk kesempurnaan ingatannya.

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk berlalu begitu saja—terutama untuk Saga yang dianugerahi ingatan yang nyaris tanpa cacat.

Dalam sepuluh tahun terakhir selepas ia menyelesaikan pendidikan Science (Hons) di Australia, Saga mendedikasikan waktunya hanya untuk belajar, belajar dan belajar.

Meraih gelar dokter dengan predikat cum laude kemudian melanjutkan pendidikan spesialis yang juga lulus dengan predikat cum laude tidak lantas membuatnya puas. Ada suatu urgensi tersendiri dalam dirinya yang membuatnya tidak pernah berhenti mengejar sesuatu. Seakan sirkuit dalam tubuhnya akan korslet apabila ia berhenti meskipun hanya sekejap.

Namun khusus hari ini Saga membuat pengecualian.

Rutinitasnya yang biasanya luar biasa padat sengaja ia kosongkan. (Sebagai gantinya ia harus bekerja ekstra selama beberapa hari terakhir, termasuk menukar jadwal jaga malam)

Berawal dari pesan singkat yang ia terima dari Dave dua hari lalu yang berisikan ajakan untuk reuni bersama Sasuke—yang berakhir menjadi sebuah pengakuan dimana akan ada beberapa anggota Shinobi lainnya yang hadir dalam reunian itu, termasuk Kevin, Saga berusaha mati-matian untuk mengosongkan jadwalnya hari ini.

Saga menghela nafas panjang sembari memandangi cincin pemberian Kevin yang masih melingkar di jari kelingkingnya. Cincin yang sama, yang tidak pernah absen menemaninya selama lebih dari 10 tahun terakhir—yang mana berulang kali coba ia lepas namun berakhir gagal.

Terlalu banyak memori yang tersimpan, apalagi untuk seorang Saga yang tidak memiliki defek pada ingatannya.

Sepuluh tahun berlalu namun Saga masih tetap orang yang sama. Prince of Shinobi itu masih mengidap adiksi kronik terhadap susu dan dairy products lainnya. Ia juga masih memiliki toleransi nol pada segala sesuatu yang terbuat dari campuran tomat.

Saga setuju bahwa sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat, namun baginya sepuluh tahun merupakan rentang waktu yang terlalu singkat untuk bisa melupakan Kevin.

Nyatanya dalam sepuluh tahun terakhir setelah ia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Kevin, tidak sekalipun Saga berniat menggantikan posisi Kevin dengan orang lain (bukan berarti tidak pernah ada yang mencoba, percayalah, banyak orang yang mengantri untuk menggantikan posisi Kevin).

Berakhirnya hubungannya dengan Kevin membuat Saga secara sepihak memutus kontak baik dengan Kevin maupun anggota Shinobi lainnya—tidak terkecuali siapa pun, bahkan seorang leader sekalipun. (Dave menjadi satu-satunya penghubung yang tersisa lantaran Saga mau tidak mau masih harus berhubungan dengannya untuk urusan bisnis keluarga).

Ia tahu tidak mudah bagi Kevin untuk sekonyong-konyong melupakannya, dan ia tahu bahwa Kevin lebih membutuhkan dukungan moral dari anggota Shinobi lainnya ketimbang dirinya sendiri.

Tentunya hal itu bukanlah hal yang mudah, bahkan untuk seorang Saga, karena ia harus membayar mahal untuk itu; kehilangan kekasih dan 'keluarga' di saat yang bersamaan, entah bagaimana Saga bisa bertahan, mungkin hanya bermodalkan sifat keras kepala yang sudah mendarah daging.

But enough is enough.

Bahkan seorang saga mengakui, ada rasa rindu yang secara serentak menginfeksinya saat terlintas dalam ingatannya bagaimana rasanya berada di antara Shinobi. Dengan mudah ia terbawa dalam nostalgia.

Midou dan Kevin yang selalu memulai topik pembicaraan konyol yang melibatkannya, Mao yang jarang mengubris karena terlalu asik menikmati rokoknya, Gin yang sesekali menyahuti dengan pembicaraan absurdnya seputar alien dan Shidou yang hanya akan menyahut untuk menimpali Gin.

Dan lagi-lagi ada kehangatan tersendiri yang membuatnya nyaman untuk terus berada di dalam memori dimana kebersamaan mereka bukanlah hanya angan semu.

Sebuah pesan singkat menyadarkan Saga dari lamunannya yang berkepanjangan.

Seperti biasa, Dave selalu mengirimkan pesan singkat untuk memastikan dirinya akan hadir.

David Bastian

Sha? Where are you now? You're coming right?

Saga tersenyum tipis, "Fussy nanny as always, douche."

Dengan satu gerakan cepat ia mengetikan balasan untuk Dave, mengambil kunci mobil yang tergeletak begitu saja di atas meja dan melangkahkan kakinya pergi.

Saga Masamune

On the way.

-To be continue-