Notice (Guru yang Menyakitkan)

.

Saya punya ketentuan supaya tidak menjadi idiot di usia dini. Yah, itu seperti; kita menganggap seseorang, memuja karyanya, tapi tanpa respon. Fans.

Saya menyamarkan kedua sampel; A dan B.

Sampel A : Salah satunya (sebagai contoh)

Sampel B : Uji coba.

Meski keduanya tidak punya relasi, mereka yang mewarnai pijakan dalam diri saya untuk identifikasi.

Tampaknya Sampel B sudah meruntuhkan hati saya.

Warn : Tidak bermaksud mem-bashing siapapun. Ditulis untuk perbandingan, pencerahan dan kegunaan.

.

.


[Identitas]

.

Peran dalam seni

Sampel A : Musik

Sampel B : Gambar

.

Hal yang paling utama dalam bidangnya

Sampel A : Band yang mencipta lagu

Sampel B : Fokus pada digital art (OC)

.

Genre dalam bidangnya

Sampel A : Rock, tapi Wikipedia bilang itu metal

Sampel B : Dominan perempuan yang digambar, weirdo seperti Vocaloid.

.

Sisi negatif dalam genre itu

Sampel A : Screaming—metal.

Sampel B : Unsur ecchi.

Hal yang perlu sayapahami dari sisi negatif, salah satunya adalah kepercayaan. Sampel A adalah non-muslim dan Sampel B justru sebaliknya.

Tapi, saya melihat mereka dari karyanya.

.

Tingkat kesibukan

Sampel A : Saya merasa mereka selalu berpindah-pindah dan mungkin tidak akan muncul setiap hari di dunia maya.

Sampel B : Karyanya yang WIP pun selalu di-update karena pekerjaan itu cukup di rumah saja.

.

Kesan (sisi lain)

Sampel A : Caranya yang berubah-ubah style (mungkinkah aliran mereka memang begitu?) dan saya merasa mereka tidak peduli dan terus berubah meski mungkin barangkali banyak orang yang mengatakan, "kau lebih pantas dengan rambut seperti ini."

Sampel B : Seolah mematuhi jadwal dengan terus aktif dan memberitahu orang dengan karya-karyanya

.

Kesan (dari bentuk karya)

Sampel A : Rock yang cocok dengan telinga saya

Sampel B : Colouring

.

Ini mencakup dari apa yang terlihat di dunia maya

.

Tingkat terkenal

Sampel A : Dikenal di berbagai negara, masuk tv sudah pasti. Meski Fanspage selalu mewakili negara dan ratusan yang mengikuti (di setiap perwakilan negara itu), mereka cukup baik sebagai aliran band 'minoritas'—saya rasa, haha.

Sampel B : Dikenal dari perlombaan digital art dan sebagai juaranya, bertebaran di sebuah akun menggambar, meski pengikut tidak jauh beda dengan Sampel A.

.

Dominan

Sampel A : Video

Sampel B : Gambar

.

Identifikasi dari mereka

Sampel A : Perembukan rock

Sampel B : Colouring, blur, light

.

Spirit

Sampel A : Pernah membuat kisah tentang seorang melankolis. Dan dia meneriakkan sebuah kalimat yang berarti.

Sampel B : Caranya mematuhi jadwal dan perkembangannya.

.

Cover People

Sampel A : Saya membutuhkan lebih banyak kipas *.*

Sampel B : Biasa saja.

.

Sakit Hati

Sampel A : Ketika dia berubah style dalam kadar yang, "lebih bagus waktu itu."

Sampel B : Don't wora.

Wajar jika kau mengirimkan pesan apapun pada orang yang sudah jelas punya banyak acara hingga dia tidak bisa menggunakan dunia maya. Sampel B terbiasa aktif merespon—sekalipun itu hanya pujian.

.

Bahasa

Sampel A : Jepang, mungkin bisa Inggris.

Sampel B : Indonesia, Inggris juga bisa, kami sama-sama berada di suku yang sama; Sunda.

.

Hal yang pernah dilakukan untuk mereka

Sampel A : Notice, download lagu, video, gambar, nonton youtube, follow

Sampel B : Notice, download gambar, follow, fave

.

Hal yang menyakitkan dari cara di atas

Sampel A : Berubah style dan munculnya style yang tak diinginkan, terutama yang mak lampir (?)

Sampel B : Balasan konfirmasi digantung, dikomen don't wora (di tengah yang laen diwora), tidak membalas follow.

Saya merasa Sampel B mampu melakukannya.

Saya melihat dari cara mereka bersosial. Sampel A tidak membalas pesan-pesan yang datang pada mereka karena mungkin mengupload hanyalah rutinitas. Saya pun merasa mereka tetaplah asing hingga tak ada gunanya untuk menasehati mereka.

.

Orang seperti mereka

Sampel A : Jarang, terutama warna suara dan style yang membuat saya jatuh cinta.

Sampel B : Banyak. Rek ku kuring sebutkeun hiji-hiji di dieu?

.

Saya memperlakukan tulisan semacam ini berawal dari unrespon dan perasaan runtuh saya. Kita sama, di negara yang sama, bisa bersosialisasi dengan orang luar. Itu adalah alasan kenapa—terakhir kulihat—jerapahmu masih memakai jubah, sama seperti punyaku.

Mungkin perbandingan ini tidak ada artinya karena tanpa sadar saya lebih mendata mereka. Saya memaklumi Sampel A (lagipula saya belum pernah mengirimkan apapun pada mereka) dan merasa ada suatu perbedaan dari perlakuan Sampel B.

Saya ingin memberitahu Anda semua; betapa pentingnya keramahan.

Kita anggap non-muslim tidak ada hubungannya dengan jalan pikiran kita. Dan kita kembali pada peraturan agama.

Meski karya berarti kebebasan, cara seseorang bersosialisasi tapi juga bersembunyi, kita berbeda dan punya peraturan. Covernya sebagai makhluk tidak lebih serupa dengan saya, itu bagus dan saya suka.

Anda memakainya, Anda (harus) paham.

Anda tidak paham, berarti itu hanya penampilan.

Kenal dengan dosa jariyah? Bagaimana jika ada orang bodoh yang terangsang oleh visual itu lalu menularkannya? Apakah search engine harus menimbun banyak kotoran? Lebih banyak?

Semoga tidak, ya. Saya ingin jadi orang yang memerhatikan keburukan sebagai pencegahan dan perasaan sebagai pelajaran.

Selama kita ini sama, jangan anggap saya asing, tolong.

Seolah saya adalah alien yang menyuntik markas Anda.

Jika diuji semacam ini, Anda sama sekali tidak menggambarkan sosok saya, maka, langibud-dunya itu sudah habis di mata saya. Banyak guru yang pantas di-notice terlebih—mungkin saya harus mencari mereka yang tidak menganggap saya asing untuk tempat bertanya. Saya bertemu dengan mastah lain. Dia orang barat, tapi menanggapi saya di fanspage-nya. Juga untuk seseorang yang sama-sama trade art, yang menemukan saya dengan komentar pertamanya pada karya saya. Dia juga mem-follow saya meski saya rasa—tidak ada yang begitu bagus dibanding karyanya (dia menggambar real person). Dan juga untuk orang Indonesia, yang menjadikan saya temannya—di akun itu—untuk pertama kalinya.

Selamat tinggal, Sampel B. Saya akan bertemu dengan berbagai karya Anda yang bertebaran tapi saya akan menutup kontak; semuanya.

Kemarahan sudah mengubur saya.

Semangat saya adalah suara. Kebodohan saya adalah mewarnai. Penyakit saya adalah diabaikan. Saya selalu menengadah memandang kalian. Tapi, saya benci kesombongan.

Btw, semua tentang Sampel A tersebar di fb saya.

.

.

.

END


Identifikasi : Menurut ilmu psikologi, itu artinya peniruan yang didasarkan untuk mengembangkan diri hingga punya karakter tersendiri.

Bashing : Menjelek-jelekkan

Digital Art : Gambar yang dibuat dengan sistem komputer.

OC (Original Character) : Tokoh asliimajinasi sendiri.

Weirdo (weird) : Aneh, biasanya dalam versi langka, tapi gak langka-langka amat kalo menurut saya #plak.

Vocaloid : Software merangkai suara manusia (untuk bernyanyi)

Screaming : Teriak

Ecchi : Unsur dewasa (yang saya maksud—itu dalam berbusana).

WIP (Work in Progress) : Karya yang masih dalam proses.

Fanspage : Halaman favorit.

Melankolis : Salah satu dari empat karakter dominan manusia. Melankolis identik dengan pemurung, introvert, tapi berdarah seni.

Don't wora : Wora sendiri adalah plesetan dari waro (bhs Sunda) yang berarti dianggap, dijawab

Don't wora : Tidak dianggap

Rek ku kuring sebutkeun hiji-hiji? : Mau sayasebutkan satu per satu.

Dosa jariyah : Dosa yang terus mengalir karena asal masalah masih berdiri.

Visual : Gambar

Search Engine : Mesin pencarian

Langibud-dunya (bhs Arab) : permainan dunia.

Mastah (master)

.

"Cara seseorang bersosialisasi tapi juga bersembunyi," itu adalah 'quotes' vokalis Sampel A yang hanya seringkas (real-nya bisa Anda cek di akun miliknya). Itu sangat benar. Kita mengungkapkan suatu hal yang kitarasakan ke dalam seni entah itu menulis, menggambar atau bernyanyi. Tapi, apa yang tersebar dalam karya sebenarnya belum cukup untuk mengungkapkan semuanya.

Seni adalah tempat pelarian.