Catatan penyelenggara event: cerpen ini adalah cerpen 'kedua' yang diberikan dari Page of Cups untuk Starberry. Semoga suka cerpen bonus ini!


A Conversation


Penulis: Page of Cups


wildarmz: "Sedang ada di mana kita sekarang?"

manalegendia: "Kau berada di kamarmu, dan aku berada di kamarku."

Aku tahu jawaban itu adalah basa-basi kalau bukan bodoh. Tapi jawaban itu bukan jawaban bodoh. Karena aku tahu siapa yang menuliskan jawaban itu, jawaban itu keluar seperti yang aku terka. Jawaban yang keluar di layar kaca itu pasti sudah terpampang juga di layar kaca lain. Kedua layar tersebut berbeda tetapi menampilkan isi yang sama. Dua baris kalimat, sebuah pertanyaan dan sebuah jawaban. Aku memberinya pertanyaan dan Ia memberikan jawaban. Sama seperti biasanya, seperti selama ini aku dan dia menghabiskan waktu bersama. Seperti selama ini aku dan dia telah tersambung.

wildarmz: "Aku bisa mengerti bahwa kita berada di kamar kita masing-masing."

Seiring jemariku mengetukkan suara dalam birama yang datar, sebaris kalimat baru muncul di layar kaca. Aku bisa merasakan tiap huruf dalam kalimat tersebut muncul seraya pikiranku berbicara dan jemariku terus menjelajah papan kunci. Kubiarkan sejenak keheningan mengisi jeda waktu di antara kita. Sebelum kembali kegerakkan jemariku di atas papan kunci.

wildarmz: "Tapi aku berpikir."

wildarmz: "Apakah berada dalam ruang berbeda begini

wildarmz: berarti kita terhubung?"

Aku sudah melontarkan pertanyaanku. Seperti biasa kini giliranku menunggu jawaban darinya. Saat-saat seperti ini adalah saat yang menyenangkan. Ada perasaan penuh harap akan sebuah jawaban yang telah kuperkirakan dan hendak kubalas balik dengan pertanyaan lain. Meski sering kali yang kuhadapi adalah jawaban yang sama sekali di luar harapanku. Mungkin aku kecewa tapi ketidakterdugaan itu yang membuatnya menarik. Kalau aku merasa bahwa hidup ini penuh ketidakterdugaan maka percakapan ini adalah hidupku. Aku hendak memberikan segalanya untuknya. Pikiran yang belum pernah kunyatakan padanya tapi aku berharap Ia dapat menebaknya sama seperti aku berusaha menebak jalan pikirannya.

manalegendia: "Kita terhubung dalam jaringan."

Sebuah kalimat jawaban muncul di layar kaca. Aku tertawa kecil dengan gurauannya sebelum kalimat lainnya muncul.

manalegendia: "Benar?"

Ada yang tak biasa dari kalimat itu dan pertanyaan itu menghentikan tawaku. Tapi aku tidak terkejut, ini adalah jawaban lain darinya yang biasa, pikirku. Jawaban lain yang membuatku kerap ingin melanjutkan percakapan dengannya. Jawaban atas ketidakterdugaan yang menjadi hidupku dalam jaringan ini. Dengan begitu saja rasa tak nyaman itu sirna dan menjadi kekaguman lainnya. Seperti kekaguman seorang anak kecil pada mainan baru. Kekaguman yang sama dengan kekagumanku pada ketidakterdugaan itu.

Secepat aku menyudahi tawa kecilku tadi, secepat itu pikiran lain muncul. Aku hendak menghentakkan jemariku lagi namun tanda tanya itu menahanku. Kekaguman dan keheranan yang biasanya menjadi satu kini terasa berbeda. Satu tanda baca dari susunan piksel di layar kaca menyadarkanku.

Tapi itu tidak menahan kekagumanku. Jemariku sudah siap menggelitik papan kunci sebelum layar kaca di hadapanku memperbarui tampilannya. Dengan sebuah kalimat tanya lain.

manalegendia: "Hei,

manalegendia: apa yang sedang kau pikirkan?"

manalegendia: "Ini tidak biasa

manalegendia: bukan?"

Jemariku kembali tergantung pada kait tanda tanya itu. Aku berada di posisi yang berbeda dari biasanya. Perasaan heran itu berubah menjadi ketidaknyamanan dan kecanggungan deret kalimat di layer kaca itu menjadi nyata. Deret kalimat itu tidak lagi bersuara dan hanya bertanya. Pertanyaan yang tidak dapat kujawab pada saat itu selain dengan kilasan pikiran yang sama tak nyata dengan deret kalimat dari bentukan piksel itu.

wildarmz: "Apa maksudmu?"

manalegendia: "Aku bertanya."

manalegendia: "Aku ingin tahu apa yang sedang kau pikirkan sekarang."

manalegendia: "Karena aku tidak tahu."

Tidak ada yang tidak biasa dari ketidaktahuan. Aku bisa menerima pertanyaannya itu tetapi kalimat yang muncul di hadapanku saat ini terasa berbeda. Aku tidak dapat membacanya seperti biasa aku membaca deret kalimat yang dikirimkan kepadaku. Ada yang tidak biasa berada di posisi ini, posisi untuk menjawab pertanyaan yang tidak dapat kau jawab dengan mudah. Dan mengetahui lawan bicaramu sungguh tidak tahu.

manalegendia: "Apa kau tahu jawabannya?"

manalegendia: "Apa yang sedang kau pikirkan?"

manalegendia: "Kau tahu apa yang sedang kupikirkan?"

Aku bisa menjawab pertanyaan itu. Tetapi tidak dengan menjawabnya. Jemariku sudah tahu harus bergerak ke mana tetapi pikiranku tidak dapat menjawabnya. Bila kubiarkan tubuhku bergerak aku akan melihat jawaban itu. Tertampang di layar kaca setelah satu hentakan keras di ujung kelingkingku.

wildarmz: "Aku tidak tahu."

wildarmz: "Aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan."

manalegendia: "Tapi kau tahu apa yang sedang kau pikirkan?"

manalegendia: "Apa aku tahu jawaban pertanyaanmu?"

manalegendia: "Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu.

manalegendia: Kau tidak bisa menjawab pertanyaanku."

manalegendia: "Percakapan ini tidak bisa berlanjut."

manalegendia has logged out.


FIN


Prompt yang digunakan: Imagine, Love, Friendship