Kelinci Putih Memerah


Penulis: 5599922


Hai!

Perkenalkan, namaku Si Putih. Usiaku sekarang 5 tahun, badanku berbulu halus berwarna putih, dengan telinga panjang. Kesukaanku adalah wortel, dan hobiku adalah berguling-guling. Um? Ya! Seperti yang kamu duga, aku seekor kelinci. Aku dipelihara oleh majikanku yang baik, mereka manusia laki-laki dan perempuan, sepertinya suami istri! Mereka selalu rajin memberikanku makan, serta rutin memandikanku.

Hum! Hari ini pun begitu. Tapi sebelumnya, sebelum aku makan, aku harus mendengarkan dulu keramaian di pagi hari. Ya! Kedua majikanku sangat akrab di pagi hari. Mereka selalu berbicara satu sama lain dengan suara yang sangat keras. Terkadang terlalu keras, sesekali kuharap mereka bisa mengecilkannya. Mereka juga suka bermain! Mereka suka melempar barang, terutama yang laki-laki. Aku juga suka melemparkan bola mainanku! Suaranya sangat berisik, tapi terdengar menyenangkan. Terkadang piring makanku juga mereka jadikan mainan, meski jadinya siangnya piring makanku berganti dengan yang lain.

Biasanya, setelah mereka bermain, yang laki-laki akan keluar rumah setelah yang perempuan duduk atau berbaring di lantai, barulah aku akan diberi makan. Terkadang aku bisa merasakan air dari wajah dan mata yang perempuan membasahi buluku saat dia memeluk badanku. Aku suka dipeluk! Asal jangan lama-lama, aku tidak suka dipeluk lama-lama.

Setelah makan, biasanya aku berjalan-jalan di dalam kandangku yang luas. Yang perempuan terkadang memasak dan menonton TV. Tapi hari ini, dia tak ada di rumah, karena belum lama tadi pergi. Ah, aku sendirian. Biasanya kalau aku sendirian, aku tidur, karena takut. Tapi hari ini aku tidak perlu lama sendirian. Majikanku yang laki-laki masuk ke rumah, bersama dengan manusia lain, perempuan, bukan majikanku. Mereka juga akrab, meski tidak berbicara sekeras pagi. Cuma mereka pun berisik! Terkadang mereka bermain dengan melemparkan baju-baju milik mereka, dan memeluk diri satu sama lain, di sofa depan TV aku bersantai di sore hari. Setelahnya, mereka akan buru-buru pergi, tapi aku tidak diberi makan. Aku ingin makan!

Beruntungnya, majikanku yang perempuan cepat pulang. Sayang, dia tidak bertemu dengan majikanku yang laki-laki. Tapi mungkin dia tahu bahwa dia datang! Makanya, aku bisa mendengar lagi suara benda-benda dilempar! Aku tidak suka, berisik, tapi aku setelahnya diberi makan, jadi aku senang. Biasanya kemudian aku akan dilepas dari kandang, dan duduk di sofa bersama dengan majikanku yang perempuan. Aku suka keluar dari kandang!

Malam, aku selalu mencium bau makanan enak yang membuatku lapar lagi. Makanannya selalu banyak, pasti majikanku yang perempuan yang membuatnya. Terlalu banyak, karena majikanku yang laki-laki belum datang ke rumah. Padahal sudah malam, aku mengantuk. Karena mengantuk, aku pun tidur. Yang penting aku tetap diberi makan!

Aku terbangun malam-malam, saat sepertinya masih gelap. Suara nyaring lagi. Pasti majikanku yang laki-laki sudah datang. Kalau dia sudah datang, dia akan berbicara dengan akrab dengan majikanku yang perempuan. Kuharap mereka segera diam dan tidur. Mereka berisik di ruang tengah. Mereka juga sering berisik di dapur. Mereka memainkan banyak hal. Majikanku yang laki-laki tampaknya membawa mainan baru, sesuatu yang panjang dan bersinar dan terlihat tajam, sepertinya mainan yang menyenangkan. Mainan tersebut ditunjuk-tunjukkan pada majikanku yang perempuan. Kemudian aku meliha majikanku yang perempuan kembali tidur di lantai. Ah, tidur di lantai memang menyenangkan. Majikanku yang laki-laki kemudian keluar lagi dari rumah. Enaknya sudah tenang lagi, sekarang aku bisa tidur!

Pagi, aku lapar! Kulihat majikanku yang perempuan masih tidur di tempatnya. Dia tampak basah dengan air warna merah di sekitar dirinya. Dia tidak bergerak. Ah, lama sekali. Memang pagi ini tidak berisik seperti pagi yang biasanya, tapi aku lebih baik berisik di pagi hari dan kemudian diberi makan, daripada tidak diberi makan seperti ini! Ah, sudah siang. Majikanku yang perempuan masih tidur di lantai. Aku mendekatinya dan dia tidak bergerak. Hei, hei, aku lapar, beri aku makan!


FIN


Prompt yang digunakan: kelinci