Maafkan aku atas ketidak acuhanku pada kalian

Aku tahu kalian tersiksa di sana

Tapi bertahanlah! Aku selalu berusaha sekeras mungkin untuk kalian

Jika aku tidak bisa mengobati, maka aku tidak akan melukai kalian

Aku tahu, sejak Istana kita runtuh, kita terpecah belah

Sejak itu pula kita sibuk sendiri

Bertahan dan melawan mereka dalam waktu lama

Hingga kami bebas dan menang dengan usaha yang keras

Selalu terbayang dalam benakku, bagaimana leluhur kita mempertahankan kalian

Nyawa, kedudukan, semua! Mereka korbankan semuanya untuk kalian!

Dan di situlah, aku sangat malu pada diriku

Sebagai orang biasa, apa yang kulakukan untuk kalian?

Aku hanya bisa merangkai do'a untuk kalian

Aku hanya bisa memiskinkan mereka dengan jutaan cara sederhana

Jika aku memiliki penghasilan pribadi, maka setengahnya haram untukku!

Kenapa? Itu adalah milik kalian, wahai prajurit!

Di sini aku selalu berusaha memiskinkan mereka

Membuat orang terdekatku memahami keadaan kalian

Memasuki alam bawah saudaranya, dan mengisinya dengan fakta masa lalu

Mencegah leluhur kita bangkit dari kubur karena tingkah bodoh kami

Saudaraku, ketahuilah. Kami sangat menyayangi kalian

Tapi dunia terus berubah, saudaraku. Kami tidak bisa sembarangan

Kami hanya bisa membantu kalian dengan kata dan logistik

Kami benar-benar minta maaf, Saudaraku!