Volker Fuhrmann x Wilma Baumgarten


Volker menginginkan Wilma segenap hasrat, juga mencintainya. Menawarkan pernikahan demi menyelamatkan nama Wilma yang tercoreng sekaligus mendekapnya untuk selamanya.

Siegbert von Brandt, pemuda bajingan yang mempermainkan Wilma. Tak terkira betapa kecewanya Volker mendapati Wilma memilih Siegbert. Lalu Siegbert meninggalkannya, kesempatan Volker terbuka lebar melalui jalan pernikahan. Wilma setuju dengan keterpaksaan, Volker bahagia setengah mati. Pernikahan dilangsungkan, tercatat di catatan sipil. Tanpa resepsi, tanpa senyum bahagia.

Sungguh, Volker kehilangan seluruh akal sehatnya di malam pertama mereka.

Menjajah, menguasai, memaksa dan merebut Wilma sebagai tanda kepemilikannya. Wilma-nya yang malang, belia dan polos tentang cinta dimana Volker mengambil kesempatan dalam kesempitan hanya karena mereka berstatus suami istri yang sah. Volker meminta Wilma untuk melayaninya, menganggap Wilma akan mencintainya suatu saat nanti dan mendobraknya penuh keperkasaan. Wilma-nya tersayang, gadis muda yang ia idam-idamkan. Kulit mulus Wilma, gerakan menggeliat yang membuat Volker semakin didera nafsu birahi yang kuat. Mencari-cari celah meloloskan Wilma untuk membuktikan cintanya yang paling mendalam daripada cara Siegbert kepada Wilma. Bersorak gembira tatkala Volker memasuki Wilma, mendapati Wilma belum tersentuh Siegbert sekalipun, air mata Wilma dianggap Volker sebagai bentuk kenikmatan. Wilma melawan, Volker semakin kuat menahan perlawanan Wilma sampai Volker mendapatkan titik kepuasannya.

Siap atau tidak siap, Wilma akan selalu menjadi miliknya. Tubuh Wilma diserahkan untuk Volker sebagai penghargaan Volker terhadap Wilma yang menjadi istrinya. Apapun yang terjadi, Volker tidak akan menyerahkan Wilma kepada pria lain.

Gadis kecilnya yang manja. Sang terkasih yang melunturkan hati Volker yang beku. Selalu ia idam-idamkan melebihi perempuan-perempuan yang mendambakannya. Volker tidak merasa bersalah atas apa yang ia lakukan terhadap Wilma saat ini. Wilma Fuhrmann ialah istrinya, satu-satunya wanita milik Volker, tidak ada wanita lain bagi Volker.

Berharap melalui sentuhan Volker yang lembut dan berpengalaman akan meruntuhkan dinding kuat di hati Wilma yang terbayang-bayang akan Siegbert, wajah Wilma berhias air mata serta sepasang bola mata indah Wilma yang menyiratkan bahwa Wilma terluka. Dari keremangan malam, Volker bisa mencium aroma darah dan melihatnya samar-samar dari paha Wilma. Volker telah menghantam gadis kecil malang itu tanpa memberinya kesempatan untuk menjelaskan alasan di balik penolakan Wilma. Atau sebetulnya Wilma sudah menjelaskan namun Volker memilih untuk menepis semuanya dan menganggap Wilma wajib melakukan hubungan suami istri bersamanya.

"Volker—" ucap Wilma lirih. "Mengapa Volker lakukan ini padaku? Volker bilang Volker mencintaiku. Sakit sekali."

Bagi Volker sederhana saja. Besar dengan pemahaman seks bersama wanita yang dicintai dan sah-sah saja berhubungan badan bersama wanita yang dicintai asal rasa itu tersampaikan, tiada rasa bersalah di hati Volker karena menyakiti Wilma melalui persetubuhan.

Ia mencintai Wilma seutuhnya. Wilma terlalu kecil untuk memahami bahwa seks sama saja dengan cinta. Seumur hidupnya, Volker bercinta dengan tiga wanita saja termasuk Wilma dan Volker mencintai semuanya di waktu berbeda sampai ia kehilangan mereka di saat paling tragis. Volker ingin Wilma menjadi yang terakhir, memastikan Wilma aman bersamanya.

"Ich liebe dich [Aku mencintaimu], Wilma. Ingin mengklaim Wilma sebelum siapapun mengklaim Wilma," ucapnya lembut, membelai seluruh bibir Wilma. "Kuharap Wilma memahami mengapa kulakukan ini. Aku akan melembutkanmu di malam ini."

Jawaban Volker memicu perlawanan di hati Wilma. Kekecewaannya melebihi dari Siegbert meninggalkannya. Volker tidak jauh berbeda dari Siegbert bahkan Volker jauh lebih brengsek. Wilma mengira ia bisa memulai dari nol dari pernikahannya. Yang terjadi justru Volker memaksanya atas nama cinta.

Wilma tidak akan pernah bisa mencintai Volker Fuhrmann.

Jiwanya dan tubuhnya tercabik-cabik dan rusak oleh suaminya sendiri. Wilma tidak akan menyerahkan hatinya kepada pria bajingan seperti Volker Fuhrmann.

Tamparan keras dari Wilma membuat Volker tersadar ia memberikan luka tak terperi yang tidak pernah bisa Volker bayar melalui apapun juga.

"Aku membencimu, Volker Fuhrmann. Sampai mati."

|FIN|